Mr. CHEF Is Mine

Mr. CHEF Is Mine
Bab 18


__ADS_3

Tangisnya tergugu, kecewa adalah rasa yang paling mengesalkan nampaknya. Ada rasa penyesalan di sudut hatinya, apakah seperti ini rasanya cinta? Atau mencintai.


Kata "Dasar cewe tak tau di untung! Sok dermawan!" begitu menggema memenuhi ruang pikirannya.


"Ra..." Panggilnya dengan pelan.


"Rendra aku..." Ujarnya tergugu.


"Lo spesial, dia yang gak bisa ngertiin lo!" Ujar Rendra membawa Aira dalam pelukannya, persetan dengan status gadis ini yang memiliki pacar. Jika pacarnya saja memiliki sifat sebrengsek itu.


"Hiks..." Tumpah sudah air mata yang ditahannya itu.



"Lo boleh nangis, tapi setelahnya lo jangan pernah nangisin laki laki yang sama sekali gak bisa memahami diri lo!" Ujar Rendra, pelukan ini begitu hangat dan sangat hangat.


"Lepasin cewe gue!!!" Ujar Daniel yang datang tiba-tiba melerai keduanya.


"Pacar? Pacar yang lo tinggal!" Sinis Rendra begitu telak dan menohok.


"Apa urusannya sama lo! Sekarang gue ada disini dan mau ngajak dia pulang!" Ujar Daniel seenaknya, seperti tak pernah melakukan kesalahan saja.


"Gue gak mau pulang sama lo! Gue benci sama lo kak!" Ujar Aira masih dengan isak tangisnya.


"Sayang maafin aku, maaf aku tadi..." Lirihnya menggenggam tangan Aira.


"Gue mau pulang sama Kak Rendra bukan sama lo!" Ujar Aira lagi tanpa mau peduli, tangannya menarik Rendra untuk mengikutinya.


"Mana bisa, lo berangkat sama gue dan pulang harus sama gue Ra!" Ujar Daniel menyekal tangan Aira.


"Lepasin Daniel!!"


"Ra lo..."


"Lepas Daniel, hiks... Sakit..." Ujar Aira merasa pergelangan tangannya nyeri.


"Bro lepasin, dia gak mau sama po!" Ujar Rendra dengan nada santainya. seketika tangan Aira berpindah menggenggam lengan Rendra dan bersembunyi di balik tubuh itu.


"Lo....Dasar cewe murahan!" Sinis Daniel karena permintaannya tak di turuti. ditambah dengan sikap Aira yang terang terangan menjatuhkan jarga dirinya di depan cowok lain.

__ADS_1


Plak!!!!!!


Setelah tamparan keras itu Aira berujar "Kita putus dan jangan pernah cari gue lagi!" Ujarnya kembali menggema.


Shitttt!!!!! Ujar Daniel mengumpat kesal atas dirinya sendiri, mengapa ia bisa tak terkontrol seperti ini.


Pekerjaan yang mengharuskannya pulang malam, dengan sikap Aira yang memang tak sesuai dengan nya yang selalu menjaga kesehatan. Faktor anak tunggal yang selalu mendapatkan apa yang dia inginkan. Ayolah dia tampan dan kaya, harusnya banyak wanita yang mendambakan bahkan mengemis cintanya. Membuatnya menggesek kartu secara terus menerus untuk membeli barang mewah. Tapi Aira adalah spesies yang aneh. Dia sederhana dan luar bisa spesial. Daniel akui.


...***********************...


"Lo ga pulang?" Tanya Rendra pasalnya gadis ini lebih memilh berdiam diri dicafe miliknya dengan secangkir coffe.


Varian Mocca akan menjadi nomor 2 setelah coffe pahit tanpa gula yang Aira sukai nampaknya.


"Gue ganggu lo?"


"Ya ganggu ga ganggu si, tapi kan ini udah melem. Emang lo ga di cariin nyokap bokap lo?" Ujar Rendra bertanya.


"Yaudah gue pulang. Makasih!" Ujar Aira bangkit dari kursinya.


"Tunggu, ngambekan mulu. Ntar ga cantik lagi lo!" Godanya mencekal tangan Aira.


