Mistery Red Umbrella

Mistery Red Umbrella
Penglihatan


__ADS_3

Cemas, takut dan khawatir. Itulah yang sedang dialami oleh ibu dan bibinya. Tidka mereka saja, Barrow terlihat begitu khawatir. Dia mencoba mengingat, apakah saat terjatuh dia melihat Anna atau tidak tapi tempat gelap itu membuatnya tidak bisa melihat apa pun.


Anna sudah berada di kamar, lukanya sudah diobati. Anna masih hidup, namun jiwanya yang tidak kembali. Ibunya menangis tiada henti, sehingga sebuah cara diutarakan oleh sang bibi.


"Kakak, bagaimana jika kita melakukan ritual pemanggilan arwah."


"Maksudmu?"


"Kita harus memanggil jiwa Anna kembali, Kak. Raga Anna tidak boleh kosong lebih dari dua belas jam, itu sangat berbahaya!"


"Tidak, kita tidak begitu tahu bagaimana caranya. Jika kita melakukan kesalahan, maka jiwa yang terpanggil bukanlah jiwa Anna dan kita bisa membunuh Anna dalam keadaannya yang tidak sadar."


Sang bibi menunduk, hanya cara itu saja yang terpikirkan. Mereka juga tidak bisa diam saja melihat keadaan Anna karena jiwanya juga sedang terancam saat ini.


"Please, Anna. Jangan membuat kami takut," ucap ibunya.


Barrow melangkah mondar mandir, jika dia mengatakan akan memberikan vocer makan pada Anna, apakah jiwa Anna akan kembali? Rasanya ingin melakukannya, voucer makan plus pria tampan, mungkin jiwanya akan langsung kembali. Ck, bukan saatnya bercannda.


Saat itu, Anna terlempar ke tempat yang tidak asing baginya. Anna melihat sekeliling, kenapa dia bisa berada di rumah tua yang ada di tengah hutan itu? Aneh, Barrow bahkan tidak terlihat.


Anna melangkah maju, tiba-tiba saja rumah tua itu berubah dan terlihat begitu bagus. Anna semakin heran, apa itu semacam sebuah penglihatan?


Dia berusaha mencari keberadaan Barrow namun dia dikejutkan oleh para gadis yang tiba-tiba saja berjalan menembus tubuhnya.


Anna semakin dibuat heran, dia ingin kembali melangkah untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi namun seorang gadis cantik yang tiba-tiba berdiri di sisinya justru mengagetkan dirinya.


"Sebaiknya kau tidak melangkah lebih jauh lagi!"


Anna berpaling, gadis yang berdiri di sisinya tampak tidak asing.


"Apa maksudnya ini?" tanyanya.


"Tempat ini dikutuk, semua yang ada di sini dikutuk. Kotak yang kau ambil pun dikutuk. Tidak seharusnya kau mengambil kotak itu karena risikonya sangat besar."


"Apa maksudnya itu dan apa maksud penglihatan yang kau tunjukkan padaku ini. Siapa kau sebenarnya? Kau yang menolong aku saat aku akan terperosok ke dalam lubang itu, bukan?" Anna mencerca gadis itu dengan begitu banyak pertanyaan karena dia ingin tahu.

__ADS_1


"Kau harus memecahkan misteri ini, Anna. Rumah ini, tidak seharusnya ada. Ini seperti gerbang antara dunia manusia dan dunia kami. Orang yang membangun rumah ini sengaja untuk bersekutu dengan setan dan kau sudah ditakdirkan untuk memecahkan misteri ini bahkan anakmu kelak tidak akan luput dari kutukan!"


"Jangan bicara sembarangan, aku bahkan belum menikah!" ucap Anna kesal. Jangan sampai anaknya juga memiliki kemampuan yang dia miliki tapi mendengar ucapan gadis misterius itu, sepertinya itu bukanlah hal yang mustahil.


"Musuh ada di depan matamu, Anna. Jangan lengah. Dia menjelma untuk mengelabuimu agar kau tidak tahu jika dialah pelakunya. Berhatilah-hatilah pada orang yang terlihat baik namun sesungguhnya, dialah orang yang paling harus kau waspadai dan orang itu ada di sekitarmu!!" gadis itu melangkah, menjauhi Anna.


"Tunggu, siapa yang kau maksud?" Anna hendak mengejar tapi tiba-tiba saja ada angin yang bertiup kencang sehingga membuat pandangannya buram.


"Sudah waktunya kau kembali, aku tidak bisa menunjukkan begitu banyak," ucap gadis itu.


