
"Aaaagghhh....gelap, aku tidak bisa melihat apa-apa disini? Mama...papa tolong Bella." meronta-ronta sambil menangis ketakutan.
"Aku dimana? apa aku sudah meninggal dan sekarang sendirian dalam kuburan?? tidak....aku tidak mau mati... toloooong." meronta-ronta sambil menangis, keringat dingin membasahi tubuh Bella yang langsung terlonjak bangun dari tidur panjangnya.
"Syukurlah....cuma mimpi."
Bella menarik nafas panjang, dia masih ngos-ngosan untuk mengatur pernafasan nya, sambil menyeka keringat dingin membasahi wajah cantik model terkenal itu.
"Ternyata kamu masih bisa bangun, aku pikir kamu akan tertidur selamanya saat hampir jatuh dari jendela atas balkon barusan, untuk kak Arya masih begitu mencintai mu." sindir Anggi dengan tatapan sinis.
"Jadi aku jatuh itu bukan mimpi?"
"Bella, tidak mungkin aku membunuh mu. karena kamu adalah sumber kehidupan dan kebahagiaan ku."
Ucap Dani yang duduk disebelah Bella, sambil mengendus-endus bahu dan tengkuk Bella, dengan seringai mesum yang membuat Bella merasa takut pada dua orang kakak beradik disampingnya.
"Dani, Anggi. aku mohon tolong lepaskan aku, aku sudah berkali-kali meminta maaf pada kalian. Please Cecilio saat ini pasti sangat membutuhkan aku Dani." suara Bella sekarang lebih melunak, berharap Dani akan luluh.
"Kamu hanya memikirkan suami dan anak mu saja Bella, bagaimana dengan ku. yang juga sangat membutuhkanmu sayang, ingat selama ini kamu sudah cukup banyak menghabiskan waktumu bersama mereka. sekarang giliran aku yang ingin menikmati waktu berduan saja dengan mu di pulau terpencil ini."
"Pulau terpencil?"
"Ya Bella, karena Anggi akan pergi jauh. jadi ditempat yang tidak bisa dilacak oleh sembarang orang ini hanya ada kita berdua. aku rasa suamimu Arya tidak akan mencari mu, jadi terimalah kenyataan ini Bella." ucap Dani tersenyum senang.
__ADS_1
"Sekarang makanlah ini, aku tidak ingin terjadi apa-apa pada dirimu Bella. karena ditempat ini tidak akan ada dokter yang bisa mengobati mu, selain dirimu sendiri yang berusaha berjuang untuk bertahan." Ucap Anggi sinis.
"Aku tidak peduli lagi, bahkan pada diriku sendiri. bunuhlah aku, jika itu bisa membuat dendam dan sakit hati kalian bisa terbalaskan." ucap Bella yang dengan sigap menyambar pisau kecil yang terletak di atas keranjang buah.
"Ja... jangan Bella sayang."
Dani langsung terlihat gugup dan panik, dia mengusap kasar wajahnya. sambil berusa untuk mendekati Bella.
"Mundur kamu Dani, jika mendekat aku akan menusukkan pisau ini sendiri ketangan ku ini." ancam Bella.
"Okey.... okey...aku mundur, tapi ingat Bella. jika kamu sampai bunuh Diri atau menyakiti dirimu sendiri. Cecilio dan kedua orang tuamu akan aku habisi. mereka akan menjadi target atas perbuatan mu ini." ancam Dani sambil mengangkat jari telunjuk nya yang di arahkan langsung tepat dikepala Bella.
"Mereka tidak bersalah dan tidak mengetahui permasalahan ini. Kamu tidak bisa melibatkan mereka, dengan ambisi dendam mu pada orang-orang yang aku cintai Dani, kamu gila....jahat....Dani." teriak Bella.
"Ha....Ha....aku memang gila Bella, aku gila semenjak kamu tega membuat hatiku yang bersih dan lembut ini menjadi hancur." balas Dani.
"Menurut dan patuhlah Bella, jika kamu ingin orang-orang yang kamu cintai selamat. cukup Arya yang aku buat celaka. sebelum anak dan kedua orang tuamu ikut menyusul." bisik Dani sambil tersenyum jahat, begitu juga dengan adiknya Anggi yang terlihat puas melihat majikanya Bella pasrah tidak berdaya.
