Mistery Red Umbrella

Mistery Red Umbrella
Kotak Pengambil Tumbal


__ADS_3

Kabar apa yang dialami oleh Anna sudah didengar oleh Nick. Tanpa membuang waktu, Nick datang ke rumah sakit di mana Anna dirawat. Seikat bunga sudah di tangan, bunga mawar itu cocok untuk Anna. Bunga itu cantik, tapi berduri. Baginya bunga itu cocok menggambarkan karakter Anna Baker.


Entah apa yang terjadi, dia mendengar Anna diserang saat malam dan mendapatkan luka tusukan di bagian perut. Semoga saja Anna baik-baik saja, dia sangat khawatir apalagi Anna sudah banyak membantu.


Saat Nick tiba, Barrow berada di dalam ruangan itu. Tatapan mata Barrow terlihat tidak senang melihat kedatangannya, Nick cuek saja walau dia tahu. Lagi pula dia datang mengunjungi Anna, bukan untuk bertemu dengan Barrow.


"Anna, bagaimana dengan keadaanmu?" tanya Nick seraya menghampirinya.


"Bagaimana kau bisa tahu aku berada di sini, Nick?"


"Aku mencari tahu, ini bunga untukmu," bunga mawar yang dia bawa, diberikan pada Anna.


"Thanks," bunga mawar sudah berpindah tangan, Anna menghirup wangi bunga itu sebelum menyimpannya ke atas meja.


"Untuk apa memberi bunga? Bawa makanan lebih bermanfaat!" cibir Barrow dengan pelan.


Anna melihat ke arahnya, menatapnya dengan tatapan heran. Walau Barrow mengucapkan perkataan itu dengan pelan tapi Nick dapat mendengarnya. Nick bahkan melotot ke arah Barrow namun pria itu bersiul sambil menatap ke arah lain, berpura-pura tidak mengatakan apa pun.


"Hm, aku akan membawa makanan untukmu nanti," ucap Nick.


"Tidak perlu, aku sudah membelikannya," ucap Barrow lagi dengan pelan.


"Barrow!" Anna memijit pelipis, ada apa dengan kedua pemuda itu?


"Apa masalahmu denganku?" tanya Nick dengan nada tidak senang.


"Tidak ada, memangnya kau punya masalah apa?" Barrow justru balik menantang.


"Jika begitu kenapa kau memercik api permusuhan?"


"Hei, bung. Aku memang selalu seperti ini? Kau saja yang terlalu sensi. Apa kau sedang datang bulan?" sindir Barrow.


"Beraninya kau?!" Nick terlihat semakin kesal.


"Stop it!" teriak Anna, "Bisakah kalian tidak berdebat untuk hal yang tidak berguna? Kalian sudah seperti anak kecil," ucap Anna lagi dengan nada kesal.

__ADS_1


"Dia yang mulai duluan, Anna," ucap Nick.


"Maafkan Barrow, Nick. Dia memang seperti itu," ucap Anna.


Barrow mengangkat dagu sedikit tinggi sehingga dia terlihat angkuh. Dia menang, Anna pasti membela dirinya.


"Tidak perlu menunjukkan wajah seperti itu, Barrow. Potongkan aku buah jika kau peduli denganku!"


"Apa? Enak saja!" tolak Barrow.


"Jika kau tidak mau, aku rasa Nick bersedia," ucap Anna.


"Oke, baiklah!" Barrow beranjak, mengambil keranjang buah yang ada di atas meja. Matanya menatap tajam ke arah Nick, Nick juga melakukan hal yang sama. Anna hanya bisa menggeleng, melihat kedua pemuda yang saling adu tatap. Jika ada ring tinju, dia lebih suka meminta mereka untuk adu tinju sekarang juga.


"Bagaimana keadaan Lucia?" tanya Anna.


Nick mengalihkan pandangannya dan duduk di sebuah kursi yang sudah tersedia. Barrow menggerutu kesal dan berlalu pergi untuk mengupas buah seperti yang Anna inginkan.


"Bagaimana keadaan Lucia, apa dia baik-baik saja?" Anna mengulangi pertanyaannya.


"Aku senang mendengarnya. Aku minta kalian benar-benar menjaganya untuk menghindari korban lain."


"Apa maksud ucapanmu, Anna? Apa akan ada korban yang lain selain adikku?"


"Aku curiga memang ada tapi karena sampai sekarang arwah itu tidak juga berhasil membunuh adikmu jadi dia tidak bisa mengambil korban lainnya."


