
Anna mengantar Barrow kembali, sepanjang jalan Barrow hanya diam tanpa membicarakan apa pun. Ini kali pertama Barrow seperti itu selama mereka saling mengenal dan menjadi rekan. Barrow tidak pernah diam seribu bahasa seperti itu.
Sungguh aneh, sikap yang Barrow tunjukkan sudah terlihat saat mereka datang walau Barrow sempat menjadi dirinya namun sikap anehnya semakin menjadi setelah meteka memutuskan pergi dari tebing.
Anna melirik ke arah Barrow sesekali, jujur dia khawatir. Tatapan mata Barrrow bahkan kosong, dia tidak terlihat bersemangat sama sekali. Barrow bahkan mengabaikan dirinya dan tidak menjawab saat Anna mengajaknya untuk pergi makan. Biasanya dia akan bersemangat tapi hari ini, seperti tidak ada gairah kehidupan dalam dirinya.
"Barrow, ada apa denganmu?" Anna memberanikah diri bertannya. Dia yakin ada yang tidak beres dan dia takut ada yang mengikuti Barrow saat mereka kembali dari kastil. Dia juga jadi curiga karena Barrow sempat menghilang beberapa saat ketika para polisi datang. Dia belum menanyakan hal ini lebih rincii tapi dia yakin Barrow tidak akan menjawab dalam keadaannya yang seperti itu.
Benar dugaannya, Barrow tidak menjawab. Dia diam, melihat ke arah Ana pun tidak. Anna jadi takut sekarang. Jangan sampai terjadi sesuatu pada Barrow karena terlibat akan masalah si payung merah.
"Barrow, kenapa kau diam saja?" sungguh dia merindukan Barrow yang mesum seperti biasanya.
"Diam!" Barrow berteriak lantang, Anna sampai terkejut dibuatnya.
"Ada apa denganmu, Barrow?" mobil dihentikan di sisi jalan, Anna memandangi sang rekan dengan tatapan heran. Barrow yang ada bersama dengannya saat ini, bukanlah Barrow.
"Barrow?" Anna kembali memanggil karena Barrow hanya diam dan menatapnya tajam.
"Tutup mulutmu, Anna Baker!" ucap Barrow. Kini Barrow berpaling, menatapnya tajam dengan ekspresi tidak suka.
"Siapa kau? Kau bukan Barrow!" ucap Anna.
__ADS_1
"Aku Barrow, apa kau buta? Aku muak denganmu, Anna. Jika bukan karena Mariana menginginkan dirimu, aku sudah mendorongmu di dasar tebing itu!"
"Apa maksud perkataanmu, Barrow?" air mata Anna menetes, dia tidak terima Barrow sampai dipermainkan oleh iblis Mariana seperti itu.
"Ha... Ha.. Ha.. Ha!" Barrow tertawa terbahak melihat air mata Anna.
Anna tidak bisa mengatakan apa pun, dia sungguh tidak menduga Barrow akan jadi seperti itu.
"Simpan air matamu untuk Nick Devan, tidak perlu menunjukkan air mata itu padaku karena yang kau sukai Nick Devan!"
"Kenapa kau berkata seperti itu?"
Anna terkejut mendengar ucapan Barrow. Dia bahkan tampak linglung, berusaha mencerna setiap perkataan yang Barrow ucapkan. Barrow keluar dari mobil dan melangkah pergi, Anna masih terlihat linglung namun tidak lama karena dia segera keluar dari mobil dan mengejar Barrow.
"Tunggu, Barrow. Apa maksud dari perkataanmu itu? Apakah kau sedang mengucapkan lelucon ataukah kau sedang serius?" tanya Anna.
"Anna Baker, kau seorang agen seharusnya kau tahu apa yang aku maksud!" ucap Barrow.
"Tidak, aku tahu ini bukan dirimu, Barrow. Kau tidak pernah seperti ini sebelumnya, aku tahu kau tidak sejahat ini dan aku tahu kau bukan keturuan murni Mariana!" ucap Anna. Disimpulkan dari ucapan Barrow jika dia adalah keturunan Mariana. Dia harap itu hanya tipu daya iblis saja untuk memperdaya dirinya tapi bagaimana jika perkataan Barrow adalah benar?
