Menjadi Istri Kedua Majikan

Menjadi Istri Kedua Majikan
Arya tersadar kembali


__ADS_3

Arya merasa basah dibagian pipinya, terkena air mata Bunga yang menangis menungguinya yang belum juga sadarkan diri.


"Kasihan istri ku menderita dengan kondisi ku yang seperti ini, aku harus berjuang untuk sembuh." Gumam Arya sambil terus berusaha untuk menggerakkan anggota tubuh nya yang lain.


Bunga langsung membulat kan Mata sambil tersenyum bahagia begitu melihat tangan Arya yang bergerak, diiringi anggota tubuh nya yang lain. nampak laki-laki itu berusaha untuk mengumpulkan kesadaran nya kembali.


"Mas...Mas Arya, bangunlah suamiku sayang." ucap Bunga, yang langsung memencet tombol otomatis yang langsung terhubung dengan ruangan dokter dan meja perawat yang jaga.


"Mas Arya suamiku..."


Arya sukses membuka dan tersadar kembali, hal pertama yang dilihatnya. adalah istri cantik nya Bunga. nampak wajah itu terlihat sembab karena kebanyakan menangis.


"Alhamdulillah, Suamiku, mas Arya." memeluk Arya dengan perasaan sangat bahagia.


"Bunga, istriku." balas Arya tersenyum mengusap rambut panjang Bunga yang tengah memeluk tubuhnya.


Tidak begitu lama tim dokter yang menangani penyakit Arya, langsung datang. mereka memeriksa kondisi Arya. bahkan selang dan alat-alat medis yang terpasang ditubuh Arya sudah dilepas sebagian. termasuk selang oksigen yang membantu pernafasan nya selama beberapa hari ini.


"Syukurlah, pasien sudah sadar dan kondisi tubuh nya sudah kembali stabil." terang dokter.


Tidak begitu lama berselang, Mama Sinta masuk sambil membimbing sebelah tangan Cecilio, wajah bocah itu langsung berbinar-binar bahagia begitu melihat sang papa yang kembali sembuh dan sudah bisa tersenyum kearahnya.


"Papi."


Cecilio langsung menghambur memeluk Arya, yang masih terbaring. namun dia sudah mampu mengulurkan tangannya kearah Cecilio.


"Anakku."


Arya merengkuh tubuh Cecilio, dengan sebelah tangannya. dia menatap mata polos Cecilio yang tanpa dosa. seketika Arya merasa kan hulu hatinya perih mengingat perbuatan dan kelakuan buruk Bella yang sedang Menikmati hubungan terlarang dengan laki-laki lain.

__ADS_1


"Cecilio, papi akan selalu ada untuk mu nak, meskipun Mami tidak bersama kita lagi." bujuk Arya.


"Memangnya, Mami Cio pergi kemana pi?" ucap nya polos, terlihat raut wajah sedih dari pancaran matanya.


"Mami pergi karena ada urusan yang sangat penting yang harus diselesaikan nya, jadi Cecilio jangan sedih ya. karena masih ada papi, Mama, dan Oma yang sangat mencintai dan menyayangi Cecilio." bujuk Arya.


"Iya pa." ucap Cecilio akirnya.


"Arya anakku."


Mama Sinta langsung memeluk Arya, tersenyum senang melihat Arya kembali sadar, bahkan sudah kembali tersenyum. meskipun dilubuk hatinya. masih tidak terima akan penghianatan istri nya Bella.


"Bella, bagaimana pun juga kamu pernah menjadi seseorang yang sangat penting dan berarti dalam hidupku. aku berdoa agar kamu bisa menjadi dirimu yang dulu, Bella yang baik dan polos. Dengan harapan kamu bisa bahagia dan menikah dengan laki-laki itu, biar lah kejadian buruk dan masa pahit ini bisa berlalu dari kehidupan kita. doa ku selalu yang terbaik untuk mu Bella. mantan istri yang pernah mengisi hari-hari ku." Gumam Arya lirih.


Perlahan pria tampan itu membuka cicin pernikahan nya dengan Bella, yang semula masih terpasang dijemari Arya.


"Mas, sebenarnya apa yang telah terjadi antara mas dan mbak Bella." tanya Bunga yang ikut penasaran.


