
Sebelum aku bernyanyi, sebutkan apa keinginan terbesar mu sayang?” tanya Arya menatap Bunga, dengan tatapan penuh kasih sayang.
"Keinginan terbesar ku, hidup bahagia bersamamu selamanya suamiku." Balas Bunga, membuat Arya benar-benar tersentuh oleh jawaban nya barusan.
Arya mulai memetik gitar, lagu dengan nuansa yang begitu romantis terdengar dari suara Arya yang merdu.
Ku tuliskan kenangan, tentang cara ku menemukan dirimu.....,
Tentang apa yang membuat ku mudah memberikan hatiku padamu....,
Tak akan habis sejuta lagu....,
Untuktuk menceritakan cantik mu....,
Kan teramat panjang puisi...,
Untuk menyuratkan cinta ini...,
Telah habis sudah cinta ini....,
Tak lagi tersisa untuk dunia...,
Karena telah kau habiskan...,
Sisa cinta ku yang hanya untuk mu....,
Aku selalu bermimpi tentang indahnya...,
Hari tua bersamamu....,
Tetap cantik rambut panjang mu...,
Meskipun nanti tidak hitam lagi....,
Bila musim berganti....,
Sampai waktu terhenti....,
Walaup dunia membenci...,
Ku kan tetap disisi mu....,
Semua begitu terhanyut bersama alunan petikan gitar Arya dengan suasana yang terasa tiba-tiba berubah romantis. seakan-akan mereka lupa dengan makanan yang ada dihadapan mereka saat ini. namun tidak dengan para pengamen jalanan barusan, dia memanfaatkan suara emas Arya untuk mendapatkan keuntungan.
__ADS_1
"Wah, kita dapat lumayan banyak hari ini." ucap mereka sambil menghitung uang yang didapatkan nya.
"Mbak, mas terimakasih ya." ucap mereka pada Arya dan Bunga sebelum pergi.
"Ya, sama-sama mas."
Setelah membayar makanan, Arya dan Bunga juga melanjutkan perjalanan mereka menuju bioskop besar dan mewah, yang sering menjadi langganan para remaja untuk berkencan atau sekedar menikmati film-film terbaru.
Mereka masuk, seseorang yang yang berjalan tergesa-gesa ikut masuk kedalam bioskop menabrak tubuh Bunga dari arah belakang, refleks membuat Bunga terdorong kedepan, Arya dengan sigap menangkap tubuh istri tercinta nya agar tidak jatuh.
"Maaf....maaf kami tidak sengaja."
"Vira, Ardian."
"Bunga, Arya. jadi kalian berdua,"
Ardian kaget, sambil menatap sahabatnya yang ditabrak oleh Vira karena tergesa-gesa takut filmnya segera dimulai.
"Ayo, bapak dosen dan Vira mau ngapain di dalam?" goda Bunga.
"Ngak kok, kami....kami...cuma."
Vira kebingungan ingin menjelaskan bagaimana caranya, agar Bunga tidak berfikir yang bukan-bukan, apalagi mengatakan jika mereka berdua ikut-ikutan kecan.
"Aduuuuuh sayang, kamu kok iseng banget sih menggoda mereka berdua, ayo cepetan masuk ntar Film dimulai lagi." Arya menarik tangan Bunga, begitu dengan Ardian dan Vita. mereka pun mencari posisi tempat duduk yang berdekatan.
"Tumben banget ya, kita bisa kencan bareng." ucap Ardian sambil tersenyum melirik Vira yang berpura-pura cuek.
"Iya, itulah tandanya jika persahabatan kita itu erat. dan kalian juga sudah terlihat seperti pasangan yang sangat cocok dan serasi, udah jujurlah pada perasaan kalian masing-masing." balas Arya.
Film bertema horor dan romantis pun mulai diputar, Bunga dengan santai nya bergelayut manja di lengan sang suami tercintanya, sedangkan Vira terlihat masih gengsi dan jual mahal. takut ketahuan apalagi Bunga yang sering curi-curi pandang kearahnya.
"Aaaagghhh..." tanpa sadar Vira langsung menghambur memeluk tubuh Ardian yang duduk disampingnya, begitu adengan menakutkan ditayangkan di layar berukuran besar dihadapannya itu.
"Wah...wah... romantis baget ya mas." ucap Bunga sengaja menyindir Vira.
"Romantis apanya?"
