Mistery Red Umbrella

Mistery Red Umbrella
Payung Terkutuk Yang Sudah Didapatkan.


__ADS_3

Seperti yang diduga oleh Anna, Mariana memang menyimpan benda yang Anna cari di antara mumi-mumi tersebut. Tidak akan ada yang menyadari keberadaan benda itu sekalipun arwah. Barang berharga memang harus disembunyikan di tempat yang istimewa agar tidak ada yang tahu.


Bukan di sela dinding, bukan pula di dalam peti mati yang telah dibongkar Anna juga bukan di bawah batu. Benda itu berada di antara mumi karena Mariana yakin, tidak akan ada yang menyadari keberadaan benda itu jika dia menyimpannya di antara para mumi yang adalah makhluk ciptaannya sendiri oleh sebab itu Anna tidak menemukan apa pun sekalipun Anna membongkar tempat itu.


Anna melihat sekeliling, dia butuh senjata. Peluru pistol tidaklah cukup karena akan habis dalam beberapa kali tembak saja. Untuk mengalahkan para mumi itu, dia butuh tongkat atau semacamnya.


Anna mencari di sekitar peti tapi hanya ada tulang belulang saja. Tidak ada yang bisa dia gunakan sehingga Anna mengambil dua tulang paha manusia untuk dijadikan senjata. Anggap saja dua tulang paha itu adalah tongkat besi.


Kini dia benar-benar dalam masalah, dia harus memegangi senter beserta dua tulang itu. Anna kembali mencari sesuatu yang bisa dia gunakan untuk mengikat. Selembar kain Anna temukan, itu sudah cukup untuk mengikat senter di salah satu tulang tersebut. Anna melakukannya dengan cepat sehingga dia bisa memukul sambil melihat mumi yang harus dia lawan.


Senjata dadakan sudah jadi, Anna melangkah mendekati para mumi tersebut dengan pelan. Dia akan langsung menyerang agar dia bisa mendapatkan apa yang dia cari.


"Mereka akan utuh dan kembali seperti semula, Anna. Jadi kau harus jeli melihat benda yang kau cari!" ucap Roh pelindungnya.


"Apa? Jadi mereka akan kembali utuh?"


"Kau tidak berpikir Mariana begitu bodoh, bukan?"


"Aku tahu, dia memang cerdik sebab itu aku masih berada di sini. Aku harap api pelita yang ada di depan pintu tidaklah padam karena aku rasa waktu di alam ini dan waktu di dunia manusia sangatlah berbeda."

__ADS_1


"Sebab itu kau harus jeli. Setelah mendapatkan benda itu, aku akan menuntunmu ke benda lain agar misi ini segera selesai!"


"Yeah... Aku mulai jenuh berada di alam gaib yang gelap ini!" dua tulang yang ada di tangan diangkat, bukan ide buruk mengikat senter di antara tulang itu


Tanpa ragu, Anna mengayunkan kedua tulang yang ada di tangan di salah satu mumi yang ada di hadapannya.


Brrakkkkk!! Suara tulang yang saling beradu terdengar, suara itu memancing para mumi lain sehingga mereka mengetahui keberadaan Anna.


Para mumi itu menyerang, Anna kembali mengayunkan dua tulang paha ke arah mumi yang dia lihat. Dia juga menendang sehingga mumi-mumi itu jatuh ke atas lantai lalu hancur berantakan. Anna melihat mumi yang hancur itu sebelum kembali utuh, tidak ada apa-apa jadi dia kembali menyerang yang lainnya.


Anna dikeroyok oleh para mumi yang mulai mencakari tubuhnya. Mereka lambat tapi mereka banyak sehingga membuat Anna kewalahan. Anna masih memukuli para mumi itu, juga menendang sehingga mumi-mumi itu jatuh dan hancur berantakan namun dia belum melihat benda yang dia cari.


Kakinya terus melangkah ke tengah, Anna juga terus menyerang. Satu mumi yang ada di belakangnya mengayunkan tangannya di mana kuku jarinya tumbuh menjadi panjang lalu mumi itu mencakar punggung Anna.


Anna terus memukul walau dia mendapatkan serangan dari segala sisi. Untuk mendapatkan benda yang dia inginkan memang butuh perjuangan. Anna masih diserang, mumi-mumi itu tidak juga berhenti. Anna mulai mencari cara, dia tidak akan bisa menang jika terus seperi itu.


