Mistery Red Umbrella

Mistery Red Umbrella
Potongan Teka Teki


__ADS_3

Mereka sudah tiba di rumah dinas yang belum pernah ditinggali oleh Anna sama sekali. Rumah itu tidak terlalu besar namun cukup untuk mereka bertiga. Tidak ada yang tahu rumah dinas tersebut, Barrow pun tidak tahu karena Anna tidak pernah mengatakan akan keberadaan rumah yang dia dapat.


Setelah tiba Anna dan bibi juga ibunya sibuk memasang jimat yang mereka ambil dari rumah sebelumnya. Semoga kali ini tidak terjadi sesuatu karena mereka sudah tidak memiliki tempat aman lagi.


Selama memasang jimat, Anna memikirkan perkataan neneknya tentang pemuda yang harus dia waspadai. Siapa yang neneknya maksud? Apakah Nick ataukah pemuda yang lain?


Tapi dia rasa bukan Nick karena dia yakin Nick tidak mungkin melakukan hal itu. Anna memasang jimat di kamarnya, entah kenapa kecurigaannya justru tertuju pada Barrow. Dia tahu Barrow masih berada di luar sana dan masih diperdaya oleh Mariana. Selain Barrow, tidak ada lagi tersangka lain yang akan melakukan hal seperti itu.


"Anna, bisa kita bicara sebentar," tanya ibunya yang sudah berada di dalam kamar.


"Ada apa, Mom?" Anna turun dari tangga yang sedang dia naiki karena dia sedang memasang jimat di dekat jendela.


"Tadi kau memangggil nenekmu, apa kau melihat nenek di rumah?"


"Yes, Mom. Nenek pula yang meminta kita untuk pergi dan berkata kita sudah tidak aman lagi tinggal di sana."


"Kenapa? Siapa sebenarnya yang memporak-porandakan rumah kita, Anna?"


"Aku rasa itu Barrow, dia pasti sedang diperdaya oleh arwah jahat Mariana."


"Barrow, untuk apa dia menghancurkan rumah nenek?"


"Entahlah," tatapan mata Anna berpaling dan jatuh pada buku milik neneknya. Dia tampak berpikir sejenak dan tiba-tiba dia jadi tersadar, apa Barrow mendapat perintah untuk mendapatkan buku tersebut? Jangan katakan tebakannya benar dan jika benar, berarti Mariana menganggap buku itu berbahaya untuknya.

__ADS_1


"Mom, ada yang harus aku lakukan. Nanti aku akan keluar untuk membantu kalian," ucapnya.


"Baiklah, tidak perlu dipikirkan. Mommy dan Aunty bisa memasang semua jimat itu di rumah," ucap ibunya.


"Thansk, Mom," Anna segera melangkah menuju tasnya dan mengambil kaca mata dari sana. Buku neneknya diambil dan dibawa didekat jendela agar dia dapat membaca buku itu dengan jelas. Dia memang belum membaca seluruh isi buku tersebut, semoga saja dia mendapatkan petunjuk.


Lembar buku dibuka, Anna mencari halaman terakhir ketika dia membaca buku itu di mana informasi kotak misterius berada. Jika neneknya bisa menulis tentang kotak misterius itu, neneknya pasti menuliskan yang lainnya juga.


Anna mulai serius membaca namun dia dikejutkann oleh sosok neneknya yang sedang duduk di hadapannya secara tiba-tiba. Neneknya tersenyum lembut, tangannya seperti menyentuh tangan Anna tapi Anna tidak bisa merasakannya.


"Kau sudah dewasa, Anna. Sekarang kau harus menuntaskan semuanya dan menghentikan kebangkitan Mariana," ucap sang nenek.


"Aku sedang berusaha, Nenek. Aku sedang mencari petunjuk akan keberadaan pisau Artsbon itu," jawabnya.


"Nenek pernah mendengar hal ini, Anna. Lanjutan dari teka teki yang diberikan oleh roh pelindungmu."


"Yes, tidak semua roh mengetahuinya. Nenek mendapatkan lanjutan teka teki ini saat nenek bertemu dengan seseorang. Nenek mencatatnya tapi tidaklah lengkap."


Begitu mendengar ucapan sang nenek, Anna membalik lembar buku. Tangan neneknya menunjuk ke salah satu halaman yang telah terbuka. Anna melihat neneknya sejenak lalu dia melihat ke arah buku itu lagi. Sebuah mantera ditulis oleh neneknya, gambar pohon besar dan gadis pembawa pelita juga dibuat oleh neneknya. Anna kembali melihat ke arah sang nenek karena dia tidak mengerti dengan kedua gambar tersebut.


