Mistery Red Umbrella

Mistery Red Umbrella
Tiga Penjahat


__ADS_3

Sang manager yang menjadi pelaku sudah melarikan diri. Dia tidak menduga kejahatannya justru terbongkar oleh dua agen yang datang untuk berlibur. Seharusnya dia menyingkirkan kerangka wanita yang dia bunuh sebelum kamar itu dibuka dan dioperasikan. Semua yang terjadi diluar perhitungan, dia pun tidak menduga apa yang dia sembunyikan dengan baik selama ini dapat terbongkar.


Sang manager hotel itu memutuskan pergi untuk mencari kedua sahabat yang terlibat dalam pembunuhan itu. Dia tidak bisa kembali bekerja karena dia tahu, polisi akan segera mengetahui jika dialah pelaku yang telah membunuh dan menyembunyikan jasad wanita tersebut. Sekarang dia berada di dalam bahaya dan terancam masuk penjara.


Apa yang dia khawatirkan memang akan terjadi karena Anna dan Barrow sudah melacak keberadaannya tentunya dibantu oleh beberapa polisi yang menangani kasus tersebut. Rumah sang manager menjadi target, mereka akan menyergap secara mendadak untuk menangkap sang manager walau kemungkinan pelaku sudah tidak berada di rumah tapi mereka akan mencari petunjuk. Saat ini Anna dan Barrow menunggu dijemput untuk menuju lokasi.


"Apa kita serius akan melakukan penyergapan dengan mereka, Anna?" tanya Barrow.


"Kau ingin kita bisa segera berduaan atau terus diikuti oleh hantu itu?" tanya Anna.


"Tentu saja aku ingin kita segera berduaan!"


"Jika begitu kita selesaikan masalah hantu itu hari ini juga agar kita bisa pindah hotel nanti malam!" ucap Anna.


"Baiklah, kita bantu hantu usus itu hari ini juga!"


"Kenapa kau memanggilnya hantu usus?" Anna memandanginya dengan tatapan heran.


"Dia tidak punya nama, ususnya juga ke mana-mana. Aku bingung mau memanggilnya apa."


"Namaku Rosalina, Barrow," tiba-tiba hantu itu sudah berada di sampingnya. Barrow terkejut apalagi kepala hantu itu miring ke samping, lalu senyum mengerikannya terlihat.


"Sial, jangan mengagetkan aku!" ucap Barrow kesal.


"Malam ini menginaplah denganku lagi, Barrow," hantu itu menggoda dirinya.


"Tidak sudi, malam ini kau bisa menginap dengan ketiga pelaku yang sudah membunuhmu!" Barrow berdiri di belakang Anna, dia benar-benar tidak suka dengan hantu yang bernama Rosalina itu.


"Hi... Hi.... Hi... Hi...!" Rosalina justru tertawa mengerikan membuat Barrow semakin tidak suka.


"Ayolah, jangan bercanda. Jangan mengganggunya jika tidak kami tidak jadi membantu dirimu," ancam Anna pada hantu itu.

__ADS_1


Hantu Rosaline cemberut apalagi Barrow mengejek ke arahnya. Padahal dia suka menggoda pemuda itu apalagi selama ini tidak akan yang bisa dia takuti dan godai.


"Tapi aku tidak bisa mengikuti kalian," ucap hantu itu.


"Kenapa?" tanya Barrow.


"Aku mati di hotel ini jadi aku tidak bisa pergi terlalu jauh dari hotel ini. Aku hanya bisa pergi jika kematianku terungkap dan kerangka ku di kuburkan dengan layak."


"Apa kau bisa berkomunikasi dengan yang lain?" tanya Anna.


"Apa maksudmu?" hantu Rosaline tidak mengerti tapi ketika dia melihat sebuah cahaya keluar dari tubuh Anna, dia tampak mengerti.


"Kau memiliki roh pelindung," ucapnya.


"Kau bisa, bukan?" tanya Anna lagi.


"Tentu saja," dia tidak menyangka ternyata agen itu memiliki roh pelindung.


"Hei, apa yang kalian bicarakan?" tanya Barrow tidak mengerti.


Anna dan Barrow mengikuti beberapa petugas untuk menangkap sang manager. Semoga saja mereka bisa menangkap pria itu dan kedua rekannya yang belum mereka ketahui. Untuk saat ini tangkap dulu sang manager maka kasus itu pasti terkuak.


