Mistery Red Umbrella

Mistery Red Umbrella
Jangan Kembali Lagi


__ADS_3

Setelah misi penangkapan itu selesai, Anna dan Barrow pergi sebentar ke kantor polisi untuk memberikan penjelasan pada mereka. Tidak saja memberikan penjelasan pada mereka, dia juga harus mengatakan pada para petugas itu siapa korban yang mereka temukan agar para petugas itu bisa menghubungi keluarga Rosaline untuk mengambil kerangka gadis malang itu  karena setelah ini dia tidak akan ikut campur lagi.


Dia hanya bisa membantu sampai di sana karena dia ingin menikmati masa liburannya dengan Barrow. Kali ini dia yang akan mencari hotel, dia tahu hantu seperti itu pasti ada di setiap bangunan tapi setidaknya dia tidak mau bertemu dengan hantu yang penasaran lagi. Jika kemampuannya bisa dihilangkah, dia sangat ingim melakukannya.


Lagi-Lagi dia harus berterima kasih pada Roh pelindungnya yang sudah membantunya menyelesaikan kasus tersebut. Jika bukan bantuan roh pelindungnya, mungkin mereka masih mencari keberadaan pelaku tersebut sehingga mereka membuang banyak waktu.


Anna dan Barrow melangkah keluar dari kantor polisi, sang detektif yang menginterogasi mereka pun mengikuti mereka. Tentunya detektif itu mau berterima kasih karena berkat Anna dan Barrow, kasus yang dia tangani dua tahun belakangan dapat diselesaikan secara tiba-tiba.


"Aku sangat berterima kasih pada kalian, kasus ini akhirnya mendapatkan titik terang," ucap detektif tersebut.


"Tidak masalah tapi tolong segera hubungi keluarga gadis yang bernama Rosaline itu, dia ingin kerangkanya segera di makamkan oleh keluarganya agar dia bisa beristirahat dengan damai," pinta Anna.


"Pasti, tapi dari mana kau tahu jika kerangka itu milik gadis yang Rosaline?" tanya sang detektif. Dia masih menunggu hasil autopsi tapi sang agen itu bisa tahu begitu saja.


"Pacarku seorang cenayang jadi jangan heran," Barrow merangkul pinggang Anna dan kembali bekerja, "Kami sudah membantu jadi jangan mengganggu waktu kami lagi!"


"Baiklah, terima kasih!" teriak detektif itu. Barrow hanya melambai ke belakang tanpa menoleh karena dia dan Anna sudah melangkah pergi.


"Siapa pacarmu?" Anna melotot ke arahnya.


"Sebentar lagi kau akan menjadi pacarku!"


"Kau belum bisa membuat aku berdebar jadi jangan harap!"


"Ck, sial. Dua hari belakangan aku yang berdebar tapi malam ini aku akan membuat dirimu berdebar karena pesona dari ketampanan yang aku miliki!"


"Jangan bermimpi, hantu Rosaline masih ada satu permintaan yang harus kita selesaikan," dusta Anna.


"Permintaan? Permintaan apa?" tiba-tiba dia merasakan firasat buruk.


"Ayo kembali, masih ada yang harus kita selesaikan!"


"Anna, jangan katakan jika aku harus?" Barrow takut untuk melanjutkan perkataannya.


"Cepat, Barrow!" teriak Anna yang sudah melangkah pergi.


Barrow mengejar, tugas mereka membantu hantu itu sudah selesai. Tidak boleh ada tugas lagi setelah ini, waktu mereka sudah terbuang selama dua hari di sana. Jangan terbuang lebih banyak lagi jika tidak mereka akan kembali tanpa melakukan apa pun.

__ADS_1


Begitu mereka kembali, hantu Rosaline menyambut kedatangan mereka. Barrow mengumpat, dia terkejut karena hantu Rosaline berdiri di depan pintu saat pintu kamar terbuka.


"Sial, apa kau tidak bisa berdiri di tempat lain? Beruntungnya aku tidak memiliki riwayat penyakit jantung!" ucap Barrow dengan nada kesal.


"Aku menunggumu kembali, tampan," ucap hantu Rosaline sambil mengusap rambutnya.


"Selamat, Barrow. Akhirnya ada yang menyukaimu dan menunggumu kembali."


"Ck, sungguh aku tidak senang sama sekali!" Barrow melangkah melewati hantu Rosaline yang mengerikan.


"Kami sudah menangkap ketiga pelaku yang telah membunuhmu, apa lagi yang kau inginkan?" tanya Anna yang juga melangkah masuk melewati hantu Rosaline.


