Mistery Red Umbrella

Mistery Red Umbrella
Kembalilah!


__ADS_3

Anna benar-benar dibuat kebingungan oleh dua Barrow yang ada di depan mata. Tidak ada yang berbeda pada mereka berdua, suara bahkan tingkah laku mereka berdua sama.


Iblis memang pandai meniru jadi dia harus bisa membedakan yang mana Barrow asli dengan baik. Anna memutar otak, mencari cara untuk mengetahui sang rekan yang selalu melakukan hal tak terduga. Dia tahu iblis itu pasti meniru Barrow dengan baik sehingga dia tidak mudah mengenali.


"Jangan diperdaya olehnya, Anna. Aku Barrow yang asli. Kita sudah menjadi rekan selama bertahun-tahun, apa kau tidak bisa mengenali aku?"


"Kita sudah menangani banyak kasus bersama, Anna. Aku terlempar ke sini gara-gara kotak itu. Seharusnya kau bisa membedakan aku," ucap Barrow yang lain.


"Tutup mulutmu, akulah yang asli dan kau palsu!" yang lain tampak tidak terima.


"Anna, kau pasti mengenal aku lebih dari pada yang lain."


Anna diam saja melihat perdebatan kedua Barrrow itu. Tawa mengerikan terdengar, arwah itu tampak senang karena Anna terlihat ragu oleh dua orang yang memiliki wajah sama. Biarkan mereka berdua membuat Anna kehabisan waktu sehingga Anna terjebak di dunia itu untuk selamanya lalu menjadi budaknya.


"Maaf, Barrow. Aku sudah kehabisan waktu," ucap Anna dengan nada sedih.


"Apa?Jangan tinggalkan aku, Anna!"


"Jangan perlakukan aku seperti ini, aku berada di sini gara-gara kau!" teriak Barrow yang lain.


"Aku benar-benar minta maaf, aku akan berusaha kembali lagi nanti untuk menyelamatkanmu, Barrow."


"Tidak, Anna. Aku tidak mau berada di tempat ini jadi bawa aku pergi!" kedua Barrrow itu meneriakkan hal yang sama.


"Soory, im sorry," Anna melangkah mundur.


"Anna!" Barrow terlihat putus asa.


"Maaf, jika kita terjebak bersama di alam ini, apa yang hendak kau lakukan Barrow?" tanya Anna.


"Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi padamu, Anna. Sekarang pergilah. Jangan sampai kau terjebak bersama denganku di alam ini. Pergilah ke cahaya itu dan tinggalkan aku!" ucap Barrow yang ada di sisi kanan.


"Aku tidak akan membiarkan kau terjebak, Anna. Tapi aku tidak bisa melakukan apa pun jadi jika kita berdua terjebak maka aku ingin bercinta denganmu setiap hari!" ucap Barrow yang ada di sisi kiri.


Anna tersenyum, sekarang dia tahu mana Barrow yang asli. Iblis itu bisa meniru Barrow sedemikian rupa tapi dia tidak bisa meniru sifat mesumnya.

__ADS_1


Anna melangkah maju, entah bagaimana caranya dia bisa melepaskan Barrow tapi dia yakin dia bisa.


"Dasar kau penipu," ucapnya pada Barrow yang ada di sisi kiri, "Aku akan membakarmu sekarang juga!" ucapnya lagi.


"Anna, jangan lakukan!" teriak Barrow.


"Raih tanganku, Barrrow," ucap Anna pelan.


"Apa?" Barrow tampak tidak mengerti.


"Sekarang, dan kita langsung berlari ke arah cahaya itu!" ucap Anna seraya mengulurkan tangan.


Barrow meraih tangan Anna dan secara ajaib, belenggu yang membelenggu tubuhnya tiba-tiba saja hancur sehingga membuatnya bisa bergerak.


"Sekarang, Barrow!" teriak Anna.


Mereka berlari, menuju cahaya yang semakin menyempit.


"Kurang ajar, beraninya kau lari!" arwah itu berteriak marah karena Anna berhasil mendapatkan Barrow yang asli. Barrow palsu berubah menjadi arwah dengan wajah hancur yang meleleh.


Kemarahan arwah itu membuat jalan yang mereka lalui mulai runtuh di bagian belakang. Anna dan Barrrow menoleh dan terkejut melihat jembatan yang hancur begitu cepat di belakang mereka.


Waktu yang Anna miliki tinggal dua menit, cahaya sebagai jalan keluar mereka semakin mengecil. Ibu dan bibinya semakin terlihat khawatir. Cermin mulai retak perlahan, jika Anna gagal maka cermin itu akan hancur yang bertanda bahwa jiwa Anna tidak akan bisa keluar lagi.