"Kenapa kau memberikan aku penglihatan ini?" Anna berusaha menghalangi angin yang bertiup menggunakan lengan agar pandangannya tidak terhalang namun sulit. Semakin lama angin itu semakin kencang, suasana di sekitar Anna mendadak menjadi gelap gulita. Dia seperti kembali ke dunia di mana dia bersama Barrow lalu dia merasa ada sesuatu yang menarik tubuhnya.


Anna berteriak, bagaikan kilatan yang begitu cepat, dia merasa seperti menghantam sesuatu tapi tidak sakit sama sekali karena saat itu jiwanya tertarik dan kembali ke raganya.


"Tidak!" Anna berteriak keras, tentunya teriakannya mengejutkan ibu dan bibinya serta Barrrow.


"Anna!" Mereka berteriak dan berlari menghampiri Anna yang sudah terduduk di atas ranjang dan tampak terengah.


"Anna, apa ini kau? Apakah itu kau?" tanya ibunya karena dia khawatir yang berada di tubuh putrinya saat ini bukanlah Anna.


"Mom, bisakah pelan-pelan? kepalaku sakit," ucap Anna.


"Mom, kau bisa membunuh aku," ucapnya.


"Maaf, Sayang. Mommy terlalu senang. Sekarang berbaringlah," ucap ibunya seraya melepaskan pelukannya.


"Mana Barrow, apa dia sudah kembali?"


"Aku berdiri di depan matamu, apa kau tidak melihat?" ucap Barrow.


"Oh, aku kira kau iblis wajah meleleh itu," ucap Anna bercanda.


"Menyebalkan, dari mana kau tahu jika aku yang asli?" Barrow duduk di sisi ranjang.


"Mudah saja, kau lebih mesum dari pada iblis itu!" ucap Anna.

__ADS_1


"Sembarangan, tapi sepertinya kau benar."


Anna tersenyum, sesungguhnya bukan karena hal itu saja yang membuatnya bisa mengetahui mana Barrow yang asli.


"Iblis yang menyerupaimu berkata seolah-olah dia rela berkorban untukku agar aku tidak terjebak di dunia itu, Barrow. Dia ingin mengelabui aku agar aku salah memilih tapi satu hal yang tidak dia sadari, sejak awal aku tidak pernah berbicara tentang cahaya yang akan menjadi jalan keluar kita tapi dia meminta aku pergi ke arah cahaya itu. Dengan otak mesum mu itu, aku yakin kau tidak tahu akan keberadaan cahaya itu dan kenapa cahaya itu bisa berada di sana!" jelas Anna.


"Kau benar, aku kira kau akan membakar aku di sana!"


Anna tersenyum tapi pikirannya tertuju pada penglihatan yang dia lihat dan gadis yang sudah menolong juga pada perkataannya.


"Apa yang terjadi padamu, Anna. Kenapa kau tidak langsung kembali bersama dengan rekanmu?" tanya bibinya.


"Ada yang mengajak aku jalan-jalan sebentar, Aunty," ucapnya bercanda.


"Bukan waktunya bercanda," ucap bibinya.


"Kotak itu," Anna menghentikan ucapannya. Apa dia kembalikan saja kotak itu ke rumah tua itu?


"Tidak perlu khawatir, karena kau sudah sadar dan baik-baik saja maka Aunty akan pulang untuk mencari buku Nenek. Ibumu akan menjagamu di sini dan kau, ikut denganku," ucap sang bibi pada Barrow.


"Baiklah, Aunty," ucap Barrrow.


"Jangan memanggil aku Aunty, kapan aku menikah dengan pamanmu?" ucap bibi Anna kesal.


"Sebentar lagi aku akan menikah dengan Anna, Aunty. Jadi mulai sekarang aku akan memanggilmu seperti itu."


"Yang menikah dengan Anna harus memiliki sebuah kapal pesiar!"


"What? Oh, aku hanya punya perahu karet yang kecil," ucap Barrrow.


"Jika begitu, ditolak!!" bibi Anna menarik Barrow keluar dari kamar. Mereka harus bergegas sebelum gelap karena firasatnya buruk jika malam sudah tiba.


"Beristirahatlah, Mommy akan menjagamu," ucap ibunya.


"Maaf sudah membuat Mommy khawatir."

__ADS_1


"Tidak apa-apa, yang penting kau sudah kembali pada kami."


Anna tersenyum dan memejamkan mata, dia kembali teringat perkataan gadis yang dia temui. Gadis itu berkata jika musuh ada di depan mata dan ada di sekitarnya. Sesungguhnya siapa yang dimaksud oleh gadis itu? Sungguh dia sangat ingin tahu tapi yang ada di sekitarnya ada banyak.


__ADS_2