Mistery Red Umbrella

Mistery Red Umbrella
Jangan Percaya Dengan Mereka


__ADS_3

Anna menarik tubuh Barrow dengan susah payah. Rasa sakit yang dia rasakan diabaikan. Air mata mengalir tanpa henti, dia tidak menduga jiwa Barrow akan dibawa pergi. Entah itu kelakuan arwah si payung merah atau arwah yang mengincarnya, yang pasti dia sudah mencelakai Barrow.


Seandainya dia mendengarkan Barrow untuk mengembalikan kotak itu, maka semua tidak akan terjadi. Seharusnya dia mendengarkannya, entah kenapa dia jadi merasa menyesal.


Darah yang mengalir dari luka dia abaikan, Anna menarik dengan sekuat tenaga bahkan mengangkat tubuh Barrow agar dia bisa membawa Barrow masuk ke dalam. Entah sudah berapa lama dia melakukan hal itu, dia tidak tahu. Tenaganya bahkan sudah hampir habis saat dia berhasil membaringkan Barrok ke atas sofa.


Rumahnya masih berantakan akibat amarah arwah si payung merah. Anna terduduk di sisi sofa untuk mengambil napas dan istirahat sejenak. Lima menit, dia hanya butuh waktu lima menit saja karena dia masih harus mengubur kotak misterius itu.


Suara guntur di luar sana mulai berbunyi, kilat juga menyambar. Anna segera beranjak dan pergi ke belakang rumah untuk menyelesaikan pekerjaan terakhirnya.


Dia mulai menggali, hujan yang mengguyur deras secara tiba-tiba tidak menyurutkan niatnya. Berkat hujan pula tanah jadi mudah digali namun air mulai menggenang di dalam lubang. Karena sudah merasa cukup, Anna mendorong kotak yang berat dengan susah payah sampai masuk ke dalam lubang lalu beberapa salib dimasukkan ke dalam. Semoga salib itu bisa menahan aura jahatnya.


Anna bahah kuyup dan kotor, setelah selesai melakukan itu semua. Dia kembali ke dalam, sekarang dia harus mencari cara untuk menyelamatkan jiwa Barrow yang mungkin saja terjebak entah di mana. Dia juga tidak bisa membiarkan tubuh Barrow kosong terlalu lama karena tubuhnya bisa diambil alih oleh arwah lain.


Anna membersihkan diri terlebih dahulu, luka di perut diberi obat dan diperban. Ringisan akibat rasa sakit terdengar, perih luar biasa yang dia rasakan. Setelah mengobati lukanya, Anna mengambil ponsel yang memang ada di dalam kamar. Semoga ibunya sudah terbangun karena saat itu waktu sudah menunjukkan pukul lima pagi.


Sambil menunggu ibunya menjawab, Anna keluar. Dia ingin melihat keadaan Barrow. Jangan sampai dia lengah sehingga tubuh Barrow dibawa pergi oleh arwah yang tidak bertanggung jawab.


"Anna, ada apa kau menghubungi Mommy sepagi ini?" tanya ibunya.


"Mom," Anna tak kuasa menahan air mata apalagi dia setelah melihat keadaan Barrow


"Ada apa denganmu? Apa kau dalam masalah?" tanya ibunya.


"Sahabat baikku dalam masalah, Mom. Jiwanya dibawa pergi dan sekarang aku harus melakukan pertukaran jika ingin menyelamatkan jiwanya. Apa yang harus aku lakukan, Mom?" Anna menangis terisak. Saat ini hanya ibunya saja yang bisa membantu.


"Apa kau bilang?" ibunnya terkejut mendengar perkataan Anna.


"Apa yang harus aku lakukan, Mom. Aku benar-benar bingung," Anna tampak depresi. Dia tidak menyangka hal itu akan dia alami.


"Mommy dan Aunty akan segera pergi ke sana. Tunggu di sana baik-baik dan jangan melakukan pertukaran apa pun dengan makhluk halus. Jangan percaya dengan mereka karena mereka tidak bisa dipercaya, mereka hanya ingin memperdaya dirimu jadi jangan melakukan pertukaran apa pun sekalipun arwah itu berkata dia akan mengembalikan sahabatmu. Kau mengerti?"

__ADS_1


"Aku tahu, aku tidak akan melakukannya!" ucap Anna.


"Bagus, Mommy akan segera pergi!" ibunya bergegas, dia tidak boleh berlama-lama karena Anna bisa dalam bahaya.


Anna terduduk di samping Barrow sambil menangis, rasanya ingin menghubungi Nick dan memintanya datang tapi dia tidak mau mengganggu pria itu.


"Ayo lakukan pertukaran denganku, Anna," suara itu seperti nyata di telinganya.


"Pergi!" teriak Anna lantang.


