Mistery Red Umbrella

Mistery Red Umbrella
Hantu Penunggu Bangunan Yang Marah


__ADS_3

Anna dan Barrow mencari bangunan tua yang ada di sekitar tempat itu melalui peta. Dugaan mereka jika ada yang melihat mereka mengubur kotak itu semakin kuat. Mereka bahkan menebak yang melihat memang orang yang tinggal di sekitar rumah Anna.


Mereka harus menemukan keberadaan kotak itu, Anna dan Barrow tidak peduli mau sampai jam berapa yang penting mereka harus menemukan keberadaannya sebelum kotak itu dibawa pergi lagi. Petunjuk yang mereka dapat tidak boleh di sia-siakan karena mereka akan kesulitan menemukan keberadaan kotak itu jika mereka tidak menemukannya malam ini juga.


Dua bangunan tua yang berada di lokasi yang berjarak agak jauh sudah mereka dapatkan. Di antara dua lokasi itu, mereka yakin kotak misterius yang mereka cari ada di sana tapi mereka tidak tahu di antara kedua bangunan itu di mana kotak itu berada.


"Bagaimana ini, Anna. Apa kita harus berpencar?" tanya Barrow.


"Tidak, Barrow. Sangat berbahaya. Kedua bangunan itu sangat luas, yang aku takut bukan hantu saja tapi aku juga takut dengan orang yang mengambil kotak itu. Kita tidak tahu yang mengambil kotak itu pria atau wanita, kita juga tidak tahu orang itu berbahaya atau tidak. Senjata apa yang dia miliki kita pun tidak tahu. Tidak hanya itu saja, jika orang itu dirasuki iblis, mau kau atau pun aku, tidak bisa menghadapinya jadi sangat berbahaya jika kita berpencar. Jangan sampai kotak itu kita temukan tapi salah satu dari kita mati dan yang paling mengenaskan adalah, kita berdua mati dan kotak itu tidak kita temukan!!' ucap Anna.


"Baiklah, yang kau katakan sangatlah benar. Aku tidak mau mati karena arwah dan gara-gara kotak terkutuk itu!" ucap Barrow.


"Oleh sebab itu, ayo kita cari di tempat yang paling dekat terlebih dahulu," ucap Anna.


"Baiklah, ayo kita pergi!"


Sebelum pergi, mereka mengambil senjata api, senter juga beberapa salib. Yang mereka hadapi kemungkinan hantu dan juga kemungkinan adalah manusia jadi mereka harus berhati-hati. Sesungguhnya ibunya tidak mau melepas kepergiannya tapi jika mengingat kotak yang mengambil korban mau tidak mau ibunya melepaskan Anna pergi.


Dengan menggunakan mobil Barrow, mereka pergi ke bangunan tua pertama yang tidak begitu jauh jaraknya. Bangunan itu seperti pabrik yang sudah terbengkalai, tempat itu bahkan gelap gulita.


Barrow menelan ludah, Anna cuek saja sambil memeriksa senter yang dia bawa. Barrow memuji nyali Anna, yang tidak takut sama sekali. Malam ini mereka berdua seperti sedang uji nyali.


"Kau siap, Barrow?" tanya Anna sambil mengangkat senter juga pistolnya.


"Tidak!" ucap Barrow. Yang dia pegang adalah senter dan salib. Dari pada senjata api yang tidak berguna untuk arwah, dia lebih memilih membawa salib. Jika dia memiliki mobil pemadam, dia akan menyemprot seluruh tempat itu menggunakan air suci agar arwah yang ada di sana lari ketakutan.


"Let's go!" Anna melangkah maju, Barrow mengikutinya dari belakang.


Anna mencoba merasakan aura jahat yang berada di kotak tapi dia tidak bisa merasakan apa pun. Mereka sudah berada di dalam bangunan, bulu roma Barrow meremang. Bau pengap tercium, sungguh dia tidak suka berada di tempat itu.


Tanpa berkata apa-apa, Anna melangkah masuk sambil menyinari ke kanan dan ke kiri. Barrow juga melakukan hal yang sama, sungguh dia merasa ada yang mengikutinya dari belakang. Entah itu hanya perasaannya saja atau memang ada, yang pasti dia tidak berani berpaling.


Ludah bahkan ditelan dengan susah payah, mereka terus melangkah masuk. Sejauh itu tidak ada yang aneh, setiap lorong mereka telusuri dengan hati-hati namun tiba-tiba saja mereka dikejutkan oleh benda keras yang jatuh di belakang mereka. Mereka berbalik, mengarahkan senter ke arah belakang untuk melihat suara apa itu.


"A-Anna," Barrow merasa keesulitan bernapas.


Suara itu kembali terdengar tapi berada di belakang mereka dan lagi-lagi mereka terkejut dan berbalik.


"Ayo kita pergi, Anna. Aku rasa tidak ada di sini," ucap Barrow. Dia benar- benar takut apalagi udara sejuk berhembus sedari tadi.

__ADS_1


"Tidak perlu takut, Barrow. Mereka tidak akan bisa melukaimu jika kau memilki jiwa yang pemberani," ucap Anna.


"Berbicara itu mudah, Anna. Tidak semua orang bernyali besar seperti dirimu!" ucap Barrow.


"Ayo jalan!" ucap Anna.


Mereka kembali melangkah maju, suara-suara kembali terdengar bahkan pintu-pintu ruangan yang mereka lewati terbuka dan tertutup dengan sendirinya. Anna tidakk peduli, yang dia cari adalah kotak, bukan arwah penasaran yang marah.