"Aku sangat berterima kasih pada kalian yang sudah membantu aku sehingga tubuhku bisa ditemukan meskipun sudah menjadi kerangka, terima kasih," bertemu dengan mereka adalah sebuah keberuntungan jika tidak maka kematiannya tidak akan bisa terungkap.


"Aku juga sudah menyampaikan agar keluargamu diberi tahu dan agar kerangka milikmu bisa di makamkan dengan layak. Ketiga pelaku itu pun akan mendapatkan ganjaran yang setimpal atas perbuatan mereka."


"Tidak, penjara tidak akan cukup. Setelah kerangka ku di makamkan, aku akan terbebas dan bisa pergi dari tempat ini. Aku akan membalas ketiga pelaku itu dan membunuh mereka."


"Pembalasan itu milikmu, aku tidak akan ikut campur lagi!" ucap Anna.


"Semoga kau bisa beristirahat dengan tenang setelah ini."


Rosaline tersenyum, walau wajahnya mengerikan. Tinggal menunggu sebentar lagi maka dia akan membalaskan dendamnya pada ketiga pria yang sudah membunuhnya.


"Bye, Barrow. Sampai berjumpa nanti malam," goda Rosaline sebelum dia menghilang.


"Pergi sana, jangan kembali lagi!" usir Barrow.


"Aku akan mencarimu nanti malam!" hanya terdengar suara Rosaline saja.


"Aku bawa banyak jimat jadi jangan macam-macam denganku jika kau tidak mau disiram menggunakan garam!"


"Hi... Hi.. Hi... Hi...!" Rosaline tertawa mengerikan, sedangkan Barrow sangat kesal karena dia di goda oleh hantu.


Anna tidak mempedulikan Barrow yang sedang menggerutu. Entah apa yang pria itu ucapkan dia tidak peduli. Dia ingin segera pergi dari hotel itu dan mencari hotel baru karena dia ingin segera berjemur di pantai atau setidaknya menikmati matahari terbenam.


"Apa kau mau mengoceh di sana sepanjang hari, Barrow? Jika kau ingin seperti itu maka aku akan meninggalkan dirimu di sini seorang diri!" ucap Anna.

__ADS_1


"Apa? Enak saja. Apa kita akan langsung pindah hotel?"


"Jika kau masih mengoceh tidak jelas maka aku akan tinggalkan kau di sini!"


"Oh, tidak. Aku sudah menanti hal ini. Kita akan pindah ke hotel yang lebih baik, bukan?" tanyanya.


"Yes, aku yang akan menentukan hotelnya," jawab Anna sambil merapikan barang-barangnya ke dalam koper.


"Jadi kita akan sekamar berdua malam ini?" Barrow kembali bertanya.


"Hm, jika kau tidak bergegas maka aku akan tidur sendiri dan kau akan tidur dengan Rosaline!"


"Yes!" Barrow melompat karena senang lalu kedua tangan menekuk ke samping, kepalan tangan pun mengepal lalu Barrow memajukan tubuhnya, dia melakukan hal itu secara berulang-ulang sambil berteriak, "Oh, Yes! Oh, yes!" dia terlihat begitu senang.


"Segera, Barrow!" ucap Anna.


"Aku tidak akan lama, semua barang-barangku sudah rapi."


"Jika begitu kita bisa langsung pergi!" Anna mengangkat kopernya namun Barrow sudah mendekatinya dan mengambil alih.


"Berikan padaku, kau harus menyimpan tenagamu untuk nanti malam!" ucap Barrow.


Anna mengernyitkan dahi, untuk apa? Anna mengikuti langkah Barrow keluar dari kamar, mereka akan pindah setelah mengambil barang-barang milik Barrow.


"Hei, ingat satu hal. Jangan katakan pada Rosaline kita pindah ke hotel mana. Aku tidak mau dia mengganggu malam kita berdua!" ucap Barrow saat mereka melangkah keluar.


Anna hanya tersenyum, sebuah ide licik untuk mengerjai Barrow pun muncul. Sepertinya malam ini dia akan bersenang-senang dan membuat Barrow berdebar.


"Cepat, Barrow. Jika kau terlalu lama maka Rosaline akan mengikuti kita!" ucap Anna seraya melangkah melewatinya.


"Apa? Jangan sampai!" Barrow pun mempercepat langkah.


"Jangan lupa, kau masih harus berkencan dengannya nanti malam," Anna berbalik seraya mengedipkan sebelah mata.


"Sial, kau benar-benar tidak ada manis-manisnya!" Barrow berkata demikian karena Anna menghancurkan suasana.


Anna terkekeh, entah kenapa dia suka menggoda Barrow dan malam ini pun dia akan menggoda pria itu agar malam mereka menyenangkan. Lagi pula sudah banyak yang terjadi, sekarang waktunya bersenang-senang.

__ADS_1


__ADS_2