"Bagaimana ini? seharusnya kita tidak melakukan ritual ini," ucap ibu Anna. Jujur saja dia takut putrinya terjebak untuk selamanya.


Kraakk!! Pecahan kaca semakin besar, ibu dan bibi Anna mulai panik dan berteriak memanggil Anna. Mereka harap Anna mendengar suara mereka dan segera kembali sebelum kaca itu hancur berkeping-keping.


"Anna, cepat keluar dari tempat itu. Cepat, Anna!" teriak ibunya sambil mengguncang tubuh putrinya. Api lilin bahkan bergoyang hendak padam seperti ada angin kencang yang sedang meniupnya.


"Anna, segera keluar. Mommy mohon!" permohonan ibunya kembali terdengar, dia bahkan semakin panik saat kaca kembali retak.


"Anna!" bibinya juga berteriak memanggil dan tampak panik.


Anna dan Barrow masih berlari sekuat tenaga, menghindari jalan yang semakin runtuh dan amarah arwah yang semakin menjadi.

__ADS_1


"Aku akan membunuh kalian!" angin kencang bertiup, Anna tidak melepaskan pegangannya dari tangan Barrow.


Api lilin hampir padam, cahaya semakin mengecil. Mereka terus berlari untuk mencapai cahaya yang semakin menghilang. Dua puluh detik, sembilan belas, delapan belas, waktu mereka semakin berkurang. Teriakan mengerikan terdengar di belakang mereka, lari mereka pun semakin cepatnya tapi mereka tidak menduga jika ada sebuah lubang yang menganga di hadapan mereka.


Anna dan Barrow masih mengejar cahaya yang semakin pudar tapi tidak lama kemudian, mereka terkejut dan berteriak karena mereka terperosok masuk ke dalam lubang yang mengganga lebar.


"Sial, aku tidak mau mati!" teriak Barrow karena mereka terjun ke lubang gelap yang bagaikan tidak berdasar.


Praangggg!! Cermin hancur berkeping-keping, lilin pun padam. Ibu dan bibi Anna berteriak histeris melihat hal itu.


"Anna!" mereka menguncang tubuh Anna sambil menangis. Gagal, ritual itu gagal. Ibu Anna mendekap putrinya dengan erat dan menangis histeris, dia sungguh tidak menduga ritual itu gagal dan Anna terjebak di dunia gelap itu bersama dengan sahabatnya.


"Seharusnya Mommy tidak membiarkan kau melakukan ritual ini, seharusnya Mommy tidak mengatakan ritual ini padamu!" teriak ibunya sambil menangis pilu.


"Maafkan Aunty, Anna. Maafkan Aunty," ucap bibinya.


Mereka berdua menangis, Anna didekap semakin erat. Mereka tidak menduga akan kehilangan Anna dengan cara seperti itu dan mereka sangat menyesal telah melakukan ritual itu.


"Aku tidak mau mati sebelum aku bisa bercinta denganmu, Anna!" teriak Barrow tiba-tiba.


Ibu dan bibi Anna terkejut, mereka segera berpaling ke arah Barrow dan melihat pemuda itu sedang duduk di sofa. Barrow memeriksa anggota tubuhnya yang ternyata masih lengkap. Napas lega pun dihembuskan, syukurlah.


"Anna," Barrow beranjak saat teringat dengan Anna.


Ibu Anna melepaskan pelukannya. Pemuda itu kembali, berarti Anna juga kembali.


"Anna, kau sudah kembali, bukan?" tanya ibunya tapi Anna tidak bereaksi.


"Anna, apa kau mendengar Mommy?" tanya ibunya lagi, tapi kini dia kembali takut karena putrinya tidak merespon.


"Anna, jangan menakuti Mommy. Jawab jika kau mendengar suara Mommy!" teriak ibunya lagi.


"Ada apa?" Barrow berlari ke arah ibu Anna yang ketakutan.


"Tidak, Anna. Kembalilah, kembali!" teriak ibunya.

__ADS_1


Sang bibi jatuh terduduk, air mata pun tak bisa ditahan. Sepertinya mereka benar-benar kehilangan Anna. Barrow melangkah ke belakang dengan ekspresi wajah tidak percaya. Apa Anna tertangkap oleh arwah itu saat mereka terjatuh? Ataukah Anna jatuh ke alam lain?


Dia yakin mereka jatuh di tempat yang sama tapi kenapa dia bisa kembali dan Anna tidak? Apa yang sebenarnya terjadi pada Anna?


__ADS_2