Merebut Cinta CEO Kulkas

Merebut Cinta CEO Kulkas
Kembali


__ADS_3

“Kak Tama, Nathan punya kabar baik. Sekarang, Papa dan Mama nggak akan melarang Kak Tama bersama Kak Cindy lagi. Ayo, cepat pulang.” Tama masih tak mempercayai berita baik yang tiba-tiba menghampirinya itu.


Karena itu, dirinya langsung bergegas pulang ke rumah, dan menemukan ibunya yang sedang duduk di ruang tamu. Di situ juga terdapat Nathan yang tersenyum, dan mengangguk dengan penuh semangat.


Semuanya terjadi begitu cepat, dan dimulai dari Bu Riyanti, mama Tama, yang menjelaskan tentang situasi perusahaan produsen makanan yang dulunya di bawah kepemimpinan Tama.


Sejak Tama pergi, perusahaan mengalami masalah, sementara Pak Vincent, papa Tama, tak punya waktu untuk mengurus perusahaan itu, karena keluarga mereka juga punya perusahaan lainnya yang tak kalah penting.


Oleh karena itu, Pak Vincent dan Bu Riyanti memutuskan untuk mengesampingkan masalah jodoh pilihan anaknya, dan fokus mengurus perusahaan yang bermasalah. Tama mendengar penjelasan sang ibu, dan mengangguk mengerti.


Saat mendengar hal itu pertama kali, Tama sempat curiga. Apakah ini akal-akalan orang tuanya agar dia kembali? Atau, ini adalah trik licik agar Tama berpisah dengan Cindy?

__ADS_1


Setelah mendengar penjelasan sang Mama, Tama menjadi lebih tenang, karena pria itu tahu betapa orang tuanya selalu memprioritaskan bisnis keluarga, bahkan di atas kepentingan dan kebahagiaan anak-anaknya.


Setelah berpikir panjang, Tama akhirnya setuju. Pria itu memang sangat menyayangi perusahaan yang dibuatnya maju itu, jadi menyelamatkan perusahaan tentu akan dilakukannya dengan sepenuh hati.


Selain itu, dirinya bisa memiliki kembali status dan kekayaan seperti dulu. Walau Pak Timo terus-terusan mengingatkannya kalau Cindy tak mencintainya karena uang, memiliki uang banyak tentu bisa lebih membahagiakan wanita yang dia cintai.


Setelah mengambil keputusan, seperti layaknya pegawai yang baik, Tama menelepon Pak Timo, dan mengajukan pengunduran diri. Pak Timo tampak tak keberatan sama sekali, dan berharap yang terbaik untuk Tama dan Cindy.


“Selamat malam, Kak Cindy.” Setelah berhari-hari takut mengontak Cindy karena khawatir ketahuan mama dan papanya, Nathan akhirnya menghubungi Cindy. Wanita itu sangat senang mendengar suara adik Tama itu.


“Jatuh miskin?” Nathan lalu menjelaskan semuanya, mulai dari Tama menghentikan perjodohan dengan Dhita, sampai diusir dari rumah, dan dihentikan aksesnya ke segala hal. Cindy menutup mulutnya karena kaget. Tama tak pernah menceritakan hal ini padanya.

__ADS_1


“Jadi, selama ini, aku memarahi dan menyakiti pria yang mengorbankan segalanya untukku?” Cindy mengusap air mata yang kini mengalir di pipinya. Setelah itu, Cindy menelepon Pak Timo dan Susi yang mengiakan pernyataan Nathan.


“Tama takut dia kalah bersaing dengan Ferdinand, karena dia saat itu sudah merasa tak seperti dulu.” Cindy menggelengkan kepala karena merasa Tama sangat bodoh.


Dia tak pernah mencintai Tama karena uang. Seandainya Cindy tahu semuanya dari awal, dia tak akan begitu bodoh sampai harus menyakiti Tama.


Cindy ingin sekali menghubungi Tama untuk meminta maaf, tapi dia tak ingin Tama menganggap dirinya tiba-tiba mendekat gara-gara pria itu kembali kaya. Akhirnya, Cindy memutuskan untuk menunggu Tama datang padanya.


Sementara itu, Tama sedang sibuk memeriksa berbagai dokumen kantor yang di kamarnya. Dirinya sudah sangat lelah, tetapi kenyataan kalau dia bisa mengejar Cindy tanpa halangan dari orang tua, benar-benar memberinya semangat.


Saat melihat beberapa nama partner kerja sama, Tama tiba-tiba tersenyum dan mendapatkan ide baru untuk lebih sering bertemu dengan Cindy.

__ADS_1


Kira-kira, apa ya ide baru Tama?


Jangan lupa like, vote, subscribe dan share biar author semangat upload ya. Terima kasih ❤


__ADS_2