Mistery Red Umbrella

Mistery Red Umbrella
Barrow Yang Terlihat Aneh


__ADS_3

Lucia dan Nick berpamitan pulang, mereka harus kembali sebelum ayah mereka kembali ke rumah lalu mendapati Lucia tidak ada. Sejak kejadian itu, Galen Devan tidak mengijinkan Lucia pergi ke mana pun selain ke sekolah oleh sebab itu mereka harus segera kembali sebelum ayah mereka murka. Apalagi jika sampai ayah mereka tahu jika mereka datang ke rumah Anna Baker, wanita yang tidak disukai oleh ayahnya.


Anna mengantar kepergian mereka dan berdiri di sisi mobil di mana Nick dan Lucia sudah berada di dalam. Lucia memegangi tangan Anna sebelum mereka pergi.


"Kak, bagaimana jika makan malam dengan kami di rumah," ucapnya.


"Terima kasih, tapi ayahmu tidak suka denganku."


"Maafkan perkataan ayahku waktu itu, Anna," ucap Nick. Dia benar-benar tidak enak hati.


"Tidak perlu dipikirkan, Nick. Bagaimana jika besok makan siang denganku? Itu jika kau punya waktu," ucap Anna.


"Dengan senang hati, Anna. Aku akan datang untuk menjemputmu."


"Tidak, aku yang akan datang ke perusahaanmu. Kau ada di sana, bukan?"


"Kau tahu perusahaanku?" tanya Nick karena selama ini dia belum pernah mengatakan pada Anna di mana perusahaannya."


"Aku seorang agen, tentu aku tahu. Mencari perusahaanmu bukanlah hal sulit."


"Baiklah. Aku tunggu, Anna," ucap Nick.


Anna mengangguk, Lucia dan Nick pamit pergi. Anna belum beranjak, dia justru melihat sekitar seperti mencari sesuatu namun dia tidak mendapatkan apa pun. Cukup lama Anna berada di sana dan setelah itu dia masuk ke dalam.


"Pemuda itu," ucap bibinya yang sudah menunggu sedari tadi.


"Ada apa dengannya, Aunty?"


"Aunty merasa dia dalam bahaya, Anna. Sebaiknya kau memintanya untuk berhati-hati. Asap hitam tipis yang ada di belakangnya, itu sepergi arwah jahat yang mengikutinya," ucap sang bibi.


"Nick memang diikuti, Aunty," ucap Anna. Nick memang diikuti oleh arwah si payung merah tapi kenapa dia tidak melihat asap yang bibinya maksud? Apa arwah si payung merah sengaja bersembunyi darinya?


"Benarkah?" tanya bibinya tidak yakin.


"Yes, aku mau menghubungi para petugas terlebih dahulu," Anna melangkah menuju telepon dan menghubungi petugas yang mencarinya tadi. Anna terkejut mendengar perkataan mereka yang menemukan sebuah mobil yang sudah terbakar di dasar tebing dan memintanya untuk pergi melihat.


"Aku mau pergi dulu," ucap Anna seraya meraih kunci mobil.

__ADS_1


"Kau mau pergi ke mana, Anna?" tanya ibunya.


"Aku tidak akan lama, Mom. Aku hanya pergi untuk memastikan sesuatu!" teriak Anna.


Dia akan mengajak Barrow sebab itu dia pergi ke rumah Barrow terlebih dahulu. Anna turun dari mobil setelah tiba, dia bahkan melangkah mendekati rumah Barrow sambil berlari.


"Barrow, kau masih hidup atau tidak?" teriaknya.


Tidak ada jawaban, Anna mengetuk dan mengintip rumah Barrow yang gelap. Ke mana Barrow pergi?


"Barrow, kau ada di rumah, bukan?" teriaknya lagi.


"Ada apa, Anna? Teriakanmu membuat kepalaku pusing!" terdengar suara Barrow.


Anna tersenyum, dia kira Barrow pergi ke mana karena rumahnya gelap gulita. Pintu terbuka, Barrow terlihat kusut dan aneh.


"Ada apa denganmu?" tanya Anna. Dia tampak heran karena keadaan sabatnya yang tidak biasa.


"Entahlah, aku merasa lelah saja," ucap Barrow seraya memijat tengkuknya.


"Baiklah, mobilmu sudah ditemukan. Ayo kita pergi lihat."


"Apa kau ingin melihatnya besok?" Anna semakin curiga dengan sikap sang rekan.


"Tidak, ayo kita pergi!" Barrow melangkah masuk, Anna mengikutinya. Semua jendela dan gorden tertutup rapat, tidak ada cahaya sama sekali bahkan lampu pun tidak dinyalakan oleh Barrow. Apa yang terjadi dengannya, dia tahu Barrow bukan orang yang suka dengan gelap.


