Menjadi Istri Kedua Majikan

Menjadi Istri Kedua Majikan
Suasana panas


__ADS_3

"Mas, lagi mikirin apa sih?"


Bunga mendekati Arya, yang terlihat tengah larut dalam lamunan panjang. Arya memperbaiki posisi duduknya begitu melihat Bunga berjalan kearahnya, sambil tersenyum manis Bunga duduk disebelah Arya.


"Bella tidak dirumah lagi sekarang."


"Memangnya mbak Bella pergi kemana mas?" Tanya Bunga ikutan Kawatir, memikirkan keberadaan sang madu.


"Katanya pulang kerumah orang tuanya."


"Ooo, kirain mbak Bella pergi Kemana, mungkin mulai sekarang mas harus lebih adil lagi dalam membagi waktu. jatah tiga hari bersama Bunga kan sudah lewat, seharusnya mas cari dan bujuk mbak Bella dan minta maaf." ucap Bunga mengingatkan suaminya.


"Iya sayang, mas salah. tidak seharusnya mas seperti ini." Arya mengusap wajahnya kasar, ternyata begitu sulit untuk berbuat adil, meskipun dia terus berusaha dan belajar.


"Sayang, kamu ngak papa kan jika malam mas menemui Bella." Arya menatap Bunga dengan wajah terlihat gusar dan ragu.


"Sama sekali tidak mas, malah aku Senang."


Bunga menggenggam tangan Arya, berusaha untuk meyakinkan suaminya. jika ucapan nya tidak salah.


"Baiklah sayang, mas pergi dulu."


Arya mencium sekilas kening Bunga, sebelum dia pergi meninggalkan Rumah baru yang dibelikan nya untuk istri tercinta.


"Dada....mas Arya, suamiku sayang." balas Bunga sambil melambaikan sebelah tangannya, melepas kepergian suaminya menemui istri pertama nya. sampai mobil yang dikendarai Arya menghilang dari pandangan matanya, barulah Bunga beranjak masuk kedalam Rumah.


"Kenapa Rumah ini terasa begitu sepi setelah kepergian mas Arya?" Bunga memegangi tengkuknya, mematikan sebagian lampu dan masuk kedalam kamar, sambil memastikan semua pintu terkunci dengan aman, meskipun perumahan ini ada security dan cctv nya, namun Bunga tetap waspada dengan keselamatan dirinya.


***


Arya menghubungi Bella, namun panggilan nya selalu di rijeck. membuat Arya kesal sendiri bercampur rasa cemas. bagaimana pun Bella masih berstatus istri pertamanya.

__ADS_1


Mobil Arya memasuki pintu gerbang utama Rumah Bella, dengan langkah panjang, Arya segera masuk kedalam.


"Assalamualaikum Ma, pa."


Arya menyapa lalu menyalami kedua mertuanya, yang ikut terkejut melihat kedatangan Arya yang tiba-tiba.


"Waalaikumsalam, nak Arya."


Mereka tersenyum membalas sapaan Arya, meskipun dihatinya bertanya-tanya. tentang maksud kedatangan Arya malam-malam begini.


"Oya ma, mana Bella?"


"Lho kok nanya Mama sih, masa kamu tidak mengetahui keberadaan istri sendiri?" balas Mama yang mulai ikutan cemas.


"Maaf ma, akhir-akhir ini aku terlalu sibuk. lagian aku juga harus adil membagi waktu. meskipun telat beberapa jam untuk pulang dan menemui Bella. aku minta maaf atas kelalaian ku ini." balas Arya.


"Mama ngerti Arya, kami hanya berharap yang terbaik buat hubungan kalian.'" balas mama.


"Sudah pa, tapi tidak diangkat." Arya kembali mencoba menghubungi ponsel Bella.


"Apa kamu sudah pergi ke Apartemen nya Anggi, mama yakin Bella pasti pergi kerumah asisten pribadi nya itu." terang Mama.


"Baiklah ma, Arya akan mencoba mencari Bella kesana."


"Hati-hati ya nak, semoga kalian bisa bahagia dengan hubungan yang rumit ini, meskipun diawali dengan kesalahan Bella." terang Mama, yang tidak bisa menuntut banyak pada Arya, karana dia sadar akan kesalahan Putri satu-satunya nya itu, yang dulunya berusaha keras untuk mencarikan Arya istri lagi. sekarang jika Arya tidak mampu berbuat adil, bukanlah kesalahan nya. mengingat Arya juga berusaha menolak dulunya, dan mengatakan jika dia tidak menjamin jika nantinya mampu untuk adil, tapi Bella masih tetap dengan pendiriannya.


