
"Anna!" terdengar suara teriakan Nick memanggil Anna di hutan.
Sudah lima jam Anna tidak kembali, Nick mulai khawatir. Barrow juga tidak terlihat, hari pun sudah gelap. Rasanya jadi menyesal, seharusnya dia mengejar Anna tapi sekarang, dia khawatir Anna tersesat di hutan.
Nick tidak mencari sendirian, dia sudah melaporkan jika Anna menghilang di dalam hutan selama lima jam dan belum juga kembali namun hutan yang gelap dan rimbun karena ditumbuhi dengan pepohonan yang besar mempersulit pencarian.
Sebuah helikopter terbang di atas, menyinari hutan untuk mencari Anna. Mereka sudah menyelusuri tempat itu selama dua jam namun tidak ada hasilnya. Nick semakin cemas, seharusnya dia melaporkan perbuatan Barrow yang bersekutu dengan iblis agar hal buruk itu tidak terjadi dan seharusnya dia mengejar Anna. Sungguh dia sangat menyesal tidak melakukannya.
Dua ekor anjing pelacak dikerahkan untuk mencari Anna, anjing itu terus mengendus namun jejaknya terdapat diantara semak-semak yang tinggi sehingga membuat para polisi mulai menyelusuri semak-semak tersebut.
Cuaca di hutan pun kurang baik, hujan gerimis mulai mengguyur dan setelah itu hujan deras pun tidak bisa terhindarkan.
Mau tidak mau, pencarian dihentikan karena cuaca yang tidak memungkinkan. Nick tampak putus asa. Seluruh tubuhnya sudah basah kuyup. Dia tidak mau kembali dan ingin terus mencari tapi dia dicegah oleh beberapa petugas karena jika Nick nekad, justru dia yang akan tersesat di dalam hutan.
Nick mengumpat, bagaimana dia harus mengatakan hal itu pada ibu dan bibi Anna? Menyesal pun sudah tidak berguna, dia hanya bisa berharap besok mereka bisa menemukan keberadaan Anna.
Mau tidak mau Nick kembali, dia harus memberi kabar pada ibu Anna apa pun yang terjadi karena mereka pasti sangat mengkhawatirkan keadaan Anna yang tidak kembali. Dia harap Anna baik-baik saja dan tidak jatuh di dalam jurang karena di hutan itu terdapat jurang yang dalam tapi sayangnya Anna sudah berada di dalam jurang.
Anna tersadar dari pingsannya saat air hujan membasahi wajahnya. Anna meringis, seluruh tubuh terasa sakit. Dia merasa satu tangannya patah, Anna menarik tubuhnya walau dia tidak bisa melihat apa pun.
Cahaya dari kilat yang menyambar, membuatnya bisa melihat sekitar walau hanya sejenak. Sebuah pohon besar terlihat tidak jauh dari hadapannya saat cahaya kilat menyambar.
__ADS_1
Anna menarik tubuhnya menuju pohon itu di atas tanah yang basah dan melewati beberapa genangan air. Tubuhnya benar-benar sakit, entah dia bisa bertahan sampai besok atau tidak, dia tidak tahu. Luka di perut yang belum sepenuhnya sembuh total pun kembali terasa sakit, dia benar-benar merasa tubuhnya bagaikan dihantam dengan benda keras sebanyak puluhan kali.
"Sial.. Sial!" hanya itu yang bisa dia ucapkan sambil menarik tubuhnya menuju pohon besar.
Lagi-Lagi dia dikecoh oleh sosok yang menyerupai Nick. Tapi kenapa harus pria itu, kenapa? Kenapa tidak Barrow padahal dia sedang mencari Barrow? Apakah ada sesuatu yang tidak dia ketahui sehingga dia selalu dikelabui menggunakan sosok Nick untuk yang ketiga kalinya?
Entah berapa lama Anna menarik tubuhnya, dia tidak tahu yang pasti lelah luar biasa dan rasa sakit di seluruh tubuh yang dia rasakan.
Anna bersandar di pohon besar sambil mengatur napas, dia lelah, sangat lelah. Satu tangan memegangi tangan yang lain yang dia kira patah namun nyatanya sendi lengannya bergeser akibat terjatuh. Anna menggigit bibir, dengan sekuat tenaga Anna mendorong sendi lengannya yang bergeser ke dalam.
"Arrhgghhhh!!" teriakannya memecah heningnya malam dan teriakannya di susul dengan suara petir yang menggelegar.
Kabar hilangnya Anna di hutan sudah didengar oleh ibu dan bibinya. Mereka terkejut, ibu Anna tidak kuasa menahan air mata setelah mendapatkan kabar itu.
