Mistery Red Umbrella

Mistery Red Umbrella
Makhluk Penunggu Alam Gaib


__ADS_3

Dua bola api yang dilemparkan terbang ke arah Anna dengan cepat, Anna berusaha menggeser tubuhnya namun  rasa sakit tidak tertahankan yang dia rasakan. Kedua bola api itu bagaikan meteor yang sedang jatuh lalu akan menghantam bumi. Semua yang terjadi benar-benar diluar akal sehat. beruntungnya tidak ada Barrow bersama dengannya karena dia rasa rekannya akan pingsan melihat hal itu.


Anna harap Barrow baik-baik saja di luar sana, dia harap Mariana tidak mengetahui keberadaan Barrow yang dia sembunyikan dan dia juga berharap, Mariana tidak tahu dia sedang mencari dua benda yang dia sembunyikan. Semoga dia tidak kehabisan waktu sehingga membuatnya terjebak di tempat itu untuk selamanya.


Tatapan mata Anna tidak lepas dari dua bola api yang semakin mendekat, dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan untuk menghentikan kedua bola api itu. Dia seperti berasa di dunia sihir, tapi dia memang memerangi seorang penyihir yang hendak bangkit abadi. Jika dia punya tongkat sihir, sudah dia ayunkan untuk menghentikan kedua bola api tersebut.


"Aku butuh bantuanmu, kali Ini aku membutuhkan bantuanmu karena aku tidak bisa menghadapinya," ucap Anna pada roh pelindungnya. Hanya roh pelindung yang menjadi harapannya karena dia tidak akan mampu melawan mahkluk hitam yang menakutkan yang tidak tahu bisa mati atau tidak.


Anna benar-benar pasrah, kedua bola api itu sudah semakin mendekat tapi siapa yang menduga, roh pelindungnya mendengarkan permintaannya. Cahaya yang begitu terang bersinar dari tubuhnya lalu sosok putih keluar dari tubuhnya. Anna sedikit terkejut begitu juga dengan mahkluk hitam yang berdiri di hadapannya.


Roh pelindung Anna berdiri di udara lalu satu tangannya mengibas ke kiri, kedua bola api yang terbang ke arah Anna tiba-tiba berbelok ke sisi kiri sehingga kedua bola api itu menghantam sesuatu yang tidak terlihat.


"Beraninya kau?!" teriak mahkluk hitam itu marah.


"Akhirnya kau mengandalkan aku, Anna. Aku sudah menantikan hal ini dan mulai sekarang, kita akan membasmi mahkluk apa pun yang ada di alam ini bersama tapi yang kali ini serahkan padaku," ucap Roh pelindungnya.


"Aku benar-benar mengandalkan dirimu!" Anna berusaha untuk beranjak dengan susah payah, dia ingin melihat apa yang hendak dilakukan oleh roh pelindungnya.


"Jangan ikut campur!" teriak mahkluk itu marah, satu bola api sudah berada di tangan lalu bola api itu dilemparkan ke arah roh pelindung Anna.

__ADS_1


"Makhluk jelek seperti dirimu ingin melawan aku? Tidak akan aku biarkan kau melukai Anna?!" roh pelindung Anna juga berteriak marah.


"Manusia tidak boleh berada di alam ini!" bola api yang ada di tangan dilemparkan, roh pelindung Anna menghindarinya dengan mudah lalu beberapa bola api kembali dilemparkan.


Anna menyaksikan roh pelindungnya menghindari setiap bola api yang dilemparkan oleh makhluk itu. Roh pelindungnya seperti setitik sinar tidak berarti dihadapan makhluk gelap yang begitu besar dan yang terlihat marah. Roh pelindung Anna tidak saja menghindari setiap bola api yang dilemparkan tapi dia juga terbang mendekati makhluk besar tersebut.


Kali ini Anna benar-benar menjadi penonton, pertarungan antara roh pelindung dan juga makhluk penjaga alam gaib.


Setiap bola api yang dilemparkan berhasil dihindari, roh pelindung Anna semakin terbang mendekati makhluk hitam besar itu karena dia akan menghancurkannya.


