Mistery Red Umbrella

Mistery Red Umbrella
Kerangka Di Balik Dinding


__ADS_3

Mata tidak bisa terpejam, jantung pun berdebar. Perasaan tidak nyaman, Barrow tampak gelisah. Seharusnya dia merasakan itu saat tidur dengan Anna tapi yang ada di sisinya saat ini? Walau dia tidak bisa melihat sosok hantu itu karena tidak ada Anna, tapi dia bisa merasakan kehadirannya.


Barrow berusaha untuk memejamkan mata namun dia justru membayangkan hantu itu sedang berbaring di sisinya dengan rupanya yang mengerikan. Dia bahkan membayangkan hantu itu sedang mengusap ususnya bukan rambutnya. Rasanya jadi mual, seharusnya dia tidak membayangkan hal itu.


Seharusnya dia menghabiskan malam dengan Anna dan membuat Anna berdebar tapi malam ini justru dia yang berdebar karena dia harus bermalam dengan hantu. Barrow melirik ke sisi kanannya, di mana dia yakin hantu itu sedang berbaring di sisi kirinya. Sial, dia sudah tidak tahan lagi tapi dia harus berakting seperti yang Anna perintahkan.


Barrow beranjak, dia seperti mencari sesuatu. Barrow terlihat gelisah, dia masuk ke dalam kamar mandi lalu kembali berbaring. Barrow melakukan hal itu secara berulang-ulang, dia bahkan pura-pura keluar lalu masuk lagi ke dalam kamar. Rasanya jadi kesal, jangan katakan Anna memintanya melakukan hal itu untuk mengerjainya dan jangan-jangan hantu itu adalah sahabat Anna. Mungkin saja mereka bekerja sama untuk menakuti dirinya.


Sepertinya sudah cukup, sebaiknya dia mencari Anna. Entah untuk apa Anna memintanya untuk tidur di sana dan melakukan hal konyol tapi dia tahu ada rencana yang sudah Anna miliki meski begitu, dia sudah tidak tahan lagi. Barrow melihat jam, waktu sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Sudah saatnya mencari Anna.


"Jangan mengikuti aku!" ucap Barrow.


Barrow keluar dari kamar, hantu itu tentu saja mengikuti dirinya. Barrow sangat kesal apalagi bau menyengat yang tidak menyenangkan tercium dari hantu tersebut. Pintu kamar Anna diketuk, samar-samar Barrow bisa merasakan keberadaan hantu tersebut. Barrow mengumpat dan memaki, sosok hantu itu semakin jelas saat Anna membuka pintu.


"Kenapa, apa sudah tidak tahan?" tanya Anna.


"Sepertinya kau sengaja membuat aku takut," ucap Barrow dengan nada tidak senang.


"Jika begitu sudah saatnya melakukan penyelusuran!" Anna mengangkat sebuah palu yang entah dia dapatkan dari mana.


"Untuk apa palu itu? Dapat dari mana palu itu?" tanya Barrow.

__ADS_1


"Aku baru saja berkencan dengan Thor di dalam kamar lalu dia meminjamkan palu ini padaku," ucap Anna seraya mengedipkan sebelah matanya.


"Sial, kau berkencan dengan super hero tapi aku justru berkencan dengan hantu!"


Anna terkekeh seraya melangkah keluar melewati Barrow. Hantu itu kini terlihat semakin jelas dan hantu itu berada di sisi Barrow. Hantu itu pun menempel pada Barrow, seperti ingin menggodanya.


"Luar biasa, tidak ada wanita cantik yang menggoda aku tapi yang menggoda aku justru hantu!" Barrow melangkah cepat untuk mengejar Anna.


Mereka sudah berada di dalam kamar, Anna melangkah menuju kamar Barrow dengan sebuah palu terangkat. Barrow masih belum mengerti untuk apa palu yang Anna bawa. Anna segera menghampiri dinding setelah mereka berada di dalam kamar. Barrow benar-benar heran tapi dia memiliki firasat tidak baik.


"Apa benar tubuhmu ada di dalam?" tanya Anna pada hantu yang mengikuti mereka. Hantu itu mengangguk sehingga lehernya yang sudah mau lepas terlihat sedikit lagi akan terlepas.


"Anna, jangan katakan?"


"Anna, are you crazy?" tanya Barrow seraya melangkah mendekatinya.


