
Anna dan Barrow sudah tiba di sebuah hotel yang tidak terlalu mewah namun cukup nyaman untuk mereka tempati. Mereka akan berada di sana sekitar kurang lebih dua minggu oleh sebab itu mereka juga perlu berhemat apalagi mereka bukanlah pengusaha dengan penghasilan fantastis.
Walau hotel yang mereka tempati tidak semewah hotel para orang kaya tapi di hotel itu pun menawarkan pantai pribadi sehingga Anna dan Barrow tidak perlu pergi ke mana pun untuk menikmati waktu di sisi pantai dan menikmati indahnya matahari terbenam.
Anna sudah berada di kamarnya, begitu juga dengan Barrow. Tempat yang bagus, kamarnya pun tampak bersih. Anna sedang menyimpan tas di dalam lemari saat pintu kamarnya diketuk dari luar. Suara Barrow pun terdengar di luar kamar, memanggilnya agar Anna membuka pintu untuknya.
"Anna, keluar sebentar," pinta Barrow.
"Kau benar-benar mengganggu, Barrow. Ada apa?" Anna sudah melangkah menuju pintu untuk membukanya.
"Cepat, ada sesuatu di kamarku!"
Anna Mengernyitkan dahi, apa maksudnya? Pintu kamar dibuka, Anna sangat heran saat Barrow menerobos masuk ke dalam kamarnya. Barrow seperti melihat sesuatu, jangan katakan hantu lagi padahal dia banyak membawa jimat.
"Ada apa? Kenapa kau terburu-buru seperti itu?" tanya Anna. Pintu kamar pun ditutup, Anna menghampiri Barrow yang sedang mengatur napas.
"Di kamar ku ada sesuatu, Anna?"
"Jangan terlalu mengada-ada. Kau terlalu banyak memikirkan hal seperti itu sehingga kau merasa takut!" ucap Anna tidak percaya.
"Aku tidak bohong, begitu aku masuk ke dalam kamar rasanya sudah berbeda dan baunya aneh!" ucap Barrow.
Memang dia merasa aneh karena perasaan tidak nyaman begitu masuk ke dalam kamarnya. Oleh sebab itu dia keluar lagi untuk memanggil Anna agar Anna melihat apakah ada sesuatu di dalam kamarnya atau tidak.
"Itu hanya perasaanmu saja jadi jangan terlalu takut seperti itu!" Anna tampak kesal, mereka datang untuk liburan tapi Barrow masih saja membicarakan masalah hantu.
"Aku tidak bohong, Anna. Ikut aku jika kau tidak percaya!" Barrow menarik tangan Anna dan menariknya keluar dari kamar itu.
"Jangan tarik, aku bisa jalan!" ucap Anna seraya memukul lengan Barrow.
"Jangan lari, awas kau!" ancam Barrow seraya melepaskan lengan Anna.
"Tidak akan, jangan terlalu takut seperti itu!"
__ADS_1
"Awas!" ancam Barrow lagi. Dia juga tidak mau hal itu terjadi apalagi mereka sedang liburan tapi yang terjadi di luar kehendaknya.
Kamar Barrow berjarak dua kamar dari kamar yang ditempati oleh Anna. Sebagai orang yang bisa melihat hantu, Anna sudah bisa merasakan hawa tidak menyenangkan dari arah kamar Barrow. Sepertinya apa yang Barrow katakan sangatlah benar, hawa dingin begitu terasa ketika mereka sudah berdiri di depan pintu kamar.
"Kenapa? Apa kau merasakan sesuatu?" tanya Barrow.
"Tidak!" dusta Anna tapi sesungguhnya memang ada yang aneh di dalam kamar itu.
"Tidak mungkin, aku yang tidak peka saja bisa merasakannya!"
Anna tidak menjawab, Barrow membuka pintu kamarnya sehingga Anna bisa masuk ke dalam. Barrow mengikuti langkah Anna sambil menelan ludah, semoga tidak seperti yang dia takutkan.
Memang bau tidak sedap tercium di dalam kamar itu, aneh. Anna melihat sekitarnya dan terkejut mendapati sosok hantu wanita yang mengerikan di sisi ruangan. Hantu itu memiliki rambut panjang dengan gaun berlumuran darah. Yang membuatnya terlihat mengerikan adalah, sebelah wajah sudah tinggal tengkorak dan isi perutnya tampak menjuntai ke bawah dari perutnya yang seperti di tebas oleh seseorang. Leher hantu itu pun tampak hendak putus akibat ditebas.
