Mistery Red Umbrella

Mistery Red Umbrella
Bukti Nyata


__ADS_3

Bau busuk semakin menyengat, rumah Barrow gelap seperti semalam. Tidak ada satu pun penerang yang menyala. Anna melangkah masuk, sedangkan Nick berjalan di belakangnya sambil menutup hidung.


Saklar lampu pun dicari, seharusnya dia membawa senter. Anna terus melangkah maju sambil melihat sekitar ruangan yang gelap.


"Barrow, apa kau berada di dalam?" tanya Anna. Tidak ada jawaban, keberadaan Barrow seperti tidak ada.


"Ayo kita keluar, Anna. Tempat ini bau!' ajak Nick.


"Aku tidak akan pergi, Nick. Jika kau takut maka kau boleh pergi!" ucap Anna.


"Baiklah, aku tidak mungkin meninggalkan dirimu!" mau tidak mau Nick mengikuti Anna yang masih mencari saklar lampu.


Tangan Anna meraba dinding, saklar pun sudah ditemukan. Anna menyalakan lampu dan ketika lampu menyala menerangi ruangan mereka berdua terkejut melihat bangkai yang memenuhi ruangan dan juga pentagram yang dibuat menggunakan darah.


Nick keluar dari rumah dengan terburu-buru, dia tidak bisa menahan gejolak di perutnya. Anna melangkah melewati bangkai binatang yang sudah membusuk dan mendekati lambang setan yang ada di tengah-tengah ruangan. Lambang itu pasti Barrow yang buat. Anna tak kuasa menahan air matanya. Kenapa Barrow semakin aneh? Apa benar Barrow benar-benar keturunan murni Mariana? Jika benar maka dia harus membunuh Barrow agar kotak terkutuk itu tidak bisa dibuka tapi apakah benar? Sungguh dia tidak berani menebaknya.


"Ayo pergi, Anna. Rekanmu bersekutu dengan iblis," ucap Nick seraya menarik tangan Anna.


"Tidak, Barrow tidak seperti itu!" teriak Anna dengan air mata mengalir.


"Apanya yang tidak, kau bisa melihat sendiri jika dia melakukan pemujaan untuk bersekutu dengan iblis!"


"Tidak, Barrrow tidak mungkin melakukan hal itu. Dia tidak mungkin melakukan hal itu!" Anna berteriak menyangkal dan menghapus air matanya dengan kasar. Meskipun yang mereka lihat telah menunjukkan jika Barrow melakukan persekutuan dengan iblis, meskipun Barrow menunjukkan jika dialah keturunan murni Mariana namun jauh di dalam hatinya berkata jika Barrow hanya sedang dimanfaatkan agar dia kebingungan.


"Semua sudah jelas, Anna. Kau lihat itu," Nick menunjuk ke arah pentagram yang ada di tengan ruangan, "Itu bukti nyata yang tidak bisa terbantahkan. Sebaiknya kita lapor polisi. Hari ini binatang, bagaimana jika besok yang menjadi korban adalah manusia?"


Anna diam, melihat sekitar. Kenapa dia merasa yang terjadi saat ini seperti kejadian kotak misterius itu? Apa kotak itu ada di rumah Barrow?

__ADS_1


Nick sudah mengambil ponsel, hendak menghubungi polisi namun dia terkejut dengan sebuah pistol yang menempel di bagian belakang kepalanya. Nick berbalik, Anna menatapnya tajam dengan pistol yang mengarah dan kini pistol itu sudah berada di dahinya.


"Apa yang kau lakukan, Anna?" tanyanya.


"Jangan coba-coba menghubungi polisi, Nick," pintanya sambil menggeleng.


"Kenapa, Anna? Barrow bisa membahayakan yang lain jika tidak tertangkap," ucap Nick.


"Lalu? Apa kau ingin dia dipenjara?"


"Itu lebih baik, bukan? Dia menganut ajaran sesat yang bersekutu dengan iblis, lebih baik dia ditangkap sebelum ada korban."


"Tidak!" teriak Anna. Dia tidak akan membiarkan hal itu terjadi karena jika sampai Nick menghubungi Polisi, mereka akan mengira Barrow adalah pelaku yang sudah membunuh puluhan gadis yang mereka temukan di dalam kastil. Barrow akan dijadikan kambing hitam oleh arwah Mariana dan jangan-jangan itulah tujuan arwah itu memperdaya Barrow sehingga Barrow terlihat sebagai seorang pemuja setan. Dia tahu Barrow bukan pelakunya tapi saat para polisi melihat pentagram juga bangkai binatang di rumah Barrow, Barrow tidak akan bisa mengelak bahkan dia akan dianggap sebagai pembunuh berantai sehingga dia dijatuhi hukuman mati padahal bukan dia pelakukanya.


