Menolak Cinta Bos Mafia

Menolak Cinta Bos Mafia
34. Berlindung Di Punggungmu


__ADS_3

"Akan kubuarkan hidup satu orang."


Ilina menyikut pria yang wajahnya tertutupi masker, sekaligus menendang rekannya yang bermaksud menerjang Ilina.


Mereka tak memakai senjata jarak jauh. Jika itu Ilina di posisi Benedict, maka harga dari pembunuhan tragis adalah mutilasi korban.


Mereka bermaksud memutilasi Ilina dan Noah. Mungkin meminta agar ujung kakinya dipotong-potong perlahan agar Ilina terus merasa sakit sampai batas nyawanya.


Mata Ilina bergerak-gerak mengikuti keenam pria yang mengelilinginya. Dua pria sudah tumbang, dan mereka mulai waspada.


"Kurasa pengecut seperti kalian hanya berani bermain berkelompok melawan satu wanita. Apa aku terlihat semenakutkan itu?"


Itu provokasi.


Kalau mereka maju berenam, Ilina juga akan kesulitan. Makanya saat mereka berpandangan dan mengikuti provokasi Ilina, nilai mereka sudah ditetapkan.


Nol. Orang yang terprovokasi tidak memiliki harga diri.


Ilina tidak mengambil durasi panjang dan gerakan bertele-tele. Mereka bisa menyadari provokasinya kapan saja.


Ditancapkan satu per satu jarum ke kulit mereka yang dapat ia jangkau, tapi tiba-tiba tubuhnya terhempas.


Ketenangan Ilina tak goyah, meski kepalanya pusing. Diambil apa pun di sekitarnya untuk dilempar, kembali berdiri untuk membunuh tiga dari yang tersisa.


Saat itu ....


Prank!


Ilina tersentak. Untuk dua hal berbeda.

__ADS_1


Satu karena suara kaca jendela tiba-tiba pecah, dua karena tubuhnya tiba-tiba tertarik dalam pelukan erat seseorang.


"Aku bermaksud menonton tarian cantikmu." Noah merebut jarum di tangan Ilina dan melempar tepat sasaran. "Tapi sepertinya tidak bisa."


Apa yang dia maksud?


"Tidak banyak keamanan di tempat ini, Lia. Mereka bermaksud menembakmu dari kejauhan jika mereka gagal."


Ilina tahu itu. Maksud dirinya—


"Dan," Noah menuntunnya untuk duduk di sofa depan televisi, "mereka bukan penyerang sebenarnya."


Nyaris bersamaan dengan itu, suara tembakan beruntun terjadi. Suaranya memekakkan telinga sampai Ilina sakit kepala, namun ia terus memerhatikan Noah yang memencet sesuatu dari tembok di belakang televisi.


Sebilah senjata tajam berupa pedang dikeluarkan dari sana.


"Aku sebenarnya agak khawatir kamu menyadari ini." Noah terkekeh. "Tapi sudah kuduga, kamu tidak terbiasa pada teknologi modern."


Sedikitpun Ilina tak bergerak. Hanya menatap bagaimana Noah menebas mereka satu per satu. Ada pistol di pinggang mereka, tapi tidak digunakan.


Kenapa?


Ah, kehabisan amunisi, kah?


Jadi begitu. Ternyata begitu.


Ilina sebenarnya tak mau percaya, dan tidak terlalu berharap itu nyata.


Oto. Dalam bahasa Jepang artinya suara. Suara adalah nada.

__ADS_1


Andreas Noah adalah penyanyi yang menguasai nada. Pria ini pemilik Oto.


Patung not musik di kamar Noah ternyata memang petunjuk.


Ilina sudah menduganya sejak kemarin, namun sekali lagi, ia menolak untuk percaya.


Oto bukanlah organisasi superpower yang mengalahkan kekuasaan Ilina. Namun Oto yang Noah miliki berada dalam kontrol Mahesa Mahardika, yang berarti sebenarnya ... pria ini tidak membutuhkan Ilina.


Makanya Benedict Palmer memburu Noah.


Bukan karena dia anak haram, namun karena kekuatan yang mengelilingi Noah bisa jadi superpower kapan Mahesa ingin itu bergerak.


Kini Ilina paham maksud Mahesa. Pria itu memanfaatkan Ilina untuk memancing Noah.


"Aku akan marah padanya." Ilina memejam penat. "Senior selalu mempermainkan aku."


Apa Mahesa belum bisa mengendalikan Oto secara keseluruhan?


Noah tidak mau bergerak sesuai keinginan Mahesa kah, makanya diperlukan diperangsang untuk dia mau sukarela menyerahkan Oto.


Senior Mahesa menjodohkannya dengan Noah untuk membeli Oto dan Noah sendiri.


"Ilina." Suara erangan tajam terdengar bersamaan dengan napas Noah di wajahnya. Bau anyir darah itu tercium pekat darinya. "Jangan menutup matamu dalam pertempuran, Ilina."


Ilina bisa merasakan pria yang bermaksud menikamnya kini tergeletak di belakang sofa. "Bukankah sudah kubilang?"


Kedua mata Ilina terbuka.


"Aku berlindung dibalik punggungmu."

__ADS_1


*


__ADS_2