Mistery Red Umbrella

Mistery Red Umbrella
Kasus Yang Semakin Rumit


__ADS_3

Anna hampir kehabisan darah saat tiba di rumah sakit. Anna segera menjalani perawatan, pisau yang masih menancap di perut pun segera dicabut. Keadaannya benar-benar kritis, beruntungnya dia tidak terlambat dibawa.


Barrow membawa kotak itu dan menyimpannya di gudang. Keanehan juga dia alami. Beberapa lampu kedap kedip, dia bahkan dikejutkan oleh sesuatu benda yang tiba-tiba terjatuh. Barrow mengumpat, sungguh dia benci dengan situasi seperti itu.


Setelah yakin kotak itu aman, Barrow bergegas pergi ke rumah sakit. Sungguh hari yang melelahkan tapi dia tahu yang paling lelah adalah Anna. Beruntungnya Barrow tidak mendengar apa yang ayah Nick ucapkan tentang Anna. Jika dia mendengarnya, mungkin sudah dia pukul pria tua itu.


Mesin mobil kembali menyala, Barrow pergi ke rumah sakit di mana Anna sedang dirawat. Sungguh, jika dia bisa melihat arwah itu, akan dia lempar menggunakan kotoran sapi agar wajahnya semakin jelek.


Anna mendapatkan beberapa jahitan di perut. Akibat dalamnya tusukan pisau, dia mendapatkan jahitan luar dan dalam. Anna belum sadarkan diri saat Barrow tiba untuk melihat keadaannnya. Barrow jadi bingung, haruskan dia memberitahu ibu Anna akan kejadian itu?


Sebaiknya dia menunggu Anna sadar, dia tahu Anna tidak pernah mau merepotkan ibunya apalagi keadaan seperti itu. Barrow menjaga Anna, dia bahkan membayangkan Nick Devan tiba-tiba masuk dan terlihat khawatir. Sungguh menyebalkan membayangkan wajah pria itu.


Semoga saja pria itu tidak tahu, tidak ada yang mengatakan jadi kemungkinannya dia tidak akan tahu tapi tunggu, kenapa dia jadi kesal dengan Nick Devan?Jangan katakan apa yang sedang dia alami saat ini adalah perasaan cemburu. Ck, lupakan. Sejak dulu dia dan Anna adalah sahabat baik jadi tidak akan terjadi hubungan spesial antara !mereka berdua.


Barrow memperhatikan wajah Anna, napas berat pun dihembuskan. Melihat keadaan Anna yang seperti itu sungguh membuatnya tidak tega. Semoga setelah ini tidak ada kejadian seperti itu lagi.


Karena waktu sudah malam, Barrow berbaring di sofa. Dia akan menginap di rumah sakit itu untuk menjaga Anna. Barrow terlelap tanpa menyadari, si payung merah berada di luar jendela. Tatapan matanya menatap ke arah Anna, namun di sisi Anna berdiri roh yang sudah melemparnya keluar dari rumah Anna.


Dilihat bagaimanapun, Anna Baker bukanlah keturunan orang biasa. Roh pelindung itu sudah membuktikannya. Roh itu bahkan menyadari kehadirannya, dengan sekali tunjuk saja, sebuah penghalang membentengi tempat itu sehingga arwah si payung merah tidak bisa mendekati Anna.


Arwah itu pergi, sedangkan roh pelindung itu masih berdiri di sisi Anna namun tidak lama roh itu menghilang. Anna sudah melewati masa kritisnya, sekantung darah tergantung di sisi. Nick belum tahu akan keadaan Anna, dia berusaha menghubungi Anna untuk mengatakan pada Anna jika Lucia sudah sadar dan baik-baik saja namun tidak ada yang menjawab.


Mungkin Anna sudah tidur karena sudah malam. Besok dia akan menghubungi Anna lagi untuk mengabarinya bagaimana keadaan Lucia namun sayangnya, Anna terbaring di rumah sakit.


Saat waktu menunjukkan pukul empat subuh, pengaruh obat bius sudah habis. Anna meringis sambil meraba perut. Bagus, dia masih merasakan sakit yang berarti dia masih hidup.

__ADS_1


"Barrow," Anna memanggil sang rekan, dia bahkan berusaha untuk bersandar.


"Barrow," dia kembali memanggil.


"Anna!" Barrow terbangun mendengar panggilannya.


"Aku kira kau tidak ada," Anna masih berusaha mencari posisi nyaman.


