Merebut Cinta CEO Kulkas

Merebut Cinta CEO Kulkas
Terpancing


__ADS_3

“Karena calonnya belum siap.” Tama melihat Cindy dengan senyuman terlebar yang dia miliki. Nathan sampai shock karena tak pernah melihat senyum itu.


“Kata siapa aku belum siap?” tantang Cindy. Tama tertawa lalu mengacak-acak rambut Cindy.


“Kata siapa itu kamu?” Balasan Tama langsung mengundang murka Cindy. Tama memang hanya ingin menggoda Cindy, tapi pria itu lupa tentang kehadiran Dhita sebagai calon istrinya di masa lalu.


“Syukurlah. Karena kamu juga bukan calon aku.” Kali ini, Tama yang mendadak kesal karena tiba-tiba teringat kehadiran Ferdinand. Sementara itu, Nathan dan Lia menatap mereka dengan wajah khawatir yang semakin menjurus ke ketakutan.


Suasana yang semakin panas membuat Nathan berusaha keras memperbaiki segalanya. “Sudah…sudah…kita lanjut makan saya ya, Kakak-kakakku sayang. Kita bicara hal-hal baik dan bahagia saja, seperti tempat liburan…”


“Maksud kamu, si Ferdinand?” Tama bertanya dengan dingin, tanpa mempedulikan perkataan Nathan sebelumnya. Cindy yang mendengar pertanyaan Tama, hanya mengangkat bahu dengan puas.


Nathan menggelengkan kepala melihat kelakuan kakaknya. Pria itu rela meninggalkan segalanya untuk merebut cinta Cindy, tapi dengan mudah terpancing amarah gara-gara hal kecil yang berhubungan dengan Ferdinand.


 


Akhirnya, Tama menghela napas lalu menggenggam tangan Cindy. “Kalau orang itu aku, dan bukan Ferdinand, boleh?” Tama bertanya dengan lembut. Nathan menggeleng karena melihat kakaknya yang benar-benar sudah berubah.

__ADS_1


Cindy yang melihat perubahan Tama, hanya mengangkat bahu dan meneruskan makan. Wanita itu ingin memberi pelajaran ke Tama, agar tak seenaknya membuat lelucon. Kita harus mengajari orang cara mereka memperlakukan kita, bukan? Sekarang, Tama tahu apa yang bisa dan tak bisa dia jadikan bahan bercandaan.


Setelah makan malam yang berakhir baik, Tama mengantar Cindy pulang untuk bersama-sama membuka Time Capsule. Sepanjang perjalanan, wanita itu sibuk memikirkan nasib Tama saat bertemu dengan ayahnya. Dirinya tahu kalau sang ayah masih marah dengan kelakuan Tama di pesta.


Saat sampai, Cindy melihat rumahnya dengan jari telunjuk yang diketuk pelan di pipi karena dirinya masih memikirkan cara terbaik membawa Tama masuk ke rumah. Tanpa disangka, tiba-tiba Tama mencium pipinya.


“Kas! Apa-apaan kamu?” Cindy langsung mendorong Tama dengan wajah yang memerah. Tama juga tak kalah kaget saat didorong.


 


“Aku lagi mikir, bukan minta dicium. Apa hanya itu yang ada di pikiran kamu sepanjang hari?” Cindy menjelaskan dengan nada yang dibuat marah, padahal jantungnya berdebar kencang. Ini bukan pertama kali pipinya dicium Tama, tapi rasanya masih seperti dicium untuk pertama kali.


“Iya. Hanya itu.” Cindy hanya diam saat mendengar jawaban Tama, lalu bergegas keluar dari mobil dan masuk ke rumah.


“Selamat malam.” Suara Cindy membuat Pak Surya dan Pak Timo yang sedang berbincang, mengalihkan pandangan ke arahnya.


“Selamat malam, kesayangannya ayah…” Pak Surya menghentikan perkataannya saat melihat kehadiran Tama.

__ADS_1


“Ngapain kamu di sini?” Tama langsung panik, sementara Pak Timo berusaha untuk mencairkan suasana, dan bergegas berdiri di samping Tama.


“Selamat malam, kesayangannya Om Timo.” Tama sedikit lega karena misi penyelamatan Pak Timo berhasil. Pak Surya jadi lebih tenang sekarang.


 


“Sejak kamu berhenti jadi pegawai Om, tiap hari, selalu saja ada pesanan sampai semua kue di toko Om laris manis. Tahu begini, kamu sudah Om pecat dari hari pertama. “ Pak Timo tertawa puas melihat wajah cemberut Tama.


Pak Timo tahu kalau semua pesanan itu dari Tama dan perusahaannya, dan sangat bersyukur karenanya. Dengan penghasilan yang semakin besar, dirinya bisa berbuat baik ke lebih banyak orang.


“Sebagai teka-teki selamat datang, coba kamu jawab pertanyaan Om ini. Ayam berkokok, harimau…” Pak Timo bertanya dengan penuh semangat.


“Mengaum?” jawab Tama ragu-ragu. Pak Timo punya pemikiran yang sedikit aneh, jadi jawabannya tak mungkin senormal itu. 


Kira-kira, apa ya jawabannya?


Jangan lupa like, vote, subscribe dan share biar author semangat upload ya. Terima kasih ❤

__ADS_1


__ADS_2