Mistery Red Umbrella

Mistery Red Umbrella
Lag-Lagi Kita Gagal


__ADS_3

Puluhan mayat gadis yang ditemukan di dalam kastil tua itu membuat sibuk. Garis polisi sudah terpasang, beberapa wartawan sedang meliput berita akan kejadian itu.


Mayat-Mayat yang sudah membusuk dalam waktu dua malam saja sedang dievakuasi, beberapa ambulance sudah siap membawa mayat-mayat itu untuk diotopsi.


Para keluarga korban yang melihat berita itu dan yang mengetahui keluarganya hilang bergegas menuju lokasi untuk memastikan apakah keluarga mereka yang hilang memang menjadi korban atau tidak.


Para petugas dibuat kebingungan karena semua korban adalah gadis muda. Pentagram yang ada di tengah ruangan di mana para mayat ditemukan menjawab semua rasa ingin tahu sehingga mereka menebak jika para wanita itu menjadi korban dalam sebuah ritual sesat.


Tangis para keluarga korban pecah, Anna dicerca begitu banyak pertanyaan oleh wartawan yang ingin tahu. Dia berusaha menjawab sebisa mungkin agar tidak ada yang tahu masalah kotak tersebut. Anna bahkan berbohong dengan mengatakan jika dia dan Barrow mencari buronan tapi mereka justru menemukan mayat para korban ritual sesat.


Entah mereka mau percaya atau tidak, dia tidak peduli. Anna mencari sosok Barrow yang sedari tadi tidak terlihat begitu para polisi datang. Barrow pergi entah ke mana, sebab itu Anna mencarinya namun sang rekan tidak terlihat. Aneh, jangan katakan Barrow sedang bersembunyi karena takut diintrogasi.


Kabar penemuan mayat itu membuat masyarakat takut apalagi ada himbauan dari Anna untuk berhati-hati apalagi untuk anak gadis. Anna melarang mereka untuk keluar malam seorang diri dan meminta para warga untuk selalu waspada sampai permasalahan itu dapat diatasi. Dia takut kotak itu akan kembali mengambil korban tapi tanpa sepengetahuannya jika jumlah korban hanya kurang satu dan Mariana menginginkan dirinya menjadi korban istimewa yang terakhir.


"Maaf, hanya itu yang bisa aku sampaikan," ucap Anna seraya melangkah melewati wartawan yang mengerumuninya karena dia ingin mencari Barrow.


"Tolong jawab, Nona Anna. Siapa buronan yang anda cari?" seorang wartawan bertanya demikian karena Anna belum menjawabnya.


"Sudah aku katakan, kami tidak bisa membocorkannya!" Anna masih saja berusaha keluar dari kerumunan wartawan.


"Jika begitu beri tahu kami, apakah buronan itu ada hubungannya dengan kematian para gadis yang menjadi korban ritual sesat?"


"No!" jawab Anna seraya melangkah pergi tapi para wartawan itu masih saja mengejarnya.


Anna kembali masuk ke dalam kastil, para wartawan tidak bisa mengikutinya karena mereka dilarang masuk. Anna melangkah mendekati piano yang dia tembak semalam. Semua yang mereka alami pasti ada hubungannya, memang sulit diungkapkan dengan kata-kata tapi dia sangat yakin semua tipu daya yang mereka alami dilakukan oleh Mariana agar mereka tidak mengganggu kotak itu untuk mengambil korban dan agar mereka tidak bisa menemukan kotak itu.


Semua itu terbukti dengan perginya orang yang mencuri kotak di saat dia menyelamatkan Barrow. Di saat para penghuni kastil tidak memperdaya mereka lagi, pada saat itu pula tugas kotak sudah selesai dan kotak sudah dibawa keluar. Rasanya sangat kesal, namun dia tidak bisa melakukan apa pun.

__ADS_1


Anna melangkah menuju ruangan di mana para korban masih dievakuasi. Dia ingin mencari Barrow dia sana tapi lagi-lagi Barrow tidak ada. Ke mana dia pergi? Padahal dia ingin mengajak Barrow pulang dan mencari mobilnya yang dicuri.


"Apa kau melihat Barrow?" Anna bertanya pada petugas yang sedang mencari barang bukti namun petugas itu hanya menggeleng.


"Aneh," gumam Anna. Dia kembali keluar dari ruangan dan melangkah keluar dari kastil.


Anna melihat sekitar, mungkin Barrow sedang membantu petugas yang ada dan benar saja, Barrow terlihat namun dia tidak membantu petugas karena saat itu dia sedang melarikan diri dari kejaran wartawan yang ingin bertanya dengannya.