Anna mengayunkan kedua tulang kaki yang ada di tangan, lalu mendang mumi hingga jatuh dan berantakan. Anna kembali memukul namun kepala mumi yang sudah jatuh ditendang menjauh. Mungkin cara itu bisa berhasil dan benar saja, tulang-tulang yang hancur kembali utuh namun mumi itu mencari kepalanya yang cukup jauh.


Seringai licik menghiasi wajah Anna, ternyata seperti itu cara melawan mereka. Sehebat-hebatnya para mumi itu, mereka tetap bisa dikalahkan. Kini tulang yang ada di tangan tidak lagi memukul bagian tubuh Mumi seperti yang dia lakukan sebelumnya karena yang diincar oleh Anna kini adalah kepala-kepala mumi tersebut.

__ADS_1


Bagaikan mendapat kekuatan baru, Anna memukul kepala para mumi itu hingga terlepas. Sangat mudah, seharusnya dia mendapatkan cara itu. Para mumi yang sudah kehilangan kepala menjadi keberadaan kepala mereka. Anna menendang mereka hingga hancur berantakan, beberapa kepala juga dia tendang menjauh.


Dia terus melakukan hal itu sampai akhirnya Anna menemukan satu mumi yang berbeda. Mumi itu tampak waspada bahkan mumi itu pun mengambil tulang mumi lain untuk melawan Anna.


"Di sana rupanya kau, kau pasti yang dipercaya Mariana untuk menjaga benda yang aku cari, bukan?" Anna memasang kuda-kuda sambil mengangkat dua tulang yang dijadikan senjata.


Mumi itu pun melakukan hal yang sama, dia seperti meniru gerakan Anna. Tidak membuang waktu karena mumi yang lain akan menyerangnya, Anna berlari ke arah mumi itu sambil berteriak.


Suara tulang yang saling beradu terdengar. Anna memukul dengan kecepatan tinggi, sedangkan mumi itu menangkis serangan yang dia berikan. Anna terus menyerang, sungguh lawan yang seimbang.


Mumi itu pun memukuli Anna dengan tulang yang dia bawa. Anna menangkis setiap pukulan yang diberikan oleh mumi tersebut. Anna kembali memukul, dia sedang mencari kesempatan untuk memukul kepala mumi tersebut. Para mumi yang lain mulai mendekat ingin menyerang Anna. Waktu Anna tiak banyak karena jika dia tidak merobohkan mumi yang sedang dia lawan saat ini maka dia akan kehilangan mumi itu dan akan kehilangan jejaknya.


"Berikan benda itu padaku!" teriak Anna. Dia segera berlari dengan cepat ke arah mumi tersebut sambil memukul mumi yang ada di sisi kanan dan sisi kiri. Mumi yang membawa benda yang dia inginkan hendak lari namun Anna segera melemparkan salah satu tulang yang ada di tangan kanannya dengan sekuat tenaga. Tulang itu berputar, mengenai dua mumi lain lalu mengenai kepala mumi itu dengan tepat sehingga kepala mumi itu terlepas.


Tubuh mumi itu pun terjatuh, mumi itu mulai mencari kepalanya yang terjatuh akibat tongkat. Anna melawan para mumi yang menghadang dan begitu sudah dekat Anna berlari lalu menendang tubuh Mumi itu yang sudah mendapatkan kepalanya hingga tubuh mumi itu hancur.


Anna mengarahkan senternya, benar saja dugaannya. Sebuah payung merah yang sudah usang berada di dalam kerangka dada mumi tersebut. Pintar, Mariana sungguh pintas.


"Ambil itu dan lari!" ucap roh pelindungnya karena mumi itu tidak akan mengetahui keberadaan Anna jika Anna keluar.

__ADS_1


Anna menginjak mumi itu hingga hancur lalu mengambil payung merah usang dari balik kerangka mumi yang sudah hancur. Ukuran payung itu tidak besar, pantas saja bisa disembunyikan di sana.


Setelah mendapatkanya Anna langsung lari keluar dari pintu yang sudah terbuka sedari tadi. Akhirnya dia dapatkan, payung merah terkutuk yang telah mengurung jiwa Natalie. Tinggal mencari pisau Artsbond maka misinya selesai. Tinggal membunuh Mariana saja, maka semua selesai.


__ADS_2