
Bella mengusap tengkuknya yang tiba-tiba tersa dingin, saat tangannya mencapai gagang pintu keluar Unit apartemen Anggi, pintu tersebut tiba-tiba tidak terbuka. berulangkali Bella menekan password Apartemen tersebut selalu gagal, karena password yang semula digunakan oleh Bella ternyata sudah diganti.
"Kenapa tiba-tiba seperti ini ?"
Bella kembali berusaha, namun usahanya selalu gagal, keringat dingin dan rasa takut mulai menghantui wanita cantik ini. sebisa mungkin dia menyingkirkan pikiran buruknya. tapi semakin dia berusaha. aroma parfum malam itu kembali menyeruak. bahkan Bella dengan jelas mendengar langkah kaki yang semakin mendekat berjalan kearahnya berdiri sekarang.
Bella yakin jika laki-laki bresengsek yang telah menodai nya, sekarang berdiri tepat kebekang nya. namun sebisa mungkin Bella tidak membalikkan badan, masih berusaha untuk membuka pintu.
"Percuma sayang, sampai kapanpun pintu itu tidak akan terbuka. dan kamu juga tidak bisa keluar dari tempat ini tanpa seizin dari ku." suara laki-laki yang terdengar lantang itu, sontak membuat Bella terlonjak kaget.
"Pergi kamu dari kehidupan ku, kamu jahat....jahat apa salahku padamu. sehingga kamu tega berbuat dan memperlakukan sesuka hatimu." Bella pun meluapkan emosi nya dengan memukul-mukul dada Dani, yang langsung menangkap kedua belah tangan Bella. mendorong tubuh Bella hingga tersandar kedinding. Dani pun mengunci pergerakan tubuh Bella yang menjadi candu buatnya sekarang.
"Kamu tidak ingat kesalahanmu? tatap mataku Bella." perintah Dani yang mulai emosi.
"Tidak...tidak aku sama sekali tidak pernah berbuat salah, bahkan aku juga tidak mengenal mu, dasar penjahat kelamin." elak Bella.
"Apa perlu aku melakukan sesuatu terhadap mu lagi, agar ingatan mu itu bisa berfungsi dengan benar?" todong Dani yang semakin merapatkan tubuhnya.
"Apa maksudmu?"
"Aku rasa kamu sudah paham maksud ku." mengulum senyum, sementara Bella semakin ketakutan, Meskipun dia tidak bisa mengelak dari pesona Dani yang benar-benar tampan.
***
Sementara Arya dan Bunga tengah memulai malam panjang mereka berdua.
"Sayang kamu bisa ngak mempraktekkan setiap adegan panas yang kamu tonton tadi siang,?" mencoba membujuk Bunga.
"Ngak mau ah, Bunga malu mas lagian itu menjijikkan," elak Bunga bangkit dan menghindar dari Arya yang mulai Mesum.
"Ayolah sayang, dosa lho jika ngak mau nyenengin suami."
"Bunga malu mas," jawab nya.
"Sayang, ngapain kamu musti malu. lagian kita sudah sering melakukan itu, Cuma sekarang aku maunya kamu yang menjadi pemimpin permainan kita ini," memainkan rambut bergelombang Bunga.
__ADS_1
Setelah melalui pemanasan demi pemanasan, akhirnya Bunga tanpa sadar mengikuti nalurinya. dia melupakan rasa malu dan mengikuti seiap adegan yang melintas dibenaknya. hingga membuat Arya kewalahan dan membalas permainan Bunga dengan tidak kalah agresif nya.
Bunga dan Arya akirnya terkulai lemas, setelah melewati percintaan panjang mereka, hingga akinya tidur dengan saking berpelukan hangat hingga pagi menjelang.
Sementara Vira masih merutuki kecerobohan nya.
"Ya Tuhan, kenapa hidupku dan hari-hariku selalu sial semenjak bertemu dengan dosen baru itu." ucap Vira terhenyak lemas begitu dia menyadari kecerobohan nya telah membawa kabur mobil dosennya Andrian.
"Bagaimana ini, tidak...tidak pasti sekarang dan seterusnya dia akan memberikanku hukuman bertubi-tubi, aku tidak boleh takut. ini semua kesalahannya juga ngapain dia selalu mengangguku." celoteh Vira panik ketika turun dari mobil Andrian yang dibawa kaburnya.
"Non Vira kenapa panik begitu, dan ini mobil siapa,?" sopir pribadi papanya datang menghampiri.
