Mistery Red Umbrella

Mistery Red Umbrella
Dia Serius Denganmu


__ADS_3

Lucia dan Nick pamit pergi karena waktu sudah sore. Mereka tidak boleh kembali terlalu malam karena bahaya masih mengintai Anna. Lagi pula ayah mereka akan marah jika mereka pulang terlalu malam. Dengan alasan pergi membeli barang, Lucia diijinkan keluar oleh ayahnya.


Anna mengintip dari balik jendela, melihat kepergian Nick dan Lucia. Dia tahu Lucia akan aman sampai malam bulan purnama, lagi pula ada Nick bersama dengannya. Setidaknya dia tidak perlu mengkhawatirkan keadaan gadis itu sampai malam bulan purnama datang.


Lucia melihat ke arah kamar Anna, beruntungnya Anna bersembunyi sehingga Lucia tidak bisa melihat. Dia tahu Lucia mengkhawatirkan dirinya tapi dia tidak punya pilihan selain menipu gadis itu. Mobil yang dibawa oleh Nick sudah pergi. Anna menutup Gorden dan keluar dari kamar. Ibu dan bibinya yang mengantar kepergian Nick dan Lucia masuk ke dalam. Sang bibi menggeleng. Dia tidak mengerti kenapa Anna menipu pria sebaik Nick. Nick mengkhawatirkan keadaan Anna semenjak dia hilang tapi Anna justru menipunya. Entah kenapa dia jadi iba dengan pemuda itu.


Jangan katakan Anna selalu melakukan hal seperti itu sehingga dia ditinggalkan oleh para kekasihnya. Sepertinya mereka harus menasehati Anna agar yang kali ini tidak gagal apalagi Nick terlihat serius dengan Anna.


"Kenapa kau masih saja menipunya, Anna?" tanya sang bibi.


"Aku harus melakukannya, Aunty."


"Kenapa? Dia sangat mengkhawatirkan keadaanmu, kau bisa melihat dia begitu serius tapi kenapa kau tidak mempercayainya dan masih menipunya?"


"Aunty, aku sudah mengatakan pada kalian jika aku harus waspada karena siapa saja bisa menjadi musuhku. Lagi pula aku tidak memiliki perasaan padanya."


"Benarkah?" tanya ibu dan bibinya tidak percaya.


"Yeah, selama ini aku dekat dengannya karena aku curiga dengan ayahnya. Aku juga harus tahu kenapa Lucia diincar. Pertemuan kami bisa dihitung menggunakan jari, kami bahkan belum kenal lama. Bagaimana mungkin aku bisa jatuh cinta dengannya dalam waktu singkat? Aku bahkan tidak tahu bagaimana perasaanku padanya saat ini, jujur saja aku mendekati Nick karena aku mencurigai hubungannya dengan arwah si payung merah. Aku juga tidak menolak agar dia tidak curiga dengan tujuanku, sebab itu aku mau dekat dengannya," jelas Anna. Memang itu tujuannya tapi dia tidak menyangka Nick jadi serius tapi dia justru curiga dengan keseriusan pria itu.


"Tapi dia serius denganmu, Anna. Bagaimana kau akan menolaknya nanti?" tanya ibunya.


"Kita lihat itu nanti, Mom. Untuk sekarang aku harus mengesampingkan permasalahan asmara terlebih dahulu sampai aku menyelesaikan kasus yang sedang aku tangani. Jika dia memang jodohku, maka kami pasti akan bersama tapi untuk saat ini aku harus fokus menghentikan kebangkitan Mariana terlebih dahulu dan mencegah hal buruk terjadi."


"Baiklah, kau benar. kami akan membantumu untuk mencari petunjuk di buku nenek," ucap bibinya.

__ADS_1


"Sudah tidak perlu, Aunty. Di buku nenek tidak ada apa-apa."


"Benarkah? Apa tidak ada petunjuk sama sekal?"


"Tidak, tapi aku sudah mendapatkan sedikit petunjuk dan aku butuh kalian untuk memecahkan teka teki itu," pinta Anna.


"Teka teki?" ibu dan bibinya menatap ke arah Anna dengan heran.


"Yes, sebab itu aku butuh bantuan kalian jadi jangan bahas masalah asmara."


"Baiklah, sekarang kita memang harus serius!" ibu dan bibinya mengikuti langkah Anna menuju kamar. Anna mengambil ponselnya karena dia ingin mencari sesuatu.


"Katakan pada kami, teka teki apa yang harus kau pecahkan?" tanya ibunya.


"Tempat itu sempit, tapi tidaklah sempit," ucap Anna.


