Mistery Red Umbrella

Mistery Red Umbrella
Kau Harus Lebih Cerdik


__ADS_3

Anna tidak bisa bergerak, dia tidak berdaya saat sosok putih itu mendekatinya. Dia kira itu adalah roh hutan atau roh jahat yang hendak memperdaya dirinya namun nyatanya bukan kerena sosok itu memperlihatkan wujudnya yang cantik. Sosok itu pun memperlihatkan senyumnya pada Anna.


Sosok wanita cantik itu melayang, kedua kaki tidak menyentuh tanah tapi meskipun hujan, sosok itu tidak terlihat basah bahkan gaun putih yang dia gunakan pun tidak terlihat kotor padahal banyak genangan air dan juga kubangan tanah becek.


"Si-Siapa kau?" tanya Anna. Tiba-Tiba dia bisa berbicara padahal dia merasa lidahnya kelu untuk beberapa saat.


"Lihatlah keadaanmu, Anna. Kenapa kau jadi seperti ini?" sosok putih itu bertanya.


"Aku diperdaya, untuk kesekian kali," Anna yakin sosok itu adalah roh pelindungnya.


"Kau terlalu lemah, Anna. Kau begitu lemah sehingga kau bisa diperdaya dengan mudah!"


"Aku hanya seorang agen, aku bukan pengusir hantu! Kau sendiri, bukankah kau roh pelindungku? Kenapa kau tidak bisa memperingati aku jika memang ada bahaya?!" tanya Anna dengan sinis. Roh itu hanya muncul di saat bahaya saja, kenapa tidak muncul sebelum bahaya itu terjadi? Apa harus menunggu dia mau mati barulah roh itu muncul?


Roh itu tersenyum, walau Anna melemparkan pertanyaan pedas. Jika ada yang berada di posisi Anna, pasti akan bertanya demikian pada roh pelindungnya namun semua itu bukanlah kesalahan dari roh pelindung itu sendiri.


"Kau salah besar, Anna. Aku ada agar aku bisa melindungimu tapi sampai sekarang kau tidak bisa mensyukuri kemampuan yang kau miliki. Kau juga tidak pernah meminta bantuanku saat kau berada di dalam masalah oleh sebab itu aku akan hadir saat kau benar-benar terancam saja."


"Apa?" Anna menatap roh itu dengan tatapan tidak mengerti.


"Aku selalu berada bersama denganmu. Di mana kau berada, di sana pula aku berada, Anna. Aku merasakan apa yang kau rasakan, aku tahu rasa gundah dan ketakutan yang kau rasakan. Aku menunggu kau datang, berbicara denganku tapi kau seperti bisa menyelesaikan semuanya tanpa bantuanku oleh sebab itu aku hanya hadir disaat kau terdesak saja."


"Aku tidak tahu akan hal itu, aku tidak tahu!" Anna menunduk, berusaha menahan air mata.


"Tidak perlu menangis, mulai sekarang jangan melakukan apa pun sendirian. Aku akan membantumu menghadapi arwah Mariana. Kau harus menjadi kuat, kau harus bisa membedakan manakah tipuan yang dibuat oleh Mariana dan manakah yang bukan. Kau masih sangat lemah, Anna. Kau bahkan tidak bisa membedakan tipuan dari si iblis bahkan kau tidak bisa mencari tahu manakah keturunan murni Mariana!" ucap roh pelindung itu.

__ADS_1


"Aku tidak tahu, sungguh! Keadaan Barrow membuat aku bingung!!" Anna tampak putus asa, dia benar-benar tidak bisa berpikir jernih karena dia belum bisa menerima keadaan Barrow yang tiba-tiba berubah.


"Lihatlah, hanya dikecoh oleh keadaan rekanmu saja, kau sudah menjadi lemah seperti ini!"


"Aku memang lemah, aku hanya manusia biasa!" teriak Anna.


"Bukan!!" sela roh itu, "Itu karena kau tidak bisa menggunakan kekuatanmu dengan baik bahkan kau tidak bisa merasakan arwah si payung merah lagi walau dia berada di dekatmu beberapa saat yang lalu!" ucap Roh itu lagi.


"Arwah si payung merah, apakah kau bisa mempertemukan aku dengannya?" tanya Anna.


"Tidak!! Sekarang Mariana sudah membelenggunya agar kau tidak bisa bertemu dengannya karena Mariana tahu, arwah si payung merah ingin berkomunikasi denganmu agar dia bisa meminta bantuanmu untuk membebaskan dirinya dari jerat rantai Mariana yang selalu membelenggunya."


"Apa yang harus aku lakukan, dia adalah kunci utama untuk menguak kasus ini dan agar aku bisa tahu siapa keturunan murni Mariana," ucap Anna, dia kembali terlihat putus asa.


"Mari kita pecahkan hal ini bersama, Anna. Aku tidak bisa lama keluar seperti ini namun ada satu cerita yang hendak aku sampaikan padamu."


