
Masa liburan mereka sudah berakhir, mereka juga sudah melewati masa pacaran selama dua minggu. Bagaikan terbebas dari sebuah kutukan, Barrow adalah pria pertama yang dapat menjalin hubungan dengan Anna lewat dari dua minggu.
Mungkin para pria sebelumnya bukanlah jodohnya sehingga mereka tidak ditakdirkan bersama. Jika memang bukan jodoh, mau dipaksa seperti apa pun tidak akan bersatu. Jodoh memang datang tanpa diduga, padahal selama ini Anna mengira Barrow hanya bercanda saja tapi ternyata pria itu benar-benar serius.
Sebelum menangani kasus si payung merah, mereka memang bukan rekan namun setelah mendapatkan kasus yang sama, mereka pun menjadi dekat. Semua bisa berubah, hubungan mereka pun jadi berubah. Arwah Natalie yang tadinya terbelenggu, sudah bebas. Jika ada reinkarnasi, semoga dia terlahir kembali.
Kasus yang mereka tangani bersama pun tidak mudah, suka duka sudah mereka lewati bersama. Kepercayaan dan kesetiaan juga perasaan mereka libatkan sampai akhirnya mereka dapat menyelesaikan kasus tersebut. Mungkin ada Mariana lainnya di belahan bumi yang tidak mereka ketahui, mungkin pula ada Nick lainnya tapi satu yang pasti, bersekutu dengan iblis dan mengorbankan orang lain untuk mendapatkan kekayaan bukanlah sikap terpuji yang patut di contoh.
Hidup tidak selalu berada di bawah, tidak juga selalu berada di atas. Satu hal yang harus di lakukan oleh manusia adalah bersyukur dan saling mengasihi. Harta membutakan hati setiap orang oleh sebab itu setiap manusia harus bijak jangan sampai tergoda dan ingin cepat kaya seperti Galen Devan yang rela mengorbankan putrinya sendiri demi kekayaan.
Galen dijatuhi hukuman penjara selama puluhan tahun. Tidak lama baginya untuk menjadi gila karena dia sudah seperti orang gila di dalam penjara. Semua yang dia miliki hilang, istrinya mengajukan perceraian. Istri dan putrinya pun tidak mau menemui Galen lagi karena perbuatan yang dia lakukan sangatlah fatal. Mungkin memaafkan mudah terucap namun luka yang dia torehkan tidak'lah mudah untuk disembuhkan. Sakit akibat pukulan dapat sembuh tapi luka dihati sangat sulit diobati oleh sebab itu bijaklah mengambil keputusan sebelum bertindak.
Hal itu tidak saja terjadi pada Galen, semua pengikut Mariana juga mengalaminya. Sebagian dari mereka menjadi gila, sebagian dari mereka pun bunuh diri di dalam penjara. Hukum alam berlaku, sesuatu yang didapat secara instan hanya akan memberikan kebahagiaan sesaat.
Lucia juga sudah hidup dengan baik bersama dengan ibunya. Gadis itu masih bertukar informasi dengan Anna dan memberinya kabar. Bagaimanapun Anna adalah orang yang menyelamatkan hidupnya. Dia tidak akan pernah melupakan apa yang terjadi dan Nick Devan, akan selalu menjadi kakak laki-laki yang selalu dia sayangi walau mereka tidak memiliki hubungan darah.
Kastil tempat pemujaan sudah dirubuhkan, tempat itu sudah hancur. Makam yang ada di hutan pun digali lalu mayat yang terkubur di sana diidentifikasi satu persatu agar mereka tahu, siapa saja korban yang terkubur di tempat itu. Para keluarga korban memenuhi rumah sakit saat mendapatkan kabar itu, akhirnya mereka tahu ke mana perginya anggota keluarga mereka selama ini.
Kasus si payung merah sudah selesai, kasus yang ditangani oleh Anna dan Barrow pun sudah ditutup. Berawal dari pertemuan Anna dengan arwah si payung merah, lalu kemampuan terpendam yang tidak dia sadari selama ini membawanya pada dunia gaib yang sulit diungkapkan oleh kata-kata.
Dia bukan orang yang percaya pada hantu, dia pun bukan orang yang percaya pada ilmu sihir tapi kasus yang baru saja selesai menuntutnya untuk percaya apalagi kemampuannya untuk melihat hantu tidak akan bisa dia hilangkan. Anna akan melihat hantu untuk seumur hidupnya dan dia akan terlibat dengan para arwah yang mati penasaran dan dia harus membantu para arwah tersebut.
Sesuai dengan tugas yang dia dapat, Anna menangani kasus para remaja yang hilang secara mendadak. Dia selalu diikuti oleh hantu tapi dia tidak peduli. Sepertinya setelah ini dia harus membuka sebuah agency yang dikhususkan untuk membantu hantu penasaran. Sungguh, para hantu yang mengikutnya sangat menyebalkan.
Barrow pun sibuk dengan kasus yang dia tangani, mereka sudah tidak menangani kasus yang sama lagi tapi hari ini adalah hari spesial mereka. Barrow sedang mengintai para penjahat yang sedang melakukan transaksi, sedangkan Ana mengintai seorang penjahat yang akan menculik seorang remaja belasan tahun.