"Aku hanya ingin jiwamu, Anna. Berikan jiwamu maka aku akan melepaskan sahabatmu!"'


"Aku tidak percaya padamu, sebaiknya pergi!"


"Hi... Hi... Hi... Hi...!" tawa mengerikan itu terasa bergema di dalam ruangan.


"Kau tidak akan bisa menyelamatkannya, Anna. Hanya aku yang bisa membebaskan jiwanya jadi tidak ada yang bisa kau lakukan selain melakukan pertukaran denganku!"


Anna tertidur akibat rasa lelah dan kantuk luar biasa, dia terbangun saat merasa seseorang menyentuh wajahnya dan saat mendengar suara ibunya.


"Anna," ibunya memangil. Begitu tiba, dia sangat terkejut mendapati rumah Anna yang begitu berantakan.


"Mommy," Anna tampak senang melihat ibunya tapi rasa senang itu sirna karena dia khawatir arwah si payung merah menyamar jadi ibunya.


"Apa kau benar-benar ibuku?" tanyanya.


"Apa yang kau katakan? Ini Mommy, Anna."


"Apa yang terjadi dengan rumahmu?" tanya sang bibi dan ketika melihat bibinya, Anna tampak lega dan yakin jika yang sedang bersama dengannya memang ibunya.


"Bagaimana ini, Mom," Anna memeluk ibunya dan menangis. Dia harap ibunya bisa memberi jalan keluar agar dia bisa menyelamatkan Barrow.

__ADS_1


"Apa yang terjadi, Anna? Kenapa jiwa sahabatmu bisa dibawa pergi?"


"Semua gara-gara kotak yang kami ambil, Mom. Seharusnya aku mendengarkan ucapan Barrow untuk mengembalikan kotak itu. Jika aku mendengar perkataannya, Barrow tidak akan mengalami hal seperti ini," sungguh dia menyesal tidak mendengarkan perkataan Barrow.


"Kotak? Kotak Apa?" tanya ibunya tidak mengerti.


Anna menceritakan kasus yang dia tangani pada ibunya, dia juga menceritakan kotak misterius yang mengambil korban sehingga jiwa Barrow dibawa pergi. Tidak ada yang dia lewatkan, tusukan di perut dan keluarga Devan juga dia ceritakan namun satu hal yang membuat ibunya marah adalah, Anna memberikan jimat itu pada Lucia padahal Jimat itu untuk melindungi Anna dari roh jahat yang mengincarnya.


"Kenapa kau melepaskan jimat itu, Anna? Sudah Mommy katakan jimat itu untuk melindungimu!" ucap ibunya.


"Aku tidak punya pilihan, Mom. Gadis itu akan mati dan aku tidak mau ada korban lagi gara-gara arwah itu!"


"Tapi sekarang kau dalam bahaya dan tanpa jimat itu, bagaimana kau bisa menyelamatkan jiwa sahabatmu?"


"Apa maksud Mommy?" tanya Anna.


"Hanya kau saja yang bisa menyelamatkannya, Anna. Dengan sebuah ritual, jiwamu akan terlepas dan kau bisa mencari sahabatmu tapi keadaanmu saat ini sedang lemah dan itu sangat berbahaya untukmu," jelas bibinya.


"Jadi aku bisa mengembalikan jiwa Barrow jika melakukan ritual itu?" tanya Anna.


"Ya, tapi itu sangatlah berbahaya. Jika kau gagal, kau akan mati begitu juga dengan sahabatmu," jawab ibunya.


"Lakukan, lakukan ritual itu sekarang juga!" Pinta Anna.


"Tidak, sudah kami katakan keadaanmu sedang lemah jadi kami tidak akan melakukan ritual itu!" tolak ibunya.


"Mom, aku hanya punya waktu dua hari saja. Kau lihat Barrow, tubuhnya kosong, dia bisa dirasuki arwah jahat. Aku harus menyelamatkan dirinya karena gara-gara aku, dia jadi seperti ini. Jika sampai dia mati, aku tidak akan memaafkan diriku untuk seumur hidup jadi bantulah aku. Sekalipun aku harus mengorbankan nyawaku, aku harus membawa jiwanya kembali!" ucap Anna dengan tekad yang kuat.


"Tapi kau punya waktu sepuluh menit saja, Anna. Jika kau gagal, maka kau akan terjebak di dalam sana untuk selamanya!" ucap ibunya.


"Sepuluh menit atau lima menit, aku akan tetap berusaha membawa Barrow kembali jadi lakukan ritual itu untukku agar aku bisa membawa jiwanya!" pinta Anna.

__ADS_1


Ibu dan bibinya saling pandang, napas berat pun dihembuskan. Sepertinya mereka tidak bisa menolak permintaan Anna walau sesungguhnya hal itu sangat berbahaya bagi Anna.


__ADS_2