
Barrow sudah membuat dua buah obor dengan alat seadanya. Dedaunan yang basah tidak bisa mereka gunakan sama sekali sehingga mau tidak mau Barrow merobek sedikit bajunya. Cukup sedikit saja yang dia perlukan, mereka memerlukan obor itu untuk mengusir binatang. Jangan sampai mereka kembali diserang oleh binatang buas.
Obor sudah berada di tangan, mereka pun mulai melanjutkan perjalanan mereka. Suara burung hantu kembali terdengar, air hujan yang berada di dedaunan menetes karena tertiup angin. Udara dingin pun berhembus, mereka kembali melangkah dengan hati-hati karena jalanan yang begitu licin.
Sekarang yang ditakutkan oleh Barrow bukan hantu lagi, melainkan binatang buas. Semoga saja tidak ada lagi, apalagi ular besar yang hampir menelannya. Tiba-Tiba saja dia merasa berada di hutan Amazon, petualangan mencari makam dan bertemu dengan Anaconda. Sepertinya bisa dijadikan film Anaconda terbaru dan mereka yang akan menjadi aktor dan aktrisnya.
"Cepat, Barrow!!" ucap Anna karena Barrow begitu lama.
"Aku sedang membayangkan kita sedang bermain film, Anna," ucap Barrow.
"Jangan banyak mengkhayal, setan paling suka orang yang banyak berkhayal karena mudah dirasuki!" Anna mulai menakuti.
"Tidak perlu menakuti aku!" ucap Barrow dengan nada bicara tidak senang.
"Untuk apa aku menakuti dirimu? Apa kau tidak tahu kenapa Mariana begitu mudah memperdaya dirimu? Itu semua gara-gara kau terlalu banyak mengkhayal!" ucap Anna asal.
"Be-Benarkah?" Barrow tampak mempercayai ucapan Anna.
"Kau bisa menilainya sendiri!" Anna melangkah cepat, melewati Barrow.
Barrow berdiri di tempat, tengkuk pun diusap. Tiba-Tiba dia merinding karena ucapan Anna, mulai sekarang sebaiknya dia tidak banyak berkhayal.
"Anna, tunggu aku!" teriak Barrow seraya mengejar Anna yang sudah melangkah ke depan.
"Cepat, jika tidak akan aku tinggal!"
Barrow semakin berlari dengan cepat, perasaan takut semakin dia rasakan sehingga dia kembali berjalan di depan Anna.
"Menyebalkan, jangan tinggalkan aku!" ucap Barrow.
Anna tersenyum, Barrow pasti takut sehingga berlari seperti itu. Mereka terus melangkah maju menyelusuri hutan yang semakin lebat. Angin yang berhembus terasa berbeda, pepohonan bergerak karena hembusan angin itu sehingga suara dahan pohon yang saling bergesek membuat merinding.
Kabut tebal mulai menghalangi pandangan mereka, Barrow melangkah dengan hati-hati begitu juga dengan Anna karena mereka bisa tersesat akibat kabut tersebut.
"Barrow," Anna memanggil dengan pelan untuk menakuti Barrow.
"Apa?" Barrow bertanya namun tidak berpaling.
"Apa kau ingin ikut denganku ke alam baka, Barrow?"
"Ck... tidak lucu, Anna!" ucap Barrow kesal.
__ADS_1
"Hi.. Hi.. Hi.. Hi..!" Anna tertawa menyerupai suara hantu yang pernah dia dengar.
"Stop, Anna. Tidak lucu!" Barrow berbalik, benar-benar tidak lucu. Dia hendak memarahi Anna namun matanya melotot dan tubuhnya membeku saat melihat sesuatu di belakang Anna.
"Aku hanya bercanda, jangan marah," ucap Anna sambil tersenyum.
"A.. A-Anna," Barrow tergagap sambil menunjuk ke arah belakang.
"Apa?" Anna berbalik, dia pun terkejut saat melihat sosok mengerikan berada tepat di depan matanya. Sosok itu tersenyum mengerikan lalu melayang mundur.
"Anna," Barrow memanggil karena dia ingin mengajak Anna untuk lari.
"Manusia, apa yang kalian lakukan di hutan ini??" tanya arwah itu seraya melayang mengitari Anna lalu mengitari Barrow.
"Hi... Hi... Hi... Hi...," arwah itu tertawa mengerikan, dan berada di sisi Barrow, "Pria tampan, apa mau pergi denganku?" tanyanya sambil memperlihatkan senyuman mengerikannya.
"Ja-Jangan mendekati aku!" Barrow segera berlari menghampiri Anna.
Arwah itu kembali tertawa mengerikan dan terbang menjauh namun arwah itu kembali melayang mendekati mereka.