"Jangan coba-coba menghubungi polisi, Nick. Aku tidak akan segan menembakmu!" ucap Anna tanpa keraguan.


"Lalu, apa yang ingin kau lakukan?" tanya Nick.


"Baiklah," Nick memegang pistol yang masih berada di dahi dan menurunkannnya, "Ayo kita cari Barrow bersama terlebih dahulu. Jika dia tidak ada maka kita bersihkan tempat ini," ucapnya. Dia tahu tidak akan bisa menghentikan Anna terlebih Barrow adalah rekannya


"Kau mau membantu aku membersihkannya?" tanya Anna tidak percaya.


"Tentu saja, Anna. Aku pasti membantumu, aku juga tidak akan melaporkan hal ini pada polisi. Percayalah padaku."


"Terima kasih, Nick," Anna memeluk Nick, dia sangat bersyukur pria itu bisa diajak bekerja sama.


Semoga saja keputusannya untuk tidak melaporkan hal ini pada polisi adalah keputusan yang tepat tapi jika seandainya Barrow benar-benar keturunan Mariana maka dia tidak akan ragu meembunuh Barrow dengan kedua tangannya.

__ADS_1


Mereka mulai mencari keberadaan Barrow di setiap ruangan yang ada di rumah itu tapi mereka tidak menemukan keberadaan Barrow. Anna juga mencari kotak hitam yang hilang, mungkin saja ada di sana tapi sayangnya tidak ada. Mereka mencari cukup lama, rumah itu bagaikan ditinggalkan begitu saja oleh Barrow.


Anna dan Nick kembali ke ruangan di mana lambang setan berada, mereka berdua tampak menggeleng karena tidak menemukan apa pun. Anna menghela napas, kini mereka harus membersihkan bangkai-bangkai binatang yang terdapat hampir di setiap sudut rumah. Sebuah plastik hitam sudah didapatkan, Anna dan Nick mulai mengumpulkan bangkai-bangkai tersebut. Tidak ada satu pun yang mereka lewatkan, bangkai-bangkai itu mereka kubur dia halaman belakang rumah Barrow.


Kedua kali, Anna sedang merasa dejavu namun bedanya saat ini dia sedang bersama dengan Nick. Tiba-Tiba saja dia merindukan kekonyolan Barrow. Kedua mata Anna berkaca-kaca, kenapa dia jadi sangat merindukan Barrow?


"Anna, ssbaiknya kau duduk saja. Aku yang akan menguburnya," ucap Nick.


"Tidak apa-apa, aku akan membantu," ucap Anna.


"Tidak perlu, pergilah membersihkan rumah Barrow. Sisanya serahkan padaku!" ucap Nick.


"Terima kasih, Nick. Aku sangat bersyukur kau ada di sini denganku."


"Itulah gunanya kau, kau sudah menolong Lucia dan aku tidak akan membiarkan kau berada di dalam kesulitan seorang diri!"


"Terima kaisih, aku akan membersihkan rumahnya," Anna melangkah pergi, masuk ke rumah Barrow dengan perasaan tidak menentu.


Lambang setan yang dibuat menggunakan darah dibersihkan, entah sudah berapa puluh botol pewangi ruangan digunakan. Jendela semua dibuka agar bau bangkai tdak tercium. Anna begitu sibuk namun dia dikejutkan oleh suara keras dari arah belakang.


Anna sangat heran, pekerjaan pun ditinggalkan dan Anna bergegas menuju belakang rumah di mana Nick masih menguburkan bangkai-bangkai binatang itu.


"Nick, apa kau sudah selesai?" tanya Anna.


Suasana hening, tidak ada yang menjawab. Anna menjadi curiga, pistol pun diambil. Anna melangkah perlahan, dia bahkan mengintip dari kaca kecil yang ada di pintu. Anna melihat sekitar dan terkejut melihat Barrow sudah mencekik leher Nick dan meletakkan sebilah pisau di bawah lehernya pula.


Anna segera keluar tanpa membuang waktu, pistol pun di arahkan ke arah Barrow.

__ADS_1


"Barrow, apa yang kau lakukan?" tanyanya.


Barrow melihat ke arahnya, menatapnya tajam. Seringai sinis menghiasi wajahnya, leher Nick dicekik sehingga membuat pria itu kesulitan bernapas bahkan pisau sudah menggores kulit leher Nick. Anna menatapnya dengan tatapan heran, apakah itu benar-benar Barrow? Dia sungguh tidak ingin mempercayainya.


__ADS_2