"Adengan Film nya." jawab Bunga sedikit menekankan suaranya, karena Arya terlihat kurang paham, karena fokus menonton saja.
"Sayang, kamu lucu deh. masa adengan sadis dan menyeramkan gitu dibilang Romantis." jawab Arya masih fokus menyaksikan Film yang diputar.
"Ha....Ha..." hal itu justru membuat Ardian tertawa, sedangkan Vira masih tetap memegangi sebelah tangannya karena ketakutan melihat adengan demi adegan menyeramkan. dia tidak peduli lagi dengan ucapan Bunga yang sengaja menggodanya.
__ADS_1
"Aaaagghhh.... menyeramkan banget, udah aku ngak mau nonton ini lagi." Vira merapatkan tubuhnya agar semakin dekat dengan Ardian, yang tersenyum senang. dan mulai asyik menikmati ketika adegan seram kembali diulang, jika perlu cukup adegan nya itu-itu saja agar Vira tidak pernah melepaskan pegangannya, ibarat cari kesempatan dalam kesempitan.
Sementara Bunga, tidak fokus sama sekali pada alur cerita Film yang diputar, karena lebih sibuk melirik dan memperhatikan tingkah sahabatnya Vira.
Hanya Arya yang fokus menyaksikan dari awal sampai Film berakhir diputar, sedangkan yang lain sibuk dengan diri masing-masing.
"Bagaimana sayang? bagus banget Khan Film barusan, apa lagi kisah cinta mereka yang akirnya bisa bersatu. meskipun dengan dunia mereka yang sudah berbeda." terang Arya sambil tersenyum puas.
"Iya mas." Bunga tersenyum kikuk, mengingat dia tidak paham sedikit pun alur cerita Film tersebut, apa lagi dengan kedua sahabatnya.
Mereka keluar dari gedung bioskop sambil menggandeng pasangan masing-masing, Vira mulai nyaman dan ngak cangung lagi dengan Arya dan Bunga. sehingga dia membiarkan saja tanganya digandeng Ardian berjalan.
"Bunga, Arya. mana mobil kalian?"
"Kami kesini tidak mengunakan mobil, sesekali naik moge kayak gini jauh lebih indah dan Romantis." terang Arya.
"Wah, aku jadi iri pada pasangan kalian berdua." ucap Ardian.
"Makanya, jamu harus cepat-cepat halalkan Vira dong, ntar diembat benaran baru tahu rasa." Arya sengaja menggodanya.
"Mau nya sih seperti itu, bagaimana Yang? apa kamu setuju jika aku langsung melamar mu?" ucap Ardian sontak membuat Bunga dan Vira yang asyik ngobrol berdua langsung kaget.
"Apa ngelamar ku?"
"Ya, atau langsung nikah aja."
" Bapak benar-benar ya, pacaran aja kita belum resmi. sekarang langsung ajak nikah." balas Vira.
"Justru itu akan lebih bagus, mengingat yang namanya pacaran itu sebenarnya ngak sehat. coba kalian berdua perhatikan kami ini. langsung nikah dan pacaran setelah kami resmi Menikah. yang rasanya jauh lebih indah dan membahagiakan." terang Arya sambil tersenyum senang melirik sang istri.
"Pacaran setelah menikah?" tanya Vira.
"Yah seperti kami saat ini, kencan berdua dengan naik motor, nonton bioskop dan menikmati waktu dengan berduan."
"Wah udah ngak sabar, untuk segera nyusul sama seperti kalian berdua." balas Ardian.
"Ngak perlu tergesa-gesa, aku yakin jika kalian berdua saling terbuka dan jujur. kalian pasti akan menemui kebahagiaan yang sesungguhnya." Bunga ikutan menimpali.
Sepanjang perjalanan menuju pulang kembali, Bunga tersenyum bahagia. ini moment yang sangat membahagiakan baginya. dia mersa seperti abg yang lagi jatuh cinta dan menikmati kencan pertama dengan sang kekasih. tanganya melingkar erat dipingang Arya yang terus melaju kan motor nya membelah jalanan yang mulai terlihat sepi.
"Mas, terimakasih ya. karena malam ini kamu sudah mewujudkan apa yang aku inginkan selama ini."
"Ya sayang." balas Arya mengelus-elus pelan tangan Bunga yang masih melingkar dipingang nya.
__ADS_1