
Untuk sejenak, Ilina hanya terdiam. Mendengarkan permainan Noah yang terus mengulang bagaimana wanita itu merayunya, lalu sekarang meninggalkannya.
Cinta.
Apa sesuatu semacam itu yang tengah bermain di antara mereka sekarang?
Ilina membacanya dalam buku. Bahwa cinta adalah sebuah emosi yang dirasakan seseorang kepada mereka yang istimewa, mewujudkan sebuah pengorbanan, kasih sayang, dan perasaan selalu ingin memberi yang terbaik.
Ketika tahu, Ilina bertanya-tanya. Apa di dunia ini benar-benar ada seseorang yang seperti itu?
Mengapa seseorang harus berjuang untuk orang lain? Mengapa seseorang harus berusaha untuk orang lain?
Mengapa seseorang bisa mencintai orang lain?
Senior Mahesa.
Kalau dipikir-pikir bagaimana Ilina bisa mencintai pria itu?
...*...
"Ryo, kamu mencintai seorang wanita?"
Mungkin Ryo menganggap Noah sudah gila menanyakan hal semacam itu tiba-tiba.
Sepanjang hari Noah hanya diam menatap tumpukan permintaan pada organisasi sekaligus mencocokkan informasi yang mereka milikinya.
Alih-alih bertanya mengenai hal tentang makanan, atau mungkin minuman, dia malah bertanya mengenai wanita.
Tidak ada wanita dalam hidup Noah, itu yang seluruh anggotanya ketahui.
Orang-orang yang dikabarkan dekat dengan Noah, memiliki akses dengan kehidupan Noah, seluruhnya tidak dianggap sebagai 'manusia' sampai Noah benar-benar menunjukkan sesuatu kepada mereka.
Noah memiliki lapisan sandiwara yang menyembunyikan wujudnya. Karena itu hanya karena mereka berdiri di dekat Noah, atau bahkan diizinkan mendekap Noah, itu tidak berarti mereka hidup di dunia yang Noah hidup.
Tapi sekarang Noah bertanya tentang wanita.
Wanita yang semalam mendengarkan ia bermain piano, lalu kembali tidur, dan bersikap seolah-olah tidak terjadi apa pun.
__ADS_1
"Ada, Bos."
Noah agak terkejut.
Mereka yang bergerak dalam bayangannya tidak memiliki emosi, sama seperti Noah. Karena itu sulit menyangka bahwa ada sesuatu dalam hidup mereka yang berharga kecuali diri mereka sendiri.
"Di mana gadis itu?"
"Sedang menikmati hidupnya dan tidak tahu apa pun mengenai saya."
Ah, begitu, kah.
Cinta sepihak.
"Menggelikan." Noah menutup mulutnya dan tersenyum miris. "Aku sudah berpikir bahwa aku hidup di kedalaman yang berlumpur, tapi baru kutahu ini menggelikan."
"...."
"Apa yang membuatmu tidak mengejar wanita itu?"
"Saya tidak memiliki sesuatu untuk seseorang."
"Karena itu saya tidak bisa, Bos. Wanita itu membutuhkan seseorang yang 'hidup'."
Ryo dan seluruh orang yang bergerak dalam bayangan bisa disebut hantu. Mereka tidak hidup. Karena pergerakan orang hidup dapat terlihat di mata manusia lainnya.
Sedangkan pergerakan mereka tidak boleh terlihat.
"Aku memuntahkan omong kosong." Noah meraih lembar pekerjaannya lagi. "Lupakan saja."
"....."
Selama beberapa waktu, Noah kembali diam. Namun saat pintu ruangan terbuka dan seseorang datang membawakan makanan, Noah kembali teringat akan Ilina.
Dinyalakan komputer yang sejak tadi mati di dekatnya, memperlihatkan ruangan di mana Ilina sedang duduk membuat rajutan.
Sepertinya dia bosan.
__ADS_1
Ilina tak suka menonton televisi, tak juga tertarik pada benda elektronik. Hidupnya hanya tentang duduk melakukan sesuatu yang tidak benar-benar penting.
Kadang, ketika Noah melihatnya, ia merasa seperti melihat diri sendiri dalam wujud yang lebih lemah dan rapuh.
Tidak ada tawa.
Tidak ada kebahagiaan.
Duduk dan diam, jangan rasakan apa pun karena perasaan adalah kelemahan.
"Bukankah wanita suka bunga, Bos?"
Ryo, untuk pertama kali, mengajaknya bicara lebih dulu mengenai hal diluar pekerjaan.
Tapi Noah tidak marah, sebab matanya sibuk memandangi Ilina. "Aku rasa dia tidak menyukai sesuatu seperti bunga."
"Saya rasa Nona itu akan menyukainya."
Noah menoleh. "Kenapa?"
"Dia tidak menyukai perasaan yang Bos tunjukkan. Jika Bos bersikap terlalu waspada, dia merasa terancam. Sebaliknya, jika terlalu terbuka, dia merasa terganggu. Saya merasa Anda dan Nona itu melihat sesuatu yang sama."
Baru saja Noah memikirkannya tapi entah kenapa tidak.
Apa yang Ryo maksudkan, Noah adalah pria yang tidak menyukai maksud tersembunyi dari seseorang.
Jadi ketika orang mendekat dengan tujuan yang disembunyikan, Noah akan bersikap dingin.
Seperti Ilina.
Dan saat seseorang datang terlalu terang-terangan, Noah akan merasa terganggu.
Seperti Ilina.
"Aku," Noah menutup mulutnya dan melirik ke arah lain, "tidak memikirkannya."
Ilina memiliki sisi polos yang murni. Dia sangat suka diberi permen dan marshmallow. Tapi saat ada Noah, dia akan berpura-pura bahagia dan waspada.
__ADS_1
"Bunga apa yang harus kuberikan?"
...*...