"Si payung merah, dia adalah tumbal yang dikorbankan oleh seseorang. Gadis itu bernama Natalie namun dia ditipu tapi ketika dia menyadarinya, semua sudah terlambat karena dia harus menjadi tumbal untuk kehidupan kekal yang harus dilakukan oleh keturunan murni Mariana sepuluh tahun sekali. Dia menjadi tumbal istimewa, dia menjadi arwah yang harus mencari korban untuk Mariana. Dia diperalat, jiwanya disekap dalam sebuah payung terkutuk."


"Oleh sebab itu dia selalu membawa payung?"


"Benar, jika kau bisa menemukan payung terkutuk itu maka kau bisa menyelamatkan jiwanya sehingga dia tidak terbelenggu oleh rantai Mariana yang mengikatnya."


"Tunggu!" pinta Anna karena roh pelindungnya sudah terlihat menipis.


"Apa Barrow benar-benar keturunan murni Mariana??" tanyanya.

__ADS_1


"Seharsunya kau tahu, Anna. Dia dimanfaatkan oleh Mariana dan dijadikan kambing hitam oleh Mariana. Arwah yang menyerupai adiknya sewaktu di kastil, dia telah mengikuti kalian tanpa kalian sadari oleh sebab itu dia memperdaya Barrow saat dia sendirian. Dia adalah anak buah Mariana yang dijanjikan akan bangkit bersama dengannya. Apa yang Barrow katakan, sesungguhnya perkataan itu diucapkan oleh arwah tersebut. Mariana ingin kau menganggap jika Barrow benar-benar keturunan murninya agar kau membunuh Barrow. Saat dia mati, maka kau akan menganggap jika kau telah membunuh keturunan murninya sehingga ritual itu tidak terjadi namun nyatanya, ritual itu akan tetap berjalan tanpa kau ganggu sama sekali."


Anna terdiam, sangat masuk akal. Dia tahu Barrow tidaklah mungkin keturunan murni Mariana. Sesuai dugaannya, Barrow dimanfaatkan untuk memperdaya dirinya.


"Bagaimana aku bisa menyelamatkan Barrow dan bagaimana aku bisa menghentikan kebangkitan Mariana?" tanya Anna lagi.


"Jika kau ingin menyelamatkan Barrow, hancurkan kotak itu!"


"Bagaimana caranya?" teriak Anna.


"Sebilah pisau dengan gagang tengkorak, nama pisau itu Artsbond. Itu pisau yang dibuat oleh seorang Pastor untuk menghancurkan kotak terkutuk itu namun sayangnya belum juga keinginan itu tercapai, Pastor itu sudah meninggal dan pisau itu pun hilang." (Nama pisau asal ye 😁)


"Jika aku bisa menghancurkan kotak itu, apakah jiwa Mariana akan musnah beserta keturunan murninya?"


"Ya, sebab itu temukanlah pisau itu!"


"Aku harus mencari di mana?"


"Gunakan insting dan kemampuanmu, dan berhati-hatilah. Jangan tertipu lagi, kau harus lebih cerdik dari pada mereka. Yang terlihat baik belum tentu baik dan yang jahat belum tentu jahat. Aku harap kau pintar setelah ini karena kau juga akan menjadi tumbal untuk kebangkitan Mariana. Aku akan selalu bersama denganmu, kau bisa mencari aku tapi kekuatanku terbatas jika aku berada di luar tubuhmu!" setelah berkata demikian, rohh pelindung itu menghilang.


Suasana menjadi sunyi, hujan pun mulai rintik. Api yang membakar pohon sudah mulai padam akibat air hujan. Anna menggigil dengan hebat, pikirannya berkelana memikirkan apa yang dikatakan oleh roh pelindungnya. Bisakah mereka berbicara kembali?


"Apa kau masih berada di sini?" Anna mencoba bertanya. Dia lupa menanyakan nama roh pelindungnya. Tidak ada yang menjawab, Anna memeluk lutut dengan erat. Rasa dingin membuat tubuhnya semakin gemetar.


Ternyata Barrow bukanlah keturunan murni Mariana. Anna sangat lega, benar-benar lega. Kini kecurigaannya tertuju pada seseorang, dia yakin petunjuk yang diberikan oleh roh pelindungnya tidaklah salah. Ternyata yang dikatakan oleh arwah si payung merah sangat benar, musuh berada di dekatnya namun dia tidak menyadari hal itu.

__ADS_1


Sekarang, dia sudah tahu lalu apa yang harus dia lakukan? Mencari payung terkutuk untuk membebaskan jiwa Natalie dan mencari cara untuk menemukan pisau yang dimaksud oleh roh pelindungnya. Anna melihat ke atas langit, dapatkah dia menemukan dua benda itu sebelum malam purnama tiba?


__ADS_2