
Anna masih mengarahkan pistolnya ke arah Barrow. Tembak atau tidak, hanya itu pilihannya namun kedua pilihan itu sulit dia ambil.
Jika sudah berbukti Barrow adalah keturuan murni Mariana maka dia tidak akan ragu namun hal itu belum terbukti dan dia tahu Barrow yang sekarang bukanlah Barrow.
Anna melangkah mendekati Barrow dan Nick, Nick memandanginya dengan ekspresi kesakitan. Barrow terlihat tidak main-main, dia benar-benar ingin membunuh Nick.
"Apa yang kau lakukan, Barrow?" Anna kembali menanyakan hal yang sama, dia harap Barrow bisa diajak berkomunikasi.
"Kau membawanya ke rumahku, Anna. Apa kau sengaja ingin menunjukkan kemesraan kalian padaku? Oh... Sekarang sudah ada dia yang menggantikan aku, sungguh luar biasa!"
"Apa maksud ucapanmu, Barrow? Aku datang karena aku mengkhawatirkan keadaanmu."
"Mengkhawatirkan aku? Jangan membuat aku tertawa! Aku tahu semuanya, benar yang Mariana katakan, manusia itu serakah jadi aku tidak boleh percaya padanya dan kau menunjukkan hal itu padaku!"
"Apa maksud perkataanmu? Jangan mengatakan perkataan seperti itu sehingga menunjukkan jika kaulah keturunan murni Mariana!"
"Ha... Ha.... Ha.... Ha..!" Barrow tertawa terbahak. Anna menggeleng dan menangis, Barrow benar-benar berubah seratus delapan puluh derajat.
"Aku memang keturunan murni Mariana. Jika kau tidak percaya, tembak aku sekarang. Aku tidak akan mati hanya karena peluru senjata apimu!!"
Anna diam, situasi yang rumit. Apa yang dikatakan oleh Barrow seperti sebuah tantangan. Apa benar Barrow tidak akan mati? Tapi bagaimana jika itu hanyalah tipuan. Bagaimana jika melalui perkataan yang Barrow ucapkan Mariana ingin dia membunuh Barrow sehingga dia disalahkah? Tidak, dia tidak boleh sembarangan mengambil keputusan dan terpedaya oleh apa pun.
"Turunkan pisau itu, Barrow. Kita bicara baik-baik," pinta Anna.
"Bicara? Apa kau takut aku membunuhnya, Anna?"
"Bukan begitu, Barrow. Aku percaya kau sedang dimanfaatkan. Sadarlah, Barrow. Jika kau mendengar suaraku, sadarlah segera. Jangan mau diperdaya oleh bisikan iblis jadi kembalilah, Barrow!" pinta Anna.
"Jangan asal bicara, aku adalah Barrow. Tidak ada yang memperdaya aku. Aku melakukan hal ini demi kebangkitan Mariana, aku akan menjadikan kau sebagai persembahan yang sempurna saat kebangkitan Mariana terjadi!" teriak Barrow lantang.
"Jika begitu aku tidak akan ragu untuk membunuhmu!" Anna terlihat serius, jari sudah siap menekan pelatuk pistol.
__ADS_1
"Lakukan, Anna. Aku tidak akan mati jadi lakukan!" teriak Barrow.
Anna benar-benar serius, apa yang dia lakukan mengikuti kata hati. Entah benar atau salah yang pasti dia harus mencoba.
"Tembak sekarang, Anna. Tembak!" teriaknya dan, Dor.... Anna benar-benar menembakkan satu timah panas ke arahnya. Mata Nick melotot, peluru melesat dengan cepat dan pada saat itu, Barrow mengangkat pisau untuk menangkis peluru yang sudah dekat. Itu adalah kesempatan Anna, dia kembali menembak. Kali ini dua peluru melesat ke arah Barrow. Dengan pisau yang dia pegang, Barrow bisa menangkis satu peluru lagi. Sungguh luar biasa namun satu peluru menembus tangannya.
Barrow berteriak, pisau yang dia pegang pun jatuh. Nick melihat itu adalah kesempatan jadi dia menyiku perut Barrow dengan sekuat tenaga. Cekikan tangan Barrow di lehernya terlepas, Nick berbalik dan menendang tubuh Barrow hingga Barrow terpental ke belakang.
"Kurang ajar, beraniya kau?!!" Barrow memegangi tangannya yang berdarah.
"Menyerahlah, Barrow. Aku akan berusaha menyembuhkan dirimu!" ucap Anna seraya melangkah maju.
"Lari, dia tidak mungkin membunuhmu!" Barrow mendapatkan perintah itu melalui bisikan, Anna tidak mendengar bisikan itu begitu juga dengan Nick.
