Mistery Red Umbrella

Mistery Red Umbrella
Poin Untuk Barrow


__ADS_3

Sebuah hotel sudah mereka dapatkan, kali ini Anna memilih hotel itu dengan baik. Tentunya Anna melihat tempat itu baik-baik sampai akhirnya Anna memutuskan untuk menginap di sana bersama dengan Barrow. Dia tidak mau liburan mereka kembali terganggu dengan kasus yang tidak terduga. Bagaimanapun dia harus memikirkan perasaan Barrow yang datang untuk berlibur. Seperti yang dia katakan, mereka akan sekamar berdua. Itu dia lakukan agar Barrow senang.


Seperti yang Anna inginkan, Barrow sangat senang saat mereka sudah berada di sebuah kamar yang menghadap ke arah laut. Tempat yang sempurna bahkan mereka tidak perlu bersusah payah untuk menikmati waktu di pantai karena pantai berada persis di depan kamar mereka. Hanya perlu melewati kolam renang dan beberapa gajebo saja maka mereka sudah bisa bersantai di pantai.


Anna memilih kamar yang berada di bawah agar mereka bisa ke pantai dengan mudah dan kembali ke kamar mereka dengan mudah pula setelah mereka selesai berjemur. Kamar itu memang sedikit lebih mahal tapi tidak jadi soal karena mereka membayarnya bersama. Udara sejuk berhembus, Anna sedang berdiri di depan balkon kamar yang dia buka karena dian ingin melihat indahnya hamparan laut biru. Ombak tampak menggulung dan menerjang sisi pantai, para peselancar menikmati waktu mereka di laut. Sepertinya mereka juag bisa berselancar tapi akan mereka lalukan nanti.


Barrow masih menunggu petugas hotel memasukkan barang-barang milik mereka, sepertinya dia harus membuat sebuah kejutan untuk Anna. Makan malam romantis mungkin bisa membuat Anna berdebar. Malam ini usahanya untuk membuat Anna berdebar di mulai.


Anna duduk di sebuah kursi gajebo yang ada di teras. Saat siang mereka bisa berjemur di teras itu untuk menghabiskan waktu. Sepertinya mereka tidak perlu pergi ke mana pun karena hotel itu sudah menyediakan fasilitas yang akan memanjakan para pengunjungnya.


Barrow membicarakan sesuatu dengan pegawai hotel tanpa sepengetahuan Anna. Dia bahkan mencuri pandang karena takut Anna mendengar apa yang sedang dia bicarakan. Jangan sampai rencananya gagal untuk memberikan kejutan pada Anna.


"Sebaiknya kita bicarakan hal ini nanti, aku akan menemuimu," ucap Barrow.


"Kami menantikannya, Tuan. Kami akan membantu anda mewujudkan apa yang anda inginkan," ucap pegawai hotel tersebut.


"Oke, kau harus ingat satu hal dan yang paling tidak aku sukai. Aku menginginkan ruangan tak berhantu. Jika sampai ada, maka aku tidak akan membayar!" ucap Barrow.


Pegawai itu mengernyitkan dahi, apa maksud perkataan tamu itu? Baru kali ini ada tamu yang meminta hal demikian padanya.


"Apa kau tidak sanggup menyediakan tempat itu?" tanya Barrow. Dia tidak mau ada yang mengganggu waktunya dengan Anna terutama hantu. Jangan sampai suasana romantis mereka jadi terganggu dengan hantu yang tiba-tiba saja muncul. Itu sangat menyebalkan, ingin memukul dan memaki tapi entah siapa yang harus dia pukul dan siapa yang harus dia maki karena dia belum tentu bisa melihat hantu tersebut.


"Tidak perlu khawatir, Tuan. Tempat kami tidak berhantu!" ucap pegawai hotel itu. Lebih baik mencari aman dan mengatakan demikian. Lagi pula dia tidak bisa melihat hantu, jadi mana dia tahu tempat itu berhantu atau tidak.


"Bagus, aku suka tempat yang bersih dari hantu!"


Walau tidak mengerti, pegawai hotel itu mengikuti apa yang Barrow inginkan. Baru kali ini mendapat tamu aneh dengan permintaan yang aneh pula. Setelah berbicara dengan pegawai hotel, Barrow menghampiri Anna yang sedang berbaring dengan nyaman di kursi malas.

__ADS_1


"Apa kau punya rencana malam ini, Anna?" tanya Barrow.


