Menjadi Istri Kedua Majikan

Menjadi Istri Kedua Majikan
Kencan


__ADS_3

Radit melajukan mobilnya membelah jalanan untuk kembali pulang ke apartemen nya, dia sengaja tinggal sendiri tanpa seorang pelayan pun yang membantunya. meskipun begitu, tiap ruang apartemen mewah ini selalu rapi dan terlihat bersih.


Radit membersihkan tubuhnya, keluar dari kamar mandi. dia langsung mengenakan piyama tidur berniat untuk langsung istrahat. bahkan pria tampan itu tidak memiliki selera makan sedikit pun sekarang. terkadang Radit tidak memperdulikan dirinya sendiri. naik Keatas ranjang berniat untuk langsung tidur, mengingat tubuhnya yang tersa sudah sangat capek hati dan pikiran.


"Selamat malam Bunga."


Gumam Radit sebelum memejamkan mata menuju mimpi indahnya, bersama sang pujaan hati. dengan sebuah guling yang di pelukanya.


Beda dengan Jesika, yang malam ini. gadis cantik itu mulai uring-uringan, dia sama sekali tidak bisa untuk memejamkan matanya sedikit pun. pertemuan tidak terduga dengan Radit sedikit banyak sudah menyita perhatian nya. bayangan wajah tampan Radit begitu lekat dan tersa begitu nyata. Raditya seperti mengikuti kemanapun arah pandangan Jesika saat ini, sehingga gadis cantik itu tidak fokus lagi termasuk dalam belajar.


" Aaaagghhh, ada apa dengan ku sekarang. dimana-mana ada bayangan laki-laki yang baru aku kenal itu, di kaca, kamar mandi. atas lemari, bahkan langit-langit kamar ini pun seperti melihat Radit yang bergantungan." Jesika mengusap wajahnya dan melemparkan asal guling yang tengah dipeluknya itu, karena dia seperti melihat Radit juga kembali tersenyum seakan-akan ikut membalas pelukanya.


"Ya Tuhan, aku kenapa? apa sekarang aku sudah terkena virus atau sejenis penyakit?"


Jesika meremas rambutnya galau, berjalan menuju balkon, sambil membawa secangkir minuman coklat panas, yang biasanya ampuh mengembalikan mood dan menenangkan pikiran nya kembali, karena hal inilah yang bisa membantu nya. dikala merasakan pikiran nya yang tengah kalut dan galau.


Jesika menyeruput coklat panas sambil menikmati nya penuh perasaan, meskipun coklat itu masih mengeluarkan asap, tidak membuat gadis cantik itu kepanasan. dengan begini rasa kalut nya sedikit berkurang.


"Wah.... benar-benar nikmat."


Kembali meminum, sedangkan tangan nya yang satu lagi memperhatikan hasil jepretan kameranya siang tadi, dia berhasil mengabadikan momen pertemuan pertama nya dengan Radit.


"Aku merasa tidak kesepian lagi di Negara ini, semenjak bertemu Radit."


***


"Sayang malam Minggu ini kita kencan keluar yuk, mengingat kita tidak pernah ngerasain yang namanya pacaran dan malam Minggu berduaan, apapagi nonton bioskop. seperti banyak dilakukan pasangan muda-mudi." ucap Arya tiba-tiba mersa seperti sanga muda lagi, hal ini sempat membuat istri tercintanya kaget.


"Nonton mas?"


"Ya, atau makan malam berduaan."

__ADS_1


"Tumben banget mas, Kamu kok tiba-tiba jadi Romantis banget. kayak anak remaja yang lagi pacaran." Bunga langsung bergelayut manja di lengan suaminya, karena sesungguhnya dia sangat menginginkan hal ini.


"Ya, mas pikir kapan lagi kita bisa menghabiskan waktu untuk untuk berduan seperti ini, mengingat mas yang begitu sibuk akhir-akhir ini. bahkan kita berdua tidak pernah merasakan yang namanya pacaran dan kencan. begitu dijodohkan langsung nikah aja." terang Arya sambil merebahkan tubuhnya dipangkuan Bunga.


"Mas benar juga, jujur mas. aku dari dulu sangat menginginkan momen bahagia dan kencan seperti itu. terimakasih ya mas, aku senang banget dengan ajakan mas ini."


Raut wajah cantik Bunga langsung berbinar bahagia, bahkan dia langsung mencium kedua pipi Arya saking bahagia nya. membuat ayah satu anak ini ikut mengusap pipinya, bekas ciuman Bunga sambil tersenyum.


