
Anna benar-benar kesal, hantu itu datang tanpa diundang. Padahal dia benar-benar ingin menikmati waktunya tapi lihatlah, hantu seorang wanita menangis dan mengharapkan bantuannya. Dia tahu dia tidak boleh menolak permintaan tolong dari orang lain atau pun dari hantu, dia harus membantu siapa saja yang memerlukan bantuannya.
Hantu itu berdiri di sisi ruangan di kamar Anna, menangis dan terdengar menakutkan. Barrow sampai menutup telinga karena dia bisa mendengar suara tangisan dari hantu itu. Sepertinya inilah yang dialami oleh Anna saat berhadapan dengan hantu.
"Suruh dia diam, Anna!" pinta barrow dengan kesal.
"Kenapa harus aku? Kau bisa mendengarnya jadi kau bisa berbicara dengannya!" ucap Anna.
"Ayolah, aku tidak mau berbicara dengan hantu!"
"Jadi aku yang harus berbicara dengannya, begitu?"
"Kau yang membawanya jadi kau yang harus berbicara dengannya!"
"Wah, sepertinya nilaimu harus dikurangi satu poin!" ucap Anna.
"Poin, what?" tanya Barrow tidak mengerti.
"Aku akan memberikan nilai untukmu, Barrow. Jika kau membuat aku senang maka kau akan mendapat satu poin tapi jika kau membuat aku kesal maka nilaimu akan berkurang!"
"Apa? Kenapa harus menggunakan nilai?" Barrow tampak tidak terima.
"Jika kau keberatan maka aku akan pergi mencari pria tampan di luar sana," goda Anna.
"Oke, baiklah. Jika kau melakukannya maka sia-sia kedatangan kita ke sini."
"Jadi?" Anna tersenyum lebar.
"Baiklah, aku yang bertanya!" dia harus berani menghadapi hal ini. Dia harus menunjukkan pada Anna jika dia memiliki keberanian. Sesungguhnya itulah yang Anna mau, sebab itu Anna meminta Barrow yang berbicara dengan hantu itu karena dia ingin Barrow tidak terlalu penakut untuk hal demikian lagi.
"Hm, apa yang kau inginkan dari kami?" tanya Barrow pada hantu wanita yang mengerikan itu.
"Tolong bantu aku, aku sudah lama menunggu kedatangan orang yang bisa melihat aku dan ini pertama kali kamar itu dibuka setelah sekian lama," ucap hantu wanita tersebut.
"Apa yang terjadi padamu? Apa kau mati karena dibunuh?" ini kali pertama Barrow menginterogasi hantu.
"Mereka memperlakukan aku dengan begitu keji," kepala hantu itu berputar ke belakang lalu jatuh ke samping sehingga membuat barrow berteriak karena terkejut.
"Sialan, jangan memperlihatkan wajah mengerikan dan leher hampir lepasmu itu!" teriak Barrow marah.
__ADS_1
"Hi... Hi.. Hi... Hi..!" hantu itu justru memperdengarkan tawa mengerikannya.
"Jangan tertawa!" teriak Barrow lagi tapi hantu itu kembali tertawa dengan nyaring seperti sengaja menakuti Barrow.
"Jangan takut, Barrow. Jika kau takut maka dia semakin sengaja menakuti dirimu!" Anna semakin kesal, niat liburan tapi masih saja mempertemukan dirinya dengan hantu.
"Sebaiknya kita pindah hotel, Anna. Aku tidak mau berada di sini!"
"Aku juga tidak tapi percayalah, dia akan mengikuti kita ke mana pun kita pergi sampai kita membantunya."
"Jadi apa yang harus kita lakukan?" Barrow tampak frustasi.
"Sebab itu kau harus mencari tahu apa yang hantu itu inginkan? Dia ada di kamarmu, jika kau tidak mau membantunya maka aku akan tidur dengan nyaman dan tidak mempedulikan kau dengan hantu itu!"
"Oh, no. Jangan lakukan!" tolak Barrow. Sepertinya mau tidak mau dia harus membantu hantu mengerikan itu.
Anna bukannya tidak mau membantu, dia hanya ingin Barrow tidak sepenakut seperti saat ini karena jika dia semakin takut maka hantu atau apa pun akan sengaja menakuti dirinya.
"Sekarang apa yang kau inginkan?" tanya Barrow pada hantu itu.
"Ikut aku kembali ke kamar itu," pinta hantu itu.
"Ikut saja, Barrow. Mungkin dia ingin menunjukkan sebuah petunjuk padamu!" ucap Anna.