"Apa maksudnya ini, Nenek?" tanya Anna.


"Dengarkan kelanjutan dari teka teki ini, tempat itu sempit tapi tidaklah sempit tapi tempat itu akan terbuka saat tengah malam. Tempat istimewa yang jika dilihat oleh orang awan hanya terlihat biasa saja. Tidak semua yang bisa melalui tempat itu, hanya dia yang istimewa. Sekilas seperti tempat biasa tapi tempat itu adalah tempat istimewa bagi yang tinggal di sana dan tempat itu adalah penghubung dua dunia. Itu kelanjutannya. Nenek rasa kau bisa mememecahkannya.

__ADS_1


Anna mengernyitkan dahi, berusaha mencerna lanjutan teka taki yang neneknya berikan. Tempat penghubung dua dunia? Dia masih mengingat-ngingat namun tidak lama kemudian, Anna seperti teringat sesuatu.


"Apakah tempat itu?"


"Yes, Anna. Kau sudah pernah pergi ke sana. Nenek belum selesai menulis bagian lainnya tapi kau harus membaca mantera itu jika kau ingin masuk ke dalamnya," jawab neneknya. Sepertinya cucunya sudah sadar.


"Oh my God," Anna merasa bodoh dan tidak percaya. Ternyata tempat itu tidaklah jauh tapi dia justru pergi ke gereja. Sungguh membuang waktunya dan bodohnya dia tidak menyadari hal itu.


"Bawa jimat itu dan berhati-hatilah pada pemuda itu karena dia yang akan menghalangi langkahmu."


"Terima kasih, Nenek. Terima kasih atas bantuannya, aku sungguh tidak memahami apa pun. Kali ini aku tidak akan membuat kesalahan dan terjebak dengan ilusi yang dibuat oleh Mariana lagi."


"Itu memang harus kau lakukan, Anna. Dulu aku tidak bisa melindungi kembaranmu tapi sekarang, aku akan berusaha membantumu."


"Aku juga, Anna," tiba-tiba saja roh pelindungnya sudah berada di sisinya, "Aku akan selalu bersama denganmu sampai akhir," ucap roh pelindungnya lagi.


"Terima kasih," Anna tersenyum, dia benar-benar terbantu oleh roh neneknya dan roh pelindungnya.


Sepertinya malam ini dia harus bergerak karena tempat itu hanya terbuka saat tengah malam saja. Dia tidak boleh menunda karena bahaya berada di mana-mana di saat waktu yang sudah semakin dekat. Dia juga berharap tidak bertemu dengan Barrow karena dia takut mereka akan saling bunuh saat bertemu. Sepertinya dia harus membuat sebuah rencana. Yeah, sebuah rencana untuk mencegah Barrow jika dia bertemu dengan Barrow.


Sosok neneknya sudah menghilang, begitu juga roh pelindungnya. Anna mengambil sebuah buku karena dia ingin menyalin mantera yang dituliskan oleh neneknya. Gambar gadis yang membawa pelita itu, apa maksudnya? Apa dia harus membawa pelita atau apa?


Tidak, dia yakin bukan itu maksudnya. Dia rasa gadis yang membawa pelita itu yang akan menuntunnya untuk masuk. Walau dia belum yakin dia akan masuk ke mana tapi firasatnya mengatakan dia harus masuk ke dalam dunia orang mati. Sangatlah masuk akal Mariana menyembunyikan keberadaan pisau dan payung terkutuk yang membelenggu jiwa Natalie di dunia yang tidak bisa dijamah oleh manusia.

__ADS_1


Mariana pasti menyimpan benda itu di sana oleh sebab itu tidak ada satu orang pun yang bisa menemukannya tapi yang namanya rahasia, pasti akan ketahuan juga.


Setelah mencatat mantera di sebuah buku, Anna mengambil satu jimat dan meletakkannya di buku milik neneknya. Entah berguna atau tidak, dia hanya mencoba. Sebaiknya sekarang dia menyelesaikan pekerjaan memasang jimat agar Mariana tidak mengetahui keberadaannya dan tidak mengetahui keberadaan ibu dan bibinya kerena dia takut, ibu dan neneknya terancam saat dia pergi mencari pisau dan payung terkutuk itu karena dunia manusia dan dunia gaib tidaklah sama.


__ADS_2