
Keadaan ibu dan bibi Anna sudah membaik, mereka pun sudah kembali ke rumah mereka karena Anna dan Barrow akan pergi berlibur hari ini. Anna masih berada di rumah dinasnya bersama Barrow, dia akan kembali ke rumah masing-masing setelah mereka kembali dari berlibur.
Barrow sudah memutuskan akan berlibur bersama dengan Anna ke Hawaii. Mereka bisa menghabiskan waktu mereka di pulau indah itu, selain berjemur di sisi pantai mereka melakukan banyak hal menyenangkan lainnya. Mereka bisa mengunjungi Volcano National Park yang memacu adrenaline karena itu adalah kawah yang dipenuhi dengan lava panas. Tidak hanya itu saja, mereka bisa menikmati alam di Haleakala National Park, Waimea Canyon atau beberapa tempat eksotis lainnya di pulau Hawaii. Tentunya mereka akan menginap di hotel yang sama namun dengan kamar yang berbeda karena Anna tidak mau mereka menginap di kamar yang sama.
Mereka sibuk di kamar masing-masing, Anna merapikan pakaiannya dan memasukkan pakaian yang akan dia bawa ke dalam koper begitu juga dengan Barrow. Tidak saja pakaian, beberapa jimat sudah Barrow persiapkan. Beberapa jimat yang dia dapatkan berada di atas meja. Dua botol air suci, salib dan juga sebotol garam. Dia dengar garam bisa mengusir setan. Dia harus membawa itu semua karena dia tidak mau ada hantu yang mengganggu waktunya dengan Anna.
Barrow melihat jimat-jimat yang sudah dia persiapkan, sepertinya cukup. Semoga saja apa yang dia khawatirkan tidak terjadi, semoga pula para hantu itu tidak mengacaukan harinya. Anna yang sudah selesai masuk ke dalam kamar Barrow tanpa mengetuk karena ada barang yang hendak dia sampaikan pada Barrow.
"Apa kau sudah selesai?" tanya Anna karena Barrow hanya berdiri di depan meja sambil memperhatikan sesuatu.
"Sebentar lagi, ada apa?" tanya Barrow seraya berpaling.
"Apa yang kau lakukan di sana?" Anna menghampiri Barrow, dia ingin tahu apa yang sedang Barrow lihat.
"Tidak ada, hanya melihat beberapa barang saja."
Anna menggeleng, melihat beberapa benda yang ada di atas meja. Untuk apa jimat juga beberapa benda lain itu?
"Untuk apa semua ini, Barrow?"
"Tentu saja untuk mengusir hantu yang mengganggu!" jawab Barrow.
Anna kembali menggeleng sambil memijit pelipis, apa Barrow tidak bisa berhenti memikirkan hal itu? Jika demikian , dia akan menakuti Barrow nanti selama liburan. Siapa suruh dia begitu takut sampai-sampai menyiapkan segala jenis jimat juga perlengkapan lainnya?
"Sepertinya masih ada satu yang kurang, Barrow," ucap Anna.
"Oh, ya? Apa itu?" Barrow memandangi jimat yang ada di atas meja. Dia merasa tidak ada yang kurang, tidak mungkin dia membawa bawang putih ke pulau Hawaii, bukan?
"Pistol air," Jawab Anna sambil tersenyum.
"Untuk apa benda itu?" Barrow tampak tidak mengerti.
__ADS_1
"Untuk menembakkan air suci ke arah hantu yang akan mengganggu kita!" Anna mempraktekkan menggunakan jarinya seolah-olah itu ada pistol di tangannya.
"Ck, bagaimana aku bisa menembak hantu itu sedangkan aku tidak tahu di mana posisi hantu tersebut?"
"Aku akan memberitahu nanti, Barrow di sana hantunya lalu kau bisa menembak mereka jadi bawalah pistol air yang bisa kau bawa ke mana pun agar para hantu itu tidak bisa mengganggu kita," ucap Anna.
"Bukan ide buruk," Barrow tampak berpikir, sebuah pistol air bukan ide buruk tapi tunggu dulu, jika dia membawa benda itu dan membawa ke mana pun mereka pergi lalu dia akan menembak setiap hantu yang Anna lihat bukankah dia akan terlihat konyol dan seperti anak kecil yang membawa pistol air ke mana pun?
