
Noah belum memulihkan keterkejutan dari pemandangan Xavier dan Ilina berciuman. Ia bahkan baru menjatuhkan ratusan lembar gambar bunga yang berencana ia berikan setiap hari, namun Ilina kembali dengan darah bersimbah di bunga tulip pemberiannya.
Xavier. Anak itu bertindak diluar hal yang biasa dia lakukan.
Beraninya dia ....
"Ilina." Noah bersimpuh tidak berdaya, memegang tangan kurus Ilina yang meski terasa hangat, tetap saja membuatnya takut. "Aku bersalah. Aku bermain terlalu berlebihan. Maafkan aku."
Dia baik-baik saja, Noah tahu.
Gadis ini bukan orang bodoh yang pergi meracuni seseorang lalu pulang keracunan akibat perbuatannya sendiri.
Mungkin, dia menerima Xavier justru karena tahu hal itu.
Meski begitu, haruskah dia melakukan ini?
"Aku bersalah."
Noah mencium jemari yang dihiasi cincin mungil itu. Rasanya Noah mau melelehkan cincin itu, tapi ia tak ingin Ilina bangun dan marah.
"Perlakukan aku sesukamu, Ilina. Tarik dan ulur perasaanku kalau itu menghibur bagimu. Jadi maafkan aku. Aku tidak akan melakukannya lagi."
"Melakukan apa?"
Noah tersentak. Bergegas mendekat untuk melihat jelas bahwa Ilina memang sudah sadar. "Ilina!"
"Melakukan apa?"
Dia pucat. Bersuara serak dan lemah. Walau begitu, dari bagaimana dia bertanya dengan cueknya, Noah mau tidak mau tersenyum lega.
"Berhenti berpura-pura?" tanya dia lagi.
__ADS_1
"Aku akan berhenti." Noah menyatukan jemari mereka. "Aku akan berhenti bernapas kalau itu yang kamu mau."
Gadis itu terbatuk. Bergegas Noah memberinya air, memastikan bahwa Ilina hanya terkena dampak ringan setelah muntah darah cukup banyak.
"Apa itu cara Palmer?" Ilina memejam. "Kalian mengekspresikan cinta dengan cara yang aneh."
Wajah Noah dirambati kemurungan. Tak peduli berapa kali ia mencoba abai, bagaimana dirinya dilampaui oleh Xavier dalam menyatakan cinta pada Ilina itu menyebalkan.
Dia mengingatnya.
Dia mengingat Xavier dalam kepalanya bahkan jika dia pergi dengan niat mau membunuh Xavier.
"Ilina."
Noah memegang tangan gadis itu hanya agar dirinya bisa sedikit waras.
Bisakah dia melupakannya saja? Bagaimana cara membuat dia lupa? Apa seharusnya Noah mengutak-atik ingatannya agar dia lupa?
Itu tidak penting, adalah kalimat di ujung lidah Noah. "Mereka masih bergerak sesuai keinginanmu. Menjadikan Bumantara sasaran."
Meski Noah tidak akan bilang bahwa pergerakan Xavier mencurigakan. Anak itu mungkin bunuh diri. Dia bertindak dengan putus asa seolah tahu dia akan mati cepat atau lambat.
Namun Xavier bukan pengecut.
Ibunya Xavier tidak meninggalkan anak itu dalam mental lemah dan pesimis.
Ada sesuatu.
"Tidurlah, Ilina. Akan kubuatkan makanan lembut untukmu."
...*...
__ADS_1
Bagi Ilina, reaksi tubuhnya terkena racun itu sudah biasa. Tidak ada hal yang perlu terlalu dicemaskan, sebab Ilina tidak bertahan hidup untuk tiba-tiba mati hanya karena terkontaminasi sedikit zat berbahaya.
Meski begitu, ini pengalaman pertama dirinya diracuni oleh seseorang.
Xavier Palmer.
Pikir Ilina, anak itu hanya satu dari sekian banyak anak yang terlampau manja akibat kekayaan orang tuanya.
Bahkan kalau dia sedikit cerdas, tidak secerdas itu untuk dia melakukan sesuatu pada Ilina.
Namun apakah dirinya terlalu sombong?
Tidak. Bukan.
Xavier memang bertindak diluar apa yang seharusnya dia lakukan.
Dengan kecerdasan itu, dia bisa bertahan hidup dari Ilina, mungkin saja, tapi dia tetap mati dan datang pada Ilina.
Anak itu menyerupai Noah. Hanya saja berbeda dari Noah, dia menyerahkan nyawanya dengan mudah.
"Aku menyukaimu, Lia. Atau siapa pun namamu yang sebenarnya."
Apa ada sesuatu yang Ilina lakukan sampai dia menyukainya sedalam itu?
"Ilina." Sepasang tangan tiba-tiba menyelimuti tangannya. Membuat Ilina tersentak, walau sebenarnya sudah tahu bahwa Noah ada di sampingnya sejak tadi. "Ilina, aku—"
Ekspresi Noah berubah sendiri. Dia menatap Ilina seolah-olah dia takut berbuat salah, mengatup mulutnya rapat sebelum pria itu mengecup jemarinya.
"Tidak. Tidak apa. Aku hanya ingin memastikan kamu baik-baik saja."
Dia ingin bilang 'jangan memikirkan orang lain' tapi tahu bahwa itu akan membuat Ilina bersikap dingin, hingga bergegas Noah mundur.
__ADS_1
*