Menjadi Istri Kedua Majikan

Menjadi Istri Kedua Majikan
Kembali pulang


__ADS_3

"Vira."


"Bunga."


Dua sahabat yang baru beberapa hari berpisah itu saling berpelukan saling melepaskan rindu. Vira ditemani Ardian sengaja menjemput kedatangan Bunga dan Arya. ke bandara atas permintaan pasangan yang tengah berbahagia itu , sebenarnya Bunga juga yang sangat senang jika melihat Ardian dan vira bersama-sama meskipun mereka sering bertengkar dan berdebat kecil.


"Duuuh tambah cantik ya selepas bulan madu kedua ini." goda Vira sambil menggandeng Bunga, sementara Arya dan Ardian mengikut dari belakang.


"Masa sih Vira, ntar aku ketagihan minta mas Arya untuk sering-sering ngajakin pergi bulan madu." balas Bunga antusias sambil masuk kedalam mobil yang menjemput mereka.


"Eh malah ngelunjak ya, dibilangin kayak gitu.." Vira kembali meledek.


"Iyalah, soalnya asyik banget gitu. kalau ngak percaya mendingan kalian cepatan nikah biar bisa menikmati keindahan dunia berdua." timpal Arya.


"Ide mu menarik juga, bahkan aku pengen sih untuk cepet-cepet ngelamar Vira dan mengajak nya segera langsung menghadap penghulu." balas Ardian santai.


"Apa? tidak......., sapa juga mau sama dosen galak kayak dia. pas berduaan dia baik-baikin aku, ntar sudah didepan kelas dia marah-marah bahkan ngasih hukuman segala." terang Vira melirik sekilas Ardian yang terlihat santai menanggapi ucapan nya barusan.


"Itu namanya dia dosen yang sangat profesional, Vira seharusnya kamu bangga bisa mendapatkan laki-laki seperti Ardian, selain tampan dan sukses dia juga sangat pintar. terutama dalam menghadapi dan menaklukkan cewek cantik, terutama kamu." ucay Arya yang langsung mendapatkan plototan tajam mata Ardian.


"Ha....Ha...jadi dia pintar ngegodain cewek-cewek ya, pantesan terlihat dari ekspresi wajah nya." balas Vira sambil tertawa, meski hatinya sudah mulai terpengaruh pada ucapan Arya barusan.


"Aku tidak seperti itu, buktinya baru Vira lah cewek yang berhasil menarik perhatian ku." ucapan Ardian yang santai ini, ampuh mengembalikan mood Vira dan tersenyum leoas kembali, dengan muka bersemu merah.

__ADS_1


Tanpa terasa keasyikan ngobrol-ngobrol selama perjalanan, sekarang mobil sudah berhenti didepan halaman luas rumah besar Arya, mereka langsung turun.


"Mama....papi."


Cecilio berlari kearah Arya, yang sudah merentangkan kedua tangannya kearah Arya, mereka berpelukan hangat, begitu juga dengan Bunga yang ikut memeluk dan mencium sayang Cecilio yang langsung pindah kepangkuan Bunga.


"Bagaimana acara liburan nya, pasti menyenangkan sekali ya." goda Mama mertua sambil tersenyum Senang membayangkan jika sebentar lagi akan bertambah cucunya untuk mengisi Rumah besar ini.


"Sangat menyenangkan ma."


Mereka masuk dan berkumpul diruang keluarga, Bunga membagikan satu persatu oleh-oleh spesial yang sudah dipersiapkan nya. termasuk para pelayan yang ada dirumah. semua mendapatkan bagian masing-masing.


"Vira, Ardian mumpung kalian berdua jarang datang kerumah ini, maka kali ini. kalian berdua harus mencicipi masakan Tante." ucap Mama Sinta.


"Wah boleh juga, udah lama juga ngak ngerasain masakan Tante lagi." balas Ardian.


"Iya Tante."


Mereka makan bersama, Ardian sengaja duduk bersebelahan dengan Vira yang masih jual mahal terhadap dosen tampan tersebut, padahal dalam hatinya Vira mulai mersa nyaman berdekatan dengan dosen yang mengaku jika mereka berdua sudah resmi berpacaran.Mereka makan dengan diam, sambil menikmati makanan yang sudah disediakan sebelum mereka pulang.