"Itu teka tekinya, Aunty. Tempat itu sempit tapi tidaklah sempit, tempat itu tertutup dari dunia luar dan jauh dari keberadaan manusia. Walau tertutup tapi banyak yang tinggal di sana. Orang awam yang melihat pun tidak akan menyadari tempat tersebut dan tidak akan bisa memasukinya. Itu teka teki yang harus aku pecahkan untuk menemukan keberadaan pisau yang bisa menghancurkan kotak terkutuk itu dan menghentikan kebangkitan Mariana," jelas Anna sambil mengulangi teka teki yang diucapkan oleh roh pelindungnya.


"Apa yang dimaksud adalah makam?" tanya ibunya.


"Aku juga berpikir demikian, tapi makam siapa? Kita tidak bisa menebaknya hanya dengan mengambil kesimpulan demikian."


"Lalu apa yang harus kita lakukan, teka teki itu membingungkan," ucap bibinya.


"Kita harus mencari,. Aunty. Yang aku pikirkan pertama kali juga makam tapi aku tidak yakin. Walau begitu kita harus tetap mencarinya dan kita bisa mulai mencari makam orang suci."

__ADS_1


"Mencari di mana?" tanya ibu dan bibinya.


"Ada beberapa gereja tua di Manhattan. Aku akan memulai dari Gereja Trinity, Mommy mencari di St Paul's dan Aunty mencari di Katedral Santo Patrik. Kita bisa bertanya akan keberadaan pisau tersebut, mungkin ada yang mengetahui informasinya karena bisa saja salah satu pemimpin di gereja tersebut mengetahui di mana Mariana menyembunyikan pisaunya. Seandainya yang kita tebak adalah makam, mungkin saja pisau itu berada di dalam makam salah satu pemimpin gereja yang sudah tiada."


"Baiklah, besok kita akan mulai mencarinya," ucap bibinya.


"Aku ingin jimat itu, Aunty," Anna menunjuk jimat yang menempel di dinding, "Tidak perlu banyak, aku membutuhkannya untuk menyamarkan keberadaanku agar arwah jahat Mariana tidak tahu keberadaanku supaya aktingku tidaklah sia-sia."


"Mommy akan ambilkan yang ada di kamar Mommy, lagi pula jimat itu ada banyak, hanya diambil beberapa tidak akan masalah," ucap ibunya.


"Thanks, Mom. Sekarang aku mengandalkan kalian berdua dan aku mohon dengan sangat pada kalian berdua, tolong jangan mengatakan apa pun pada Nick," pinta Anna. Dia harap ibu dan bibinya tidak kelepasan bicara sehingga Nick tahu jika dia hanya berakting saja.


"Tidak perlu mengkhawatirkan hal itu, kau bisa mengandalkan kami," ucap bibinya.


"Terima kasih," Anna memeluk ibu dan bibinya, "Aku sungguh beruntung memiliki kalian. Aku mengandalkan kalian karena tidak ada Barrow," ucapnya lagi.


"Kami juga beruntung memiliki dirimu, Anna. Kami pasti akan membantumu sampai kau menggagalkan kebangkitan Mariana."


"Terima kasih, Aunty. Jika begitu ayo kita membuat sebuah kode yang hanya diketahui oleh kita bertiga saja!" ajak Anna.


"Kode? Untuk apa, Anna?" tanya ibunya tidak mengerti.


"Mom, aku sudah ditipu dengan sosok Nick beberapa kali jadi jangan sampai salah satu dari kita ditipu oleh antek-antek Mariana yang bisa berubah menjadi apa saja oleh sebab itu kita harus membuat kode yang hanya kita bertiga tahu. Kita akan saling menanyakan kode itu jika ada salah satu dari kita yang mencurigakan."


"Smart Girl, kau sampai memikirkan hal seperti ini. Dulu Nenek selalu berkata iblis memang bisa merubah dirinya menjadi siapa saja. Mommy tidak pernah memikirkan hal ini sebelumnya jadi kode apa yang akan kita gunakan?"

__ADS_1


Anna terlihat berpikir, tatapan mata melihat ibu dan bibinya. Kode apa yang tidak diketahui oleh orang lain dan yang hanya diketahui oleh mereka saja? Mereka harus memikirkan hal ini baik-baik karena kode itu sangat penting untuk mereka bertiga.


Mereka mulai berdiskusi untuk membuat kode. Cukup lama mereka bertukar pikiran sampai akhirnya mereka sepakat dengan sebuah kode yang hanya akan diketahui oleh mereka saja.


__ADS_2