Barrow melangkah mundur, tatapan mata tajamnya tidak lepas dari Anna. Tangannya yang tertembak mengambil sesuatu dari belakang dan tanpa Anna duga, Barrow melemparkan sebilah pisau ke arahnya dengan sekuat tenaga.
Anna menghindar, perhatian Anna teralihkan oleh pisau tersebut sehingga hal itu bisa dimanfaatkan oleh Barow untuk lari. Pisau menancap di pintu, Anna berpaling dan mendapati Barrow yang sudah berlari pergi.
"Anna!!" Nick juga mengejar.
Lari Barrow begitu cepat, dia melewati beberapa rumah lalu berlari menuju hutan. Anna terus mengejar, dia harus mendapatkan Barrow hari ini juga. Dia akan membawa Barrow pulang, mungkin ibu dan bibinya bisa membantu.
"Tunggu, Anna. Jangan dikejar!" teriak Nick namun Anna sudah melompati pagar dan berlari menuju hutan di mana Barrow menghilang.
Nick menghentikan larinya, napasnya memburu. Anna sudah tidak terlihat lagi. Nick merasa tidak bisa mengejar lagi, jangan sampai dia tersesat di dalam hutan. Nick melangkah kembali, dia akan menunggu Anna kembali.
Anna terus mengejar Barrow yang semakin masuk ke dalam hutan. Dia tidak mempedulikan apa pun. Kini dia semakin yakin Barrow hanya sedang dipengaruhi saja. Jika perkataan yang Barrow ucapkan bahwa dia tidak bisa mati adalah benar, tidak mungkin Barrow akan lari seperti itu. Dia pasti akan membuktikan ucapannya tanpa perlu lari.
Mereka semakin berlari masuk ke dalam hutan melewati pepohonan yang tinggi menjulang. Hutan semakin semak, Anna melewati pohon-pohon pakis yang tumbuh tinggi sambil mencari Barrow.
"Barrow!" Anna berteriak memanggil dan melangkah melewati semak-semak. Ke mana perginya? Dia melihat Barrow berlari ke arah semak-semak itu namun hilang.
__ADS_1
"Barrow, di mana kau?" teriaknya sambil menerobos semak-semak. Anna mengumpat, lengannya bahkan terluka akibat tergores semak-semak.
"Barrow!" dia kembali memangil namun sunyi yang dia dapat.
Anna terus melangkah, hutan itu begitu sunyi. Anna melihat sekitar, celaka. Dia berada di antara semak-semak. Dari mana dia datang. Anna mencari jalan di mana dia datang tadi, namun dia kehilangan jejak.
Anna mulai berputar, kebingungan mencari jalan dari semak belukar. Dia mulai panik, pepohonan yang ada disekitarnya yang hampir sama membuatnya bingung.
"Barrow, Nick!!" teriak Anna di tengah-tengah kepanikan yanng dia rasakan.
"Jangan menakuti aku, Barrow. Nick!" dari mana dia harus keluar?? Dia berlari cukup jauh tanpa sadar.
Suara binatang hutan seperti menertawakan dirinya. Anna memberanikan diri menerobos semak-semak menggunakan instingnya. Dia harap menemukan jalan kembali namun semak-semak yang dia lalui justru seperti tak berujung.
Semakin dia menerobos masuk, semakin dia tidak bisa menemukan jalan dan dia merasa semakin tersesat. Anna kembali berteriak memaggil Barrow dan Nick, berharap salah dari dari mereka mendengar teriaknnya dan menjawab sehingga dia bisa menemukan jalan keluar.
Anna masih saja melangkah, dia tidak bisa mundur lagi namun dia mencoba berjalan berputar ke kiri lalu ke kanan tapi anehnya dia seperti kembali lagi. Anna mengumpat dia semakin tersesat.
"Anna!" terdengar suara Nick memanggil dirinya.
"Nick!" Anna sangat senang dan berjalan menuju datangnya suara.
"Anna!" suara itu kembali memanggilnya.
"Aku di sini, Nick. Jangan pergi ke mana pun, tunggu aku!" Anna mulai berlari menghampiri suara yang kembali memanggilnya untuk ketiga kali.
"Anna!"
"Nick, tunggu aku!" larinya semakin cepat, Anna terengah. Dia terus berlari menuju datangnya suara yang semakin dekat. Akhirnya dia bisa keluar dari semak itu. Anna semakin senang melihat Nick yang berdiri di hadapanya sambil melambai.
Lari Anna semakin cepat, Nick sudah terlihat dekat. Anna bahkan memanggilnya, Nick membuka kedua tangan seperti ingin memeluk Anna. Anna berlari mmendekat namun tiba-tiba saja dia terkejut karena kakinya sudah tidak berpijak pada tanah. Anna melihat ke bawah, teriakannya nyaring terengar karena dia terperosok ke dalam dasar jurang yang curam.
__ADS_1