Merebut Cinta CEO Kulkas

Merebut Cinta CEO Kulkas
Istirahat


__ADS_3

Gara-gara cerita Nathan, Cindy sampai tak bisa tidur semalaman. Ketika akhirnya mata Cindy mulai berat, dirinya malah dibangunkan karena ada pesanan tiba-tiba yang cukup banyak.


Wanita itu mengutuk dirinya karena tak bisa mengontrol diri untuk berusaha tidur kemarin malam.


Dalam keadaan super mengantuk, Cindy harus membantu menyiapkan dan membungkus makanan sebagai pesanan awal kantor yang ingin menjalin hubungan kerja sama dengan katering milik keluarganya.


Seolah belum cukup tenaganya habis untuk menyiapkan makanan, kini dirinya juga harus mengantar makanan dan berbicara dengan pimpinan kantor.


Dalam hati, Cindy hanya bisa berdoa agar dirinya tak mengacaukan kesepakatan bisnis potensial dengan calon pelanggan.


Setelah mengantarkan pesanan, Cindy diarahkan ke ruang pimpinan untuk berbicara mengenai kesepakatan pemesanan. Pegawai yang mengantar Cindy terus mewanti-wanti wanita itu agar sopan dan hati-hati saat berbicara.


Awalnya, Cindy agak heran. Walau tak dibilang pun, tak mungkin dirinya berteriak di depan klien, bukan? Ternyata, alasan si pegawai yang ternyata pimpinan kantor adalah, karena yang akan ditemui adalah pimpinan pusat mereka.


Kemarin, pimpinan pusat menginstruksikan agar kantor mereka yang selalu bermasalah dengan pemesanan makanan, untuk mencoba memesan katering Cindy. Walau mengagetkan karena kantor kecil mereka mendapat perhatian dari pimpinan pusat, permintaan sang pimpinan pusat segera dilaksanakan.

__ADS_1


Nasihat si pimpinan kantor akhirnya berhenti saat mereka tiba di ruangan pimpinan. Saat dipersilahkan masuk, Cindy melihat Tama yang sedang memeriksa beberapa file.


Dari wajah pria itu, kelihatan kalau dirinya tidak tidur semalaman. Walau begitu, pria itu terlihat tampan dan rapi seperti biasa.


Cindy mencubit pipinya untuk memastikan kalau itu bukan mimpi, dan kenyataan kalau dirinya masih berdiri di ruang yang sama, membuat dia sadar kalau pria yang dia pikirkan sejak kemarin, benar-benar hadir di depannya.


“Pak Tama, saya mohon maaf karena mengganggu. Ini adalah Bu Cindy dari katering yang bapak rekomendasikan.” Pegawai itu berbicara dengan hormat dan sedikit gugup, tapi penyebutan nama Cindy langsung membuat Tama mengangkat kepala dari file.


 


Wajah Tama seketika berubah cerah. Wanita yang menjadi tujuan hidupnya kini ada di depannya dengan wajah yang tampak sangat kelelahan.


Setelah pria itu keluar, Tama langsung berjalan cepat untuk mendekati Cindy. “Kamu sakit? Kamu capek? Maaf ya, karena memesan makanan tiba-tiba.” Tama terlihat sangat khawatir dan merasa bersalah karena membuat Cindy kelelahan.


Cindy agak kaget dengan kemunculan Tama yang tiba-tiba di dekatnya. Pria itu bahkan langsung membawanya duduk di sofa, dan berkata, “Kamu istirahat dulu. Kita punya banyak waktu.”

__ADS_1


Tama lalu memanggil office boy untuk membawakan Cindy bubur ayam yang sudah dipesan sebelumnya.


“Ayo makan. Katanya, bubur ayam di sekitar sini enak. Aku pesan dua. Biar kita makan sama-sama.” Tama menggaruk kepalanya sembari tersenyum.


“Kamu belum sarapan juga?” Cindy bertanya pelan. Tama menggeleng.


“Aku cepat-cepat ke sini supaya bisa lihat kamu.” Tama menampilkan senyumnya yang paling manis.


Saat ini, pikiran Cindy sudah kacau balau. Di satu sisi, malam ketika Dhita merebut Tama membuat dia trauma, tapi di sisi lain, dia sudah tak mampu menahan rindu pada Tama. Apalagi, saat ini, Tama sekuat tenaga memunculkan senyum di wajah kusutnya.


Untuk memecah keheningan, Tama mulai berbicara, “Aku akan mengurus kantor ini selama beberapa hari. Kantor ini benar-benar bermasalah.” Tama menghela napas lalu melanjutkan perkataannya,


“Kalau sibuk seperti ini, aku takut nggak bisa ketemu kamu lagi. Jadi, boleh nggak, aku pakai kartu kesembilan supaya kamu yang mengantar makanan setiap hari ke sini?” Tama bertanya dengan gugup.


“Kalau aku setuju, kamu janji akan lebih banyak istirahat?” Tiba-tiba, Cindy mendekatkan diri dan mengelus wajah Tama dengan punggung tangannya. Tama mengangguk. Saat jarak mereka berdua begitu dekat, tiba-tiba, pintu kantor terbuka.

__ADS_1


Siapa yang kira-kira membuka pintu kantor?


Jangan lupa like, vote, subscribe dan share biar author semangat upload ya. Terima kasih ❤


__ADS_2