Anna dan Barrow mengikuti beberapa petugas menuju rumah sang manager. Mobil para polisi itu pun berhenti di depan rumah, mereka bergerak tanpa membuang waktu. Semua sudah tahu apa yang hendak dilakukan, para petugas berpencar untuk mengepung rumah sang manager.


Rumah itu sudah terkepung, beberapa bom asap dilemparkan masuk ke dalam rumah melalui kaca jendela. Setelah bom asap itu, para petugas menerobos masuk ke dalam rumah tersebut.


Tidak ada siapa pun, mereka tidak menemukan sang manager tapi mereka menyelusuri rumah itu untuk mencari barang bukti. Semua tempat mereka geledah, Anna dan Barrow pun menyelusuri ruangan lain untuk mencari bukti. Anna mengikuti dua petugas, dia sedang melihat-lihat sebuah meja yang dipenuhi dengan beberapa benda dan juga seperangkat komputer.


Anna menyalakan komputer itu, sesungguhnya dia hanya iseng saja tapi dia sungguh terkejut ketika komputer itu sudah menyala. Pasalnya walpaper komputer memperlihatkan foto seorang wanita terikat tanpa adanya kepala. Kini dia serius dan duduk di depan komputer karena dia ingin melihat foto-foto yang ada di dalam komputer. Sungguh gila, sepertinya sang manager adalah seorang psikopat. Tidak sia-sia dia melihat komputer itu, foto dua pria yang menjadi komplotan sang manager ternyata ada di sana.


"Apa mereka dua pelaku yang lain?" Anna bertanya pada roh pelindungnya yang bisa berkomunikasi dengan hantu Rosaline dalam jarak jauh.

__ADS_1


"Hantu itu berkata benar Anna."


"Baiklah, target sudah didapatkan," ucap Anna. Dia segera meemanggil para petugas untuk memperlihatkan foto-foto tersebut. Mungkin saja salah satu dari mereka mengenal dua pelaku lainnya.


"Dua penjahat ini, mereka selalu terlihat di club malam," ucap salah satu petugas yang ada di sana.


"kau tahu lokasi keberadaan mereka berdua?" tanya rekan yang lain.


"Tentu saja."


"Jika begitu tunggu apa lagi, kita tangkap mereka saat ini juga. Kemungkin buronan kita juga bersama dengan mereka!" ucap Anna.


Kemungkinan besar sang manager memang bersama dengan mereka. Memang itu yang terjadi, sang manager hotel sudah bersama dengan dua rekannya saat ini.


"Gawat, kita dalam masalah!" pria itu tampak ketakutan.


"Apa yang terjadi denganmu?" tanya salah satu rekannya.


"Kerangka wanita itu sudah ditemukan, kita berada dalam masalah besar."


"Bagaimana bisa? Bukankah sudah kita sembunyikan dengan sedemikian rupa?" rekan yang sudah membantu sang manager membunuh Rosaline terlihat tidak percaya.


"Untuk apa aku bohong, para polisi itu akan mengetahui kehajahatan kita dengan mudah!!"


"Tidak akan semudah itu, sebaiknya kau santai saja!"


"Tidak, aku harus pergi!" sang manager itu ketakutan.


"Bodoh, nanti malam ikut kami bersenang-senang. Kita bisa menikmati beberapa wanita cantik jadi jangan takut seperti itu!"


Kedua rekannya terlihat santai, mereka yakin kejahatan mereka tidak mungkin segera ketahuan karena tidak ada bukti. Lagi pula kasus itu sudah dua tahun berlalu, para petugas itu pasti butuh waktu untuk menguak kejahatan yang telah mereka lakukan tapi sayangnya, para petugas sedang bergerak ke tempat mereka saat ini.

__ADS_1


Anna langsung mengajak para petugas itu untuk menangkap pelaku karena dia tidak mau menunda. Lagi pula semakin cepat, semakin baik.


Sang manager tampa was-was dengan perasaan tidak nyaman. Yang dikatakan oleh kedua rekannya memang benar, para polisi itu tidak mungkin tahu kejahatan yang telah mereka lakukan karena tidak ada saksi dan bukti sama sekali. Sebaiknya dia tidak perlu terlalu takut, sebaiknya dia bersantai sejenak. Walau begitu dia tampak gelisah, pria itu melangkah mondar mandir. Semoga apa yang dia khawatirkan tidak terjadi tapi para petugas sudah tiba dan mereka sedang mengintai rumah tersebut.


__ADS_2