Mr. CHEF Is Mine

Mr. CHEF Is Mine
Bab 9


__ADS_3

Sialan, tak ubah kata yang paling ia ingin lontarkan kepada kakaknya. Ah jika nampak kasar maaf tapi kakaknya memang benar benar menjengkelkan kali ini.


Diam adalah sebagai bentuk protes yang Aira layangkan pada Daniel yang tampak sangat tampan malam ini. Oke Aira akui bahwa Daniel memanglah tampan.


"Jangan marah pada kakakmu! Aku lah yang memohon kepadanya agar kau mau datang kemari!" Ujarnya melembut tatapan cinta itu, Kenapa Aira tak merasakannya.


"Hem..."


"Ra!!!" panggilnya kembali.


"Gue suka sama lo, apa lo gak ngerasain itu. Kurang gue apa ra buat lo, selama ini gue selalu ada buat lo. Kapanpun itu!" Ujarnya kembali.


"Tapi gue gak nyuruh lo!"


"Gue tau, itu sebagai bentuk perjuangan gue ke lo!" Ujarnya kembali, nafas panjang ia ambil "Setidaknya lo bisa ngehargai sedikit aja usaha gue ke elu, Ra! Jangan nolak apapun yang gue kasih ke lo!"


"Daniel, gue..."


"Ra!!!! Kenapa si lo sedingin ini? Kenapa? Gak semua laki laki sama Ra! Lo cukup percaya ke gue aja. Dan rasain perhatian gue, sesederhana itu tentang cinta. Ada dan buat lo nyaman!"


"Hahh.... Cinta tak sesederhana itu Daniel!!!" Ujarnya menolak pendapat itu.


"Bagi gue, Cinta itu tentang pergorbanan yang menyakitkan!"


"Tapi cinta tak pernah menyakitkan Ra! Gue gak akan nyakitin lo!"


"Hah, Sekarang lo boleh bilang gitu ke gue! Tapi besok? dan selanjutnya? gue udah anggap lo sebagai kakak gue Daniel!"


"Apa tak ada rasa cinta sedikit pun di hati lo untuk gue Ra!!!" Ujarnya kembali.


"Daniel...."


"Gue mohon ra!!!"


Hanya jawaban ambigu yang tak berujung pada pertemuan malam itu, tak ada yang lain nya.


Dua bola mata gadis cantik ini mengembun, Air mata di tahan sebisa mungkin untuk tak jatuh membasahi kedua pipinya.


Kenapa merelakan cinta sesakit ini? Kenapa?? Dia dan adiknya berbeda kan? ya memang beda. Annisa hanya mampu mencintai Daniel dalam diam, sedangkan Daniel mencintai Aira secara terang-terangan.


...***************...


"Kusut banget itu muka?"


"Kak lo sih ah!!! Kenapa?" Ujarnya cemberut dengan sang kakak. Bunga di tangannya di lempar begitu saja di atas meja.


"Dek sayang tau loh bunganya cantik gini!!!"


"Noh ambil kak ambil buat kakak!!" Ujarnya mode galak.

__ADS_1


"Sini deh!" Ujar Annisa menepuk sofa di sebelahnya.


"Apaan!" Ujarnya kembali, meski masih mode sebal tapi Aira tetap menuruti kakaknya.


"Kakak tau Daniel dia pemuda yang baik dek!" Ujarnya kembali.


"Yaudah kakak aja sana!!" Jawab Aira spontan.


"Dengerin dulu!!! Dia baik, dan yang terpenting dia mencintai kamu dek! Itu tulus. Percayalah mencintai seseorang itu menyakitkan, jadi jika kamu menemukan seseorang yang mencintaimu, kamu harus bersyukur dek!"


"Kak..."


"Dia akan membahagiakan mu. Daniel bukan Papa, keduanya berbeda dek."


"Tapi?"


"Dia selalu ada untukmu kan? Bahkan saat dia dalam acara penting pun kamu yang di priorotaskan? Kamu pasti bisa merasakan itu?"


"Tapi Aira tak yakin kak!"


"Berusahalah membuka hati untuknya. Kata hati kakak dia yang terbaik buat kamu!" Ujar kembali meyakinkan Aira.


"Baiklah."


"Sana tidur, udah malem besok kuliah!" Ujarnya kembali.


"Hem..." Jawab Aira melangkah gontai masuk kedalam kamar nya.


...*****************...


"Gue harap lo bisa jaga adik gue!" Ujar Annisa, pertemuan diam diam mereka lakukan.


"Thanks lo udah bantuin gue!" Ujar Daniel kembali berterimakasih.


"Hem..." Ucap Annisa kembali menyeruput minuman yang ada di tangannya. "Gue pulang! Bye!" Ucapnya kembali.


"Oke bye!" Jawab Daniel,


Daniel dan Annisa adalah mahasiswa program studu Bisnis sedangkan Aira sendiri yang mengambil program studi Bahasa. Kakak kelas bukan berarti satu jurusan yang sama ya.


"Gue doain lo dapet cowo yang baik Nis!!" Bathin Daniel melihat langkah Annisa yang pergi menjauh.


...***************...


"Udah semua cantik?"


"Udah kak, beres!!" Jawab Aira pada Daniel, kekasihnya.


"Ayo pulang!" Jawabnya, membukakan pintu mobil agar Aira masuk kedalamnya.

__ADS_1


"Mau makan dulu sayang?" Ujarnya kembali menawarkan.


"Hem... Boleh kak, kebetulan Aira laper nih! Heheh.." Ujarnya dengan tersenyum lucu.


"Oke..." Ucapnya kembali, sebuah restoran di salah satu Mall keduanya pilih untuk menyantap hidangan sebelum pulang ke rumah.


"Ra!!!" Sapa Rendra.


"Hallo kak!!" Aira menjawab sapaan.


"Lo?"


"Oh, ini kenalin Daniel!" Ujarnya memperkenalkan.


"Rendra."


"Daniel!"


"Mau ikut gabung kak?"


"Ah gak usah gue mau langsung pulang! Makasih tawaran nya!" Ucap Rendra kembali.


"Oke kak..." Jawab Aira.


"Siapa?"


"Oh Rendra namanya pemilik caffe, tau Jelita? maba waktu itu? Nah dia kakaknya!" Jujur Aira mdnjelaskan.


"Oh..."


Sudah hampir 3 bulan lamanya Daniel dan Aira menjalin hubungan itu, semuanya masih baik baik saja. Mengantar jemput Aira pulang, makan bersama, nonton bioskop. Normal dan wajar.


Jika kalian tanya bagaimana keadaan Rendra? Pemuda satu ini sudah membuka cabang kedua caffe miliknya satu bulan yang lalu dan usahanya berkembang pesat. Anak muda mudi lah yang menjadi pelanggan paling banyak di caffe miliknha.


Annisa? dia semakin ambius untuk mengejar cita citanya menjadi wanita yang sukses di dunia bisnis tentunya seperti Papanya dan Mamanya.


"Aira!!! Annisa, kalian berdua akhir tahun ini ikut Papa dan Mama ya!"


"Mau kemana Pa?" Tanya Annisa dengan anada sopan.


"Ikut Papa dan Mama menghadiri seminar binis."


"Kakak aja yang ikut, Aira kan anak bahasa bukan bisnis."


"Papa gak mau kalian membantah, Pokomya kalian berdua harus ikut!!"


"Tapi Pa!"


"Ra, Ikutin aja kata Papa mu!" Bisik sang Mama lembut di telinga Aira.

__ADS_1


"Ya ma!" Pasrahnya.


...*****************...


__ADS_2