"Anggi, sekarang kamu boleh pergi, tinggal kan kami berdua saja di pulau ini." perintah Dani ketika helikopter yang menjemput Anggi sudah sampai.
"Baiklah kak, jika kakak butuh apa-apa segera hubungi aku." pesan Anggi sebelum pergi.
Anggi dengan langkah panjang berjalan menuju helikopter dan menaikinya, gadis cantik itu melambaikan sebelah tangannya pada Dani sebelum mereka mendarat.
__ADS_1
"Semoga kamu bisa bahagia bersama Bella ditempat ini mas Dani, aku ikut merasa bahagia melihat mu bisa kembali mendapatkan wanita pujaanmu, aku yakin seiring berjalannya waktu. lambat laun Bella pasti akan mencintai mu kembali mas." Gumam Anggi.
Dani mengangkat tubuh Bella keranjang, gairah nya kembali bangkit melihat Bella yang sudah kembali melunak dan pasrah. bahkan dia tidak meronta atau pun berteriak dan berkata kasar lagi pada Dani, melainkan butiran bening air mata yang keluar, tanpa isakan tangis.
Dani tidak memperdulikan hal itu, baginya sekarang Bella bersama nya. hidup berdua tanpa ada yang menghalangi cinta nya yang besar selama ini.
Ciuman Dani semakin dalam, dia menelusuri setiap lekuk tubuh Bella yang indah. meskipun bibir Bella tidak mampu tersenyum tapi bahasa tubuhnya tidak bisa berbohong jika dia juga ikut terbawa suasana oleh cumbuan Dani.
"Mendesah lah Sayang." bisik Dani.
Bella memalingkan wajahnya kesal, dia berusa untuk mengalihkan pandangannya dari tatapan Dani yang sudah berkabut karena gairah. berusaha bungkam dan mengatup bibir nya, namun dengan mudah Dani selalu berhasil mencium dan memainkan nya.
Benteng pertahanan Bella sekarang sudah goyah, dia mulai membalas ciuman hangat bibir Dani, dengan tangan mulai menelusuri setiap lekuk tubuh wajah tampan dan terlihat lebih dari seorang laki-laki jantan dengan bulu-bulu halus disekitar wajah nya itu. Bella sudah tidak bisa berfikir secara jernih lagi. kobaran gairah sudah menguasai pikiran sehatnya. dia seakan-akan terlupa dengan permasalahan diantara mereka sekarang.
Dani, menatap tubuh Bella yang sudah pasrah menunggu sentuhan. yang sedari tadi menyiksanya.
"Cantik, benar-benar cantik, aku tidak kuat melihat dirimu seperti ini Bella,"
Dani, memang laki-laki matang yang belum pernah pacaran dan berhubungan dengan wanita lain selain Bella, apalagi bercinta dengan wanita manapun.
Dani, mengikuti nalurinya dan mulai menyatukan tubuh mereka berdua kembali, dia seakan terbang kesurga dunia yang paling indah dan nikmat. hingga pagi menjelang Dani pun terkulai lemas, disamping Bella yang juga sudah tertidur kecapean. mereka berhasil mencapai beberapa kali pelepasan.
Entah berapa lama mereka berdua tertidur diranjang ini, yang jelas begitu bangun, Bella merasakan tubuh dan persendian nya terasa remuk, terutama bagian bawahnya yang sakit dan terasa penuh. seperti dimasuki benda besar dan panjang.
__ADS_1
Meskipun ini bukan yang pertama, tapi kali ini tersa begitu beda, Dani terlihat begitu bersemangat dan bergairah.
"Mas Arya, semoga kamu tidak kenapa-napa, aku berharap sekali ada seseorang yang menolong mu mas... anakku Cecilio maafkan Mami sayang." Gumam Bella yang langsung teringat orang-orang yang dicintainya. lamunan nya buyar saat merasakan tangan kekar Dani yang kembali memeluknya erat, Bella ingin menolak tapi dia juga tidak ingin Dani kembali marah dan mengancam nya.