"Pegang salibnya kuat-kuat, Barrow. Jangan sampai jiwamu di bawa pergi lagi!" teriak Anna di tengah riuhnya benda-benda yang jatuh dan juga pintu yang terbuka tutup tiada henti.


"Sebaiknya kita pergi, Anna. Kia tidak sedang uji nyali!" teriak Barrow.


Langkah Anna terhenti, senter di arahkan ke depan di mana dia melihat seorang wanita menggunakan gaun putih berdiri di ujung lorong. Wanita itu menunduk sehingga rambutnya yang panjang menutupi wajahnya.


"Anna," Barrow merasa ada yang tidak beres apalagi Anna diam saja.


"Aku tidak mencari perkara denganmu!" teriak Anna. Sepertinya wanita itu adalah penghuni bangunan itu.


"Pergi kalian!" teriak wanita itu yang adalah arwah. Kepalanya terangkat, sehingga memperlihatkan wajahnya yang mengerikan. Wajahnya putih pucat, kedua matanya hitam dan darah mengalir dari kedua matannya. Dia tidak suka dengan kehadiran Anna dan Barrow karena kehadiran mereka mengganggu dirinya.


"Aku hannya ingin mencari kotak, tidak bermaksud mengganggu!" teriak Anna lagi.


"Sebaiknya kita lari, Anna!" teriak Barrow.


Tanpa membuang waktu, mereka berlari sehingga barang-barang yang terbang tadi saling membentur lalu jatuh ke atas lantai


Hantu itu tidak juga berhenti, hantu itu terbang dan mengejar Anna dan Barrow. Barang-Barang kembali terbang, Anna dan Barrow berlari sambil menghindari barang-barang itu.


"Sial, aku mau pensiun dan jadi pengusaha!" teriak Barrow.


"Terus lari, Barrow!" teriak Anna.


Mereka terus berlari tapi tiba-tiba saja mereka terpisah. Barrow berada di dalam sebuah ruangan dan terlihat panik.


"Anna" dia berteriak memanggil sambil menyinari tempat itu.


"Hi... Hi.. Hi.. Hi..!" suara tawa mengerikan terdengar yang membuat bulu kuduk Barrow kembali meremang.


"Jangan main-main, Anna!" teriak Barrow. Dia melihat sekeliling lalu dia merasa ada yang melewatinya dengan cepat.

__ADS_1


"Anna!" Barrow kembali memanggil, ludah ditelan dengan kasar.


"Anna," seseorang berbisik di belakang telinganya. Barrow berbalik, tidak ada siapa pun.


"Anna," lagi-lagi ada yang berbisik di telinganya, Barrow kembali berbalik namun lagi-lagi tidak ada siapa pun.


"Jangan main-main denganku!" kini dia mulai kesal. Barrow berbalik ke kanan, lalu ke kiri dan dia berbalik lagi dan pada saat itu, sosok wanita dengan wajah mengerikan berdiri tepat di belakangnya. Jarak wajah mereka bahkan begitu dekat.


Teriakan Barrow terdengar, tawa mengerikan arwah itu pun terdengar. Sosok mengerikan itu terbang ke belakang lalu hantu itu kembali terbang menghampiri Barow dengan cepatnya. Barrow berlari, benar-benar sial. Dia terus melarikan diri dari hantu yang terus mengejarnya dengan tawa mengerikannya.


"Barrow!" terdengar suara teriakan Anna yang mencarinya sedari tadi.


"Anna!" Barrow juga berteriak.


"Jangan lari kalian!" teriak arwah itu marah.


"Ke sini, Barrow!" teriak Anna lagi.


Barrow berlari ke arah datangnya suara, Anna sudah menunggunya di pintu keluar.


"Jangan harapa kalian bisa pergi!" teriak hantu itu.


Barrow berlari menghampiri Anna yang sedang berdiri dengan pistol yang sudah siap di tembakan. Dor... Dor... Dua peluru dilepaskan, tentunya peluru itu menembus sosok hantu yang mengerikan. Kesempatan itu mereka gunakan untuk berlari keluar dari bangunan itu.


Barrow hampir kehabisan napas, hantu itu sangat marah sehingga suara pintu yang tertutup dengan keras terdengar di belakang mereka karena mereka sudah berada di luar.


Kaki mereka pegal luar biasa, Barrow jatuh terduduk di atas rumput dengan napas terengah. Ini kali pertama dia bisa melihat hantu penunggu bangunan tua yang mengerikan.


Anna juga duduk di sisi Barrow, dengan napas memburu. Benar-Benar malam yang melelahkan, kotak tidak ditemukan tapi mereka harus dikejar oleh hantu tapi yang pasti dia jadi tahu jika kotak itu tidak ada di sana.


"Aku tidak mau lagi bertemu dengan hantu!" ucap Barrow. Dia bahkan berbaring di atas rumput untuk beristirahat sebentar.


"Masih ada satu tempat lagi, Barrow," ucap Anna.


"Oh, sial. Bisakah besok saja?"


"Bisa, tapi jika kita menunda maka hantu seperti itu akan semakin bertambah!"


Napas berat dihembuskan, Barrow beranjak dan kembali duduk. Senter di arahkan kembali ke bangunan tua, dia hanya iseng saja namun dia terkejut melihat hantu tadi sedang berdiri di depan jendela dan memperhatikan mereka. Bisa dibayangkan jika hantu seperti itu semakin bertambah? Sungguh mengerikan dan tentunya mereka harus pergi ke bangunan yang lain setelah beristirahat dan saat itu, waktu sudah menunjukkan pukul satu pagi.

__ADS_1


__ADS_2