
Kotak terkutuk itu semakin berguncang hebat, teriakan arwah Mariana terdengar namun dia tidak bisa menghentikan apa yang telah terjadi apalagi dia masih ditahan oleh arwah Natalie juga roh sang nenek dan roh pelindung Anna.
Anna semakin menancapkan bilah pisau masuk ke dalam kotak sehingga bilah pisau itu tertanam ke dalam kotak. Kotak itu pun terangkat ke udara dan berputar, asap hitam tipis mulai keluar dari kotak tapi asap tipis itu semakin tebal dan semakin tebal.
"Ti.... dak!" teriakan Mariana kembali terdengar. Dia sungguh tidak menyangka Anna bisa mengelabui dirinya dan sekarang dia berada di ambang kehancurkan. Malam ini seharurnya menjadi malam kebangkitannya tapi malam ini justru harus menjadi malam kematiannya. Semua benar-benar di luar rencana dan semua yang terjadi karena abisi putranya yang menginginkan agen tersebut.
"Teganya kau, Anna!" Nick berlari ke arahnya namun Natalie segera terbang ke arah Nick dan mendorong tubuh Nick dengan keras. Pria itu terpental ke belakang, Nick hendak menghentikan apa yang terjadi tapi tidak ada yang bisa dia hentikan lagi.
Asap hitam yang keluar dari kotak semakin tebal, kotak itu pun berputar tiada henti. Setelah asap hitam tersebut, sebuah cahaya melesat keluar dari dalam kotak lalu disusul dengan dengan cahaya-cahaya lainnya.
"Aku bebas, aku bebas!" terdengar suara teriakan dari cahaya-cahaya yang semakin banyak keluar dari dalam kotak tersebut.
"Tidak... Tidak... tidak!" Mariana tampak panik, semua roh yang sudah dia kumpulkan keluar dari dalam kotak terkutuk yang sudah menyegel para roh tersebut.
Para roh yang berjumlah ratusan terus keluar dan setelah semua roh-roh itu keluar dari kotak, kotak itu berhenti berputar dan meledak. Mariana terkejut, kedua tangan gemetar. Kekuatannya terasa menghilang, arwahnya mulai menipis.
"Aku akan membunuhmu, Anna Baker. Aku akan membunuhmu!" teriak Mariana namun dia tidak bisa melakukannya lagi karena arwahnya yang sudah semakin menipis.
"Bye, Mariana," ucap Anna.
"Tidak!" Mariana melihat kedua tangannya yang mulai terlihat semakin menipis, "Tidak!!" teriaknya lagi dan, Blaassssh..... Arwah jahat Mariana hilang tanpa bekas karena kotak terkutuk itu sudah hancur.
__ADS_1
"Mom!" Nick berteriak nyaring melihat arwah ibunya yang sudah tidak ada lagi. Musnahnya arwah Mariana membuka segel yang menyegel rumah tua yang ada di tengah hutan juga membuka segel yang menyegel enam arwah yang sedang disiksa dengan api abadi yang diciptakan oleh Mariana. Api abadi itu pun musnah, kelima arwah tampak heran tapi mereka merasa segel sudah dihancurkan.
Kelima arwah dan arwah nenek tua terbang keluar dari rumah, mereka mengira tidak bisa tapi nyatanya, rumah yang selama ini tidak bisa mereka tinggalkan bisa mereka tinggalkan dengan mudah karena saat itu mereka sudah berada di luar.
"Kita bebas... kita bebas!" teriak salah satu dari mereka.
"Kita bebas, tidak ada lagi yang membelenggu kita!" teriak yang lain.
"Kita telah bebas!" kelima arwah itu terbang ke sana ke mari dan tertawa, arwah nenek tua pun merasa dia sudah bebas. Dia juga memeriksa keadaan rumah, ternyata segel itu memang sudah terlepas yang berarti Mariana sudah mati. Keenam arwah itu sangat senang, rumah tua pun mulai runtuh dengan perlahan.