Barrow segera berlari ke arahnya, mengambil sebuah bantal dan meletakkannya ke belakang Anna.


"Thanks," Anna tersenyum, walau perutnya sakit.


"Kenapa kau bisa mengalami hal seperti ini, Anna? Apa arwah itu tiba-tiba menusukmu?" sungguh dia sangat ingin tahu kenapa Anna begitu ceroboh.


"Dia mengelabui aku, Barrow. Arwah itu merubah wujudnya menjadi Nick sehingga aku tidak curiga. Aku sungguh tidak menyangka arwah bisa merubah wujudnya untuk mengelabui manusia!!"


"Yeah, saharusnya aku mencari tahu hal ini lebih banyak dari ibuku," ucap Anna.


"Lalu apa yang terjadi setelahnya, rumahmu berantakan. Aku rasa setelah ini kau harus tinggal di rumah pria tampan ini," goda Barrow.


"Jangan mencari keuntungan dalam kesempitan!" Anna memukul lengan Barrow, sedangkan pemuda itu terkekeh.


"Kotak itu," mata Anna menerawang. Apa pun yang ada di dalam kotak itu, dia rasa memang sesuatu yang jahat berada di dalamnya.


"Kotak itu sudah aku bawa dan aku simpan di gudang."

__ADS_1


"Kotak itu aneh, Barrow," Anna berpaling, melihat ke arahnya.


"Aku juga merasa seperti itu, Anna. Aku justru merasa tidak seharusnya kita membawa kotak itu. Aku rasa sebaiknya kita kembalikan saja."


"Tidak! Kotak itu memang memiliki energi yang jahat. Aku curiga ada sebuah rahasia besar yang tersimpan di kotak itu sehingga sang pemilik membuat kotak yang tidak bisa dibuka oleh siapa pun dan menyimpan energi jahat di dalamnya. Kelima arwah yang menjaga kotak itu pasti arwah yang disegel untuk menjaga kotak. Arwah si payung merah bahkan tidak ingin kotak itu aku buka yang berarti, kita bisa mendapat petunjuk jika kotak itu sudah terbuka!" jelas Anna.


"Jika begitu, kita bisa membukanya, bukan?"


"Aku sudah mencoba, tapi tidak bisa."


"Apa maksudmu tidak bisa?"


"Kotak itu tidak memiliki pintu, tidak memiliki lubang kunci. Bahkan di segala sisi berbentuk sama namun setiap sisinya memiliki ukiran yang berbeda-beda. Aku rasa tidak mudah membukanya."


"Ck, jangan-jangan kotak itu tidak ada isinya," ucap Barrow dengan nada curiga.


"Tidak, kotak seberat itu bagaimana tidak mungkin memiliki isi. Kita berdua sampai kerepotan membawanya."


"Bagaimana jika di dalam kotak itu berisi tulang belulang kelima arwah itu dan arwah si payung merah, Anna?"


"Jika memang tulang belulang mereka, lalu kenapa mereka tidak mengijinkan kita membukanya? Bukankah jiwa mereka akan terbebas saat kotak itu terbuka?"


"Hei, bagaimana jika sebaliknya? Bagaimana jika mereka jusru terjebak di dunia ini untuk selamanya saat kotak itu dibuka? Hal itu bisa terjadi, bukan? Sebab itu para arwah itu tidak suka kita mengambil kotak itu dan hendak membukanya. Sebaiknya kita mencari tahu hal ini baik-baik agar kita tidak melakukan kesalahan."


Anna terlihat berpikir, apa yang dikatakan oleh Barrow sangat benar Bagaimana jika mereka membuat kesalahan sehingga para arwah itu justru terjebak? Segala kemungkinan bisa saja terjadi, entah arwah si payung merah sedang menuntut balas atas kematiannya atau dia terikat dengan pernjanjian yang mengharuskan dirinya mengambil nyawa gadis-gadis muda sesuai dengan jumlah yang ditentukan jika dia mau terbebas dari perjanjian itu.

__ADS_1


Mungkin saja dugaan itu benar, apalagi dia masih terus terusan mengincar nyawa Lucia. Jika memang dia dibunuh oleh banyak orang, dia bisa mengambil korban yang lain terlebih dahulu untuk meenuntaskan dendamnya tapi kenapa arwah itu masih saja mengincar nyawa Lucia?


Sekarang mereka benar-benar harus memikirkan kasus yang semakin rumit.


__ADS_2