Mistery Red Umbrella

Mistery Red Umbrella
Teka Teki


__ADS_3

Hari sudah sore, Anna masih memeriksa buku milik neneknya untuk mencari petunjuk keberadaan pisau Artsbond yang belum dia dapatkan sampai sekarang. Tidak hanya benda itu yang harus dia dapatkan, dia juga harus mencari keberadaan payung merah terkutuk yang entah berada di mana.


Kaca mata yang dia gunakan dilepaskan, Anna menghembuskan napasnya dengan berat. Dia sudah berusaha mencari petunjuk akan keberadaan pisau itu tapi sampai sekarang dia belum mendapatkan apa pun. Ibu dan bibinya bahkan sudah tidak membantu karena mereka pergi beristirahat sebentar.


Anna memijit pelipisnya, mata sudah terasa lelah. Mungkin karena usianya yang sudah mau tiga puluh tahun. Celaka, dia baru menyadari jika sebentar lagi usianya tiga puluh tahun tapi dia belum juga menikah. Tidak bisa, setelah kasus itu selesai dia harus menikah.


Napas berat kembali dihembuskan, Anna meletakkan kepala di atas tumpukan buku milik neneknya. Sepertinya mustahil mencari seperti itu. Apa dia harus mencari petunjuk dengan cara lain?


"Apa kau ada di sini?" Anna bertanya pada roh pelindungnya. Mungkin saja roh itu bisa memberinya sedikit petunjuk.


"Kau mencariku, Anna?" tiba-tiba sosok putih sudah berada di sisinya.


"Apa kau bisa membantu aku menemukan keberadaan pisau Artsbond itu? Aku sudah mencari petunjuk tapi sepertinya nenekku tidak meninggalkan petunjuk sama sekali," Anna kembali mengambil buku, dia terlihat putus asa.


"Maaf, Anna. Aku tidak bisa membantu untuk hal itu karena pisau itu harus kau temukan dengan usahamu sendiri. Saat kau menemukan pisau itu, kau akan dituntun ke payung merah terkutuk yang telah membelenggu jiwa Natalie. Jadi jika kau ingin menemukan kedua benda itu, carilah keberadaan pisau tersebut tapi aku katakan padamu, untuk mendapatkannya tidaklah mudah!"


"Apa itu berarti aku harus menghadapi sesuatu yang berbahaya terlebih dahulu untuk mendapatkan benda itu?" tanya Anna. Kini dia terlihat serius.


"Tentu saja, Mariana tidak mungkin meletakkan benda yang bisa membunuhnya begitu saja, bukan? Benda itu dia simpan di tempat rahasia tentunya dengan begitu banyak penjaga yang tidak akan membiarkan dirimu mendapatkannya dengan mudah," jelas roh pelindungnya.

__ADS_1


"Jadi benda itu disembunyikan oleh Mariana?" terjawab sudah kenapa neneknya tidak meninggalkan catatan akan benda itu, jangan-jangan neneknya tidak tahu akan keberadaan pisau yang ditakuti oleh Mariana.


"Aku pernah mengatakan padamu jika pisau itu hilang, bukan? Setelah sang pastor meninggal, pisau itu memang menghilang namun dua puluh tahun telah berlalu, di mana ratusan korban sudah berjatuhan akibat kotak terkutuk itu, seorang martir gereja yang mendapat tugas untuk mencari pisau itu menemukan keberadaannya. Kotak itu pun ditemukan namun sebelum kotak itu dihancurkan oleh sang martir, Mariana mengetahuinya sehingga dia membunuh semua orang yang ada di sekitar kotak. Oleh sebab itu pisau itu jatuh ke tangan Mariana dan pisau itu disimpan olehnya di sebuah tempat rahasia yang tidak akan bisa di terobos dengan mudah bagi orang yang ingin mendapatkan benda itu. Payung merah yang membelenggu jiwa Natalie juga berada di tempat itu, sebab itu kau harus bisa menemukan di mana Mariana menyembunyikannya," jelas sang roh pelindung panjang lebar.


"Jika begitu, bagaimana aku bisa menemukan keberadaan kedua benda tersebut? Tidak ada petunjuk sama sekali, waktuku sudah tidak banyak. Aku akan gagal menemukan keberadaan benda itu sehingga aku tidak bisa menghentikan kebangkitan Mariana."


"Kau tidak perlu khawatir, Anna. Kau yang istimewa, bukan tanpa alasan kau dipilih oleh Mariana dan dianggap sebagai ancaman. Kau bisa memasuki tempat itu jadi carilah!"