"Aku ada ide," langsung tersenyum bahagia begitu melihat sopir papanya mendekat.
"Bang Agus tolongin Vira ya," memasang wajah memelas nya.
"Tolongin apa Non,?"
"Tolongin antarin mobil teman Vira kerumahnya," sambil memberikan kartu nama Andrian yang ditemukan nya dalam mobil tersebut.
"Bang tolongin ya, please." sambil merogoh tasnya dan mengeluarkan beberapa lembar uang kertas. lalu menyelipkan Ketangan Agus.
"Sip non," langsung masuk kemobil Andrian dengan antusias.
"Biar aja dia marah sama bang Agus, yang jelas aku ngak ketemu sama dosen itu untuk sementara ini." Vira tertawa sendiri sambil melangkah masuk kerumah.
Mang Agus melajukan mobil sesuai dengan kartu nama yang diberikan oleh Vira. sambil memperhatikan seksama rumah mewah bergaya Eropa itu. dia terlihat sedikit ragu untuk masuk kedalam rumah mewah itu, namun penjaga keamanan rumah langsung membukakan pintu pagar besi begitu mengetahui mobil sang majikan mereka berada diluar pagar.
Mang Agus meluncur memasuki halaman rumah yang luas itu, dan Keluar dari Mobil.
"Maaf mas ini siapa, dan bagaimana mobil Tuan muda kami berada ditangan anda?" ucap salah seorang security rumah Andrian.
"Saya Agus, saya kesini hanya menjalankan perintah anak majikan saya, untuk mengantarkan mobil ini." terang Agus.
"Baiklah lah, kalau begitu kamu tunggu disini dulu. saya akan memanggil Tuan Radit, karena tuan Andrian tidak pulang kerumah, mungkin dia nginap diapartemen pribadinya."
__ADS_1
"Baiklah," jawab Agus duduk disalah satu kursi yang terdapat di taman halaman rumah.
Tidak lama menunggu, seorang laki-laki berwajah tampan namun terlihat angkuh dan dingin berjalan mendekati Agus.
"Siapa kamu?"
"Nama saya Agus, Non Vira anak majikan saya memerintahkan untuk mengantarkan mobil Tuan kealamat ini," ucap Agus sedikit gugup melihat sikap dingin Radit yang merupakan adik kandung Adrian. bertepatan diteras utama, nampak Adrin baru pulang kerumah utamanya.
"Siapa kamu?"
"Saya sopir non Vira, ingin mengantarkan mobil Anda kesini tuan. mohon maaf atas keteledoran Nona saya." ucap Agus.
"Bawa mobil itu kembali, aku tidak ingin dia mencoba lari dari kesalahan nya."
"Maksud Tuan?"
"Saya ingin Vira datang langsung mengantarkan mobil ini, tapi bukan kerumah pribadi ku ini. melainkan apartemen ku." Andrian memberikan alamat Apartemen nya.
"Baik Tuan, saya permisi dulu." Agus kembali masuk kedalam mobil dan putar balik kerumah Vira.
Sampai rumah, Agus langsung menemui Vira yang tidak terlihat sama sekali dalam rumah.
"Bang Agus nyari siapa, papa ada diteras belakang kamarnya." terang Mama Vira yang tiba-tiba muncul dari belakang nya.
"Bukan Tuan, tapi saya nyari non Vira ."
"Ooo, Vira tengah molor tuch dikamar nya. memangnya ada apa sih,?" tanya mama penasaran.
"Tadi saya disuruh non Vira buat nganterin mobil temanya, tapi temanya itu minta supaya Non Vira yang nganterin Langung," terang Agus.
"Belagu banget tuh temanya Vira," ucap mama ketus dan kembali menuju kamarnya sendiri.
"Duh gimana ini, ngak enak juga nyamperin non Vira kekamarnya. ah biar sajalah mending aku istrhat dikamar ku saja. itu kan urusan mereka ngapain aku harus repot-repot bolak balik, takutnya nanti non Vira marah dan nyuruh aku balik lagi kesana," Agus kembali kevaviliun belakang tempat tinggalnya.
"Dasar cewek ceroboh dan tidak bertanggung jawab, sudah sore begini dia belum juga mengantarkan mobilku." Andrian menggerutu sendiri dibalik pintu apartemen. entah kenapa dia begitu mengharapkan sekali kedatangan Vira ke Apartemen nya sekarang.
__ADS_1