
Nick terkejut melihat keadaan Anna saat dia sudah tiba. Anna diam saja, tidak merespon perkataan ibu dan bibinya. Anna benar-benar bagaikan cangkang kosong yang tidak bisa mendengar juga merespon.
Ibu Anna menangis tiada henti, keadaan putrinya tidak berubah sama sekali. Dokter sudah memeriksa keadaan Anna dan mereka berkata jika Anna mengalami shock saja karena jatuh ke dalam dasar jurang.
Ibu dan bibi Anna tidak mempercayai hal itu. Sebelum Anna tersadar, mereka mendengar teriakan Anna bahkan Anna merespon saat mereka memanggil namun saat Anna sudah sadar keadaannya justru seperti itu.
"Apa yang terjadi pada Anna, Aunty?" tanya Nick. Kedua tangan memegangi tangan Anna, Nick juga memandangi mata Anna yang terlihat kosong.
"Kami tidak tahu, Nick. Anna sudah terlihat seperti itu begitu dia sadar," ucap ibu Anna.
"Apa dia tidak merespon apa pun?" tanya Nick lagi. Aneh, kenapa Anna jadi seperti itu? Apa yang telah terjadi di hutan?
"Anan, apa yang terjadi denganmu?" tanya Nick.
Anna diam membisu, tidak merespon sama sekali. Nick sangat bingung dibuatnya, Anna benar-benar seperti tidak bersama dengan mereka.
"Apa dokter sudah memeriksa keadaannya?" tanya Nick pada ibu dan bibi Anna.
"Tentu saja sudah, dokter berkata Anna sedang shock oleh sebab itu dia jadi seperti ini," ucap sang bibi.
"Shock bagaimana? Tidak mungkin Anna mengalami shock. Lagi pula dia tidak akan jadi seperti ini hanya karena shock saja!" ucap Nick tidak percaya.
"Kami juga tidak tahu, Nick. Keadaan Anna tidak seperti ini sebelumnya."
"Maksud Aunty?"
"Sebelum sadar, dia bermimpi buruk. Anna berteriak seperti ketakutan. Kami berusaha membangunkannya dan ketika dia sudah sadar, dia justru jadi seperti ini," ucap ibu Anna.
Rasa kesedihan tidak bisa mereka bendung. Anna hanya terbaring dengan mata terbuka, tidak bergerak dan tidak menunjukkan reaksi apa pun. Karena keadaannya itu, Anna harus di infus agar tubuhnya mendapatkan cairan.
__ADS_1
Suasana hening, tidak ada yang mengerti sama sekali dengan keadaan Anna. Anna bahkan terlihat tertidur, seperti tidak terjadi apa pun padanya.
"Apa Anna mengalami benturan di bagian kepala sehingga membuatnya seperti ini, Aunty?" tanya Nick lagi. Sungguh dia tidak bisa mempercayai apa yang sedang terjadi dengan Anna.
"Tidak, memar hanya terdapat di bagian tubuhnya saja. Kami sudah meminta dokter memeriksa semuanya tapi tidak ada benturan di bagian kepala," jelas ibu Anna.
"Aneh," ucap Nick. Tatapan mata melihat ke arah Anna yang tertidur.
"Bagaimana ini, Nick. Kami bingung?" ucap ibu Anna.
Nick terlihat tidak tega, apa yang bisa dia lakukan? Keadaan Anna di luar akal sehat mereka. Nick melihat ke arah ibu dan bibi Anna yang begitu khawatir, sungguh dia tidak tahu harus melakukan apa.
"Sebaiknya kita bawa Anna pulang, kak."
"Pulang ke rumah Mommy?"
"Ya, kita bisa merawat Anna dengan baik di sana. Kita akan mencari tahu apa yang telah terjadi. Aku rasa keadaan Anna akibat ulah si iblis. Aku khawatir jiwa Anna sedang dibelenggu saat ini jadi sebaiknya kita membawa Anna pulang. Di sana ada jimat, iblis apa pun tidak akan bisa mengganggu Anna."
"Kenapa harus dibawa pulang, Aunty?Bagaimana jika Anna di rawat di rumah sakit pribadi keluargaku saja," ucap Nick.
"Maaf, Nick. Kami harus melakukannya. Raga Anna yang kosong seperti ini sangat berbahaya karena bisa ada yang merasuki jiwanya dan mengambil alih raganya dengan mudah. Kami harus segera membawanya pulang dan membentengi dirinya agar tidak ada arwah jahat yang mengambil alih tubuhnya."