"Caranya?"


"Dengarkan teka teki ini, dulu para arwah suka menyebutkan-nya. Entah apa yang dimaksud, tapi para arwah korban Mariana selalu mengatakannya," ucap sang roh pelindung.


"Teka teki?" Anna terlihat serius, semoga ini petunjuk.


"Sempit tapi tidaklah sempit?" Anna tampak berpikir, memikirkan teka teki yang diberikan oleh roh pelindung.


"Pecahkan teka teki itu maka kau akan menemukan tempat di mana Mariana menyembunyikan pisau tersebut dan juga payung terkutuknya. Kau harus ingat, bawa jimat yang terpasang dirumah agar tidak ada arwah jahat yang tahu dan agar Mariana tidak tahu kau mendapatkan pisau itu jika kau berhasil. Hanya ini yang bisa aku katakan, sisanya harus dengan kemampuan dan kecerdikan yang kau miliki. Jadi berusahalah. Panggil aku jika kau butuh," roh pelindung itu terlihat menipis, lalu menghilang.


Anna masih memikirkan teka teki itu. Apa artinya? Walau dia sudah mendapat petunjuk tapi dia harus memecahkan teka tekinya, tapi itu lebih baik dari pada tidak ada petunjuk sama sekali.

__ADS_1


Buku milik sang nenek dirapikan, dia sudah tidak memerlukannya lagi. Petunjuk yang dia dapat akan dia pikirkan baik-baik. Dia harap tidak terlambat dan bisa membebaskan arwah si payung merah yang mungkin sedang terbelenggu oleh Mariana dan memang, jiwa Natalie mendapat siksaan mengerikan karena aksinya diketahui oleh Mariana.


Di malam terakhir dia bertemu dengan Anna, dia ingin meminta bantuan pada Anna namun niatnya justru diketahui oleh Mariana. Jiwanya dikurung, dia tidak bisa pergi ke mana pun tapi dia dibebaskan untuk menjalankan tugasnya sewaktu di kastil untuk mengelabui Barrow namun arwah Natalie justru ingin mencari Anna dan lagi-lagi niatnya ketahuan sehingga Mariana kembali mengurung jiwanya hingga saat ini.


Asap hitam tipis melayang dan mendekati jiwa Natalie yang sedang terbelenggu. Sosok hitam itu menjadi seorang wanita lalu sosok itu pun melangkah mendekati Natalie.


"Apa kau masih ingin melawan aku, Natalie?"


Natalie mengangkat wajah, menatap arwah jahat Mariana dengan tajam. Jika dia tidak menjadi tumbal, maka dia tidak akan berada di posisi itu.


"Aku akan membunuhmu dengan putramu!" teriak arwah Natalie dengan penuh kebencian.


"Ha... Ha.. Ha... Ha..!" arwah jahat Mariana tertawa mendengar ucapan Natalie yang bagaikan lelucon baginya.


"Begitu berani kau berkata seperti itu, Natalie," Mariana melangkah mendekati Natalie, memegangi dagu Natalie dengan satu tangan lalu kukunya yang panjang dan hitam bermain di wajah Natalie.


"Lihat keadaanmu saat ini, kau tidak akan bisa bebas. Tidak akan ada yang bisa menemukan di mana payung terkutuk itu dan tidak ada yang bisa menghalangi kebangkitanku. Kau akan bergabung dengan jiwaku dan menjadi bagian dalam diriku," ucapnya.


"Anna Baker akan menghentikan dirimu!" Natalie kembali berteriak, dia sangat yakin agen wanita itu mampu melakukannya.

__ADS_1


Mariana diam, namun tidak lama kemudian tawa mengerikannya terdengar. Mariana mengangkat satu tangannya ke atas, kuku-kuku tangannya yang hitam legam terlihat semakin memanjang lalu Mariana mencakar wajah Natalie yang sudah hancur sehingga semakin hancur.


Rasa sakit tentu dirasakan oleh Natalie, dulu dia terlalu bodoh sehingga bisa ditipu dengan mudah. Dia kembali mendapat siksaan dari Mariana. Natalie sungguh tidak berdaya. Dia hanya bisa berharap Anna bisa membantunya dan menyadari jika yang bersama dengannya saat ini adalah iblis yang sedang menggunakan topeng malaikat sehingga Anna tidak terjebak dan tertipu seperti dirinya dulu.


__ADS_2