Menolak Cinta Bos Mafia

Menolak Cinta Bos Mafia
42. Supposed to be Mine


__ADS_3

Xavier Palmer adalah keponakan Noah yang ia pandang berbeda.


Anak itu punya sesuatu dalam dirinya yang berbeda dari keangkuhan Benedict juga kakeknya yang bau tanah.


Mungkin satu-satunya alasan kenapa Xavier masih terlihat biasa saja dan tidak banyak berkembang adalah karena ayahnya masih menekan dia.


Dia masih dianggap terlalu kecil, terlalu muda, terlalu kekanakan untuk melakukan sesuatu.


Padahal, menurut Noah, dia akan besar jika dia dibiarkan. Tapi ....


Ilina masih terus mengujinya.


Itu tidak penting bagi Noah apa yang mau dia lakukan pada Xavier. Anak itu memang berbahaya, jadi Ilina pasti akan membunuhnya sekarang atau besok.


Meski begitu .... Kenapa dia harus berpura-pura tertawa di sana sampai membiarkan Xavier melepas kacamatanya.


Dia selalu menatap tajam Noah. Wajahnya selalu datar dan menakutkan pada Noah. Kenapa pada Xavier dia biasa saja?


Noah menatap telapak tangannya yang lagi-lagi bergetar untuk alasan berbeda.


Perasaan terbakar di jiwa Noah membuatnya kebas. Meski ia tahu senyum yang diberikan Ilina pada seseorang berarti adalah keputusan bahwa orang itu akan mati, tetap saja.


It supposed to be mine, gumam Noah dalam dirinya sendiri.


Senyum Ilina tidak layak diberikan pada mereka. Kenapa harus tersenyum? Memangnya ada keharusan dia tersenyum?


Dia selalu melakukan itu, sambil dia tahu Noah berada di belakangnya. Jika Noah marah, maka dia akan pergi, dan jika Noah sabar maka Ilina akan bersikap dingin.


Ilina. Kapan sebenarnya dia benar-benar mau melihat Noah?

__ADS_1


...*...


Sejak awal, Ilina memang belum berniat membunuh Xavier hari ini. Meski ia mau membunuhnya di tempat ini.


Masih terlalu awal untuk Ilina mempermainkan emosi Benedict. Jadi setelah menghabiskan obrolan omong kosong tentang ibu itu, Ilina kembali.


Masuk ke rumah dan menemukan Noah sedang menata makanan di atas meja.


"Ilina."


Paman dan keponakan sama saja, kah? Mereka menjadikan senyum mereka sebagai kedok persembunyian.


Sulit mengejeknya karena Ilina juga sama.


Ditinggalkan sejenak pria itu tanpa berkata apa-apa, masuk ke kamar mandi untuk membasuh dirinya.


Di bawah guyuran shower, Ilina kembali mengingat percakapannya dengan Xavier tadi.


Kalau dipikir-pikir, Andreas Noah yang bengis itu juga memberikan ibunya pada Mahesa demi keamanan wanita yang melahirkannya.


Lalu Mahesa ....


"Senior akan menikah?"


"Ibuku berwasiat agar aku menikah." Mahesa saat itu terlihat punya beban. "Aku sudah bilang padamu, Ilina. Aku tidak ingin menikah."


Tapi Mahesa menikah karena ibunya berkata demikian di ujung kehidupan wanita itu.


Ibu. Sosok yang tidak akan pernah Ilina mengerti.

__ADS_1


Apa ... yang dipikirkan wanita itu jika dia masih hidup? Apa dia akan bangga? Atau mungkin dia merasa Ilina telah tumbuh dengan salah?


"Apa pun itu," Ilina menatap dingin guyuran air yang serupa tetesan hujan di hadapannya, "aku tidak boleh peduli."


Pada akhirnya itu yang terpenting. Karena mau ia rasakan pun, sosok yang disebut Ibu itu sudah sibuk dengan kematiannya sejak lama.


...*...


"Ilina."


Tak merasa harus menjawab, Ilina duduk di kursi meja makan.


Matanya menatap hidangan di meja, agak sedikit bertanya-tanya kenapa hari ini tampaknya ada banyak makanan.


Noah membawa semangkuk bubur ke depannya. Dia menarik kursi untuk duduk lebih dekat pada Ilina.


"Aku tahu kamu menyukai makanan lembut. Jadi aku membuatkan bubur saja."


Bubur dengan lauk daging yang dimasak dengan rempah.


Apa ini? Kare? Irisan daging ikan menyerupai sashimi lengkap dengan kecapnya, lalu telur gulung dengan siraman saus merah tidak pedas.


Ilina mengambil sendok. Mencicipi rasa bubur rasa kaldu ayam buatan Noah.


Enak.


Karena memang tangan Ilina lebih terbiasa memasak makanan tanpa rasa atau dengan sedikit bumbu, bisa dikatakan Noah lebih pandai memasak.


Dia tahu Ilina tidak suka makanan pedas. Dia tahu Ilina tidak suka makanan yang terlalu keras. Tekstur daging lembut, rasa rempah yang tidak terlalu pekat tapi berasa.

__ADS_1


Warna merah saus yang tidak meninggalkan jejak pedas di lidah. Rayuannya kali ini cukup menghibur.


...*...


__ADS_2