"Kenap kau tidak mencegahnya untuk berlari ke hutan?" teriak ibu Anan marah pada Nick.
"Aku sudah mencegahnya, Aunty. Tapi Anna tidak mau berhenti. Semua gara-gara Barrow, dia pemuja iblis!" ucap Nick.
"Apa?" ibu dan bibi Anna terkejut mendengar apa yang Nick katakan. Barrow pemuja iblis, sungguh mereka tidak mau percaya tapi bagaimana jika memang demikian?
"Seharusnya aku tidak mendengarkan permintaan Anna dan melaporkannya," Nick mengusap wajahnya, dia terlihat begitu menyesal. "Seharusnya aku menghubungi polisi sebelum lambang setan itu dibersihkan tapi sekarang, tidak ada lagi bukti yang bisa menjeratnya selain bangkai-bangkai binatang itu. Bangkai itu tidak akan membuktikan apa pun, bukti dirinya pemuja iblis pun sudah dihilangkan oleh Anna!" ucapnya lagi.
__ADS_1
"Apa maksud perkataanmu ini?" tanya bibi Anna.
"Barrow bersekutu dengan iblis, Aunty. Dia mengaku sebagai keturunan murni Mariana yang tidak bisa mati. Entah apa maksudnya aku tidak tahu!" ucap Nick, dia benar-benar putus asa.
"Apa?" ibu dan bibi Anna kembali terkejut, mereka pun saling pandang. Barrow keturunan murni Mariana? Bagaimana bisa?
"Apa kau percaya akan hal ini?" tanya ibu Anna pada adiknya.
"Entahlah, semua kemungkinan bisa saja terjadi. Jika Barrow benar-benar keturunan murni Mariana berarti kita sudah ditipu olehnya selama ini. Mungkin saja Barrow memang keturunan terakhir Mariana oleh sebab itu dia mengelabui Anna untuk mencari tahu apa yang akan Anna lalukan. Sekarang dia mulai menunjukkan diri karena malam bulan purnama sudah dekat tapi dia juga masih berusaha menipu Anna agar Anna bimbang karena bagi Anna dia rekan yang sudah banyak melewatkan banyak hal dengannya."
"Kau benar, tapi bagaimana jika Barrow hanya dimanfaatkan agar Anna mengira bahwa memang Barrow'lah keturunan murni lalu Anna membunuh Barrow? Aku rasa arwah jahat Mariana tidak saja menginginkann jiwa Anna tapi dia merasa Anna adalah ancaman terbesar yang bisa menggagalkan malam kebangkitannya. Jika Anna membunuh Barrow dan dengan kematiannya, maka kita menganggap keturunan murni Mariana sudah mati sehingga kita tidak perlu mencemaskan kebangkitan Mariana namun nyatanya, keturunan murninya masih hidup sehingga kebangkitannya tidak bisa dihentikan karena kita sudah mengira keturunan murninya sudah mati."
"Yang kau katakan sangat benar, Kak. Aku bisa memaklumi betapa pusingnya Anna akan hal ini karena dia harus bisa membedakan mana yang sebenarnya baik dan mana yang sesungguhnya jahat!"
"Sekarang bagaimana, Aunty. Aku takut Anna jatuh ke dalam jurang karena hutan itu memiliki banyak jurang!" ucap Nick.
Ibu Anna dan bibinya kembali terlihat khawatir, mau bagaimana? Mereka juga tidak tahu harus bagaimana? Mereka berdua diam, hanya bisa berharap Anna masih hidup dan bisa bertahan dan berharap besok bisa ditemukan. Merek juga berharap Anna bisa bertemu dengan roh pelindungnya di saat dia sedang terdesak dan berbicara dengan roh itu. Hanya itu saja yang bisa mereka harapkan karena mereka tidak mungkin pergi ke hutan untuk mencari Anna apalagi hujan yang mengguyur dangan deras juga petir yang tidak berhenti menyambar.
Anna terkejut saat suara petir yang menyambar begitu nyaring terdengar. Dia juga dikejutkan oleh sebuah pohon yang tersambar petir hingga terbakar, letak pohon itu tidak jauh darinya. Anna berusaha mengumpulkan kekuatan, dia mulai menggigil kedinginan.
Api yang membakar pohon yang baru saja tersambar petir membuat Anna bisa melihat sekitar pohon itu. Anna terkejut saat sosok wanita putih seperti keluar dari kobaran api. Siapa? Apakah itu adalah penunggu hutan? Ataukah itu sosok yang menyerupai Nick yang sudah mengelabuinya. Tiba-Tiba saja tubuh Anna menjadi kaku, dia tidak bisa bergerak bahkan lidahnya terasa kelu saat sosok itu melayang mendekatinya.
__ADS_1