Anna dan timnya sedang bersembunyi, dua orang penculik sedang mengintai seorang anak remaja yang ada di taman. Mereka belum bertindak karena mereka sedang menunggu waktu yang tepat. Seseorang menghubungi Anna saat itu, Anna segera menjawab dan berbicara melalui earphone yang terpasang di telinganya.
"Jangan lupa kau harus siap saat jam lima, Anna," ucap ibunya.
__ADS_1
"Aku tahu, Mom. aku akan pergi ke sana setelah selesai," jawab Anna namun pandangannya tidak lepas dari target.
"Mommy dan Aunty akan menunggu di sana."
"Oke, sekarang aku harus menyelesaikan pekerjaanku terlebih dahulu."
Setelah berbicara dengan ibunya, Anna kembali serius. Jam lima? Setelah lewat dari jam itu maka hubungan dan Barrow akan menjadi berbeda karena sesungguhnya ini adalah hari pernikahan mereka. Anna dan Barrow tidak bisa meninggalkan tugas oleh sebab itu mereka akan melakukan pernikahan sederhana mereka setelah tugas mereka selesai.
Hanya ibu dan bibi Anna yang menjadi saksi, mereka tidak mengatakan pernikahan mereka pada siapa pun. Hanya mengucapkan janji suci di hadapan pendeta, itu sudah cukup bagi mereka.
Anna mulai bergerak, untuk menangkap dua penjahat yang sedang melancarkan aksinya untuk menculik remaja tersebut. Tidaklah sulit karena mereka menyergap secara tiba-tiba sehingga membuat kedua penjahat itu dapat ditangkap dengan mudah. Dua sudah tertangkap bukan berarti kasus itu selesai karena mereka masih belum mendapatkan dalang dari kejahatan tersebut.
Waktu sudah menunjukkan pukul empat sore saat Anna sudah selesai, Anna segera bergegas menuju gereja. Baju pengantin pun dikenakan di mobil, wajah di rias seadanya. Lagi pula dia sudah cantik jadi tidak perlu banyak polesan untuk mempercantik wajahnya.
Walau seadanya tapi dia tidak kalah dengan pengantin lainnya. Anna melangkah dengan terburu-buru memasuki gereja setelah dia tiba. Dia tiba ketika waktu menunjukkan tepat pukul lima. Ibu dan bibinya sudah menunggu, begitu juga dengan Barrow yang datang dengan terburu-buru seperti dirinya.
"Aku siap," ucap Anna.
"Kau terlihat cantik," puji Barrow.
"Benarkah? Aku tidak mengecewakan dirimu, bukan?"
"Tidak, siap jadi istriku?" Barrow memberikan bunga yang sedari tadi dia pegang pada Anna.
"Tentu saja aku sudah siap!"
Pernikahan sederhana yang disaksikan oleh ibu dan bibi Anna mulai dilakukan. Walau sederhana tapi itu hari paling berarti bagi mereka. Janji suci sudah terucap, cincin pun sudah melingkar di jari manis mereka. Anna tersenyum saat Barrow membuka kain tipis yang menutupi wajahnya. Ciuman Barrow pun mendarat di bibir Anna, sekarang mereka sudah dinyatakan menjadi suami istri.
"Selamat untukmu, Anna," ucap ibunya seraya memeluk Anna.
__ADS_1
"Terima kasih, Mom," Anna juga memeluk ibunya. Sang bibi juga melakukan hal yang sama, Anna dan Barrow tampak bahagia tapi masih ada yang harus mereka lakukan setelah pernikahan sederhana itu.
"Aku harus kembali karena aku hendak melakukan pengintaian," ucap Anna.
"Apa? Kalian baru saja menikah!" ucap Ibunya.
"Aku juga harus pergi karena malam ini kami akan melakukan penangkapan," ucap Barrow pula.
"Hei.. Hei, pengantin macam apa kalian berdua?" protes sang bibi.
"Bey, Mom. Bye, Aunty," teriak Anna karena dia sudah berlari pergi bersama dengan Barrow.
"Astaga, apa mereka baru saja menikah?" tanya sang bibi sambil menggeleng.
"Tidak apa-apa, ayo kita kembali," ajak ibu Anna.
Di luar sana, Barrow mencium bibir Anna sebelum mereka berpisah. Mereka akan bertemu nanti malam setelah mereka selesai.
"Tunggu aku, Anna. Aku sudah mendapat cuti besok," ucap Barrow.
"Aku juga, sekarang kita selesaikan pekerjaan kita terlebih dahulu!"
"Kau benar, aku sudah tidak sabar untuk pulang dan menggoyang ranjang!" Barrow kembali mencium bibir Anna sebelum mereka berpisah.
Pernikahan singkat telah menyatukan mereka, walau mereka harus kembali bekerja tapi mereka akan menikmati malam pernikahan mereka setelah ini. Anna pergi menemui timnya, begitu juga dengan Barrow. Mereka berpisah di depan gereja tapi mereka akan selalu bersama sebagai pasangan suami istri.
End
Thanks ya guys sudah mengikuti kisah ini. Semoga kisah misteri pertama yang aku tulis menghibur. Setelah ini aku mau menulis kisah lain yang berjudul Rise OF The Queen Ernest. Ini kisah time travel, semoga masih berkenan untuk mampir. Thanks you guys.
__ADS_1