Mistery Red Umbrella

Mistery Red Umbrella
Agen Vs Penunggu Alam Gaib


__ADS_3

Anna melangkah dengan perlahan, mencoba melewati para makhluk yang diam saja dengan senjata tajam di tangan. Anna bahkan menahan napas saat mulai melewati makhluk-makhluk menyeramkan itu. Anna juga melangkah dengan hati-hati, jangan sampai dia tersandung sesuatu sehingga menimbulkan suara.


Satu makhluk sudah terlewati, mata Anna tidak berkedip memperhatikan wajahnya yang menakutkan. Darah mengalir dari mukanya yang ditambal. Tiba-tiba saja para makhluk itu seperti mencari sesuatu, mereka mulai bergerak ke kanan lalu ke kiri. Tentunya hal itu tidak menguntungkan Anna karena dia tidak boleh menyenggol satu pun makhluk tersebut.


Anna masih menahan napas, melewati barisan makhluk lainnya. Langkahnya terhenti, saat dua makhluk yang mengerikan itu tiba-tiba mendekatkan wajah mereka yang menakutkan ke wajahnya. Anna menahan napas sambil memundurkan langkahnya. Wajah makhluk itu semakin dekat ke wajahnya, Anna memejamkan mata dan berpaling karena wajah makhluk itu semakin menakutkan.


Langkah Anna semakin mundur, dia berusaha menghindari dua makhluk yang terus mendekati dirinya. Anna mengumpat dalam hati, pistol sudah terangkat karena dia akan menembak jika kedua makhluk itu tidak juga berhenti mendekatkan wajahnya.


Anna sudah tidak bisa melangkah mundur lagi, karena sebuah meja besi berada di belakang. Anna tidak memiliki pilihan lagi, mau tidak mau Anna menunduk. Pistol disimpan lalu gagang senter yang tidak besar di kulum di mulut karena dia akan merangkak untuk menghindari makhluk-makhluk tersebut. Anna mulai merangkak melewati kaki-kaki makhluk itu yang putih pucat lalu dipenuhi oleh tambalan dengan hati-hati.


Dia benar-benar harus bergerak hati-hati melewati makhluk yang terus bergerak namun merangkak ternyata menjadi pilihan bagus. Dia bisa melewati makhluk itu tanpa harus menahan napas. Jujur saja dia sudah hampir kehabisan napas hanya untuk melewati sebaris makhluk-makhluk mengerikan itu.


Anna terus merangkak untuk melewati makhluk yang terus bergerak, semoga dia bisa segera melewati mereka. Anna bergerak begitu cepat dan karena hal itu, dia tidak menyadari selongsong senjata apinya sudah akan terjatuh. Anna bergerak melewati dua makhluk lagi dan pada saat itu, Traaanggg!!! Selongsong pistolnya terjatuh dari saku celana.

__ADS_1


Anna terkejut, begitu juga para makhluk yang menyadari keberadaannya. Teriakan mengerikan terdengar dari para makhluk tersebut, Anna meraih selongsong peluru yang jatuh dengan terburu-buru lalu berguling ke depan sambil menarik pistolnya. Semua yang terjadi benar-benar diluar dugaannya.


Para makhluk itu mulai menyerang dirinya menggunakan senjata tajam yang mereka bawa, Anna pun mulai menembaki  makhluk satu persatu. Dia bahkan sudah berdiri. Para makhluk tersebut mengayunkan senjata tajam ke arah Anna dari sisi kanan, kiri dan belakang. Anna terus menembaki mereka sambil mengumpat. Dia kira akan berhasil keluar dari kerumunan makhluk tersebut tapi ternyata dia salah.


Suara letusan pistol justru semakin menarik perhatian para makhluk tersebut karena suara itu membuat mereka tahu di mana posisi Anna. Anna yang tidak punya pilihan terus menembak namun makhluk itu tidaklah bisa mati.


Selongsong pistol yang sudah kosong pun terjatuh karena Anna sudah mengisi peluru pistolnya lagi. Anna menembak ke segala arah karena makhluk itu menyerangnya dari segala sisi. Pistol tidak mempan, Anna mulai menggunakan tenaga. Kakinya mulai menendangi makhluk tersebut, Anna juga berusaha mencari jalan keluar dari kerumunan makhluk yang terus mengepungnya.


