Mr. CHEF Is Mine

Mr. CHEF Is Mine
Bab 33


__ADS_3

"Gimana Ra, hasilnya? acc?" Tanya salah satu teman seperjuangannya.


"Ya Acc dong!" Ujar Aira dengan senang, itu tandanya semua nya akan segera selesai dengan waktu 3.5 tahun lamanya dan semua akan terbayarkan dengan lunas.


"Selamat ya..."Ujarnya lagi.


"Ah ya tentu, Daoin aku ya."


"Pasti dong, sama sama berjuang yok!" Ujar temannya memberikan motivasi.


"Yaudah deh aku duluan ya!" Ujar Aira pamit, kakinya melangkah keluar. Sosok Rendra sudah datang untuk menjemputnya.


"Hai sayang? Gimana hasilnya?" Senyum manis itu masih sangat tulus, tak ada setitik kebohongan apapun yang terlihat.


"Bisa dong! Kan Pacarnya Rendra pinter!" Ujarnya nampak dirasa lucu dan aneh.


"Hahahaha bisa aja!"


"Ya dong, mau kemana?" Tanya Aira kala keduanya sudah masuk kedalam mobil.


"Hem, Makan mau?"


"Ah tentu, aku kebetulan juga laper!" Ujarnya dengan manja.


...******************...


"Selamat makan!" Ujar Rendra, kali ini keduanya makan di salah satu restoran yang ada di mall, korean food. kurang lebih seperti itu, dengan segala menu yang sangat menggiurkan lidah.


"Selamat makan juga!" Ujarnya lagi.


"Bentar ya aku ke toilet dulu! Kamu disini!" Ujarnya lagi, kaki Rendra melangkah pergi.


"Pesanan atas nama Tuan Rendra, saya mau ambil pesanan saya mba, ini buktinya!" Ujar Rendra, sekotak kalung dengan liontin hati berwarna merah muda, cantik dan manis seperti sosok Aira. Kado kecil yang akan Rendra berikan sebagai hadiah untuk kekasihnya.


Bugh


Bugh


Bugh


Tubuhnya bertabrakan oleh seseorang kala keluar dari toko perhiasaan itu.


"Maaf maaf maaf!" Ujar Rendra merasa tak enak.


"Rendra?" Panggil sang gadis.


"Felicia?"

__ADS_1


"Aduh...." Ujarnya kembali nampak pura pura sakit di bagian kakinya.


"Ah maaf maaf! Apa masih sakit?" Tanyanya.


"Kayaknya keseleo deh Ndra! Aduh!" Ujarnya berlagak akting kesakitan.


"Bisa jalan?" Tanyanya lagi.


"Em.... Aku coba..." Jedanya "Aduh arghhhh...." Rintihnya kesakitan, dasar dusta.


"Ayo aku bantu kamu ke parkiran!"


"Kamu gakpapa nih bantuin aku?"


"Gakpapa."


"Gak ada yang nungguin kamu kan? takutnya kelamaan?"


"Lha aku harus gimana? Kamu juga kayak gini gak sengaja dan karena aku kan? Aku laki-laki bertanggung jawab, gak akan aku ngebiarin kamu seperti ini!"


"Makasih ya Ndra!


"Ya.....Mobil kamu dimana?" Tanya Rendra kala mereka berdua sudah berada di lantai satu, ingin menuju keparkiran.


"Itu, aku gak bawa mobil kesini. Aku naik taksi!" Ujarnya lagi.


"Setelah kejadian itu, aku mengembalikan semuanya pada Papa mu. Aku gak pantes nerima itu semuanya Ndra. Aku sadar cintaku kekamu gak bisa di gantikan oleh apapun!" Sedihnya tersedu.


"Yaudah, aku anterin kamu pulang!" Finalnya,


Rendra, laki laki baik dengan segala tanggung jawab. Tokoh yang tak tega apalagi terhadap wanita, terlebih gadis itu terluka karena ulahnya. Percayalah, semenyakitkan apapun cinta pertama berkhianat, sosok nya akan memiliki tempat tersendiri dan tersembunyi di hati kita. Munafik, jika rasa kecewa seluruhnya membenci bahkan tak peduli.


