Menjadi Istri Kedua Majikan

Menjadi Istri Kedua Majikan
Terbangun dari mimpi buruk


__ADS_3

"Tubuhku melayang-layang, ringan bagaikan kapas, kulihat Cecilio kecilku menangis sambil menangil-mangil mami...ma....mami....bangun mi, Cio kangen mi... hu... hu..." hatiku hancur saat melihat pancaran dan raut kesedihannya.


Aku segera membawa Tubuh mungil itu kedalam pelukanku, tapi tidak bisa, aku tidak mampu untuk merengkuh tubuh mungil Cecilio ku, aku hanya bisa menangis dan terus menangis. berdoa agar aku bisa bersama-sama dengan anakku lagi, terutama meminta maaf pada orang-orang yang aku sakati dan kecewakan. tapi tidak bisa karena mereka sama sekali tidak melihat diriku dan tubuh ku ini.


Tanpa terasa aku kembali berputar-putar, memasuki lorong panjang dan melayang ringan hingga terjatuh ditempat yang tidak aku ketahui keberadaannya.


"Di mana aku, kenapa aku kembali ke tempat ini, yang terlihat sangat aneh dan begitu sepi. apa aku benar-benar telah meninggal. Aku kembali mendengar suara tangisan mas Dani, yang memilukan hatiku, Bella jangan tinggalkan aku sayang, aku belum siap kehilangan mu." suara tangis yang semakin lama semakin dekat dan terdengar sangat jelas.


Sementara itu,


"Bella sayang, jangaaaan pergiiii..."


Refleks Dani berteriak kencang, keringat dingin membasahi wajahnya, seiring dengan tangisan suara yang begitu pilu dan meluluhkan hati semua orang yang berkumpul, karena kaget mendengar teriakan nya barusan.


"Dani, kamu kenapa nak? kamu mimpi buruk lagi?" Ucap Mama yang ikut terbangun karena kaget dengan suara teriakan Dani.


"Bella ma, aku mimpi buruk terus. barusan mimpi itu datang kembali dan benar-benar tersa nyata, Bella benar-benar udah meninggal bahkan aku barusan memeluk nisan Bella ma." Ucap Dani sambil berusaha memeluk tubuh Bella yang masih terbaring tidak berdaya.


"Sudahlah nak, itu cuma mimpi buruk mu. sebaiknya sekarang kamu sholat malam dan berdoa untuk kesembuhan istrimu." terang Mama yang juga habis mimpi buruk. namun dia tidak mau berterus terang, karena takut akan menambah panik semua orang.


Dani menyeret tubuhnya yang lemah, dia berwudhu dan sengaja sholat disebelah Bella. selesai sholat Dion memanjatkan doa panjang berharap istrinya itu kembali sadar dari tidur panjangnya.


Selesai sholat dan berdoa, Dani duduk kembali disebelah Bella sambil menatap sayang wajah cantik itu.


"Sayang aku mohon, jangan pernah tinggalkan aku. karena aku tidak akan pernah sanggup sayang," bisik Dani.


Sudut mata Bella mengeluarkan cairan bening, hanya itulah bukti jika mantan model cantik itu mendengar dan merespons ucapan suaminya. Bella tidak merasa kan sakit apapun lagi ditubuh kecilnya, namun dia tidak bisa untuk bangun dari tidur nya, mata Bella sangat berat untuk kembali dibuka.


"Ya Tuhan, ada apa dengan tubuhku. kenapa sulit sekali bagi ku untuk membuka mata dan bergerak." gumam Bella yang masih mencoba untuk sadar, semampunya Bella menggerakkan ujung jarinya yang kaku.


"Tiiit....tiiit...


"Ttiiit....tiiiittt,"

__ADS_1


Monitor yang menunjukkan jika jantung Bella masih berdetak, tiba-tiba melemah dan semakin melemah. membuat semua panik, terutama Dani dia benar-benar takut jika mimpi buruknya barusan menjadi Kenyataan. semua orang yang semula sengaja tidur di penginapan tidak jauh dari Bella dirawat segera berkumpul, mereka ikut panik.


"Tidak... Bella, kenapa ini ma." Ucap Dani panik dan langsung keluar menuju ruang dokter.


"Bella anakku sayang, ini Mama nak...Mama dan papa sekarang ada didekat mu, bangunlah sayang." ucapan Mama membuat Bella menangis sedih.