"Barrow!" Anna berteriak memanggil seraya berlari menghampiri rekannya.


"Dari mana saja kau? Aku cari ke mana-mana kau justru menghilang!" ucap Anna kesal.


"Sorry, aku malas menghadapi para wartawan itu jadi aku bersembunyi!" ucap Barrow.


"Baiklah, ayo kita pergi untuk mencari mobilmu. Mungkin kita bisa mendapatkan petunjuk dan menemukan keberadaan kotak itu," Anna melangkah menuju sebuah mobil yang bisa dia gunakan.


"Aku rasa tidak perlu, Anna," ucap Barrow seraya mengikuti langkahnya.


"Kenapa? Bukankah itu mobil antik warisan kakek buyutmu?" tanyanya.


"Yeah, itu memang mobil warisan kakek buyutku tapi jika kita menemukan mobil itu pun, kita tidak akan menemukan apa pun lagi. Orang yang membawa kotak itu siapa pun dia tidak mungkin meninggalkan jejak. Bisa saja mobil itu berada di tengah hutan dan bisa saja sudah dibuang ke dasar tebing. Aku bukannya tidak mau tapi kita butuh istirahat, Anna. Kita belum istirahat sama sekali jadi sebaiknya kita pulang terlebih dahulu, besok kita bisa cari bersama mobil itu."


"Baiklah, ternyata otak mesummu bisa digunakan untuk berpikir," Anna kembali melangkah menuju mobil, mereka memang butuh istirahat.


"Hei, apa maksudmu berbicara seperti itu?" Barrow mulai mengejar.


"Pulang, Barrow. Kau jadi sedikit pintar setelah diteror hantu di dua tempat yang kita datangi!"

__ADS_1


"Huh, aku tidak mau diteror lagi!" ucap Barrow.


Mereka masuk ke dalam mobil, meninggalkan lokasi di mana mereka mengalami banyak kejadian tidak menyenangkan. Mereka bahkan hampir mati oleh tipu daya iblis yang menyerupai orang yang mereka kenal. Kastil tua mengerikan, semoga tidak ada yang datang ke kastil itu lagi.


"Apa kau yakin kau tidak mau mencari mobilmu? Kita bisa mengikuti ke mana roda ban mobil pergi sebelum hujan menghapus jejaknya," ucap Anna.


"Sudahlah, keadaan kita lebih penting dari pada mobil itu."


"Baiklah," Anna mengantar Barrow pulang terlebih dahulu. Lagi-lagi usaha mereka sia-sia. Kali ini dia yakin, dia tidak akan bisa menemukan keberadaan kotak itu sampai malam purnama datang. Jalan satu-satunya yang harus dia lakukan adalah melindungi Lucia yang mereka duga sebagai jiwa murni yang sangat dibutuhkan oleh Mariana untuk kebangkitannya.


"Lagi-Lagi kita gagal mendapatkannya, Barrow," ucap Anna.


"Dan lagi-lagi kau menyalahkan diri," ucap Barrow pula.


"Aku merasa bersalah pada korban yang tidak bersalah itu, Barrow. Apa kau tidak melihat isak tangis keluarga mereka?"


"Sudahlah, Anna. Sudah aku katakan semua diluar kendali kita, aku harap kau lebih banyak berhati-hati setelah ini."


"Tentu saja, kau juga harus berhati-hati, Barrow."


"Aku lebih mencemaskan dirimu!" ucap Barrow.


Anna tersenyum, sesungguhnya tidak dia saja yang harus berhati-hati tapi mereka berdua. Terus terang saja firasatnya buruk karena kotak yang hilang. Dia merasa akan terjadi sesuatu yang sangat buruk tapi dia tidak tahu apa.


Mereka sudah tiba di rumah Barrow, Anna akan pulang setelah ini. Dia ingin segera beristirahat walau sesunguhnya dia sangat ingin mencari keberadaan mobil Barrow karena bisa saja mobil itu dibawa ke suatu tempat tapi apa yang Barrow katakan sangat benar jika mereka lelah.


"Berhati-hatilah, hubungi aku saat kau sudah tiba," ucap Barrow sebelum turun dari mobi.

__ADS_1


"Pasti," ucap Anna sambil tersenyum.


Barrow keluar dari mobil, Anna melambai padanya sebelum dia pergi. Malam yang melelahkan namun mereka gagal bahkan mereka tidak bisa menyelamatkan korban. Rasanya sangat kesal, semua gara-gara Mariana. Jika dia sudah mendapatkan kotak itu, akan dia lempar ke dalam gunung berapi sehingga tidak ada yang bisa mendapatkannya begitu juga dengan Mariana.


__ADS_2