Pemuda ini lupa, bahwa menyianyiakan cinta yang baru juga tindakan yang tidak di benarkan, Terlebih saat ini dengan akal sehatnya, Rendra memilih untuk mengantarkan Felicoa dan meninggalkan Aira.


...*********************...


"Aku ingin bicara berdua dengan kakak!" Ujar Jelita, jam sudah menunjukkan pukul 10 malam. Namun sang adik justru menunggunya didepan rumah bak seorang satpam.


"Tumben? Mau ngapain? Pasti minta uang jajan lebih kan ya? Nih..." Ujar Rendra, tangannya sudah bersiap membuka ebanking dan mengirimkan sejumlah uang di rekening adik kesayangannya.


"Aku tidak membutuhkan uang untuk saat ini kak. aku ingin bertanya kenapa kak Rendra peduli lagi dengan wanita itu?"


"Ha? Maksud kamu?"


"Felicia! Aku bahkan jijik menyebut namanya!" Ujar Jelita bergidik ngeri.


"Kakak gak ngerti apa yang kamu maksud?" Ujarnya membodoh.

__ADS_1


"Cih, gak usah sok gak tau deh! Kakak kenapa peduli dengan wanita itu?"


"Cuman nganterin pulang doang?"


"Cih, lumpuh dia gak bisa pulang sendiri?"


"Apa si dek, judes banget. Kakak gak sengaja nabrak dia dan kakinya kesleo."


"Goblok banget si jadi manusia? Segede gajah afrika atau gorila si badan kakak, Ha? Kok sampai ngebuat dia kesleo karena di tabrak kecil doang!"


"Tapi dia kesakitan dek!"


"Otak kakak yang sakit, laki kok goblok banget di begoin sama wanita yang bentukannya kayak boneka Annabelle mau aja."


"Kakak gak pernah ya ngajarin kamu ngomong gitu?"


"Tapi kakak mikir dong, ninggalin Kak Aira sendirian di resto demi perempuan jal*ng kayak dia."


PLAK!!!!!!!!


"Kak, aku ga nyangka kakak...." Ujar Jelita memegang pipi yang terasa panas akibat tamparan itu.


"Kakak gak pernah ya ngajarin kamu ngomong kayak gitu, gak sopan! Tau apa kamu tentang hubungan kakak, jangan ikut campur dek!!!! Kakak sudah kirim wa ke Aira bahwa kakak tidak bisa mengantarkannya pulang. Dia fine fine aja! Kamu kok yang sewot!" Nadanya begitu tinggi dan menggema malam ini.


"Kakak akan menyesal, dan aku pastikan itu!" Ujar Jelita masuk kedalam. Ini pertama kalinya Rendra melayangkan tindakan fisik padanya, hanya untuk perempuan. Pikirannya nampak bego, tak bisa berkata apapun.


FLASHBACK


"Kak Aira!" Ujar Jelita senang.


"Jelita...." Sapanya berusaha tersenyum.


"Akhirnya ketemu juga, Jangan sedih. Tadi kak Rendra memang ada urusan dadakan, soal caffe. Makanya kak Rendra telfon aku buat cari kak Aira disini. Suruh nemenin gitu!" Ujarnya lagi.


"Oh gitu..."


"Ya kak, Udah jangan cemberut gitu. Jelek tau. Ikut aku aja, nanti jelita tunjukkin permainan yang menyenangkan disini. Sekali sekali kak Aira sama Jelita, jangan sama kak Rendra mulu!" Sindirnya.


"Apa si dek." Ujarnya nampak malu malu.


"Nah senyum gitu kan cantik." Goda Jelita.


Sorry, kalau Jelita ikut ngebohongin kak Aira kayak gini. Jelita juga gak mau bohong kak, tapi Jelita gak tega liat Kak Aira sedih kayak gini. Maaf kak. Tapi kakak tenang saja, Jelita hanya akan merestui hubungan Kak Rendra dengan Kak Aira saja. Tidak dengan wanita itu.


FLASHBACK OFFF


...****************...

__ADS_1


__ADS_2