"Tentu saja tidak!" Anna kembali memukul palu ke dinding. Tentunya suara itu membuat tamu yang menginap menjadi terganggu sehingga beberapa pegawai hotel pun masuk ke dalam kamar tersebut.


"Mam, apa yang kau lakukan?" para pegawai hotel itu mendekati Anna yang masih saja memukul tembok menggunakan palu yang dia bawa.


"Tenang.... Tenang, kami FBI," Barrow mengeluarkan tanda pengenalnya agar para pegawai hotel itu tidak mengganggu Anna. Para pegawai hotel tidak bisa melakukan apa pun, mereka jadi penonton seperti tamu lainnya.

__ADS_1


"Biar aku yang melakukan!" Barrow mengambil palu yang ada di tangan Anna, sekarang dia yang memukul. Sang Manager hotel berlari menghampiri kamar tersebut, dia hendak melewati para tamu yang penasaran namun sulit. Sang manager berusaha mengintip dan terkejut saat melihat Barrow sedang berusaha merobohkan tembok yang dibangun ulang dengan sedemikian rupa.


"Apa-Apaan ini, apa yang mereka lakukan?" tanyanya pada pegawai hotel yang masih ada di luar. Dia tidak bisa masuk karena ramainya orang yang melihat apa yang sedang dilakukan oleh Anna dan Barrow. Dia bahkan hanya bisa melihat apa yang Anna dan Barrow lakukan setelah dia melompati beberapa tamu yang memenuhi pintu masuk.


"Mereka FBI, Sir," ucap salah satu pegawai yang tidak bisa melakukan apa pun dan yang memang menunggu kedatangannya.


"Apa?" sang manager kembali melompat untuk melihat ke arah Anna dan Barrow, celaka. Apakah kejahatannya sudah diketahui? Apakah mereka adalah FBI yang sudah mencurigai kematian wanita itu dan sedang menyelidiki kasus kematiannya? Dia dalam bahaya, sebaiknya dia pergi dari tempat itu karena saat tembok itu berhasil diruntuhkan maka bukti kejahatannya akan terkuak.


Sang manager pergi, hantu wanita itu tahu. Hantu wanita itu pun terbang keluar, lampu-lampu lorong tampak berkedap kedip. Manager itu ketakutan, tidak seharusnya kamar itu dibuka tapi atasannya sudah curiga karena dia yang menutup kamar itu begitu lama dengan beberapa alasan. Manager itu berlari pergi meskipun beberapa benda terbang ke arahnya akibat ulah hantu dari korban yang dia bunuh. Karena manager itu sudah pergi, hantu itu pun kembali ke kamar.


"Baj*ngan itu sudah pergi," ucap hantu itu namun Anna tidak menjawab.


Barrow masih saja memukul tembok dan tidak lama kemudian, tembok itu runtuh. Barrow segera menyingkir begitu juga Anna. Debu dari reruntuhan menghalangi pandangan namun ketika debu itu sudah tidak terlihat, semua dikejutkan oleh tengkorak manusia yang jatuh dari dalam tembok.


Para pengunjung hotel panik dan membubarkan diri, salah satu pegawai pun menghubungi polisi untuk melaporkan hal itu. Barrow menyeka keringat yang mengalir di dahi, ternyata di balik tembok itu benar-benar ada mayat. Hantu itu terlihat sedih, itu memang kerangka dirinya karena jasadnya disembunyikan di dalam dinding tersebut ketika dia mati di bunuh.


"Sial, ternyata benar-benar ada!" umpat barrow.


"Berapa lama kau sudah mati?" tanya Anna pada hantu itu.


"Dua tahun, aku mati dua tahun yang lalu."

__ADS_1


"Penghilang barang bukti yang sempurna!" Barrow kembali memukul tembok yang tersisa. Sepertinya jasad wanita itu langsung disembunyikan setelah dia mati.


Tidak butuh lama, para petugas sudah mendatangi hotel tersebut yang pasti Anna dan Barrow akan diinterogasi setelah ini atas penemuan kerangka mayat wanita itu. Anna pun tahu, mereka harus mengungkap kematian hantu wanita itu dan menangkap pelaku yang sudah melarikan diri. Sepertinya mereka belum bisa bersantai untuk menikmati liburan mereka di Hawaii.


__ADS_2