"Kau bisa menyimpulkannya sendiri, Anna!" Barrow berdiri di tengah jalan, sebuah mobil melaju kencang ke arahnya. Dia seperti ingin menabrakkan diri pada mobil itu, tentunya Anna berlari untuk mencegahnya.
__ADS_1
"Hentikan, Barrow!" teriak Anna. Mobil sudah begitu mendekat, siapa menghantam tubuh Barrow. Anna begitu ketakutan, dia bahkan hendak menutup mata namun dia tidak menduga, saat Barrow mengulurkan satu tangannya ke arah depan tiba-tiba saja seperti ada sebuah kekuatan yang menahan laju mobil itu sehingga mobil terhenti sampai-sampai bagian mobil terangkat ke atas lalu mobil itu terhempas ke atas aspal dengan keras.
Anna terkejut, Barrow bagaikan orang lain yang mendapatkan kekuatan super. Dia bahkan menarik pemilik mobil dan menghempaskannya keluar ke aspal jalan. Anna kehabisan kata-kata, Barrow membawa mobilnya mendekati Anna dan menghentikan mobilnya.
"Kau lihat, Anna. Aku punya kekuatan, kau bisa menyimpulkannya sendiri!" setelah berkata demikian, Barrow membawa mobil itu pergi.
"Hei, kembalikan mobilku!" teriak si pemilik mobil.
Anna menangis setelah kepergian Barrow. Tidak mungkin, tidak. Dia yakin pria itu bukan Barrow namun sekalipun dia menyangkal, pria itu adalah Barrow. Air matanya menetes tiada henti, dia sungguh tidak menduga Barrow jadi berubah seperti itu. Apa yang sebenarnya terjadi?
Pemilik mobil masih berteriak, Anna memberinya tumpangan sampai di tempat ramai. Dia tidak langsung kembali, Anna pergi ke rumah Barrow namun sepertinya Barrow tidak kembali. Dia kembali menangis penuh sesal, dalam hati kembali bertanya. Apakah Barrow benar-benar keturunan Mariana? Tapi bagaimana mungkin? Setelah semua yang mereka lewati namun semua itu bisa saja terjadi karena Mariana ingin mengelabui dirinya bahkan apa yang terjadi saat ini bisa jadi tipu daya Mariana untuk sebuah tujuan atau untuk melindungi keturunan Murni yang asli.
Anna diam, memikirkan sang rekan yang tiba-tiba berubah. Barrow baik-baik saja ketika mereka kembali, tidak ada pula yang mengikuti mereka. Dia yang mangantar Barrow, dia bisa melihat jika ada yang mengikuti rekannya namun dia tidak melihat apa pun.
Anna juga mengingat perkataan yang diucapkan oleh Barrow saat berada di tebing. Dia seperti sangat ingin tahu apa yang hendak dia lakukan, apakah itu keinginannya ataukah ada yang mengendalikan Barrow?
Wajah diusap dengan kasar, pusing. Payung merah, dia harus mencari arwah si payung merah dan mengajaknya berbicara. Dia tahu arwah itulah kuncinya seperti yang dia ucapkan sebelumnya. Dia juga yakin arwah itu tahu apa yang sedang terjadi. Selain arwah itu, dia tidak memiliki petunjuk lagi. Kini dia harus bekerja sendiri namun dia sangat berharap keadaan Barrow segera membaik. Dia akan meminta jimat pada ibunya, dia ingat neneknya memiliki jimat penangkal setan di rumah. Mungkin jika dia memasang jimat seperti itu di rumah Barrow, keadaan Barrow akan membaik.
Semoga saja ibu dan bibinya bisa membantu. Sebaiknya dia pulang dan mengatakan apa yang terjadi dan dia akan kembali besok. Anna membawa mobilnya pergi tanpa menyadari jika ada sosok hitam yang bagaikan bayangan hitam tipis berdiri di depan jendela rumah Barrow.
Sosok itu memperhatikan dirinya, dengan seringai lebar menghiasai wajahnya. Anna Baker, pasti dia dapatkan. Sosok hitam itu menghilang begitu saja, sebentar lagi bulan purnama dan pada saat itu tiba semua akan berubah. Setelah kepergian Anna, Barrow kembali sambil membawa sesuatu di tangan. Darah segar menetes, Barrow masuk ke dalam dan menutup pintu dengan rapat.
__ADS_1