Arya kembali melajukan mobilnya, menuju kawasan Apartemen elit. meskipun Arya menyangsikan kemampuan seorang asisten biasa seperti Anggi. untuk dapat memiliki unit kamar ditempat bergengsi semewah ini.


Dikamar yang dingin dan sejuk karena udara Ac, tidak membuat Bella dan Dani letih. mereka sangat menikmati permainan ranjang. mengingat kondisi kedua pasangan ini sama-sama sadar, tanpa pengaruh apapun termasuk pemaksaan seperti yang sering dilakukan oleh Dani sebelumnya.


Dani merasa sangat bahagia, mengingat Bella sekarang sudah menjadi miliknya kembali, bahkan Bella mulai patuh dan menuruti keinginan Dani. termasuk beberapa kali memuaskan Dani diranjang.

__ADS_1


Bella meluapkan gairah, emosi, rasa benci dan sakit hati yang dirasakan nya. seolah-olah permainan panasnya dengan Dani, setimpal dengan apa yang dilakukan oleh suaminya dengan Bunga.


Sehingga tanpa berfikir panjang lagi, bahkan resiko yang akan muncul dikemudian hari tidak dipedulikan lagi oleh Bella. yang penting saat ini hatinya dan pikiran nya bebas, tanpa ada Arya dan Bunga lagi, yang hanya akan membuat hatinya kembali terluka.


Arya mempercepat langkahnya menuju unit apartemen Anggi. karena dia juga sudah hafal, mengingat dia pernah beberapa kali mendatangi tempat ini.


Suasana dalam kamar unit apartemen ini, masih saja memanas, Anggi sengaja pergi, dia ingin memberikan waktu pada kakaknya Dani untuk berduaan dengan Bella, wanita yang selama ini begitu dicintainya.


“Ayo Dani, aku su... su.... sudah ingin keluar lagi.” rengek Bella, pandangan matanya sudah berkabut.


“Tahan Bella, aku masih ingin bermain-main dengan tubuh indah mu sayang." Balas Dani yang terus berpacu.


Suara ******* dan bisikan lembut, terus keluar dari bibir Bella maupun Dani. nafas keduanya ngos-ngosan seperti lari maraton dengan jarak tempuh sudah mencapai titik puncaknya.


Keduanya, semakin berpacu menikmati gairah yang terus memuncak. Memberikan sensasi yang membuatnya keduanya tidak ingin mengakhiri permainan panas ranjang ini, tanpa peduli dengan keringat yang sudah membasahi tubuh mereka yang polos.


Nafsu dan rasa cintanya yang buta membuat Dani kalap mata, begitu juga dengan Bella sekarang. dengan kondisinya yang sadar berselingkuh dengan Dani. meskipun sebagai pelampiasan kekecewaan dan rasa sakit hatinya. .


Arya mempercepat langkah kakinya, memasuki lobby apartemen milik Anggi. Keluar dari lift, langkah pria tampan itu, semakin cepat menuju unit apartemen yang dituju. sambil melirik jam yang melingkar dipergelangan tangannya.


“Sudah larut, semoga Bella belum tidur, tidak ngambek dan marah padaku nantinya.” Gumam Arya.


Tangan kekar Arya, langsung terangkat hendak menggapai pun yang dipikirnya tengah terkunci, diluar dugaan pintu itu langsung terbuka begitu Arya sampai didepan pintu masuk tersebut.


"Aneh, masa pintu apartemen semewah ini bisa terbuka begitu saja. bahkan tidak terkunci otomatis sama sekali?" Arya menggelengkan kepalanya heran. seolah-olah sengaja dibuat seperti itu, namun dia tetap melangkah masuk. mengedarkan pandangannya kesekeliling ruangan Apartemen yang terlihat sangat sepi.


"Bella.... Bella."


Arya memangil-mangil nama Bella, karena dia tidak melihat keberadaan Anggi. namun tidak ada jawaban.


Suasana apartemen ini terlihat sangat hening, tapi ada bekas rokok dan jaket milik laki-laki, bahkan ada juga tas dan beberapa barang-barang Bella tergeletak di sofa, perasaan Arya berkecamuk, tiba-tiba kecurigaan mulai mengganggu pikirannya. bahkan berbagai praduga buruk mulai menghantui nya, meskipun Arya berusaha untuk berfikir positif terhadap Bella saat ini. Langkah kaki Arya, menyeret nya menaiki kamar tidur yang terletak di lantai Dua

__ADS_1


__ADS_2