Tanah di sekitar rumah terbelah, seperti ingin menelan rumah tersebut. Tidak saja rumah, pohon tua di mana menjadi jalan masuk alam gaib dan dunia manusia mulai masuk ke dalam tanah. Reruntuhan rumah tua itu pun mulai masuk ke dalam tanah dengan perlahan karena tidak seharusnya rumah itu berada di muka bumi. Rumah tua yang akan membawa bencana, namun rumah itu mulai di telan oleh bumi tanpa bekas. Ajaibnya setelah semua itu selesai, hanya ada hutan saja seperti tidak pernah terjadi sesuatu dan seperti tidak pernah ada sesuatu sebelumnya di sana.
Para pengikut yang mendapat kehidupan kekal, tampak berlutut di atas lantai dan melihat keadaan mereka. Teriakan para pengikut Mariana terdengar histeris ketika melihat tubuh mereka mulai meleleh. Mereka yang sudah habis masa kontrak di bumi namun masih bisa hidup karena perjanjian iblis mulai merasakan dampaknya.
Tubuh mereka meleleh, daging mereka mendadak membusuk. Tidak saja para pengikut, hal itu juga di rasakan oleh Nick. Nick yang sudah hidup lama karena perjanjian ibunya, kini mulai mendapatkan dampaknya. Dengan perlahan kedua tangannya mulai mengeriput. Dagingnya menyusut dan mengering, wajah tampannya pun sudah tidak ada lagi, Nick jatuh berlutut dan menatap tangannya yang semakin mengering.
"Ti-Tidak mungkin," ucap Nick.
"Kali ini giliranmu, Nick," Natalie terbang ke arahnya dan berdiri di hadapannya.
"Na-Natalie," Nick yang sudah terlihat begitu tua menatap ke arah Natalie.
__ADS_1
"Hei... Hei.., menendang pria tua itu adalah bagianku!" teriak Barrow yang sudah selesai. Dia tidak boleh ketinggalan untuk menghajar pria tua itu. Tidak saja Barrow, Anna pun melangkah mendekati Nick yang sudah tidak berdaya lagi.
"A-Anna," Nick memanggil dengan suaranya yang mendadak terdengar renta.
"Sayang sekali, Nick. Aku kira kau pemuda yang baik tapi ternyata kau adalah keturunan murni seorang penyihir."
"Aku tidak punya pilihan, Anna," Nick menatapnya dengan tatapan sayu, "Aku tidak pernah menginginkan menjadi putra seorang penyihir tapi aku tidak memiliki pilihan karena aku dilahirkan oleh seorang penyihir sehingga aku terikat dengan ibuku. Aku hidup begitu lama, aku tidak pernah menyesali kematianku hari ini karena memang inilah yang sepantasnya aku dapatkan," ucap Nick, sungguh dia tidak menyesali kematiannya hari ini.
"Tidak perlu banyak bicara orang tua!" ucap Barrow.
"Kau memang pantas mati!" ucap Natalie.
"Pergilah, Nick," Anna berbalik setelah berkata demikian. Tidak ada gunanya berbasa basi apalagi pria itu memang seharusnya sudah mati sejak lama.
"Kakak," Lucia yang masih terikat berteriak memanggilnya dan menangis terisak. Bagaimanapun yang dia tahu Nick adalah kakaknya, perasaan sayang pada pria yang dia anggap sebagai kakak tidak bisa lenyap begitu saja.
"Maafkan aku, Lucia," tubuh Nick semakin mengering dan semakin lama semakin menjadi tengkorak. Tidak ada yang memukul dan menendangnya, Natelia juga tidak melakukan hal itu walau dia sangat membenci Nick yang telah membunuhnya begitu juga Barrow yang sangat ingin menendang Nick.
"Kakak!" teriak Lucia lagi ketika tubuh Nick sudah menjadi tulang belulang dan jatuh berantakan. Pria tua yang seharusnya sudah lama mati itu kini menghadapi kematiannya yang seharusnya sudah lama terjadi.
Lucia menangis tersedu, ibunya juga demikian karena dia sudah menyayangi Nick sejak dulu. Walau dia tertipu tapi perasaan itu tidak akan pergi dengan mudah. Semua sudah berakhir, benar-benar berakhir. Malam yang cukup panjang tapi malam ini mereka akan kembali membawa kemenangan karena kebangkitan seorang penyihir jahat sudah mereka gagalkan.
__ADS_1