"Mama...aku merindukanmu Mama, maafkan Bella."


Tidak lama tim dokter masuk dan mengecek kondisi Bella, semua terlihat panik dan meminta semua yang diruangan itu keluar, namun Dani bersikeras dan tidak mau melepaskan tangannya yang masih menggenggam erat tangan sang istri.


Dokter saling pandang, dan menggelengkan kepalanya pelan. mereka terlihat mulai putus asa, namun kembali mengulangi alat defliblilator pemacu detak jantung itu ketubuh Bella. dan melakukan nya berkali-kali.


Detak jantung Bella terhenti total, semua mata tertuju pada monitor.


"Maaf Tuan, kami sudah berusaha maksimal," Ucap dokter.


"Tidak dokter, Anda pasti bisa dan kembali mencobanya. aku yakin istriku pasti bisa sembuh." Dani bersikeras dan menghadang dokter.


"Maaf tuan, anda harus ikhlas."


" Bella sayang, cepat bangun karena aku tidak ingin mereka mengatakan sesuatu hal buruk tentangmu. ingat impian indah kita, bahkan anakmu Cecilio masih sangat merindukan dan membutuhkan mu Bella, dia sangat membutuhkan maminya." teriak Dani disela-sela tangisnya.


"Tuan Dani sabar dan ikhlas lah menerima kenyataan ini." ulang salah seorang dokter lainnya.


"Tidak kalian pasti salah," Ucap Dion. karena dia melihat monitor tiba-tiba kembali normal, hingga membuat semua tim medis itu ternganga melihat keajaiban itu.


"Alhamdulillah, ini benar-benar mukjizat mu."


Bella perlahan mampu menggerakkan matanya, diikuti oleh anggota tubuh lain secara perlahan, hal pertama yang ingin Bella lihat adalah wajah suami tampan nya itu. dan harapan nya menjadi Kenyataan saat melihat Dani tersenyum tepat dihadapannya.


"Sayaaaaang ku Bella," memeluk erat Bella, seolah-olah separuh hidup Dani kembali.


"Mas Dani suamiku." terdengar suara lembut Bella. perlahan Dani menciumi wajah istrinya, dia tidak bisa berkata-kata lagi untuk meluapkan rasa bahagia nya.

__ADS_1


"Cecilio.... Cecilio mana mas?"


"Baik sayang, aku akan panggilkan Cecilio dan membawanya untuk mu sayang."


Dani tidak malu bertingkah seperti anak-anak, berlari memanggil kedua orang tua Bella dan meminta mereka me!bagikan Cecilio yang tidur di ruangan khusus, serta memberi tahukan berita bahagia ini jika Bella sudah sadar.


"Alhamdulillah, Bella anakku sayang."


Semua berlari menuju ruangan Bella, terutama Cecilio yang masih kesusahan untuk membuka matanya. Karena bocah itu masih sangat mengantuk dipangkuan Arya.


"Cecilio bangun sayang, lihatlah didepan Cecilio ada mami."


"Mami...mami.."merentangkan kedua tangannya kearah Bella yang sudah berurusan sir mata melihat anak yang selama ini i dirindukan nya.


"Anakku." berusaha untuk !memeluk dan mencium Cecilio dari tempat na yang masih terbaring.


"Sayang, maafkan mami ya nak. mami telah menyia-nyiakanmu sayang, !Ami sangat bersyukur karena diberi kesempatan untuk merawat dan menjaganya sayang, mami janji nggak bakal ninggalin Cecilio lagi nak."


"Benar mi."


"Ya nak."


"Mama....papa...." Ucap Bella dengan posisi yang masih berbaring.


"Anakku sayang," mereka saling berpelukan bahagia.


"Maag Bella karena susah membuat kalian semua kecewa dengan sikap dan kesalahan yang sudah Bella pebuat."


"Sudah lah nak, ini sudah jalanya agar kita bisa menjadi manusia yang lebih baik lagi, kami begitu bahagia melihat mu seperti ini lagi."


"Bella semoga kamu selalu sehat istriku." bisik Dani mesra.


"Iya mas, terimakasih ya mas karena kamu begitu mencintai ku, bahkan dalam bawah sadar ku aku mendengar semua kesedihan dan rasa kehilangan mu mas."

__ADS_1


Bella mengusap pelan perutnya yang datar, seketika semua terlihat panik. bagaimana cara menjelaskan pada Bella jika bayinya sudah tiada.


__ADS_2