"Kami ada urusan, jadi biarkan kami lewat," pinta Anna.
"Urusan apa sehingga kalian melewati daerah kekuasaanku?" tanya arwah itu.
"Beraninya kau?" arwah itu tampak marah.
Anna tidak peduli karena dia memang hanya lewat tanpa mencari perkara dengan arwah mana pun. Arwah itu benar-benar marah, angin bertiup begitu kencangnya bahkan beberapa dahan pohon patah dan jatuh. Dahan pohon itu pun hampir menimpa Anna dan Barrow.
Barrow dan Anna terkejut, langkah mereka pun terhenti. Arwah itu kembali tertawa, dia tidak akan membiarkan mereka pergi begitu saja.
"Aku tidak akan membiarkan kalian pergi!" teriaknya.
"Jangan mengganggu kami!" teriak Anna marah.
Arwah itu terkejut karena sebuah kekuatan keluar dari tubuh Anna sehingga arwah itu terpental ke belakang. Barrow bahkan terkejut namun Anna yang marah karena perjalanan mereka terganggu melangkah ke depan dan mendekati arwah yang ketakutan melihat dirinya.
"Si-Siapa kau?" tanya arwah itu.
"Siapa aku tidak penting, apa kau masih berani mengganggu?" tanya Anna kesal.
"Tidak, tentu saja tidak!" jawab arwah tersebut lalu arwah itu menghilang.
__ADS_1
"Bagus, dasar pengganggu!" dia sudah melihat banyak hal dan melewati banyak sosok yang menakutkan jadi dia tidak akan takut hanya karena satu arwah menakutkan itu.
"Ayo jalan, Barrow!" ajaknya.
Barrow masih belum bisa mempercayai apa yang dia lihat, dia tidak menduga Anna memiliki kekuatan seperti itu. Sekarang terjawab sudah kenapa Anna tidak takut sama sekali.
"Kekuatan apa yang kau miliki, Anna??" tanyanya seraya mengejar Anna.
"Aku tidak tahu, terus jalan karena kita sudah dekat!"
"Hei, aku serius? Kekuatan apa yang kau miliki? Apa karena kekuatan itu yang membuatmu tidak takut dengan apa pun?"
"Barrow, terus saja jalan. Kekuatan itu sudah ada sejak aku bayi jadi jangan banyak bertanya," dusta Anna padahal roh pelindungnya yang telah menolongnya.
"Wow, kenapa aku tidak memiliki kekuatan seperti itu? Pasti akan sangat keren jika aku memilikinya," ucap Barrow.
"Karena kau mesum dan pengkhayal jadi kau tidak akan memiliki kekuatan seperti itu!" ucap Anna asal.
"Sial, mesum sifat alami laki-laki tapi kenapa aku bisa melihat arwah itu?" tanya Barrow lagi. Aneh, biasanya dia tidak bisa melihat arwah seperti itu.
"Selamat, Barrow. Mulai sekarang kau bisa melihat mereka setiap hari," goda Anna.
"What? Are you kidding me?" tanya Barrow tidak percaya.
"Tentu saja tidak. Akhirnya, Barrow. Sepertinya mereka menyukaimu!" Anna masih menggodanya juga.
"Oh, No. Aku tidak senang sama sekali karena malam pertama kita terancam!"
Anna tertawa, sesungguhnya Barrow tidak akan melihat jika arwah itu tidak mau menampakkan dirinya dan menunjukkan sosoknya pada Barrow. Karena arwah tadi hendak menakuti jadi dia menunjukkan rupanya sehingga Barrow bisa melihat. Arwah tadi berbeda dengan arwah yang ada di rumah tua, mereka tidak bisa melakukan apa yang ingin mereka lakukan sesuka hati mereka karena ada segel yang menyegel mereka.
"Anna, aku tidak mau melihat mereka jadi ambil kemampuan ini!" ucap Barrow.
"Aku tidak bisa, Barrow. Nikmati saja harimu dengan para arwah itu!"
"Tidak, aku tidak mau!" Barrow melangkah dengan cepat namun dia harus menghentikan langkahnya karena Anna berhenti secara tiba-tiba.
"Kenapa kau berhenti?" Barrow berdiri di sisi Anna, senter di arahkan ke depan. Barrow terkejut melihat banyaknya makam yang ada di hadapan mereka.
"Apa kita sudah tiba, Anna?" tanyanya.
"Yeah, tapi aku tidak tahu yang mana makam Natali."
__ADS_1
"Apa?" Barrow melihat semua makam yang ada. Di antara ratusan makam yang ada, bagaimana cara mereka mencari tapi yang menjadi pertanyaan, kenapa terdapat banyak makam di tengah hutan rimba seperti itu?