"Kenapa kau tidak menyalakan lampu?" tanya Anna.


"Berhemat, Anna. Aku sedang mengumpulkan uang untuk melamarmu nanti. Aku tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan apalagi kau sudah berjanji akan bercinta denganku!"


Anna diam, Barrow yang seperti biasanya. Tidak ada yang aneh dan dia merasa lega. Jujur saja dia takut ada yang mengikuti Barrow setelah mereka dari kastil tua itu namun Anna tidak menyadari ada sosok gelap yang melihat dirinya dari kegelapan. Sosok itu berdiri di sisi ruangan, tatapan matanya tidak lepas dari Anna dan tentunya sosok itu melihat Anna dengan penuh kebencian.


"Ayo kita pergi!" ajak Barrow setelah dia mengganti bajunya.


Mereka segera pergi, Anna melihat ke arah Barrow sesekali yang lebih banyak diam. Sungguh, tiba-tiba saja Barrow seperti dua orang yang berbeda.


"Aku dengar mobilmu ditemukan di dasar tebing dalam keadaan terbakar," ucap Anna.

__ADS_1


"Oh," hanya itu saja yang Barrow ucapkan.


Anna menghentikan mobilnya di sisi jalan, kenapa dia merasa yang sedang bersama dengannya saat ini bukan Barrow? Raganya memang Barrow tapi dia merasa yang bersama dengannya saat ini bukanlah Barrow.


"Ada apa, kenapa kau berhenti?" tanya Barrow.


"Tidak!" Anna tersenyum dan menyentuh tangan Barrow. Mungkin dia sedang dirasuki oleh sesuatu tapi nyatanya tidak namun Anna tidak menyadari asap tipis keluar dari tubuh Barrow.


"Kenapa kau memegang tanganku, jangan katakan kau sudah tidak tahan untuk bercinta denganku!" goda Barrow.


"Sialan, aku kira kau kesurupan!" ucap Anna. Mobil kembali dijalankan.


Barrow terkekeh, Anna kembali melirik Barrow yang tiba-tiba menjadi dirinya. Apa itu semacam akting yang sengara Barrow mainkan?


Mereka menuju sebuah lokasi yang diberikan para petugas yang menemukan keberadaan mobil Barrow.


Anna dan Barrow saling pandang karena mereka berada di rumah tua yang mereka masuki waktu itu. Kenapa mereka kembali ke sana lagi?


"Apa maksudnya ini, Anna? Apa kotak itu kembali lagi ke rumah ini?" tanya Barrow.


"Aku rasa tidak, kotak itu tidak mungkin kembali ke rumah itu lagi. Sepertinya kita hanya kebetulan melewati rumah ini saja."


"kau benar!!" mereka segera melewati jalanan setepak yang bisa dilewati oleh mobil. Cukup jauh mereka berkendara sampai akhirnya mereka tiba di sisi tebing. Mobil Barrow terlihat dari atas, mobil itu sudah tidak berbentuk lagi.


"Sial, mobil antikku!" ucap Barrow. Mobil yang malang.


"Sudahlah, semoga asuransi mau menggantinya!" ucap Anna. Mau diangkat ke atas pun mobil itu sudah tidak berguna lagi.


"Sekarang bagaimana, Anna?" Barrow berdiri di sisi tebing, memandangi tempat itu.


"Apanya yang bagaimana?"


"Kita sudah kehilangan petunjuk dan juga sesuatu yang bisa mencegah kebangkitan Mariana. Kita juga tidak tahu siapa keturunan murni Mariana. Saat bulan purnama tiba, kita tidak bisa mencegah apa pun!" ucap Barrow. Mungkin Anna memiliki rencana untuk menghentikan semua itu.


"Entahlah, Barrow. Aku tidak tahu, selain menjaga Lucia aku juga tidak tahu harus bagaimana," Anna menghela napas, sesungguhnya dia memiliki cara namun dia tidak mau mengatakannya karena sikap Barrow yang begitu mencurigakan hari ini. Dia takut Barrow yang bersama dengannya saat ini benar-benar bukanlah Barrow.


"Jika begitu, tidak ada jalan lain selain menjaga Lucia Devan dengan baik," ucap Barrow.

__ADS_1


"Yeah... Hanya itu yang bisa kita lakukan sampai bulan purnama tiba!"


"Jika begitu ayo kita pergi, aku mau pulang!" Barrrow melangkah pergi, Anna menatap Barrow yang terlihat aneh dengan tatapan curiga. Apakah dia benar-benar bukan Barrow? Terus terang dia khawatir iblis kembali memperdaya dirinya.


__ADS_2