"Ck, baiklah!" Barrow beranjak, lagi-lagi harus terlibat dengan hantu, "Ayo cepat!" ucapnya lagi.
Barrow melangkah keluar, sedangkan hantu itu mengikuti langkahnya. Barrow masih bisa melihat hantu itu saat berada di kamar tapi semakin dia menjauh dari kamar Anna, hantu itu tidak terlihat. Dia hanya bisa merasakan kehadirannya saja. Aneh. Karena penasaran, Barrow kembali ke kamar Anna dan benar saja dugaannya, dia bisa melihat hantu itu saat berada di dekat Anna saja.
"Ada apa?" tanya Anna tidak mengerti.
"Tidak! Ck, aku hanya bisa melihatnya saat bersama denganmu saja. Sepertinya aku harus berpikir seratus kali untuk membuatmu jatuh cinta padaku!" Barrow menarik tangan Anna supaya Anna ikut agar dia bisa melihat hantu mengerikan tersebut.
"Apa kau sudah menyerah?" tanya Anna. Mungkin saja dengan kejadian ini Barrow akan menyerah.
"Tidak ada kata menyerah dalam kamus kehidupan Barrow. Mau hantu usus, hantu nenek-nenek, hantu apa pun tidak akan membuat aku menyerah. Anggap ini tantangan yang mendebarkan untuk mendapatkanmu!"
"Sepertinya yang berdebar justru dirimu, bukan aku!" diam-diam Anna tersenyum setelah mengatakan hal itu. Dia ingin lihat, sejauh mana Barrow serius dengannya.
"Ck, setelah ini aku akan membuatmu berdebar di dalam kamar!"
__ADS_1
Mereka kembali masuk ke kamar yang seharusnya di tempati oleh Barrow. Hantu itu sudah menunggu di sana, kembali ke tempat semula di mana pertama kali Anna melihatnya. Barrow dan Anna melihat sekeliling kamar, untuk mencari petunjuk.
"Katakan, apa yang terjadi denganmu?" tanya Anna. Hantu itu pasti mati di kamar itu.
"Mereka membunuh aku, lalu menyembunyikan aku di sini," hantu itu menunjuk ke arah dinding.
"Jadi jasadmu ada di dalam?" kini Barrow yang bertanya.
"Setelah menyembunyikan tubuhku, kamar ini ditutup dan tidak pernah dibuka selama dua tahun lamanya. Ini pertama kali dibuka setelah sekian lama. Oleh sebab itu, tolong tegakkan keadilan untukku agar keluargaku dapat menguburkan jasadku dengan layak dan agar mereka tahu penyebab kematianku," pinta hantu itu.
"Setelah ini, apa kau akan mengganggu kami lagi?"
"Tidak, aku tidak akan mengganggu kalian berdua setelah kalian membantu aku."
"Siapa pelakunya?" Anna sudah melangkah menuju dinding dan mengetuknya. Suara ketukan jari menunjukkan jika di dalam dinding itu seperti ada ruang kosong.
"Ikutlah denganku," pinta hantu itu.
Anna dan Barrow saling pandang, mau tidak mau mereka mengikuti hantu tersebut. Hantu itu menuntun mereka pada seorang pria yang tampak sedang sibuk. Anna dan Barrow melihat pria itu dari balik tempat mereka bersembunyi agar tidak ketahuan.
"Dialah dalang yang telah membuat aku mati!" hantu itu menatap pria itu dengan tatapan penuh kebencian.
"Manager hotel?" tanya Barrow tidak percaya.
"Benar, dia tidak sendiri. Ada dua orang lainnya yang membantunya ketika dia membunuh aku dan menyembunyikan jasadku di dalam dinding kamar."
"Bagaimana bisa?" Barrow tampak tidak percaya.
"Ayo kita kembali," Anna menarik tangan Barrow dan mengajaknya pergi.
"Apa yang akan kita lakukan, Anna?"
"Buat rencana untuk mengungkap kasus kejahatan yang pria itu lakukan. Kau tidak perlu pindah, tidurlah di kamar itu untuk malam ini."
"Apa kau bercanda? Aku tidak mau!" tolak Barrow.
"Lakukan Barrow!" perintah Anna.
Hantu yang terbang di depan mereka memutar kepalanya hingga ke belakang dan jatuh kesamping, hantu itu pun mengedipkan mata serta memainkan rambutnya untuk menggoda Barrow. Pria itu mengumpat, sial. Bukannya tidur dengan Anna tapi malam pertama mereka di Hawaii justru harus dia lewati dengan hantu penasaran yang mengerikan.
__ADS_1