"Beraninya kau melindungi manusia itu? Dia tidak boleh berada di alam ini!" perkataan sama yang diucapkan secara berulang-ulang karena Anna memang tidak seharusnya berada di dunia itu.


Anna terkejut, roh pelindungnya sudah tidak terlihat lagi. Makhluk itu pun terkejut lalu memegangi dahinya sambil berteriak marah.


"Kurang ajar, beraninya kau?" teriak makhluk tersebut namun kedua tangannya mulai terlihat runtuh begitu juga bagian tubuh yang lainnya.


"Lari, Anna. Dia makhluk abadi penunggu alam ini yang tidak akan mati dan akan bangkit lagi jadi lari sebelum dia bangkit!" teriak roh pelindungnya yang sudah keluar dari tubuh makhluk hitam besar yang mulai runtuh dengan perlahan.


Anna tidak membuang waktu, dia mulai berlari pergi meninggalkan makhluk hitam yang sudah runtuh sebagian. Sungguh, jika tidak ada roh pelindungnya dia pasti sudah mati terbakar oleh bola-bola api itu. Anna berlari dengan kencang, dia merasa sudah jauh. Anna berpaling untuk melihat apa yang terjadi dengan makhluk hitam tersebut namun sudah tidak terlihat karena gelapnya tempat itu.

__ADS_1


Larinya mulai terhenti, Anna rasa sudah aman. Anna mengatur napasnya yang hampir putus, semoga dia berhasil melarikan diri dari makhluk hitam tersebut dan semoga saja makhluk tersebut tidak mengejarnya lagi. Suasana kembali sunyi, ternyata makhluk itu penjaga alam gaib. Sepertinya akan ada makhluk yang lebih mengerikan dan tidak masuk akal lagi, sebaiknya dia waspada.


"Apa dia sudah jauh, apa dia sudah jauh?" tanya Anna di sela napas yang hampir putus.


"Tenang saja, Anna. Makhluk itu tidak akan mencium baumu lagi. Dia memang bertugas menjaga tempat ini untuk mencegah manusia masuk ke alam ini. Jika kau bersedia mundur dan kembali, maka dia tidak akan menyerangmu," terdengar suara roh pelindungnya namun sosoknya tidak ada.


"Terima kasih sudah membantu aku," ucap Anna. Dia tahu roh pelindungnya tidak bisa keluar lama tapi dia sangat bersyukur dapat diselamatkan oleh roh pelindungnya.


"Sekarang maju, kau harus waspada!"


Anna mengangguk, kakinya kembali melangkah maju. Dia bagaikan berjalan di lorong gelap tak berujung. Tidak ada suara apa pun, kesunyian yang semakin mencekam kembali membuat bulu romanya meremang. Hawa dingin menusuk tulang berhembus, Anna menelan ludahnya dengan susah payah.


Sinar senternya menyinari sesuatu, Anna menghentikan langkahnya. Senter diangkat, agar dia bisa melihat apa yang ada di depan sana. Kaki Anna terasa gemetar, hawa dingin terasa di sekujur tubuh. Sinar senternya menyinari sosok-sosok yang menakutkan. Sosok-sosok itu superti kumpulan perawat dengan benda tajam berada di tangan mereka. Kedua mata mereka buta, sepertinya makhluk-makhluk itu tidak bisa melihat apa pun.


Wajah mereka juga terlihat menakutkan. Hidung mereka seperti tidak ada, Gigi mereka terlihat tajam karena tidak ada satu pun dari makhluk tersebut memiliki bibir lalu bagian wajah mereka seperti wajah tambalan yang baru selesai di operasi.


"A-Apa itu?" tanya Anna gugup.


"Lewati mereka tanpa menimbulkan suara dan tanpa menyentuh mereka, Anna," ucap roh pelindungnya.

__ADS_1


Anna mengangguk, kakinya mulai melangkah. Dia harus melewati mereka tanpa menimbulkan suara dan mengenai salah satu dari mereka tapi itu bukanlah hal mudah. Makhluk itu banyak, di sekitar mereka juga ada beberapa meja yang di atasnya terdapat beberapa benda tajam. Anna kembali Menelan ludah, sial. Semoga dia bisa melewati mereka tanpa adanya kendala walau dia tahu pasti tidaklah mudah.


__ADS_2