"Jika Anna dibawa pergi, bagaimana aku bisa menjenguknya, Aunty," ucap Nick.
"Tidak perlu khawatir, kau bisa menjenguknya karena rumah kami tidaklah begitu jauh."
"Baiklah, jika memang itu yang terbaik untuk Anna," ucap Nick.
Keputusan sudah diambil, bibi Anna segera mengurus administrasi. Ibu Anna dan Nick mempersiapkan semuanya dan tidak butuh waktu lama, Anna dibangunkan dan dibawa pergi dari rumah sakit.
__ADS_1
Anna seperti orang normal, dia bisa berjalan, dia juga seperti mengeri saat diminta untuk duduk. Hanya satu saja yang tidak bisa dia lakukan, dia tidak bisa merespon. Mereka pulang terlebih dahulu, semua barang-barang Anna diambil. Tidak lupa buku tua sang nenek juga mereka bawa.
Nick berada di mobil, dia terlihat begitu berat melepaskan kepergian Anna tapi dia tidak bisa mencegah apa yang akan dilakukan oleh ibu dan bibi Anna karena apa yang mereka lakukan adalah demi kebaikan Anna.
Kedua tangan Anna digenggam, tatapan mata Nick tidak lepas dari wajah Anna bahkan satu tangannya sudah berpindah ke wajah Anna dan mengusapnya perlahan.
"Aku akan sangat merindukan dirimu, Anna. Aku harap kau cepat kembali, apa pun yang terjadi denganmu. Setelah ini aku akan membantumu menyelesaikan kasus yang sedang kau hadapi, aku akan membantumu mencari Barrow dan menangkapnya karena dialah dalang yang telah membuatmu jadi seperti ini. Apa pun yang kau hadapi, kita selesaikan berdua dan setelah semua selesai, menikahlah denganku," ucap Nick. Satu tangan Anna diangkat dan dicium.
"Aku mencintaimu dan serius denganmu, aku ingin kau menikah denganku setelah ini," ucapnya namun tidak ada respon dari Anna.
Anna bagaikan patung, ekspresi wajahnya tampak datar. Nick mengumpat dalam hati, semua gara-gara Barrow. Pasti gara-gara pria itu sehingga Anna jadi seperti ini.
"Aku tidak sanggup melihat keadaanmu yang seperti ini!" Nick memeluk Anna dengan erat, rasa sesal kembali memenuhi hati. Seharusnya dia mengejar Anna, mungkin Anna tidak akan jadi seperti itu.
"Aku mencintaimu, Anna. Aku harap kau segera kembali!!"
Ibu dan bibi Anna melihat dalam diam, pria itu benar-benar terlihat begitu serius dengan Anna. Mereka harap keinginan Nick dapat tercapai.
Semua barang-barang sudah dibawa ke dalam mobil. Tidak ada yang tertinggal. Nick tampak enggan keluar dari mobil, wajah Anna kembali diusap lalu bibirnya dikecup perlahan. Rasa sedih memenuhi hati karena tidak ada respon sama sekali. Mau tidak mau Nick keluar dari mobil karena ibu dan bibi Anna sudah akan pergi.
"Tolong kabari aku jika keadaannya sudah baik-baik saja, Aunty," ucap Nick.
"Pasti, kau bisa datang kapan saja untuk menjenguknya," ucap bibi Anna.
"Besok aku akan menjenguknya bersama dengan Lucia."
"Kami tunggu," sebelun pergi, mereka berterima kasih pada Nick yang sudah banyak membantu dalam pencarian Anna. Mereka juga memeluk pemuda itu sebelum berpisah.
Nick memperhatikan kepergian mereka, dia harap semua baik-baik saja dan berjalan sesuai dengan rencana. Setelah Anna dibawa pergi, Nick pun kembali.
__ADS_1
Anna dibawa oleh ibu dan bibinya kembali ke rumah almarhum neneknya. Anna masih seperti itu, seperti cangkang kosong. Dia masih tidak merespon ibunya yang berbicara di sisinya tapi apakah jiwanya benar-benar pergi dari raganya ataukah itu hanya trik yang dimainkan oleh Anna untuk menipu arwah Mariana?! Tipuan atau nyata, yang pasti dia masih tidak merespon apa pun bahkan dia seperti boneka hidup.