"Kenapa begitu?" tanya Nick tidak mengerti.


"Itu baru perkiraan kami namun belum pasti," ucap Barrow yang sudah selesai memotong buah.


"Benar, ini baru kecurigaan kami saja tapi aku harap kau selalu menjaga Lucia dan tidak mengandalkan jimat yang aku berikan. Arwah jahat itu juga bisa berubah wujud menjadi orang lain jadi berhati-hatilah!" ucap Anna.


"Apa kau diserang arwah itu, Anna?" tanya Nick curiga.


"Dia menyamar jadi dirimu, sebab itu jangan dekat-dekat dengan Anna!" ucap Barrow.

__ADS_1


"Apa benar, Anna?" Nick memperhatikan Anna dengan serius.


"Yeah, aku kira itu kau jadi aku tidak curiga sama sekali. Tapi semua itu bukan salahmu, aku yang telah lalai."


"Maaf, Anna. Aku?" Nick terlihat tidak enak hati.


"Sudah aku katakan bukan salahmu, Nick. Tidak perlu merasa bersalah seperti itu."


"Baiklah, aku harap kau tidak mengalami hal seperti ini lagi."


Anna tersenyum, dia juga akan semakin waspada setelah ini. Sepertinya dia harus pulang sebentar untuk bertemu dengan ibunya, Nick tidak lama, setelah melihat keadaan Anna dia kembali karena dia harus menjaga Lucia. Anna juga tidak mau berlama-lama di rumah sakit itu. Walau perutnya masih sakit tapi dia keluar dari rumah sakit dan meminta Barrow mengantarnya untuk melihat kotak misterius yang masih belum juga bisa dibuka. Jujur saja, dia sangat penasaran dengan kotak misterius itu.


Dia dan Barrow bahkan berdebat akan hal itu, Barrow tidak setuju Anna keluar begitu cepat namun Anna tidak bisa dicegah. Mereka segera bergegas menuju rumah Barrow. Gudang yang ada di samping rumah pun dibuka. Barrow terkejut melihat keadaan gudangnya yang berantakkan dan juga berbau busuk.


"Oh my God, kenapa bau bangkai seperti ini?" ucap Barrow.


Lalat hitam beterbangan keluar, jangan katakan ada tikus mati atau semacamnya yang mati di dalam gudang. Anna menghampirinya dengan susah payah, dia juga menutup hidung saat bau tidak sedap tercium begitu menusuk. Mereka berdua saling pandang, sepertinya ada yang tidak beres dengan kotak itu.


"Gudang ini tertutup rapat, bagaimana mungkin ada binatang mati dan masuk ke dalam?" ucap Barrow.


"Lalu bau apa ini?" Anna menutup hidung rapat, bau yang luar biasa.


"Entahlah, aku akan memeriksanya," Barrow memberanikan diri melangkah masuk, bau semakin menyengat. Rasanya ingin muntah namun dia ingin melihat apa yang sebenarnya terjadi. Langkah sudah semakin mendekati kotak, bau pun semakin menyengat. Barrow melihat sana sini namun langkahnya terhenti melihat benda hitam yang menumpuk di bawah kotak.


Barrow mencari saklar lampu dan menyalakannya, mata terbelalak melihat tumpukan bangkai binatang yang banyak. Seekor beruang besar bahkan terlihat sudah mati. Perutnya mual, Barrow  berlari keluar dari gudangnya.


"Ada apa?" tanya Anna.


"Sial, penuh bangkai binatang!"


"Kenapa bisa? Bukankah kau menutupnya rapat?"


"Sepertinya mereka membuat lubang dan masuk ke dalam," Barrow mengusap rambutnya, dia benar-benar sudah membawa kotak berbahaya.


Mereka berdua melangkah keluar, mereka juga saling pandang. Kotak jahat yang sungguh berbahaya, sepertinya para binatang itu ditarik oleh hawa jahat yang ada di kotak. Apa yang harus mereka lakukan pada kotak itu? Mereka tidak menyangka, kotak itu mengambil tumbal dan itu, sangatlah berbahaya.

__ADS_1


Saat ini para binatang yang jadi korban lalu bagaimana dengan besok? Kotak itu baru satu hari dan ini menjadi pr baru bagi mereka. Mereka juga harus mencari cara untuk mencegah agar tidak ada korban lagi sekalipun itu binatang.


__ADS_2