Pekelahian antara agen dan makhluk penghuni alam gaib pun tidak terelakan, namun sayangnya tidak ada juri di antara mereka. Anna berusaha melawan, memukul dan menendang. Anna  berlari kearah salah satu makhluk tersebut lalu Anna berlari ke atas tubuhnya dan menendang wajahnya. Anna juga merebut dua pisau yang berada di tangan makhluk tersebut.


Tanpa membuang waktu, Anna berlari ke arah makluk-makhluk yang juga berlari ke arahnya. dua pisau yang ada di tangan diayunkan, menyabet ke arah setiap mahkluk yang menyerangnya. Beberapa goresan dia dapatkan di tangan, namun pisau yang dia ayunkan memenggal lengan para makhluk tersebut walau sinar senter yang masih berada di mulut tidak begitu bisa menerangi para makhluk tersebut. Anna bahkan melakukan aksi epic-nya, Anna berputar lalu menyabetkan pisaunya ke leher makhluk yang berdiri di hadapannya, Anna berjongkok sedangkan makhluk itu ambruk ke bawah dengan kepala yang sudah tidak ada.


Anna terengah, aksi yang menguras tenaga. Mulutnya pun sudah terasa pegal karena harus mengulum senter sedari tadi. Dia kira sudah selesai namun suara gergaji mengejutkan dirinya. Anna segera berdiri dengan terburu-buru, pisau di arahkan ke kanan dan ke kiri, gelap yang dia dapat. Senter diambil lalu di arahkan di mana suara gergaji mesin masih juga terdengar.

__ADS_1


Mata Anna terbelalak ketika melihat mahkluk yang lebih besar dari sebelumnya sedang memegangi sebuah gergaji mesin yang sedang berputar. Makhluk itu bahkan berdiri tidak jauh darinya. Kini dua pisau yang ada di tangan terjatuh, Anna melangkah mundur ke belakang.


Dengan tangan yang gemetar, Anna menarik pistolnya. Suaranya tidak bisa dikeluarkan, dia tahu dia tidak akan bisa melawan makhluk yang memiliki ukuran begitu besar dengan tinggi ribuan kaki. Sepertinya cara satu-satunya yang harus dia lakukan adalah lari apalagi di belakang makhluk besar itu berdiri makhluk-makhluk yang dia kalahkan sebelumnya dan mereka sudah terlihat baik-baik saja.


"Aku benci ini, seharusnya aku membawa senjata otomatis Barrow!" ucapnya.


Gergaji yang berputar sudah diangkat oleh makhluk itu, Anna menelan ludah dan melangkah mundur. Suara teriakan mengerikan terdengar dari para makhluk yang ada di hadapannya, makhluk besar itu pun sudah berlari ke arahnya di susul dengan makhluk lainnnya.


Letusan pistol terdengar, Anna melangkah mundur sambil menembak namun para makhluk tersebut semakin dekat. Anna masih juga menembak namun pilihan satu-satunya yang bisa dia lakukan adalah lari karena timah panas tidak mempan sama sekali.


Gergaji yang ada di tangan makhluk itu terayun, mengayun ke arah Anna. Anna melompat ke sisi lainnya, untuk menghindari gergaji yang berputar tanpa henti. Jika dia terkena gergaji itu, sudah dipastikan nasibnya akan menjadi apa.


"Jangan mengejar aku!" teriak Anna sambil menghindari setiap gergaji yang berayun ke arahnya.

__ADS_1


Anna terus berlari superti orang gila, untuk menghindari para makhluk yang masih saja mengejar. Anna sudah hampir kehabisan napas, entah sampai kapan dia harus berlari untuk menghindari para makhluk tersebut. Dia pun sudah lelah menghindari setiap gergaji yang berayun ke arahnya namun Anna terkejut saat kakinya tiba-tiba tidak menginjak apa pun.


Anna berteriak keras, karena saat itu dia terperosok jatuh ke dalam sebuah lubang yang gelap. Senter terlepas dari tangan, begitu juga pistolnya. Akibat tempat yang gelap gulita, dia tidak menyadari ada sebuah lubang menganga besar di hadapannya. Terjadi lagi tapi kali ini, dia tidak tahu akan jatuh ke mana.


__ADS_2