
Tubuh Anna membeku, dia tidak bergerak sedikitpun bahkan senter masih menyinari cermin. Tatapan matanya juga tidak berpaling sedikitpun, dia masih melihat sosok yang ada di belakang mereka bahkan Barrow tidak menyadarinya.
Barrow masih berusaha menarik peti yang beratnya tidak kira-kira, salah satu sosok yang ada terlihat tidak senang karena Barrow menyentuh peti itu. Salah satu sosok terbang mendekatii Anna dan berdiri di sisi Anna.
Matanya menatap Anna dengan tajam, sosok itu juga memperlihatkan wajahnya yang mengerikan. Sosok itu pun terbang mengitarinya, sepertinya dia sadar jika Anna bisa melihat keberadaan mereka. Anna masih diam dan mengumpat dalam hati, jika dia tahu akan ada penampakan itu maka dia sudah pergi ke gereja untuk mengambil air suci di sana.
"Anna, bantu aku. Kenapa kau diam saja?" tanya Barrow. Dia masih berusaha menarik kotak yang tidak bergerak sama sekali bahkan dia merasa kotak itu semakin berat saja.
"Jangan sentuh kotak itu!" salah satu arwah itu berteriak marah. Tubuh Barrow terpental ke belakang, menembus beberapa arwah yang ada di belakangnya lalu tubuhnya membentur dinding dengan keras.
"Barrow!" Anna hendak berlari ke arah Barrow namun dua arwah wanita mencegat langkahnya. Seringai sinis menghiasi wajah mereka, mereka bahkan melayang memutari Anna.
"Apa mau kalian, manusia?" tanyanya.
"Lepaskan temanku," pinta Anna karena tubuh Barrow sudah melayang dan kakinya tidak lagi menginjak lantai.
Satu arwah lain mencekik leher Barrow sehingga membuat pemuda itu menendang udara. Barrow juga terlihat kesulitan bernapas.
"Aku bilang, lepaskan sahabatku!" pinta Anna.
"Tidak akan, ha.. ha... ha... ha...!" kedua arwah itu terbang menjauhi Anna, salah satu dari arwah berada di belakang Barrow. Kukunya yang tajam sudah berada di bawah leher Barrow, membuat goresan hingga darah menggalir.
Barrow tidak bisa melihat tapi dia bisa merasakan goresan yang dibuat oleh arwah itu. Barrow masih memberontak, tatapan matanya tidak lepas dari Anna dan dia juga berusaha meminta tolong.
"Help me, Anna," mulutnya mengucapkan hal demikian namun tidak mengeluarkan suara.
"Aku bilang lepaskan Barrow!" teriakan Anna marah.
Beberapa arwah itu terkejut karena sesuatu energi keluar dari tubuh Anna. Dua arwah tadi kembali melayang mendekati Anna, tubuh Barrow bahkan dilepaskan sehingga pria itu jatuh ke atas lantai.
"Kau, yang istimewa," ucap salah satu dari mereka, rambut Anna bahkan dimainkan dan diendus.
"Roh yang manis, kau pasti menjadi incaran seseorang, bukan? Oh, tepatnya arwah jahat."
"Dari mana kau tahu?" jawab Anna.
"Tentu saja kami tahu dan kami tahu siapa yang kau cari," ucap arwah yang mengganggunya.
"Jika begitu katakan di mana dia?"
"Dia?" kedua arwah itu melihat ke arahnya lalu mereka terbang menjauh sambil tertawa mengerikan.
"Sebaiknya jangan mengganggunya balas dendam jika tidak kau dan keluargamu akan mati!" ucap yang satunya lagi.
__ADS_1
"Jangan banyak basa basi, katakan padaku apa isi kotak itu?" tanya Anna.
Kedua arwah itu melayang ke arah arwah lain, arwah itu ada lima. Mereka berdiri bersama sambil tertawa mengerikan.
Barrow beranjak dari atas lantai dan segera berlari ke arah Anna dan bersembunyi di belakangnya.
"Pasti ada hantu, bukan? Pasti ada," ucapnya.
"Jangan takut, Barrow. Mereka hanya tidak mau kotak itu disentuh."
"Jika begitu ayo kita pergi, lupakan kotak itu!" ucap Barrow.
"Tidak, mereka tidak ingin kotak itu disentuh jadi kemungkinan ada sesuatu yang tidak boleh kita ketahui," ucap Anna.
"Mungkin di dalam sana ada harta peninggalan mereka jadi mereka tidak ingin ada satu orang pun yang mengambilnya," Barrow melihat sana sini tapi dia tidak bisa melihat arwah tersebut.
"Tidak, aku yakin isi kotak itu lebih dari pada harta berharga."