"Rencanaku tidur sampai pagi," jawab Anna


"Apa? Jadi kau datang ke sini hanya untuk tidur?" protes Barrow.


"Baiklah, kita pergi nanti malam tapi sekarang aku ingin tidur terlebih dahulu karena aku lelah."


"Jika begitu kemarilah!" Barrow beranjak dan menggendong Anna.


"Hei, apa yang mau kau lakukan?" protes Anna.


"Kau ingin tidur, bukan? Jangan di sini, lebih baik di kamar. Aku akan memijat kakimu sampai kau tidur."


"Thanks, Barrow. Tapi apa kau tidak lelah?"


"Tentu saja tidak, aku laki-laki jadi aku lebih kuat darimu!"


"Akhirnya aku mendapatkan nilai darimu," Barrow menurunkan Anna dengan perlahan di atas ranjang. Beberapa bantal di tumpuk agar Anna dapat berbaring dengan nyaman.


"Bagaimana, apa kau sudah merasa nyaman?" tanya Barrow memastikan.


"Tentu saja, terima kasih," Anna tersenyum saat Barrow mengangkat satu kakinya lalu memijatnya dengan perlahan. Anna tampak menikmatinya, Barrow memijat telapak kakinya dengan pelan namun bertenaga. Anna benar-benar menikmatinya, seperti waktu itu.


"Apa kau sudah menghubungi ibumu, Anna?"


"Tentu saja, aku akan menghubunginya lagi nanti."

__ADS_1


"Jika begitu beristirahatlah, kau butuh banyak tenaga nanti malam."


"Kau selalu berkata butuh tenaga nanti malam memangnya apa yang akan kita lakukan?"


"Jalan-Jalan, melakukan banyak hal menyenangkan. Apa kau tidak mau melakukannya?"


"Tentu saja aku mau, tapi apa kau tidak merencanakan sesuatu yang lainnya?"


"Tentu saja ada," Barrow mendekati Anna, duduk di sisinya dan merangkul bahunya. Tangan Anna diraih lalu diusap dengan perlahan. Anna pun bersandar di bahunya, walau terasa aneh tapi mereka memang butuh waktu seperti itu.


"Tidurlah, aku akan membangunkanmu saat waktunya sudah tiba. Tidak perlu takut, aku tidak akan mengambil kesempatan dalam kesempitan."


"Bodoh, jika kau berani maka aku akan memukulmu sampai kau kembali ke hotel itu lagi dan tinggal di sana dengan Rosaline!" ancam Anna.


"Wow... aku takut mendengarnya, Nona!" Barrow mengangkat dagu Anna, mereka berdua saling pandang. Anna tersenyum saat Barrow mengusap wajahnya dengan perlahan.


"Apa masih terasa aneh?" tanyanya.


"Yeah... tapi tidak seaneh seperti waktu itu."


"Baiklah, kita memang butuh banyak interaksi," bibir Anna di kecup dengan lembut, Anna jadi salah tingkah dan tampak canggung.


"Ck, sepertinya harus lebih dari pada ini!" ucap Barrow.


"Apa, Hei?" Barrow sudah membaringkan Anna dan mencium bibirnya. Anna berusaha memukul dada Barrow, namun pria itu tidak melepaskan bibirnya. Anna masih saja memukul tapi pada akhirnya Anna tidak melawan lagi dan membalas ciuman yang Barrow berikan.


Mereka berciuman cukup lama, sekarang Barrow jadi tahu apa yang harus dia lakukan. Hubungan mereka bisa berhasil, dia yakin itu. Hanya perlu usaha untuk menyingkirkan rasa canggung yang Anna rasakan. Mereka harus lebih dekat lagi dan sering melakukan kontak fisik maka rasa canggung itu akan pergi dengan sendirinya.

__ADS_1


Setelah mencium bibir Anna, mereka berdua berpelukan tanpa mengatakan apa pun. Anna juga tidak protes, dia lebih memilih memejamkan matanya untuk tidur. Usapan tangan Barrow di kepalanya membuatnya semakin mengantuk.


Barrow tidak melepaskannya, tangan tak henti mengusap kepala Anna. Barrow juga mencium dahinya dan masih mengusap kepalanya sampai pada akhirnya Anna benar-benar tertidur di dalam pelukannya. Akhirnya mereka menemukan hotel tanpa hantu. Walau ada gangguan sebentar tapi sekarang, mereka bisa menikmati waktu mereka berdua tanpa adanya gangguan lagi.


__ADS_2