Anna melangkah mundur, Barrow tahu ada yang tidak beres jadi dia pun melangkah mundur.
"Sudah aku katakan, bukan? Apa yang kau lihat?" tanya Barrow.
"Tidak ada apa-apa," Anna berbalik. Sebaiknya dia pura-pura tidak melihat agar hantu itu tidak tahu sehingga mengikuti dirinya nanti namun sayangnya, sosok menakutkan itu mengetahui jika Anna bisa melihat keberadaannya.
"Baiklah, aku akan mencari kamar lain jika tidak, sepertinya aku harus pindah ke kamarmu," ucap Barrow sambil mengusap telapak tangannya.
"Enak saja, cari kamar lain!" protes Ana namun dia dikejutkan oleh hantu yang tiba-tiba saja muncul di depan matanya.
"Kau bisa melihat aku, bukan?" tanya hantu wanita itu.
Anna diam saja, tidak menjawab. Dia kembali melangkah seolah-olah tidak melihat apa pun tapi hantu itu mengikutinya karena dia yakin Anna bisa melihat rupanya.
"Kau bisa melihat aku, bukan?" hantu itu kembali bertanya hal yang sama.
Anna masih tidak menjawab, dia sedang menahan mual karena hantu itu menarik isi perutnya serta. Sebaiknya dia segera pergi karena dia benar-benar ingin muntah. Tidak membuang waktu, Anna berlari keluar, tentunya hal itu membuat Barrow terkejut.
Barrow pun berlari mengikuti Anna, dia semakin yakin ada yang tidak beres. Anna langsung masuk ke dalam kamar mandi karena dia sudah tidak tahan lagi. Barrow mengambil napas, dia tampak terengah akibat berlari padahal jarak kamar mereka tidak terlalu jauh.
__ADS_1
"Kenapa kau muntah? Jangan-Jangan kau hamil anak Nick," ucap Barrow asal.
"Sialan, jangan asal bicara!" ucap Anna kesal.
"Yeah, bisa saja kau sudah melakukan hal itu pada pria tua itu."
"Bukan karena itu, Barrow!"
"Lalu?" tanya Barrow tidak mengerti.
"Hantu itu, setengah wajahnya sudah menjadi tengkorak. Lehernya sudah mau putus dan isi perutnya?" Anna kembali mual mengingat isi perut hantu itu.
"Apa? Jangan katakan isi perutnya pun dapat kau lihat?"
"Pindahlah dari kamar itu, minta kamar yang lain. Mungkin saja di kamar itu telah terjadi kasus pembunuhan sehingga hantu itu tidak bisa pergi dari sana."
"Sial, kenapa harus aku?" umpat Barrow kesal.
"Segera Barrow, jangan masuk ke kamar itu lagi. Di sana tersimpan energi yang sangat jahat. Mintalah pegawai hotel untuk mengambil barang-barang milikmu."
"Ck, baiklah. Semoga saja hantu itu tidak mengikuti kita!" Barrow melangkah keluar untuk meminta kamar lain.
Anna mencuci wajahnya, hantu yang sangat mengerikan. Semoga dia tidak melihat lagi hantu itu tapi sayangnya, hantu itu sudah berdiri di depan pintu kamarnya dan membunyikan bel pintu.
Anna mengira itu Barrow jadi dia membukanya tanpa ragu namun tidak ada siapa pun di luar sana. Anna sangat heran namun dia kembali masuk dan menutup pintu.
Firasat buruk karena bau tidak sedap tercium. Anna berbalik, sosok hantu yang berada tepat di depan mata membuat Anna terkejut dan berteriak. Anna bahkan melangkah mundur ke belakang. Hantu itu mendekatinya sambil memperlihatkan senyuman mengerikannya, Anna pun mengumpat dalam hati.
"Sudah aku duga kau bisa melihatku," ucap hantu itu.
"Anna, temani aku untuk mendapatkan kamar baru!" ucap Barrow yang tiba-tiba masuk dengan kunci yang dia ambil.
Barrow terkejut melihat sosok hantu menakutkan yang ada di hadapan Anna. Keadaannya membuat Barrow segera berlari ke kamar mandi. Barrow pun muntah seperti Anna, apa itu hantu yang dimaksud oleh Anna? Tapi tunggu, kenapa dia bisa melihat hantu itu?
__ADS_1
Barrow mengintip keluar, sial. Yang dia takutkan terjadi juga. Sepertinya liburan mereka mendapat sedikit gangguan. Rasanya ingin menampar wajah hantu menggunakan sendal berduri tapi apalah daya, dia tidak berani.