"Sialan, apa kau ingin aku terlihat seperti anak-anak?" ucap Barrow.
"Tapi itu cocok untukmu," goda Anna.
"Jangan bercanda, dengan badan berotot yang aku miliki lalu senjata air di tangan, oh.. aku tidak sanggup membayangkannya!" ucap Barrow.
"Sepertinya keren," ucap Anna.
"Tidak, tidak keren!" ucap Barrow. Dia bahkan tidak mau membayangkan dirinya sedang membawa pistol air lalu menembak hantu yang tidak bisa dia lihat juga yang lainnya. Jangan sampai dia dikira orang gila oleh orang-orang yang melihat.
"Aku akan membelikannya untukmu," goda Anna.
"Apa? Jangan bercanda Anna!" protes Barrow.
"Tidak, aku akan membelikannya untukmu nanti," Anna melambai dan melangkah keluar dari kamar Barrow.
"Apa? Jangan coba-coba!"
"Cepat, Barrow. Kita akan ketinggalan pesawat!"
"Ck, kau benar-benar menghancurkan mood bagus yang aku miliki!"
Anna kembali terkekeh, dia akan terus menggoda Barrow nanti. Salahkan dirinya yang membawa banyak jimat padahal dia tidak mungkin mengatakan pada Barrow keberadaan para arwah penasaran itu meskipun ada arwah di sebelah Barrow.
__ADS_1
Koper dikeluarkan dari kamar, Barrow pun sudah siap. Mereka segera berangkat menuju bandara karena sebentar lagi mereka akan berangkat menuju Hawaii. Sebelum pesawat yang mereka tumpangi berangkat, Anna menghubungi ibunya terlebih dahulu karena dia harus memberi ibunya kabar jika dia akan segera berangkat.
"Apa kau sudah mau pergi, Anna?" tanya ibunya setelah menjawab.
"Aku sudah berada di pesawat, Mom. Sebentar lagi akan lepas landas."
"Jaga diri baik-baik dan nikmati liburan kalian selama di sana," ucap ibunya.
"Tentu, apa yang Mommy lakukan?" Anna melirik ke arah Barrow yang baru saja mencolek lengannya karena pesawat sudah akan lepas landas.
"Mommy dan Aunty sedang membersihkan rumah, sepertinya kami harus merenovasinya sedikit. Anggap sedang mengubah suasana."
"Itu bagus, lagi pula rumah nenek sudah tua."
"Kau benar, nikmatilah waktumu di sana. Jangan lupa mengabari kami jika sudah tiba."
"Oke, bye Mom," Anna menyimpan ponselnya setelah berbicara dengan ibunya. Penerbangan hari itu tidaklah begitu ramai, banyak kursi kosong di dalam pesawat. Kursi di samping Barrow bahkan kosong, itu kesempatan Anna untuk menggoda Barrow.
Pesawat bergerak naik, Anna melihat ke bawah sebentar lalu dia sudah siap dengan bantal juga selimut yang dia bawa karena dia ingin tidur selama di perjalanan menuju pulau Hawaii.
"Jangan bangunkan aku selama di perjalanan, Barrow. Aku mau tidur," pinta Anna.
"Apa? Jika kau tidur lalu aku dengan siapa?" tanya Barrow.
"Di sisimu ada seorang wanita cantik dengan wajah yang sedikit membusuk jadi dia akan menemani dirimu," goda Anna.
"Apa?" Barrow melihat ke sisi kirinya, tiba-tiba bulu roma meremang. Apa Anna serius?
"Anna, apa kau serius?" tanya Barrow.
"Hm," jawab Anna singkat karena kedua mata sudah terpejam.
__ADS_1
Barrow mengumpat, sial. Sebaiknya dia tidur juga dari pada dia di temani oleh sosok yang tak kasat mata. Barrow menutup wajahnya dengan topi yang dia gunakan dan memilih tidur denganĀ Anna. Lagi pula perjalanan yang mereka tempuh tidaklah jauh jadi mereka akan tiba dalam waktu beberapa jam saja. Setelah tiba di sana nanti, mereka akan menikmati waktu mereka berdua setelah menyelesaikan tugas yang berat.