Mistery Red Umbrella

Mistery Red Umbrella
Rumah Tua


__ADS_3

Barrow telah selesai memeriksa keempat gadis yang pergi dengan Lucia ke rumah tua tersebut dan langsung pergi ke kantor karena Anna berada di sana. Anna harus menjelaskan kasus yang sedang dia tangani pada sang atasan selama dua jam tapi sang kapten tidak percaya akan apa yang Anna ucapkan.


Dia menganggap Anna hanya mengada-ada akibat kasus yang sulit dia pecahkan namun Anna mengatakannya secara serius. Walau terdengar sangat tidak masuk akal tapi mau tidak mau sang atasan mempercayai ucapan Anna karena kasus itu memang sedikit janggal di mana tidak ada jejak pelaku sama sekali.


Anna dan Barrow masih dipercayakan untuk menangani kasus itu. Lagi pula agen lain sedang sibuk menangani kasus kejahatan yang hampir setiap hari terjadi. Sesungguhnya Anna sangat ingin menyerahkan kasus itu pada orang lain agar dia tidak berhubungan dengan arwah lagi tapi sang kapten masih mempercayakan kasus itu padanya.


Barrow sangat heran ketika melihat wajah Anna yang tampak kusut saat dia tiba. Seharusnya dia tidak berbicara masalah arwah itu agar sang atasan tidak mempercayainya lagi. Rasanya jadi menyesal.


"Ada apa denganmu?" tanya Barrow.


Anna menghela napas dan mengeleng, Barrow tahu pasti sudah terjadi sesuatu dengan rekannya.


"Kenapa? Apa kau dimarahani oleh Kapten?" tanya Barrow.


"Tidak, aku pikir aku ingin mengundurkan diri dari kasus ini agar aku tidak berurusan dengan arwah lagi."


"Kenapa? Menyerah  bukanlah gayamu, Anna."


"Aku tahu, tapi aku merasa kasus kali ini sangatlah berbahaya tidak seperti kasus biasanya. Bahkan aku merasa kasus ini lebih rumit dari pada kita menghadapi penjahat atau pembunuh yang sesungguhnya."


"Hei, jangan menyerah seperti itu. Ada aku jadi kita akan menangani kasus itu bersama."


"Kita memang harus menanganinya bersama," ucap Anna.


"Sebab itu jangan menyerah, kau pasti mendapatkan kemampuan itu untuk suatu tujuan jadi gunakan dengan baik walau sesungguhnya aku tidak suka terlibat dengan mahkluk halus."


"Baiklah, kau benar. Bagaimana dengan yang aku minta kau lakukan, apa terjadi sesuatu dengan keempat gadis itu?" tanya Anna.


"Tentu saja sudah aku kerjakan. Mereka berempat baik-baik saja, tidak mengalami apa yang gadis itu alami."


"Baiklah, ini benar-benar sudah aneh. Sekarang saatnya kita pergi ke rumah tua itu untuk mencari petunjuk," ajak Anna seraya beranjak.


"Petunjuk apa, Anna? Apa arwah itu akan meninggalkan jejak kaki dan sidik jari?"


"Ck, mau ikut apa tidak?"


"Tentu saja mau," Barrow beranjak dan mengejar Anna yang sudah melangkah pergi.


Mereka akan pergi ke rumah tua yang pernah didatangi oleh Lucia dan kawan-kawannya. Barrow membawa mobil, sedangkan Anna yang menunjuk jalan. Mereka pergi agak jauh dari kota, Lucia berkata jika rumah tua itu dekat sekolah tapi nyatanya tidak.


Rumah itu cukup jauh dari sekolah, bahkan masuk ke tengah hutan yang lebat dan sunyi. Anna dan Barrow sudah berjalan selama dua jam, rumah itu hanya bisa dicapai dengan berjalan kaki saja. Hutan begitu sepi dan gelap akibat pepohonan yang begitu rindang.

__ADS_1


Rumah tua itu sudah terlihat, Barrow melihat sekitar dan mulai merasa ngeri. Anna memperhatikan sekitarnya, dia mencoba mencari sosok yang mungkin bisa dia ajak untuk berkomunikasi.


"Apa kau yakin akan masuk ke dalam rumah itu, Anna?" tanya Barrow meyakinkan.


"Tentu saja, siapa tahu kita bisa menemukan emas batangan!" goda Anna seraya menepuk bahu Barrow.


"Emas batangan? Aku yakin yang kita temukan adalah hantu!"


Ana terkekeh, mereka sudah berdiri di depan pintu rumah tua tersebut. Pintu itu sudah terlihat reot karena terbuat dari kayu. Anna dan Barrow saling pandang, senter sudah berada di tangan  dengan sebuah pistol lalu mereka menendang pintu itu hingga terbuka.


Seperti rumah tua yang lainnya, tempat itu berantakan dan kotor. Bau tak sedap khas rumah tua pun tercium. Mereka melangkah masuk dengan perlahan sambil mengarahkan senter mereka.


"Bagaimana jika kita berpencar," ajak Anna.


"Apa kau serius?" Barrow melihatnya, jujur saja dia sedikit merasa ngeri berada di tempat itu apalagi harus sendirian.


"Tentu saja, jangan katakan jika kau takut," ucap Anna.


"Tidak, untuk apa aku takut!" ucap Barrow.


"Ya sudah, kau ke kanan dan aku ke kiri," ucap Anna.


"O..Oke," ucap Barrow walau sesungguhnya dia ragu.