Arya terdiam, dia terlihat ragu untuk berterus terang tentang kejadian yang sesungguhnya. ditambah lagi ada Cecilio dalam ruangan perawatan ini.


Sinta yang paham meminta pelayan mereka untuk membawa Cecilio berputar-putar mengelilingi taman Rumah sakit, agar Arya bisa menceritakan tentang kejadian yang sebenarnya. termasuk kejadian naas yang menimpa nya hingga sempat pingsan selama beberapa hari ini hingga kehilangan banyak darah.


"Anakku, apa yang sesungguhnya terjadi antara dirimu dan Bella?" ulang Mama.


"Aku sudah menalak Bella ma."


"Apa?"


Bunga dan Mama Sinta langsung terlonjak kaget mendengar penuturan Arya, bahkan Bunga langsung menangis mereka bersalah. karena mengira kehadiran nya dalam pernikahan Arya susah menghancurkan hubungan suami istri tersebut.

__ADS_1


"Kenapa bisa, dan apa yang tengah terjadi diantara kalian."


"Bella selingkuh ma, dia melakukan perbuatan terlarang itu. aku memergokinya dan melihat dengan mata kepala ku sendiri perbuatan bejat mereka yang tidak lebih seperti binatang." ucap Arya mengepalkan tangannya emosi bercampur sedih.


"Astaghfirullah Bella." Mama terlihat syok, sambil beristigfar, dia tidak menyangka perbuatan Bella yang sudah sangat diluar batas. mulut Bunga ternganga seakan-akan tidak percaya dengan pendengaran nya barusan, tapi Bunga lebih memilih untuk diam saat ini. yang terpenting baginya sekarang Arya sudah sembuh.


"Siapa laki-laki selingkuhan Bella itu? apa dia juga yang telah membuatmu terluka seperti ini?"


"Ya ma, dia saudarara laki-laki Anggi, asisten pribadi dari Bella sendiri yang telah berkhianat. dia kembali, karena ingin merebut Bella dan membalaskan dendamnya padaku yang telah merebut Bella darinya, ma." terang Arya.


"Jadi dia dulunya kekasih, Bella."


"Benar ma, tapi aku tidak mengetahui sama sekali hal ini." balas Arya.


"Mereka benar-benar keterlaluan, dan sekarang menghilang pergi begitu saja. tanpa memperdulikan keadaan mu yang saat itu sedang terluka parah. Untung saja mama dan Bunga datang tepat waktu. mama tidak sanggup membayangkan nasib mu waktu itu."


"Ya, aku sangat bersyukur diberi kesempatan untuk sembuh kembali. mungkin Tuhan memberikan aku waktu agar kembali lebih mendekatkan diri kepadanya, ini juga jalan yang ditunjukkan oleh nya, agar aku melihat siapa diri Bella yang sesungguhnya. dalam hal ini, aku juga bersalah ma, aku laki-laki yang telah gagal untuk merubah pribadi istri ku sendiri. aku gagal mendidik nya sebagai seorang suami, ma." air mata Arya tanpa sadar menetes menyesali dirinya.


Bunga ikut menangis melihat sikap Arya, hatinya ikut hancur melihat orang yang dicintainya terluka dan sedih. Bunga melangkah mendekati Arya, memeluk suaminya, ikut terhanyut dengan perasaan sedih yang dirasakan Arya saat ini.


"Sudahlah mas, tenangkan dirimu." bujuk Bunga.


"Iya Arya, kamu tidak bisa menyalahkan dirimu seperti ini. kita hanya bisa berharap dan berusaha, semoga permasalahan demi permasalahan ini segera teratasi dan bisa berlalu dari kehidupan kita." bujuk Mama.


"Iya ma, aku akan sabar dan berusaha kuat demi kalian semua." Arya kembali tersenyum, membawa Bunga kedalam pelukannya, senyum manis dan tulus Bunga membuat Arya merasa nyaman dan lega menatap hari-hari nya kedepan.


"Istriku sayang, terimakasih ya. selama ini kamu selalu ada untuk ku baik suka maupun duka, kamu hadir bagai kan permata yang membuat hidupku ku seakan-akan kembali berharga." ucap Arya.


"Mas, aku ikhlas melakukan semua ini. karena ini semua sudah menjadi kewajiban ku selaku istri mu, mas." balas Bunga.

__ADS_1


__ADS_2