"Buat kamu, apa sih yang nggak sayang."


"Duh, selain bertambah romantis, kamu juga pintar mengombal ya sekarang mas, tapi aku senang kok." Bunga tertawa lepas.


"Ya udah, cepat ganti pakaian, tapi yang lebih tertutup ya ! mengingat udara malam yang dingin."


"Okey suamiku sayang."


Malam Minggu yang sangat indah itu, ditambah lagi cuaca yang sangat mendukung. sehingga pasangan ini memilih mengendarai moge. yang tersa jauh lebih ayik ketimbang mengunakan mobil.


"Iya mas, tapi ngak usah ngebut-ngebut juga."


"Iya."


Bunga langsung memeluk hangat Arya dari belakang, motor yang dikendarai Arya sudah membelah jalanan dan berbaur dengan kendaraan lainnya, cahaya bintang dan bulan seakan-akan ikut berlomba-lomba memberikan cahaya untuk menerangi pasangan ini.


Arya tiba-tiba menghentikan kendaraan nya, ketika melintasi makanan pecel ayam yang merupakan makanan kesukaan Bunga.


"Mas, yakin mau makan disini?"


"Memangnya kenapa sayang?"


"Maksudnya, selama ini mas kan sudah terbiasa makan ditempat yang mewah dan bersih, sedangkan ini makanan yang dijual lesehan dan berada dipinggir jalan."

__ADS_1


"Bagiku sama saja sanyang, yang terpenting adalah kamu menyukai nya." balas Arya sambil membimbing sebelah tangan Bunga untuk masuk kedalam.


"Suka sekali mas, bahkan aku sangat bangga memiliki suaminya rendah hati dan sangat pengertian seperti dirimu mas."


"Terimakasih sayang, kamu sudah menjadi yang terbaik dalam hidupku."


Setelah pesanan mereka datang, Arya dengan penuh perhatian menyuapi sang istri, begitu juga dengan Bunga. mereka tidak memperdulikan tatapan orang disekitar ada yang kagum bahkan ada juga yang mencibir. seakan-akan pamer kemesraan bagi mereka yang kurang kasih sayang atau bagi mereka yang jomblo akut.


"Udah mas, malu dilihatin."


"Ngapain juga malu, istri sendiri pun." ucap Arya yang kembali memanjakan Bunga dengan perhatian dan kasih sayang nya.


"Sayang, sekarang kamu pengen kemana lagi. Mas ingin menyenangkan mu dengan kencan pertama kita ini. anggap saja kita baru mulai pacaran.." goda Arya.


"Okey, jika begitu aku ingin kamu menyanyi kan lagu romantis untuk ku, dihadapan semua orang yang ada disini. bagaimana mas?" ucap Bunga yang sengaja memberikan tantangan pada suaminya.


"Setuju sekali mas," Ucap salah seorang pengamen jalanan yang mendengar perbincangan mereka.


"Baiklah, demi istri tercinta ku yang sekaligus menjabat sebagai pacarku terhitung mulai hari ini, aku akan menyanyikan sebuah lagu. meskipun seumur hidupku aku belum pernah bernyanyi dihadapan banyak orang seperti ini." ucap Arya.


"Tidak masalah mas, yang terpenting tunjukkan rasa sayang mas, termasuk dihadapan kami semua." Teriak pengunjung tempat makan ini ikut menyemangati Arya.


"Ayo mulai mas, kami disini juga ingin mendengar suaramu, wajahnya aja tampan gini, apalagi suaranya nanti pasti akan terdengar lebih merdu."


"Ah, ibu bisa aja." balas Arya sungkan.


Arya mulai memetik gitar, sesuatu yang sudah lama tidak dilakukan nya lagi, setelah acara sekolah dulu. sewaktu pertama kali dia menyatakan cintanya pada Bella istri pertama nya. sekarang Arya kembali mengulangi hal yang sama namun pada wanita yang berbeda, yaitu Bunga yang merupakan istri keduanya.


“Okey, baiklah saya akan mencoba. dan lagu ini aku persembahkan untuk wanita tercantik yang duduk disampingku ini, yang begitu setia mendampingi ku baik suka maupun duka kami lalui bersama." Ucap Arya yang mulai memetik gitar.


"Terima kasih suamiku, hati sungguh mulia sekali. Aku begitu bersyukur dan sangat bahagia sekali mendampingi mu mas Arya." Bunga terharu tanpa sadar air matanya menetes.

__ADS_1


__ADS_2