"Pergi kalian jika tidak aku akan membunuhmu!" teriak salah satu arwah itu. Barang-Barang yang ada di dalam ruangan itu bergetar bahkan ada beberapa yang jatuh. Barrow berdiri membelakangi Anna, sebuah pistol sudah berada di tangan. Entah apa yang harus dia tembak tapi dia rasa pistol itu hanya untuk terlihat keren saja.
"Anna Baker, ayo kita pergi," ajaknya dengan nada menekan.
"Jika kita pergi, maka kedatangan kita akan sia-sia, Barrow. Kotak itu, harus kita dapatkan," ucap Anna seraya melihat ke arah kotak."
"Bagaimana caranya?" tanya Barrow.
"Kotak itu berat, Anna!"
"Gunakan kekuatan yang kau punya, gunakan semua tenagamu dan anggap kau sedang bercinta dengan istrimu di atas ranjang saat menarik kotak itu keluar!" ucap Anna asal.
"Sialan! Jadi aku harus memaju mundurkan bokongku saat aku menarik kotak itu? Aku sungguh tidak mau membayangkannya!"
Anna menahan tawa, apalagi dia harus membayangkannya. Sial, bukan waktu tepat untuk bercanda karena kelima arwah itu serius ingin membunuhnya.
"Pergi!" kini kelima arwah itu berteriak sampai membuat barang yang ada kembali bergetar.
"Tidak akan pernah!" teriak Anna pula.
"Jika begitu kami akan mengambil jiwamu!" kelima arwah itu terbang ke arah Anna.
Anna mulai lari, kelima arwah itu melewati Barrow begitu saja. Anna keluar dari ruangan menerjang jendela yang ada lalu dia kembali berlari.
Barrow menarik kotak itu sekuat tenaga, anggap dia sedang melatih ototnya saat ini.
__ADS_1
"Sialan kau, Anna. Tenagaku terkuras bukan karena bercinta denganmu tapi justru harus menarik kotak hantu!" gerutunya.
Anna terus berlari, mengecoh kelima arwah tersebut. Dia harap Barrow sudah membawa kotak itu keluar agar dia juga bisa keluar.
"Barrow, apa kau sudah selesai?" teriak Anna.
"Almost!" teriak Barrow.
"Oh, tidak!" salah satu dari mereka menyadari jika mereka hanya dikecoh oleh Anna saja.
"Menyebar, cari pemuda itu!" teriak salah satu dari mereka.
"Cepat, Barrow!" teriak Anna.
Kelima arwah itu terbang pergi, mereka harus mencegah pemuda itu membawa kotaknya keluar. Anna berlari ke arah pintu keluar, dia juga harus mencegah kelima arwah itu mendapatkan Barrow.
"Barrow, tinggalkan kotak itu!" teriak Anna. Dia meminta hal itu karena dia yakin kali ini kelima arwah itu akan membunuh Barrow.
Barrow masih berusaha, sedikit lagi mencapai pintu. Hembusan angin dingin terasa membuatnya merinding. Teriakan Anna yang memintanya untuk meninggalkan kotak itu kembali terdengar.
"Bunuh pemuda itu!" teriak salah satu arwah yang melihat ke arah Barrow.
"Sial, firasatku buruk!" Barrow masih tidak menyerah, pintu keluar tinggal lima langkah lagi. Dia terus menarik tapi para arwah itu sudah terbang mendekatinya.
"Bunuh!" teriakan itu terdengar mengerikan bagi yang mendengar.
Mereka semakin mendekati Barrow, semakin dekat namun ketika kotak itu sudah melewati pintu, kelima arwah itu terpental masuk ke dalam.
Anna berlari keluar, kini dia membantu Barrow menarik kotak itu yang tiba-tiba sudah tidak seberat tadi. Sungguh aneh, Barrow sampai keheranan.
"Sudah aku duga," ucap Anna.
"Apa maksudmu?" tanya Barrow tidak mengerti.
Anna memandangi kelima arwah yang marah, yang tidak bisa keluar dari rumah itu.
"Mereka adalah korban yang dipersembahkan oleh sekte sesat dan roh mereka terkunci di rumah ini. Mereka ditugaskan untuk menjaga kotak itu, mereka sudah terikat dan tidak bisa pergi ke mana pun," jelas Anna.
"Dari mana kau tahu?" tanya Barrow.
"Entahlah, memangnya apa yang aku katakan tadi?" Anna balik bertanya.
"Menyebalkan, apa yang akan kita lakukan sekarang?" Barrow melihat kotak aneh yang berhasil dia bawa keluar.
__ADS_1
"Aku akan membukanya nanti di rumah!"
Senjata api disimpan, mereka membawa kotak itu ke mobil. Kelima arwah itu tidak bisa melakukan apa pun meskipun mereka marah. Seperti yang Anna katakan, mereka adalah tumbal yang dikorbankan dalam sebuah ritual sesat dan mereka terkunci di rumah itu untuk selamanya.