"Mau naek apa lo? Mau naik taksi? Bis? Noh liat jam berapa? mau di culik?" Ujar Rendra menunjukkan waktu pada Aira.


"Lo kok gitu si jadi orang!"


"Yaudah gue anterin , tungguin gue bentar mau pamitan sama temen gue dulu." Ujar Rendra pamit kepada Rizki dan Dewi.


"Oke bos!" Ujar keduanya serempak mengangguk.


"Ayo!" Ujar Rendra.


"Nih pake!" Ucapnya kembali memberikan jaket.


"Gue gak butuh kok!"


"Gak usah batu kalau di bilangin. Ntar kalau lo sakit siapa lagi yang nyusahin gue!" Kekehan Rendra menggoda.


"Lo kok ngelunjak si?" Sinis Aira.

__ADS_1


"Becanda.... " Ujar Rendra melembut, jalanan tampak sepi dan hening. Maklum saja jam sudah menunjukkan pukul 10 malam, panggilan dari sang kakak di abaikan begitu saja. Nampaknya Aira tak berselara menjelaskan apa yang telah terjadi.


"Gak semua hidup harus sejalan dengan yang lo inginkan. Mulus kek jalan tol!" Ujar Rendra memecah keheningan yang ada.


"Maksud lo?"


"Masalah ada karena Tuhan percaya ke lo mampu buat nyelesain itu. Ngambil pelajaran tanpa membeci orangnya. Semua orang hadir pasti ada tujuannya, entah sebagai sumber kabahagian atau untuk mendewasakan!" Ujar Rendra kembali memberikan pengertian.


"Gue ga ngerti maksud lo!"


"Suatu saat lo bakal ngerti apa yang gue maksud. Intinya jangan pernah ngebenci orang yang udah buat lo kecewa. Tapi lo buktiin ke orang itu dengan keunikan lo yang ada justru membawa hal baik dalam hidup lo!"


"Hem... Thanks ya.."


"Sama sama Ra! Udah sampai noh! Gue pulang ya! udah malem juga!" Ujar Rendra pamit.


Kakinya baru saja melangkah masuk kedalam, hanya 3 langkah namun terhenti kala sang kaka menatap dengan pandangan yang sulit di artikan.


"Itu siapa dek? Selingkuhan kamu?" Ujar Annisa dengan sinis.


"Kak, bukan ya!" Ujar Aira langsung menepis dan membela.


"Terus ngapain kamu pulang sama dia? Kamu kan yang ninggalin Daniel dan milih laki laki itu?" Ujar Annisa dengan sinis.


"Kak, elu. Siapa...." Ujar Aira dengan geram.


"Daniel kesini dan cerita kalau lu lebih milih pergi sama tukang coffe itu. Apa si dek yang ada di pikiran lu saat ini? Bagusnya itu tukang coffe apa si?" Ujar Annisa lagi, kenapa nadanya seperti sosok yang berbeda kali ini. Ada apa dengan Annisa sebenarnya.


"Dia punya nama ya kak! Dan lo salah faham!" Ujar Aira berusaha menjelaskan masih dengan nada pelan, ia sangat menghormati kakaknya.


"Salah faham apa? Daniel udah bilang dan menjelaskan semuanya tadi. Lu aneh jadi cewe, Daniel itu kurang apa si? dia udah sempurna kayak gitu? lo buta atau gimana?"


"Kak gue gak nyangka lo bakal percaya sama orang luar dari pada adik lo sendiri. Gue kecewa sama lo!" Ujar Aira pergi meninggalkan Annisa, berlalu masuk kedalam kabarnya.


Semuanya nampak menyesakkan, kakak yang paling ia percayai tapi kenapa.... Arghhh..... Ujarnya merintih pilu. Semua tampak begitu berkhianat!!!!!


...****************...


Sapa Author : Terimakasih kepada beberapa bahkan banyak pembaca yang masih setia bahkan membaca dari awal. Semoga senantiasi di beri kesehatan dan kelancaran rezeki di masa pandemi saat ini.

__ADS_1


...Salam manis dari Author๐Ÿ’œ๐Ÿ’œ๐Ÿ’œ...


__ADS_2