Ruangan yang berantakan dan juga gelap membuat Barrow merinding takut. Dia tidak melihat sosok arwah saja sudah merinding ngeri, bagaimana dengan Anna yang melihat secara langsung? Tidak bisa dia bayangkan jika harus menjadi Anna yang bisa melihat sosok itu setiap waktu.


Sebuah kamar menjadi tujuan, Barrow menelan ludah sebelum masuk ke dalam ruangan itu. Sial, semoga tidak ada hantu mengerikan di dalam sana. Dalam satu tarikan napas, Barrow menendang pintu dan mengarahkan senjata apinya sambil berteriak.


"Hantu apa saja yang ada di dalam angkat tangan!" ucapnya. Suasana sepi, tidak ada siapa pun. Beruntungnya para setan itu tidak ada, sepertinya mereka tidak akan mengganggu pria tampan.


Barrow kembali menyelusuri begitu juga dengan Anna. Setiap ruangan yang dia lalui diselidiki dengan teliti. Anna melihat di setiap sudut, dia juga seperti mencari sesuatu. Sebuah kotak usang yang dia temukan pun Anna buka. Senter digunakan untuk melihat isi di dalam kotak tapi dia merasa ada yang sedang mengawasinya.


Anna melihat sekitarnya, tidak ada siapa pun. Dia bahkan melangkah menuju sebuah ruangan di mana terdengar ada sesuatu benda yang jatuh.


"Barrow, apa itu kau?" tanya Anna.


Suasana hening, tidak ada yang menjawab tapi dia terus melangkah mendekati ruangan itu. Ludah pun ditelan dengan kasar, dia merasa ada sesuatu di dalam ruangan itu. Semoga saja bukan arwah jahat yang mengejarnya sewaktu di rumah sakit.


Anna masih juga mendekati ruangan itu dengan jantung berdegup. Sinar matahari yang menerobos masuk benar-benar tidak cukup untuk menerangi ruangan akibat kaca jendela yang berdebu dan kotor apalagi pohon rambat sudah menutupi sebagian rumah. Senter bergerak ke kanan dan ke kiri, Anna mendekati ruangan itu dengan perlahan.


Firasat mengatakan ada sesuatu di dalam sana semakin kuat, dia sudah siap membuka pintu namun Anna harus dikejutkan oleh sesuatu yang lewat di belakangnya.

__ADS_1


"Barrow, jangan mengagetkan aku seperti itu," ucap Anna sambil mencari sosok yang baru saja lewat di belakangnya.


Tidak ada jawaban, Anna mencari cukup lama tapi dia tidak melihat apa pun lagi sampai akhirnya dia memutuskan untuk kembali memasuki ruangan. Pintu ruangan dibuka, di dalam tampak gelap seperti ruangan yang lain. Anna melangkah masuk, jujur saja udara di dalam terasa menekan. Tempat tidur masih ada walau kotor dan sudah rusak.


Tujuannya lemari, mungkin dia mendapatkan sesuatu dari sana namun lemari itu kosong. Anna terus mencari sampai akhirnya dia dikejutkan oleh seorang nenek tua yang tiba-tiba duduk di kursi yang ada di belakangnya.


"Apa yang kalian cari?" suara nenek itu hampir membuat jantung Anna copot.


Anna berpaling, sosok tua mengerikan melihat ke arahnya dengan seringai menakutkan.


"Apa kau yang memberikan payung merah itu pada Lucia?" tanya Anna karena dia ingat Lucia mengatakan jika dia mendapatkan payung itu dari seorang nenek tua.


"Memang aku," jawab nenek itu.


"Untuk apa? Apa arwah si payung merah itu memiliki dendam pada keluarga Lucia?"


"Kejahatan masa lalu, harus dibalaskan."


"Apa maksudnya?" tanya Anna tidak mengerti.


"Sebaiknya tidak ikut campur dalam dendam seseorang jika tidak, nyawamu taruhannya!" sosok nenek tua itu terlihat terbang keluar, sosoknya bagaikan asap hitam yang mulai menipis.


"Tunggu! Tolong jelaskan ada dendam apa?" teriak Anna sambil mengejar namun sosok itu sudah pergi.


Anna mengumpat, sial. Kenapa arwah suka hilang lalu muncul secara tiba-tiba? Anna hendak kembali masuk namun dia dikejutkan oleh Barrow yang menepuk bahunya.


"Barrow, kau benar-benar bisa membunuhku!" ucap Anna seraya memegangi dadanya.


"Aku menemukan sesuatu," ucap Barrow.


"Apa itu?"


"Ayo ikut!" Barrow mengajaknya ke ruangan di mana dia menemukan sebuah kotak besar dan dia rasa di dalam kotak itu ada petunjuk untuk mereka.


Anna dan Barrow saling pandang, mereka pun sepakat untuk membawa kotak itu untuk dibuka dan dilihat isinya.


"Apa ini?" tanya Anna.


"Semoga ada emas batangan," ucap Barrow.


"Jangan terlalu banyak bermimpi!" kotak itu sungguh berat saat hendak mereka bawa keluar. Mereka berusaha menarik namun tiba-tiba saja ada angin yang bertiup dan sebuah kain hitam yang menutupi cermin jatuh ke bawah.

__ADS_1


Anna mengarahkan senter ke cermin dan terkejut. Sial, dibelakang mereka berdiri beberapa arwah yang terlihat menakutkan.


__ADS_2