"Vira makannya kok dikit banget, kamu lagi diet?"


"Ngak kok Tan, emang Vira mersa udah kekenyangan." ucap nya sambil tersenyum ramah dan ikut terhanyut dengan kehangatan keluarga besar Arya dan Bunga.

__ADS_1


***


Malam yang dingin membuat Dani semakin bergairah, perlahan dia berbaring di samping Bella. ditambah lagi suasana dirumah hanya mereka berdua saja, sehingga mereka bebas bermesraan diruang tengah dengan kondisi televisi yang masih menyala. Dani mencium dengan sentuhan penuh kasih sayang.


Detak jantung mereka semakin berpacu, ketika merasakan hembusan nafas Dani yang semakin menderu dan mendekat. dengan mata terpejam Bella mencoba pura-pura tidur seakan-akan tidak terganggu dengan pergerakan Dani.


Dani mulai mencium lembut kening Bella penuh dengan kelembutan. berharap Bella akan membuka hatinya dengan sentuhan darinya, dia ingin menunjukkan sisi lembut nya pada Bella.


Dani menatap lekat wajah cantik Bella dengan jarak yang sangat dekat, sementara Bella berusaha menahan hembusan nafasnya. mengingat posisi Dani yang begitu dekat, dan rasa yang masih berkecamuk yang membuatnya memilih diam dan menutup mata.


Melihat Bella yang terdiam dan pasrah akan cumbuan nya, ciuman hangat kembali mendarat dikedua pipi nya. berlanjut kebibir mungilnya. Dani memperlakukan dan memberikan sentuhan yang begitu lembut. sehingga tanpa sadar Bella kembali ikut terbuai, gairahnya secara alami ikut timbul dan bergelora. Bella mengeliat pelan dan mulai mendesah setiap Dani mencumbui nya. seketika Bella menutup mulutnya dengan punggung telapak tangannya, ketika suara ******* panjang keluar dari tiba-tiba. Bella benar-benar malu. namun Dani seolah-olah tidak memperdulikan ******* Bella, dan terus melanjutkan sentuhan nya yang sudah semakin kebawah.


"Kenapa aku begitu bergairah dicumbu mas Dani, apa ini semua karena bayi yang ku kandung sekarang." pikir Bella.


Malam itu mereka memulai kembali malam panjang yang penuh gairah, membuat suasana yang semula dingin karena habis turun hujan lebat, seketika berubah menjadi panas dan keringat dingin yang membasahi tubuh keduanya. Dani mengangkat tubuh istri tercinta keranjang, hingga akirnya mereka berdua tertidur pulas sambil berpelukan penuh kasih sayang.


"Terimakasih sayangku... malam ini kamu telah membuatku mersa benar-benar menjadi seorang suami sejati, dan telah kembali dalam kehidupan ku." bisik Dani yang akirnya kembali memeluk Bella yang dibalas dengan senyuman malu-malu terpancar dari wajah cantik Bella, ketika dia mendengar bisikan dari Dani.


Paginya, Bella terbangun merasakan berat di pahanya. yang masih terhimpit paha Dani yang memeluknya, perlahan Bella memindahkan posisi Dani dan memperbaiki selimut nya, dan duduk disisi ranjang sambil memungut Piyama tidurnya yang berserakan di lantai.


"Aaawww.... sakiiiitt." ucap Bella lirih, ketika mersa kan bawah perut nya nya yang tiba-tiba sakit, meskipun ini bukan yang pertama kali bagi Bella, seketika perasaan cemas menghantui nya.


"Mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa dengan kehamilan ku." spontan mengusap pelan perutnya.

__ADS_1


Perlahan Bella menyeret langkahnya menuju kamar mandi, setelah mengisi bactub, Bella mulai berendam sambil memijid kepala pelan. mengingat malam panjang yang dia habiskan bersama Dani.


"Bagaimana pun aku harus ikhlas sekarang menjadi istri dan ibu yang baik untuk mas Dani dan calon anak kami, biarlah mas Arya menjadi masa lalu ku. karena mas Arya laki-laki yang baik dan aku wanita yang tidak pantas mendampinginya. Mas semoga kamu bisa menemukan kebahagiaan mu yang bisa membuat mu tersenyum dan mampu menjaga Cinta nya untuk mu, bukan wanita seperti diriku ini." gumam Bella.


__ADS_2